Harmoni Jernihnya Air dengan Legitnya Jajanan Peken Lepen



Peken Lepen Traji Temanggung

Traji, desa ini lagi-lagi mencuri perhatian saya. Desa yang terkenal dengan ritual satu suronya itu sekarang punya acara baru di salah satu sumber mata air legendarisnya. Peken Lepen namanya. Peken adalah istilah dalam bahasa jawa yang artinya Pasar dan Lepen artinya Kali. Peken Lepen iniberarti sebuah Pasar di Kali. Dari namanyasaja acara ini sudah membuat saya sangat tertarik untuk mengunjungi.Kali yangbiasanya tempat bersih-bersih, mandi dan mencuci bagi orang desa dijadikan sebuah pasar, benar-benar membuat penasaran. 

Sabtu malam, saya pamit kepada ibu untuk mengunjungi tempat ini. setelah shalat Isya’ langsung saja bergegas berangkat. Udara dingin khas Temanggung tidak menyurutkan niat saya. Bertepatan dengan akhir pekan, saya memprediksikan bakal banyak pengunjung yang datang di acara ini. Benar saja, sesampainya di Peken Lepen pengunjung sudah ramai. Untung saya masih bisa parkir motor di dekat pintu masuk.


Peken Lepen Traji Temanggung

Peken Lepen Traji Temanggung

Sebuah pintu masuk berhias lampu remang-remang bertuliskan Peken Lepen menyambut kedatangan saya. Pintu itu seperti menarik kaki agar langsung melangkah memasukuinya.Setelah melewati pintu masuk suasana syahdu langsung terasa, beberapa lampu dengan cahaya keemasan bergelantungan di setiap sudut tempat ini. Menarik lagi ada panggung di ujung tempat ini. Panggung dengan gemerlap cahaya keemasan. Terlihat juga sedang ada pertujukan tari. Langsung saja saya datangi. 

Lumayan terheran dengan konsep Panggung yang unik.Panggung ini berada di atas sebuah kolam yang mengharuskan penontonya melihat dari seberang.Walau begitu ini menjadikanpenonton dapat melihat keindahan panggung secara keseluruhan. Kolam yang berisi air memantulkan cahaya dari panggung, Indah sekali.Perpaduan ini menjadi sebuah pemandangan malam yang sempurna. Selain itu ada suara gemercik cipratan air di sepanjang pinggir kolam, air bergelombang lembut membentuk nada pengiring tarian.

Tak lengkap menonton tanpa cemilan, saat memandang ke kanan-kiri hampir semua penonton menikmati pertujukan dengan jajanan.  Sangking terpananya dengan panggung, saya baru sadar bahwa saya belum membeli jajanan padahal ini kan Peken atau pasar. 

Ketika masuk menuju ke panggung,saya sebenarnya melewati gubuk-gubukyangmenjadi lapak para pedagang. Sayangnya yang saya lewati malam itu tidak ada yang jualan. Lapak yang bukahanya di bagian jalan tengah dan pinggir panggung, itu saja tidak semua,tetapi lumyanlah ada cemilan untuk menemani nonton.
Oh ya saya juga lupa kalau belum menukarkan uang dengan koin khas Peken Lepen. Karena untuk jajan disini harus memakai koinbukan uang.Saya hanya menukarkan uang Rp. 10.000,- saja karena hanya jagung bakar yang ingin saya beli. Dengan uang Rp. 10.000,- saya mendapat lima koin,Lumayan sudah bisa dapat dua jagung bakar sebagaiteman menonton pertunjukan.

Sayang malam itu saya tidak bisa berlama-lama. Hanya sampai setengah sepuluh saja.Saya harus pulang. Kalau saya belum pulang ibu tidak akan bisa tidur biasanya, jadi saya tidak akan mungkin pulang terlalu malam. Rasa penasaran untuk menikmati Peken Lepen ini masih ada. Saya berfikir untuk datang kembali di pagi harinya, Karena lapak akan buka semua. Akan ada berbagai makanan tradisionalyang dijajakan katanya.

Peken Lepen Traji Temanggung

Peken Lepen Traji Temanggung

Peken Lepen Traji Temanggung

Pagi harinya saya sedikit bimbang, mahu berangkat ke Peken Lepen atau tidak. Di hari minggu itu saya diminta untuk ikut ngiring manten tetangga. Rasa pensaran sama Peken Lepen membuat terus berfikir. Ya sudah, saya mandi pagi-pagi di hari minggu demi ke Peken Lepen dan jam sembilan sudah bisa pulang ikut ngiring manten. Untung Peken Lepen ini dekat dengan rumah saya, hanya sepuluh menit perjalanan dengan motor. Saya pun tiba di Peken Lepen yang masih lumayan sepi, sekitar jam tujuh pagi. 

Suasananya berbeda dengan malam. Pagi ini Peken Lepen nampak jawa banget. Lapak-lapak pedagang yang tadi malam terlihat remang-remang kini sangat gamblang. Gubuk dengan hiasan daun kelapa berbaris di pinggiran jalan menuju kali dan kolam besar yang ada panggungnya. Pun para pedagangnya semua menggunakan kebaya dan baju lurik. Lapak mereka masih penuh dengan jajanan. Saya langsung saja menukarkan uang dengan koin khas Peken Lepen. Sambil berharap semoga uang, mulut dan perut bisa cocok, saling mengerti.

Saya tidak langsung membeli jajanan, tetapi berkeliling terlebih dahulu.Melihat-lihat jajanan apa yang menarik,takut saya tidak bisa mengendalikan diri dan kecewa setelah makan sesuatu jajanan masih ada jajanan enak lainnya padahal perut sudah kenyang. Saya runut satu lapak ke lapak lain. Jajanan-jajanannya sungguh menarik. Beberapa sudah menjadi inceran. Saya ingin memulai dengan makan yang ringan-ringan dulu, tujuannya agar perut tidak langsung kenyang. 

Peken Lepen Traji Temanggung

Peken Lepen Traji Temanggung

Peken Lepen Traji Temanggung

Jajanan pertama yang saya beli adalah growol, yaitu jajanan yang terbuat dari ketela pohon yang diserut dan diatasnya ditaburi parutan kelapa. Rasanya manis legit. Menariknya ada dua warna hijau dan kuning. Tampilannya menarik dengan bungkus daun pisang yang dibentuk kotak kecil. Harganya satu keping dapat dua kotak growol.

Jajanan yang kedua, saya ingin menikmati ongol-ongol. Jajanan ini menarik tampilannya, berwarna-warni mirip cenil dengan taburan parutan kelapa juga. Teksturnya lembut,rasanya mantab. Dengan satu keping saja sudah dapat satu pincuk yang lumayan.

Jajanan ketiga yang saya nikmati adalah lupis. Kalau lupis pasti semua sudah pada tahu, makanan dengan rasa manis legit dari cucuran karamel gula jawa ini enak sekali. Tak usah diragukan lagi, pasti beli setiap melihat ada jajanan ini. lumayan bikin kenyang dengan satu keping koin saja.

Jajanan yang terakhir yang saya nikmati adalah sate. Saya tergoda dengan sate gara-gara melihat anak kecil yang lahap sekali menikmatinya. Sate madura dengan lontong yang dibanjiri bumbu kacang manis, enak banget. Sebenarnya masih banyak jajanan disini. Ada cenil, gudeg, sego jagung, sego gono,berbagai jenis jenang dan lain sebagianya. Tak mungkin semua saya nikmati pagi itu karena perut sudah kenyang.

Peken Lepen Traji Temanggung

Peken Lepen Traji Temanggung

Peken Lepen Traji Temanggung


Saya menikmati jajanan-jajanan ini tadi sambil duduk di sebuah pondasi kali yang asyik, tepat berada di seberang panggung. Tidak saya sadari sebelumnya dibelakang tempat saya duduk ada aliran air yang sangat jernih. Enak sekali dipandang, serasa ingin memasukkan kaki untuk merasakan segernya air. 

Sesaat setelah semua makanan saya lahap baru saya berkeliling ke kali-kali di tengah Peken Lepen ini.Setidaknya ada lima kolam di Peken Lepen ini. kolam utama untuk panggung. Empat kolam yang lain ini adalah tempat yang biasanya untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat seperti mencuci, mandi dan bersih-bersih. Terdapat pancuran-pancuran air yang debitnya lumayan besar, segar sekali untuk mandi sepertinya. Bentuk dari kali atau kolam mandi ini mirip-mirip pemandian ratu-ratu jaman dulu. Tak jarang juga para pengunjung Peken Lepen ini membasuh muka dan bermain air. Bahkan banyak juga yang menikmati jajanan sambil bermain air. Inilah keharmonisan antara jernihnya air dengan legitnya makanan di Peken Lepen ini.

***
Dari dulu DesaTraji sudah terkenal dengan mata air yang melimpah memang.Bahkan salah satu mata air yang dinamakan sendang Sidhukun sangat terkenal karena sebagai tempat ritual satu suro. Legenda dan cerita sudah menjadi kepercayaan masyarakat sekitar.
Ada tujuh mata air Desa yaitu Sendang Sidhukun, Kali Bong, Kali Jogo, Kali Panas, Sendang Lanangan, Sendang Wedokan dan Kali Setulis. Mungkin lain kali akan saya ceritakan dengan beberapa potensi yang dimiliki desa ini. Untuk Peken Lepen ini berada di dua dari Tujuh Mata air, SendangLanangan dan Sendang Wedokan namanya.Walaupun di depan Peken Lepen ada papan nama Sidhukun.
Sendang adalah sebuah tempat penampungan air dari mata air langsung yang berukuran besar atau bila dimanfaatkan disebut Kali.Setiap harinya sendangLanangan dan Wedokanini dimanfaatkan untuk mandi dan mencuci masyarakat sekitar. Tidak terbayangkan akan menjadi semenarik ini bila dihias dan dimanfaatkan dengan pas. Menjadi sebuah nilai tambah bagi masyarakat. Selain itu juga menjaga kebersihan dan mendorong pelestarian sumber mata air.
***


Suara Gendang terdengar dari panggung, saya pun langsung menengoknya. Anak kecilberumur sekitar sepuluh tahunmemakai blangkon dan baju lurik sedang memaninkanGendang. Dia sedang cek sound untuk penampilannya, terlihat yang sebentar-sebentar membetulkan letak mic yang berada di depannya agar pas dengan Gendangnya. Ada dua Gendang yang sudah siap. Tak lama ada Satu lagi anak kecil naik ke panggung dan duduk di depan Gendang yang satunya. “Bakal ada penampilan menarik dari anak-anak” batin saya. Saya paling senang bila melihat anak-anak bisa memainkan alat musik tradisional, pertunjukan ini pasti tidak akan saya lewatkan.

Peken Lepen Traji Temanggung

MC masuk ke area panggung membuka acara, seorang pemuda didampingin oleh seorang remaja wanita yang cantikyang sangat asyik membawakan acara. Luwes dengan pakaian jawanya. Mereka menginformasikan bagaimana terselenggaranya acara Peken Lepen ini. Tidak ketinggalan mereka juga menunjukkan lapak-lapak dengan jajanan-janannya.  Setelah anak-anak kecil itu siap dengan Gendangnya, MC mempersilahkan anak-anak itu untuk menunjukan kelihaiannya bermaian Gendang. Sangat lincah mereka memainkan. Ketukan suara gendang berpadu dengan nyanyian jawa yang dinyanyikan oleh pembibing mereka di sanggar. Sanggar asli dari desa Traji. Keren ya.
Sayang saya tak bisa melanjutkan melihat penampilan-penampilan berikutnya, waktu sudah menunjukan waktu berangkat ngiring nganten. Saya harus segera pulang. Semoga di lain kesempatan saya bisa mengunjungi peken ini yang rutin ada disetiap malam minggu legi, minggu legi dan minggu pahing.


Peken Lepen, Desa Wisata Traji
Belakang Puskesmas Desa Traji
Jl. Parakan-Ngadirejo, Traji, Parakan, Temanggung
Kunjungan Peken Lepen ini pada tanggal 4-5 Januari 2019

Post a Comment

13 Comments

  1. Wuih mantap nih saya pernah kesana min dan waow? Ini inovasi benar benar luar biasa ..

    ReplyDelete
  2. Tempatnya keren sama asik om.. cuma aku tetep gagal fokus sama sate cenil yang warna pink sama hijau itu.. Favoritku jaman kecil... :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha iya, selain keren tempat ini juga banyak ceritanya.
      wah kapan-kapam kesini cobain

      Delete
  3. Keren ya tptnya jg terlihat bersih.. Mlm hr chy lampu smkn indah... Yg plg berkesan... Ttp syng ibu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha iya, tempatnya bikin betah juga,
      iya, Alhamdulillah masih bisa berbakti sama ibu

      Delete
  4. Bagus tempatnya, Jajanannya juga banyak pula

    ReplyDelete
  5. Wajib jadi tempat destinasi nih, keren

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayukk kapan ka sini, kabar-kabar rumah saya deket sini

      Delete
  6. Ini gelaran pasarnya setiap hari khusus atau setiap minggu mas?

    ReplyDelete
  7. Kui seng ditusuk kayak sate opo yo? seng warna warni. Kok menarik.

    ReplyDelete