Seru!!! Berkeliling Desa Wisata Ketawangrejo Purworejo

9/20/2018 11 Comments



Kesempatan singgah di sebuah Desa Wisata adalah kesempatan yang paling saya senangi. Keramahan dan kenyamanan desa membuat betah singgah beberapa hari. Tawaran untuk datang ke Desa Wisata Ketawangrejo pun sulit saya tolak walaupun kala itu sangat mepet waktunya. Tawaran mbak Wening malam hari langsung saya iyakan walaupun harus berangkat di pagi harinya.
Desa Wisata Ketawangrejo berada di bagian Selatan Purworejo, tepatnya berada di Kecamatan Grabag. Desa wisata ini sangat mudah dijangkau karena berada di jalur Daendels. dari Jogja hanya membutuhkan waktu satu jam perjalanan. Nantinya kalau bandara baru Jogja sudah jadi, bakal lebih dekat dan mudah untuk berkunjung ke sini.
 Perjalan pagi dari Jogja saya tempuh dengan sepeda motor, menikmati sepinya jalur Daendels motor melaju perlahan. Pemandangan persawahan lumayan bikin mata segar. Bendera umbul-umbul di sepanjang jalan masuk alun-alun desa wisata Ketawangrejo menyambut saya. Kala itu alun-alun sudah dipenuhi pengunjung. Pagi itu adalah pembukaan Festival Adiloka, Festival tahunan Desa Wisata ini. Berbagai macam acara nantinya bakal dilaksanakan.

salah satu Homestay Desa Wisata Ketawangrejo yang asri

Saat itu saya disambut beberapa pemuda Pokdarwis setempat. Tidak hanya mereka,  bersama dengan pengiat wisata di Purworejo sudah berkumpul di depan panggung utama untuk menyasikkan pembukaan Festival yang dilanjutkan Lomba Gejog lesung. Sambil mendengarkan alunan Gejog Lensung kita ngobrol-ngobrol potensii desa yang bakalan saya nikmati nantinya. Saya akan tinggal di desa ini dua hari satu malam.
Desa wisata ketawangrejo ini masih sangat asri, udara panas pantai tidak telalu menyengat di tubuh. Jalan desa yang rindang menjadikan asyik untuk dilalui, saya pun membayangkan enkanya berkeliling desa sambil bersepeda. Tidak hanya jalan desa yang asri beberapa potensi desa yang bisa kita lihat dan pelajaripun banyak.  Dan inilah potensi desa yang saya kunjungi:

Proses pemasakan nira kelapa untuk gula merah

cetakan gula merah yang terbuat dari bathok kelapa


Pembuatan Gula Merah

Desa Wisata Ketawangrejo terkenal dengan penghasil Gula Merah terbaik di Purworejo. Masyarakat setempat banyak yang memproduksi gula merah. Pohon kelapa yang tumbuh di persawahan dekat pantai dan halaman rumah membuat stok nira kelapa melimpah, Nira kelapa menjadi bahan utama gula merah.
Salah satu produsen gula merah yang saya datangi adalah rumah pak Guntoro, beliau adalah mantan kepala desa Ketawangrejo, sekarang beliau memproduksi gula merah. Setiap harinya bisa memproduksi sekitar 30-50 kg gula merah dan memperkerjakan sekitar 6 orang. Saat pagi dan sore kita akan melihat pemanjat-pemanjat pohon kelapa yang handal. Mereka sedang mengambil nira kelapa.
Di tempat produksi ini saya melihat langsung ke dapur pemasakan nira kelapa. Mas Rizka yang mendampingi saya menjelaskan langkah-langkah membuat Gula merah. Mulai dari penyaringan nira kelapa, memasaknya hingga proses pencetakan dengan batok kelapa. Pemuda asli desa Ketawangrejo ini sudah ahli dalam membuat gula merah, bahkan dia bisa memprediksi hasil gula akan baik atau tidak. Kualitasnya gula harus tetap dijaga agar pasar tetap percaya dengan produksi gula merah desa Ketawangrejo ini. Gula merah Ketawangrejo ini dijual hingga ke Jakarta, Bandung dan Jogja.

memetik jambu kristal dan langsung menikmatinya


Kebun Jambu Kristal

Berlanjut ke potensi desa selanjutnya adalah Perkebunan Jambu Kristal. Kalian yang sering lewat jalan Dendles pasti akan mendapati banyak penjual jambu kristal, salah satunya bisa saja dari desa Ketawangrejo. Didampingi mas Rizka, saya dan beberapa pemuda penggiat wisata Purworejo menuju ke perkebunan Jambu Kristal. Berada di selatan desa dekat dengan pantai, Pohon jambu kristal tumbuh berjajar hampir 2 km panjanganya.
Perkebunan Jambu ini tadinya ditanami pepaya. Banyak hama yang menyerang, para petani berinisiatif untuk mengganti tanaman pepaya dengan jambu kristal. Selain buahnya yang manis dan enak, pohon jambu kristal juga tahan terhadap hama dan tidak mengenal musim untuk berbuah.
Disepajang perkebunan ini kita bebas memetik buah jambu kristal asalkan langsung dimakan ditempat. Saya pun mencobanya, bener-bener enak dan manis selain itu juga segar. Tadinya, karena bebas memetik sepertinya mau habis banyak, ternyata habis satu saja sudah kenyang. Kalau ingin membawa pulang bisa juga langsung petik dan ditimbang mau berapa. Bisa milih sendiri petik sendiri. Perkilonya juga tidak mahal kok, sekitar tujuh ribu.

Penari-penari dari Desa  Ketawangrejo yang sedang tampil di acara Festival Adiloka

100 penari kudalumping, semuanya anak-anak dari Desa Wisata Ketawangrejo


Belajar Menari

Di desa Wisata Ketawangrejo bisa juga belajar menari. Tapi kala itu saya hanya bisa menyaksikan anak-anak desa menunjukan kebolehannya menari. Para anak-anak menari kuda lumping di Festival Adiloka. Hampir seratus anak menarik bersama. Gerakan yang luwes dan ramai membius para pengunjung yang hadir. Wajah lucu anak-anak berpadu kegembiraan, mereka menari sungguh luarbiasa.
Tidak hanya para anak-anak, kepala desa dan para pemuda  juga menunjukan kepiawaiannya. Meraka menunjukkan tarian berpasangan. Luar biasa, berarti hampir semua pemuda disini bisa menari. Nantinya kalau kesini belajar menari akan diajari oleh mbak Linda dan ayahnya. Ayahnya mbak linda ini juga yang sudah mengajarkan tarian kuda lumping ke seratus anak penampil tadi. Semoga dikesempatan lain bisa belajar menari disini.

para penari dan penabuh gejog lesung

Karnaval dolanan tradisional 



Festival Adiloka

Festival Adiloka adalah Festival tahunan desa Wisata Ketawangrejo. Festival ini juga sebagai peringatan ulang tahun Desa Ketawangrejo. Berbagai acara digelar untuk memeriahkannya. Dibuka dengan lomba Gejog Lesung dan tari-tarian, Pameran Kuliner khas desa, dan yang paling seru adalah pawai dolanan tradisional.
Lomba Gejog Lesung diikuti oleh berbagai grup dari berbagai daerah di Purworejo. Penampilan-penampilan yang menarik diiringi tabuhan lesung membuat ramai suasana. Pameran kuliner dan jajanan khas desapun ramai dikunjungi, makanan tradisional seperti clorot, apem semua laris dibeli pengunjung.
Paling saya tunggu dalam festival ini adalah pawai dolanan tradisional. Dari beberapa rw desa Ketawangrejo  membuat berbagai macam dolanan tradisional. Mobil-mobilan dari kayu, wayang-wayangan, gangsing tradisional dan masih banyak lainnya dipamerkan mengelilingi desa. Beberapa penampilanpun ikut memerihakan sepeti tari kura lumping seratus anak desa, tari-tarian, dan ada campursari untuk menghibur.

Tambak Udang yang ada di Desa Wisata Ketawang rejo


Tambak Udang

Letak Desa Ketawangrejo yang berada di pantai selatan purworejo dimanfaatkan oleh masyarakat dengan mengembangkan tambak udang. Berpuluh-puluh petak tambak udang berjejer. Penghasilan dari tambak udang ini juga tak main-main bisa mengahasilkan puluhan juta rupiah sekali panen. Tapi dari hasil yang besar ternyata banyak pengorbanannya juga, mereka harus menjaga tambak 24 jam. Keamanan dan pasokan oksigen lewat kincir-kincir tak boleh berhenti. Suara disel pemutar kincir menemani disetiap menit penunggu tambak. Di tambak undang desa Ketawangrejo ini kita bisa belajar proses-proses pembuatan tambak dan juga pemeliharaan undangnya.  

Gerbang masuk pantai Kewang Indah 


Pantai Ketawang

Setelah seharain berkeliling desa saatnya bersantai menikmati matahari terbenam di Pantai, desa ini mempunyai pantai yang indah namanya pantai Ketawang. Pantai ini menyajikan spot sunset yang pas, sunset pantai Ketawang bener-bener indah. Pantai ini mempunyai taman cemara yang asyik untuk bersantai dan berfoto-foto. Ada juga fasilitas joglo besar untuk dipakai pertemuan dan gasebo-gasebo untuk menikmati angin. Berlarian dipinggir pantai jelas menghilangkan penat seharian.
Berkunjung ke desa wisata memang mengasyikkan, kita bisa melihat berbagai potensi desa dan juga belajar sekaligus. Bercengkrama dengan penduduk, cerita sejarah desa dan juga kenyamanan suasana desa. Satu lagi yang menjadi betah di desa wisata Ketawangrejo adalah Homestay yang bagus dan nyaman. Homestay yang berbentuk limasan dengan taman yang indah membuat betah berlama-lama disini. Jadi kapan mau ke desa Wiata Ketawangrejo lagi?   


Menelusuri Jejak Louw Djing Tie di Parakan, Pendekar Shaolin Tersohor dari China sampai Indonesia

9/13/2018 10 Comments
foto Louw Djing Tie bersama Murid-muridnya




Kala kecil saya suka sekali nonton film pendekar, apalagi pendekar Shaolin. Boboho menjadi favorit kala itu, pendekar Shaolin yang masih kecil itu lucu sekali. Berbeda dengan rekanya, walaupun masih kecil tapi mempunyai kemampuan kunfu yang sangat baik, Shi Xiao Long namanya. Selain itu para pendekar shaolin terkenal dengan kebaikannya, mereka selalu menumpas kejahatan serta memberi pelajaran para pembuat onar.
Kisah-kisah pada filim itu ternyata ada kisah nyatanya, tapi ini bukan tentang Pendekar shaolin kecil. Seorang pendekar shaolin yang sangat tersohor di Indonesia dan China, Namanya Louw Djing Tie. Pada sebuah kisah yang saya baca di wekipedia. Pendekar Shaolin dari Siauw Liem Pay  mengembara dari China hingga sampai ke Indonesia dan Wafat di Parakan, Temanggung. Kisah yang paling menarik bagi saya adalah ketika beliau berada di Ambarawa. Beliau menundukan para serdadu yang bikin onar.
Kala itu dua orang serdadu mabuk di toko obat yang di datangi Louw Djing Tie. Geram dengan perbuatan para serdadu mabuk yang mempora-poradakan toko obat kenalannya, lantas Louw Djing Tie mencengkram lengan mereka. Dua serdadu itu melawan namun tak ada artinya, mereka dengan mudah dilempar keluar oleh Louw Djing Tie. Dua serdadu itu langsung lari sempoyongan.
Hari berikutnya dua serdadu itu ingin balas dendam. Dengan keadaan tidak sedang mabuk mereka berfikir bisa lebih kuat dan dapat mengalahkan Louw Djing Tie. Semua berakhir percuma, Djing Tie yang sedang duduk santai di toko obat yang dipora-porandakan kemarin tak mampu mereka robohkan, padahal lengan dan lehernya sudah mereka cengkram. Djing Tie tidak Gentar dan tidak bergeser  sama sekali dari tempat duduknya, malah dua serdadu itu dihajar habis.

Pintu masuk Rumah
Pintu masuk ke area rumah Louw Djing Tie

Rumah Louw Djing Tie yang masih terrawat

Kehebatan Louw Djing Tie ini menggerakan kaki saya untuk menelusiri peninggalan-peninggalanya di Parakan. Tidak banyak orang tahu ternyata, dimana rumah Louw Djing Tie barada. Bahkan teman-teman saya yang tinggal di daerah Parakan tidak mengetahuinya. Saya beberapa mingu bertanya kesana-kemari, akhirnya mendapat jawaban di sebuah grup Facebook Berbagi Info Temanggung. Alamat Rumah peninggalan Louw Djing Tie ada di Jalan Gambiran Parakan.
Walau sudah tahu Nama Jalannya ternyata tidak mudah menemukan rumah Louw Djing Tie ini. Melewati gang yang sepi akhirnya saya menemukannya. tidaak terhitung berapa kali saya bertanya, hingga bertemu seorang kakek yang sedang menjemur burug, dia berkata “rumah dengan gerbang dengan tulisan rumah Candi Gotong royong”.
 Sebuah pintu kayu yang masih bagus khas bangunan tempo dulu terkunci dengan rapat. Tulisan “Omah Tjandie, Gotong Rojong” masih menggunakan ejaan lama, untung saat itu saya bisa membaca tulisan ini. Saya tengok melalui celah-celah pintu, rumah dengan bangunan china-indi masih kokoh dan bagus. Halaman rumah yang juga sangat terawat ditumbuhi bunga-bunga dan rumput. Saya menggetok pintu beberapa kali tidak ada yang menjawab, hampir lima belas menit saya menunggu, sampai melihat ada orang yang berjalan di pojokan rumah berjalan mendatangi saya untuk membukakan pintu.
“mas mau apa ya?? Tanya bapak itu,
“mau tahu tentang Louw Djing Tie pak” jawab saya,
Setelah itu saya disuruh menunggu, dan dipanggilakan yang biasa mendampingi tamu.
Dari pinggir rumah muncul seorang pemuda dengan senyumnya menyambut saya, “Silahkan mas, Saya Danny”

Baca juga : Jangan Ajak Cewek Ke Watu Layah

Mas Danny adalah salah satu yang mewarisi Ilmu kungfu Louw Djing Tie hingga sekarang masih hafal jurus-jurusnya. Jurus-jurus dari Louw Djing Tie turun Menurun di Keluarganya, Kakeknya adalah murid dari Louw Djing Tie yang juga pemilik rumah ini, Sutur namanya. Louw Djing Tie di persilahkan tinggal di rumah ini oleh kakeknya.

Sayap timur rumah yang diisi oleh peralatan latihan

tonkat dan beberapa senjata Kungfu
Salah satu koleksi buku kisah Louw Djing Tie

meja tamu dilengkapi dengan almari buku dan album foto

Mas Danny memperlihatkan koleksi-koleksi senjata yang tertata rapi di rumah bagian timur. Senjata-senjata seperti golok, toya, pedang dan alat latihan lainnya, beberapa sudah mulai berkarat. Yang paling menyita perhatian saya adalah tongkat Louw Djing Tie yang masih bagus. Itu adalah tongkat yang selalu dibawa.
Berjalan ke bagian barat terdapat beberapa koleksi buku Kisah Louw Djing Tie, buku tebal dan album foto sangat membantu bagi yang ingin mendalami siapa Louw Dijing Tie. Foto-foto ini juga dilengkapai dengan keterangan. Beberapa murid Louw Djing Tie di Parakan juga ada fotonya. Dinding tengah juga penuh dengan foto. Ada juga beberapa artikel koran yang difigura mengisahkan kehebatan Louw Djing Tie. Semua lengkap hingga membuat saya terbayang kehidupan dulu saat masih sering beradu kungfu untuk menjajal kehebatan. 
Rumah ini masih asli bentuknya, belum ada yang dirubah. Memanag sudah beberapa kalai direnovasi agar tetap bagus. Rumah ini sangat nyaman. Saya dan mas Danny ngobrol santai di Teras rumah. Kursi dan meja jaman dulu sangat nyaman, suasananya juga enak sekali. Mas Danny pun bercerita kalau 3 tahun dulu rumah ini masih memproduksi obat warisan Louw Djing Tie, yaitu Parem. Mungkin beberpa dari kalian sudah pernah memakai atau tahu tentang Parem Garuda, nah itu adalah parem yang diproduksi dari sini. Sekarang produksi itu harus berhenti karena bahan yang sulit untuk didapat.

Foto Louw Djing Tie dan beberapa artikel koran yang mengisahkannya

Mas Danny yang menemani saya, beliau salah satu yang mewarisi ilmu kungfu Louw Djing Tie

Meja dan Kursi klasik yang nyaman

Sebenarnya rumah Asli dari Louw Djing Tie adalah rumah yang berada di depan rumah utama ini, untuk saat ini sudah disewakan. Semua peninggalannya dialihkan di rumah utama ini. Makamnya berada di Gumuk Manden, yaitu Kuburan Cina yang berada di depan SMA N 1 Parakan. Dulu makamnya berada di bawah. Setelah mengetahui bahwa Louw Djing Tie adalah orang hebat, makam itu di pindah ke puncak bukit untuk menghormatinya. Sampai sekarang banyak yang berziarah ke makam ini, kebanyakan di dominasi oleh etnis cina yang sudah tahu kehebatannya. Oh ya, kalian juga bisa mengunjingi Rumah ini untuk wisata sejarah loh, Pemerintah Kabupaten Temanggung sudah menetapkan sebagai Heritage.

Baca Juga : Nia, Penari Ritual Mustiko Tirto Grebeg Agung Liyangan





Kopi Badhek Borobudur yang Nagih

9/07/2018 12 Comments
Kopi Badhek Borobudur yang nagih



Kopi Badhek, tulisan yang tertera pada banner warna kuning di sepanjang jalan Candi Borobudur menuju Puthuk setumbu membuat saya penasaran.  Saya asing dengan istilah ini, apakah Kopi Badhek salah satu jenis kopi atau nama tempat ngopi saja. Sepengetahuan saya selama menikmati kopi di caffe dan warung kopi belum pernah saya dengar. Dari sini saya telusuri apa itu Kopi Badhek.
Petunjuk arah mengantarkan saya ke sebuah tempat di belakang komplek Candi borobudur, sebelah pintu keluar komplek Candi. Keluar dari jalan aspal melewati jalan selebar dua meter dan jembatan bambu hingga sampai di pelataran tempat makan dengan rumah Joglo. Di pojok barat ada pintu jawa yang dijadikan aksesoris dengan tulisan Kopi Badhek.  
Dengan rasa penasaran yang sudah diujung ubun-ubun, saya  mendatangi tempat pemesanan. Dua orang yang sedang sibuk di dapur langsung menyapa saya. Setelah sapaan basi-basi seperti biasanya saya langsung bertanya
 “badhek itu apa sih mbak??”.
 Sambil mengangkat gorengan, salah satu dari mereka menjawab “ Badhek itu Nira kelapa mas”,
“Legen maksutnya??” timpal saya.
“Iyas mas” sambil senyum...
Owalah, ternyata badhek itu adalah Nira kelapa atau yang familiar saya kenal disebut Legen. Kalau minuman ini sudah sering saya minum. Rasanya nikmat, manis dan ada rasa asem-asemnya sangat pas dinikmati dengan es. Kalau begitu apa itu Kopi Badhek?.


Kopi dan Badhek
Kopi Badhek dan Badhek hangat


Dari penjelasan mbak-mbak yang sedang masak tadi, Kopi Badhek menjadi menu andalan dari warung makan ini, yaitu kopi yang diseduh dengan Nira kelapa. Biasanya kopi hanya diseduh dengan air panas, disini diseduhnya memakai Nira kelapa. Terus bagaimana rasanya?? mari kita coba. Pesan dulu tapi ya.
Melihat daftar menu sudah pasti saya akan memesan Kopi Badhek dan Badhek itu sendiri. Selain itu saya melihat  pisang goreng yang pulen sedang di angkat dari penggorangan, sepertinya sangat mantab. Lasung saja saya pesan pisang goreng itu, agar ada manis-manisnya saya pesan yang ada coklatnya, alias pisang goreng coklat. Setelah semua pesanan tercatat baru saya mencari tempat duduk yang nyaman.

Joglo Utama Kopi Badhek

dalam Ruangan Joglo Kopi Badhek yang keren

suasana kopi warung Kopi Badhek
Tempat yang nyaman dan sejuk untuk menikmati kopi Badhek

Saat mencari tempat duduk, saya telusuri semua sudut warung makan ini. Dari dalam rumah joglo hingga tempat-tempat duduk di luar. Semuanya menarik hingga membuat saya bingung. Di dalam Joglo ada meja-kursi kuno yang nyaman. terlihat beberapa akseoris jaman dulu yang dipajang. karena siang itu cuaca sedikit panas sehingga saya memilih duduk di luar, tepatnya dipojok dekat dengan sawah dibawah rindangannya pepohonan. Pemandangannya bagus dan anginnya sepoi-sepoi menerpa kulit yang berkeringat karena panasnya cuaca. Khas sekali suasana desa.
Tempat duduk sudah dipilih dan tidak lama pesanan pun datang, saatnya menikmati Kopi Badhek. Dalam keadaan masih panas saya coba mencicipi karena sudah kepalang penasaran. Sruputan pertama Badhek atau nira kelapa rasanya kuat sekali, seperti tidak ada kopinya. Manis dan asam-asam. setelah melewati lidah pojok pahitnya kopi mulai terasa. jadi sedikit aneh rasanya. Tidak terduga, saya malah jadi terus pingin menyeruputnya walau masih panas. Kopi Badhek ini seperti nagih dimulut. Aneh tapi nagih. Tak tersa saya habis separo gelas.

lezatdan pulennya Pisang Goreng Kopi Badhek
Pisang goreng Coklat yang mantab
Pelataran dan suasana warung Kopi badhek Borobudur

Pisang goreng coklatnya harus dimakan juga ini, ternyata enak pulen manteb. Teksturnya juga lembut dimulut. Pisang goreng ini mengeingatkan saya pada pisang goreng di Warung Kopi Klotok Pakem. Dan ternyata setelah saya tanya-tanya, pemiik dari warung Kopi Badhek ini adalah adik dari pemilik Kopi Klotok Pakem. “pantes mirip banget konsep warung ini dengan Kopi Klotok pakem” gumam saya. Kalau kalian pernah ke Warung Kopi Klotok Pakem kalian pasti akan menemukan banyak kesamaan disini, mulai dari menunya, pisang gorengnya, dan suasananya yang lekat dengan pedasaan di pinggir sawah serta bangunan rumah joglonya.
Jadi kalau kalian sedang jalan-jalan ke Candi Borobudur, Puthuk Setumbu atau ke Gereja ayam wajib mampir ke sini untuk menikmati anehnya rasa kopi Badhek yang nagih, makanan desa yang lezat dan juga pisang goreng yang mantab. Tenang saja harganya juga sangat terjangkau.



 






Kopi Badhek Borobudur
Alamat : Dusun Sabrangrowo, RT.01/RW.16, Dusun XXII, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah 56553
Kontak : 0852-2800-0864
Buka : pukul 07.00 - 21.00 WIB

Nia, Penari Ritual Mustiko Tirto Gerbeg Agung Liyangan

8/08/2018 23 Comments
Prosesi Grebeg Liyangan mengambil air dari Tuk Tempurung




Tatapan mata saya langsung menuju kearah empat gadis yang ada di halaman balai desa Liyangan.  Nia dan tiga temannya. Busana putih yang dipakai mereka nampak berbeda dengan yang lain. Slendang putih yang menutup bahu kiri menambah anggun tampilannya. Tidak ketinggalan sanggul dan bunga kantil terpasang pas di kepala. Nia nampak begitu cantik. Akan tetapi ada yang berbeda dengan Nia Pagi itu. Gunung Sindoro yang tak terhalang awan menjadi tempat matanya selalu memandang. Terkadang dia mengalihkan tatapannya ke langit cerah, tatapannya penuh harap. Saya yang melihat dari kejauhan merasakan kegelisahan dan rasa cemas di wajahnya. Keriuahan di sekitarnya tidak terlalu ia hiraukan, hanya menatap sepintas keunikan konstum dan gunungan yang mulai berdatangan.
Halaman Balai desa yang menjadi tempat berkumpul dan memulai kirab nampak sudah sangat ramai. Semua peserta berbaris sesuai urutannya. Tidak terkecuali Nia dan tiga Temannya, mereka berdiri di barisan paling depan. Acara kirab sudah bisa dimulai, tinggal menunggu seorang ratu yang akan memimpin upacara ritual. Dari balik pintu balai desa nampak seorang ratu berjalan keluar.  Dengan gaun putih menutupi sebagian jarik kemben warna coklat yang dipakainya. Dibalut Jarik putih bercorak bunga dan daun menglingkari tubuhnya dan sebagian dililtkan ke tangan kirinya. Mahkota berbentuk segitiga terpasang di sela-sela sanggul dan bunga kantil yang menghiasi.  Diiringi oleh enam pemuda berpakaian khas jawa dan blankon sebagai penutup kepala. Masing-masing pemuda membawa bendera yang berbeda. Mereka berbaris berpasangan, paling depan membawa bendera Indonesia  dan bendera Pemkab Temanggung. Baris setelahnya membawa  bendera berwarna merah, hitam, kuning, dan putih. Mereka melangkah di barisan terdepan. Kirab segera dimuali.

Ratu Grebeg Liyangan yang diikuti dayang-dayangnya
terlihat seorang ratu yang diikuti dayang-dayangnya dan rakyat. 
Para pemuda atau pengawal pembawa bendera
membawa tumpeng dan hasil bumi
prasa gadis desa yang membawa tumpeng dari hasil bumi

Kirab Grebeg Agung liyangan ini mengambil rute dari depan Balai desa Liyangan melewati jalan ujung kampung dan nantinya samapai di Situs Liyangan. Situs yang masih menyimpan banyak misteri itu menjadi tempat puncak Kirab dan akan dilakukan Ritual Tarian Mustiko Tirto. Terik matahari mulai terasa di punggung. Saya tak sempat mengikuti rute kirab, lasung saja saya menunggu ke depan pintu masuk Situs Liyangan. Ternyata sudah banyak orang berkumpul di pelataran Situs. Para banser dan keamanan setempat sudah mengatur jalan dan tempat agar saat ritual berjalan lancar.
Tak lama para peserta kirab sampai di Situs Liyangan. Barisan masih sama. Kirab ini terlihat seperti rakyat sedang mengiringi ratu ke istana. Dengan dayang-dayang yang selalu bersama. Tak luput juga pemandangan Indah gunungan-gunungan hasil bumi dan jajanan pasar seperti melintas di depan Gunung Sidoro, sayang awan cepat menutup megahnya Gunung Sindoro. Sesamapainya di pelataran Situs Liyangan semua peserta kirab duduk melingkar memenuhi semua bagian pelataran. Sang ratu berjalan melalui tengah-tegah mereka dan menuju ke tangga yang ada di hadapan para peserta ritual. Para pemuda pembawa bendera menancapkan tiyang bendera di ujung-ujung tempat ritual dilakukan. Terdapat satu buah genthong atau tempat air di tengah-tengah mereka. Nia memimpin tiga temannya memasukki tempat ritual. Mereka berjalan dengan perlahan eloknya penari-penari kraton memasuki sasana. Tarian Ritual Mustiko Tirto mereka mulai dengan gerakan penghormatan kepada ratu. Alunan musik jawa yang khas seperti ngerinya instrumental lagu lingsir wengi mengiringi eloknya gerakan Nia dan teman-temannya.

Baca juga: Sebuah Perayaan makan di Warung Lik Cil

Suasana hening langsung terasa. Semua peserta khitmat mengikuti dan melihat ritual ini. Para penari memperlihatkan gemulai gerakan khas tarian jawa, slendang putih panjang diselaraskan dengan gerakan tari sehingga berayun-ayun layaknya kain terkena angin. Hampir seperempat jam Nia dan tiga temanya melakukan tarian. Kemudian diakhiri dengan berkumpul mendekati genthong dan melakukan penghormatan kembali kepada ratu. Saat langkahnya mulai membebawanya keluar dari tempat ritual nampak wajah senyum dan berseri. Tidak seperti pertama saya lihat. Sekarang dia banyak senyum dan tawa bersama ke tiga temannya.

prosesi ritual Gregeg Agung Liyangan
para pembawa bendera membentuk formasi untuk ritual Tarian

Para penari memasukii tempat ritual untuk memulai tarian

Pengambilan air dari Tuk Tempurung

Tidak sampai disini saja tugas Nia sebagai penari atau dayang  ritual Mustiko Tirto, masih ada satu tugas lagi yaitu mengambil air sumber dari Tuk Tempurung yang berada di utara Situs Liyangan. Sebenarnya inilah yang menjadi cikal bakal adanya Grebeg Agung Liyangan. Merti atau nyadran Tuk Tempurung yang sudah dilakukan sejak dulu. Tujuannya adalah menysyukuri dan merawat sumber air atau Tuk Tempurung desa Liyangan  yang sudah mengairi dan memenuhi kebutuhan air desa liyangan. Dulu hanya dilakukan secara sederhana, tapi setelah Situs Liyangan ditemukan semua berubah menjadi lebih meriyah.
Nia bersama tiga temannya mulai melangkah ke area Tuk Tempurung. dipimpin oleh sesepuh desa yang menggunakan pakaian jawa dan ikat kepala,dibelakangnya diikuti oleh para dayang lainnya yang menggunakan pakaian keemasan. Tak jelas apa yang sedang meereka lakukan di area Tuk, karena saya tidak bisa mendekat. Setelah semua selesai terlihatlah Nia membawa sebuah kendi-kendi kecil yang menuju sebuah rumah penjaga Situs Liyangan. Barulah Tugas Nia selesai, dia nampak ceria sekali. Terlihat dari luar dia mulai berfoto-foto dengan teman-temannya. Senyum dan tawanya nampak semringah sekali.

berebut air dalam gentong yang sudah selesai untuk ritual

Disisi lain  tempat ritual Tari Mustiko Tirto sudah dikerumuni banyak orang yang saling berebut air dalam genthong. Mereka percaya air itu berkah dan juga bisa bikin awet muda bila dibasuhkan ke wajah. Dideretan gunungan hasil bumi dan jajan pasar juga sudah tak berbekas lagi, semua habis tidak ada sisa karena diperebutkan para pengunjung. Saya hanya bisa memadang keriuahan itu dari depan pintu Nia berada. Saya ingin sekali ngobrol dengannya.
Setelah para peserta kirab dan pengunjung berangsur-asngsur pulang barulah saya bisa bertemu dengan Nia, disinilah awal saya tahu namanya. “Nia mas nama saya, masih sekolah” tandasnya saat saya tanya. Dia bercerita panjang lebar termasuk kecemasan saat pagi tadi. Sedikit saya goda “tadi pagi koq pucet sih?”. Wajah cemas itu berasal dari hatinya yang waswas karena rasa takut dan grogi, dia nantinya akan menjadi pusat perhatian semua pengunjung dan perserta Kirab Grebeg Agung Liyangan saat melakukan tarian.  Dia dan Keempat Temannya adalah penari pertama asli dari desa ini karena sebelum-sebelumnya penari dari luar daerah. “seneng banget mas, ini kan untuk yang pertama penari yang asli dari desa sini, bangga juga” kata dia sambil terlihat senang sekali.  Dia juga bercerita saat latihan, hampir setiap malam selama satu minggu dia berlatih, “ini semua demi kehormatan desa” satu penggal kata yang selalu saya ingat. Begitu membagakannya seorang Nia, Penari  Ritual Mustoko Tirto Gerbeg Agung Liyangan. mari kita nantikan Nia-Nia berikutnya dari desa Liyangan.
Grebeg Agung Liyangan
Minggu, 5 November 2017
Situs Liyangan, Liyangan, Purbosari, Ngadirejo, Temanggung  

 
berfoto bersama Nia, Penari Ritual Grebeg Agung Liyangan


Dana Hura-Hura Dapat Secara Cuma-Cuma

8/05/2018 Add Comment



Sudah bekerja dan punya uang untuk jajan-jajan, jalan-jalan, nonton dan nongkrong-nongkrong. Banyak temen juga yang ngajakin keluar ngopi-ngopi, lihat pameran seni sepulang kerja dan banyak aktivitas pergaulan yang sekarang menjadi sebuah kebutuhan primer. Saya rasakan beberapa tahun ini hidup saya menuju ke arah ini. Kehidupan melenial, jangan samapi ketinggalan jajanan hits, film terbaru, tempat ngopi yang paling digandrungi dan lain-lain.
Pernah teman sekantor saya marah sekali sama saya. Bahkan dia sedikit mejauh dari saya pada hari itu. Persoalannya sih sepele yaitu saya sudah nonton film The Avenger infinity War dan dia belum. Karena pagi itu saya sedikit spoiler ke temen-temen kantor. Ella namanya, “mbok uwis to...aku durung nonton” bilangnya menyuruh saya berhente bercerita. Biarin saja, selalu saja saya goda setiap kali keruangannya dan ngobrol sesuatu pasti saya masukin spoiler film tersebut. Padahal itu hari kedua penanyangan. “koq iso wis nonton??kapan leh antri??” tadasnya. Antri?? Weh anak ini belum tau bahwa banyak sekali sekarang cara beli teket tanpa antri. Sedikit heran sih dengan mereka-mereka kadang.
Teman kantor saya satu lagi, Fatma patner Ella dalam kerjaan dia juga bilag “iyo e, mas Charis ki koq iso nonton film terus, awal-awal neh”.  Padahal banyak mungkin yang seperti saya selalu nonton di awal penayangan film, tapi ternyata masih banyak lagi yang nonton karena males antri. Padahal sekarang banyak kemudahan untuk mendapatkan tiket.
Pernah juga saya dibilang oleh Fatma, bahwa saya orangnya suka belanja, padahal sebenarnya tidak terlalu sering hanya sesuai kebutuhan dan keuangan saja. tapi memang sih ada beberapa barang yang saya beli dengan cuma-cuma, jadi terlihat seperti boros belanja. Dia tahu karena dulu saya pernah minjam uang di ATMnya untuk tranfer ke sang penjual. Bank yang saya punya ternyata tidak sama dengan penjual, pastinya menjadi ada tambahan biaya untuk tranfer. Tak hanya satu kali itu, saya pinjam untuk trasfer juga saat ATM saya kadaluarsa. Saat kasus ini sangat menjengkelkan. Beberapa hari saya belum punya kesempatan untuk pergi Ke Bank untuk minta perbaikan ATM saya. Padahal pesanan saya sudah beberapa hari ini ditanyakan jadi atau tidak saya beli karena saya lama tidak tranfer uangnya. Kesibukan dikantor samapai sore membuat rencana saya ke Bank selalu molor. Pada saat bisa ijin siang malah dari ATM untuk ganti baru sedang habis. Sungguh menjengkelkan. Dan saat itu saya sedang tidak bisa menggunakan mobile banking juga, karena sedang eror. Jadilah saya meminjam uang di ATM Fatma lagi untuk trsafer ke penjual barang yang saya beli.
Disisi lain saya memang terlihat orang yang hura-hura padahal keuangan saya tidak seberapa. Gaji yang mungkin pas untuk biaya hidup membuat beberpa teman saya terheran-heran. Bisa ya sering jajan kulineran dan nonton serta belanja-belanja dengan uang segitu. Kadang saya juga heran keseringan saya nonton dan hura-hura lainya ini selalu ada saja uangnya. Mencoba saya menganalisa keuangan saya sendiri ternyata ini tips agar kitsa bisa hidup keren di jaman milenial.
Yang pertama, Dijaman sekarang ini kita butuh pengaturan keuangan yang benar-benar dengan rasa komitmen, walaupun uang kita sendiri. Pembagian keuangan sesuai kebutuhan harus kita rencanakan dengan sebaik-baiknya, tidak menerobos kebutuhan-kebutuhan lain sehingga mengjadikan kita kolep dengan keuangan sendiri. Membagi persentase uang kita dengan kebutuhan mendasar terlebih dahulu, barulah kita membagi ke kebutuhan-kebutuhan lainnya.
Yang kedua, manfaatkan Tabungan dengan sebaik-baiknya. Sekarang ini kita wajib juga untuk bisa menabung. Karena kita tidak menjamin akan ada biaya apa saja yang besar dan mendadak. Maka tabungan di setiap bulannya adalah wajib hukumnya. Seperti contoh saya harus keluar biaya besar saat motor saya rusak dan harus dibawa ke bengkel. Uang tabunganlah yang berperan disni. Jadi kita tidak mengeluh seperti orang susah hanya karena banyak keluar uang untuk motor kita. Padahal itu juga kebutuhan yang primer, karena motor kita gunakan untuk berangkat kerja.
Yang ketiga yang membuat saya seperti banyak hura-hura adalah memanfaatkan berbagai layanan promo dari berbagai penyedia layanan. Sekarang ini kita harus pintar-pintar menmanfaatkan persaingan dunia pelayanan jasa keuangan yang sangat sering menyediakan promo-promo menarik. Seringnya promo makan, promo nonton dan lain-lain. Disini kita dapat mendapatkan semua dengan mudah sebenarnya. Tinggal kita sering-sering saja cari tahu dan ngecek layanan keuangan dan layan lainnya yang sering kita pakai. Biasanya ada gratis tiket nonton untuk pembelian dengan layanan seperti Go pay, M-Tix atau gratis antar makanan dengan membeli makanan ini, taupun bonus uang atau cashback pembelian-pembelian kebutuhan sehari-hari seperti listri, pulsa dan alin-lain. Sehingga kebutuhan primer kita secara tidak sadar tidak membutuhkan dana yang besar sehingga bisa dialihkan ke dana hura-hura kita.
Sekarang kemudahan layanan disediakan berbagai jasa keuangan atau bank, akan tetapi apakah sudah bisa mencangkup kemudahan dan layanan yang seperti kita inginkan secara menyeluruh?. Pada hari Sabtu tanggal 28 Juli kemarin saya mendapatkan pencerahan yang akan sangat membantu saya dalam membagi dan menjadi partner keuangan yang bisa lebih menguntungkan kita. Yaitu kita harus buka rekening di Digibank by DBS.  Apa itu Digibank by DBS??
Digibank by DBS adalah aplikasi keuangan atau tabungan dari DBS Bank. DBS bank adalah jasa keuangan terketerkemuka di Asia. Dengan lebih dari 280 cabang di selurugh pasar. Yang berkantor pusat di Singapura. Jadi apa saja keuntungan yang bisa kita dapatkan dengan menggunakan Digibank ini?. Jelas keunggulan dan keuntungan dari aplikasi Digibank ini bisa menjadi patner kita dalam mengatur keuangan dan memudahkan kita untuk melakukan semua hal, dari kebutuhan premire samapi hura-hura yang berkaitan dengan keuangan.


Layanan yang sangat mudah dan banyak membuat kita menjalankan transaksi keuangan didalam genggaman saja serta banyak keuntungan. Mulai dari pembukaan rekening saja Digibank by DBS ini sudah memudahkan kita. Kita hanya dowload aplikasinya dan membuat akun dimana saja kita berada, tidak perlu antri ke bank seperti membuka rekening di bank-bank lainnya. pegawai digibank yang akan datang ke tempat anda berada. Tinggal janjian dan ketemuan. Caranya pun mudah, hanya dengan scan e-katp dan sidikjari serta konfirmasi pasword. Sudah jadilah rekening kita. Tak hanya kemudahan layanan itu yang kita dapatkan tetapi ada keuntungan yang kita dapat pula, padahal pertama kali kita buat akun yaitu bisa mendapatkan cashback sebesar Rp. 50.000. ada uang hura-hura yang Cuma-Cuma kan, Cashbacknya saja sudah bisa buat nonton berdua.
Tak hanya itu saja, masih banyak keuntungan atau promo yang bisa kita dapatkan di Digibank by DBS. Salah satu promo yang paling menarik adalah saat kita Top Up di Gopay kita mendapatkan Cach back sebesar 25 %, lumayan kan. kalian tahu sendiri Gopay salah satu penyedia layanan yang banyak, jadi kita bisa memanfaatkannya. Seperti beli makanan atau pijat-pijat, beli tiket film dan lain-lain. dana hura-hura lagi yang didapatkan secara cuma-cuma.
Masih ada promo lagi yang sangat menarik bagi saya yaitu kita dapat potongan 20% saat bayar kopi di beberapa kedai kopi. Bagi saya ini sangat menguntungkan, kita ngopi bareng-bareng dan yang jelas kita bayarnya tidak terlalu mahal karena ada discount 20% dengan menggunakan kartu debet digibank by DBS ini. Ngopi tanpa kantong jebol kan. yang biasanya bilang ngopi mahal-mahal sekarang bisa mengunakan promo ini dan bisa gaul sama yang lain.
Yang paling saya senangi yaitu promo gratis Rp. 50.000 ribu setiap kali kita top up di M-Tix. Wah bagi saya ini luar biasa, saya yang suka sekali nonton ke Bioskop menjadi irit lagi, setidaknya ada satu atau dua kali nonton dengan gratis. Luamayan banget kan. semua bisa dapatkan dengan Cuma-Cuma. Selain itu kita juga pasti bisa ngajak pacar buat nonton berdua tanpa mikir siapa nanti yang bayarin, karena sudah dibayarin sama Digibank by DBS. Tapi jangan terus-terusan nonton ya, ingat itu pacar orang, bukan pacar kamu yang diajak nonton, bisa-bisa terjadi perang dunia.



Keuntungan lainnya saat kita menggunakan Digibank adalah bebas biaya trasfer ke semua bank. Yang biasanya mikir kepotong lima ribu untuk biaya transfer sekarang tak perlu cemas lagi, digratisin oleh digibank. Jadi kita bebas mau tranfer kemana saja, beli apa saja, ke siapa saja yang punya rekening ini lah, itu lah tidak usah pinjem-pinjem ATM seperti kisah yang saya ceritakan tadi. Tak hanya itu kita juga bebas bianya admin untuk tarik uang tunai di semua ATM, bebas mau ambil di ATM yang mana saja. gak perlu antri Ke ATM sebelah tu yang antrinya banyak, pas giliran kita uangnya habis. Duh sial kan.
Yang paling penting lagi Digibank ini aman sekali, karena sudah sesuai standar-setandar perbankan dan juga menjadi anggota penjaminan jasa keuangan. Jadi tidak uasah kawaati uang kita akan selalu aman, malah uang tabungan kita akan selalu bertambah dengan bunga 3%. Apalagi kalau mau deposito wah bisa lebih untung karena hampir 5,3 % bunganya.
Jadi tunggu apalagi tentukan sekarang patner keuanagan yang mau kita gunakan, sudah memudahkan kita dan juga menguntungkan kita sekali. Tak terasa kan kita dapat dana hura-hura yang Cuma-Cuma dari Digibank by DBS. Image hura-hura saya jadi sedikit terbongkar rahasianya. Tapi tidak apa-apa, semua demi kalian agar bisa menjalani hidup ini dengan mudah dan penuh keuntungan.




Berbagi Kopi Barista Inklusif, #KarenaKopiKitaSetara

8/04/2018 2 Comments



“Selalu yakin bahwa setiap orang punya kelebihan masing-masing. Tidak terkecuali orang-orang yang dilahirkan tidak seperti orang lain pada umumnya. Sesuatu kekurangan tidak akan menghalangi  untuk punya hak hidup bersama dan berkarya. Semua pasti punya sesuatu yang sepesial di dalam diri masing-masing”. Keyakinan ini selalu mendasari pemikiran saya untuk memandang atau menilai orang. Semua orang sama. Tinggal bagaimana kita hidup bersama dalam bingkai saling membantu dan peduli.
Suatu hari, ketika saya sedang melihat kompetisi menyeduh kopi. Saya termenung ketika seorang juri keluar dari ruangannya untuk melakukan penilaian. Saat pintu dibuka yang terlihat bukan kaki untuk melangkah, akan tetapi sebuah bagian kursi roda. Seseorang yang duduk di kursi roda itu menjadi salah satu juri kompetisi menyeduh kopi. Dalam benak saya “ini yang jadi masternya” karena saya selalu yakin orang seperti itu punya kelebihan yang luar biasa. Kalau di kasus ini jelas dia mempunyai kepekaan indra perasa yang luar biasa, sehingga dia menjadi Juri dalam kontes seduh kopi tingkat Jateng-DIY. Luar biasa.  Tidak mudah mungkin bagi dia bisa sampai seperti ini, pasti ada proses yang panjang.

senyam dan tawa mas Eko seorang barista Inklusif yang sedang bercerita pengalamannya selama latihan menjadi Barista

Pada hari minggu tanggal 29 Juli kemarin menjadi sebuah momen membuka pikiran saya kembali tentang pandangan saya terhadap orang-orang difabel. Di halaman Pusat Rehabilitasi YAKKUM diadakan acara “Kopi Brwebagi Barista Inklusif”. Sebuah acara Public Showcase hasil pelatihan Barista inklusif #karenakopikitasetara. Barista inklusif? “Jarang-jarang ada”. Dan ini jelas menggetarkan hati saya. Satu bukti lagi untuk mereka yang menjahuinya “mereka lebih hebat dari pada kalian, ya kan??”. keyakinan saya kopi buatan barista inklusif ini pasti lebih nikmat.
Saya bahagia sekali bisa mengikuti acara ini. Acara ini luarbiasa. Yang saya tangkap dengan jelas dari acara ini adalah Sebuah tranfer energi orang keren kepada meraka para Barista Inklusif. Kehadiran orang-orang keren seperti Bernad Batubara yaitu novelis, Frischa Aswarini salah satu penulis cerita Filosofi Kopi pastinya membangkitkan rasa percaya diri meraka para penyadang difabel. Sebuah tranfer energi positif kepada mereka para barista inklusif hasil pelatihan pusat rehabilitasi YAKKUM yang didukung oleh Program Peduli.
Terlihat wajah bangga dan senyum semrigah mas Eko salah satu peserta pelatihan Barista Inklusif sedang bercerita proses latihan menjadi barista hingga sekarng sudah bisa mahir membuat kopi. Sekarang dia juga bisa merasakan menjadi seorang barista. Pekerjaan yang keren dan banyak digandrungi anak muda.  Karena ngopi merupakan lifestyle diberbagai kalangan. Barista menjadi punya peran penting saat ini. Dan ada mas Eko seorang barista Inklusif ada di dalamnya.

Para Barista sedang menyiapkan Kopi gratis untuk dibagikan

Tentu saja melatih mas Eko yaitu seorang penyandang disabilitas menjadi seorang barista yang mahir butuh banyak dukungan. Ide dari Program Peduli dan Pusat Rehabilitasi YAKKUM mengawali arah pelatihan ini. Melihat peluang yang bagus serta tidak membiarkan para penyandang disabilitas atau orang-orang inklusif berada pada pekerjaan yang itu-itu saja. Dan ternyata penyandang disabilitas di Jogja itu banyak hampir tiga ribu lebih. Barista menjadi terobosan pekerjaan dan juga life skil yang bisa dikuasai oleh para penyandang disabilitas. Derajat dari orang disabilitas menjadi setara dengan lainnya. Serta mudah dalam mendapat pekerjaan. Hal ini juga menjadi salah satu sasaran dari program peduli (programpeduli.org) memang. membuat gerakan mengajak masyarakat setara semartabat dalam kehidupan sehari-hari terlepas dari perbedaan apapun.  
Pelatihan kopi para barista inklusifi ini dihandel langsung oleh para pakar-parak kopi di Jogja, terutama dari Cupable Coffee. Tidak hanya sekedar menyeduh kopi tapi juga dilatih mengenal proses pengolahan kopi dari hilir sampai muaranya. Mengenal tanaman kopi, melihat biji kopi terbaik dan cara penyeduhan yang pas untuk rasa yang nikmat. Semua dilatih secara sabar dan telaten sehingga skil dari para Barista Inklusif ini benar-benar berkualitas. Salut untuk mereka yang rela berbagi ilmunya dan hidup bersama mereka demi menjadikan mereka bermartabat dan setara bersama kita. Karena Kopi Kita Setara.
Sangat berharap program pelatihan ini terus berkembang ke program-program lainya. Program yang menyentuh semua kaum minoritas yang terpinggirkan. Karena tak hanya mereka para disabilitas tapi banyak orang yang terpinggirkan dari lingkungan kita. Seperti masyarakat adat dan lokal yang terpancil, korban diskriminasi dan intoleran, hak asai manusia dan restorasi sosial, serta waria. Mereka juga perlu kita rangkul bersama demi mendapatkan perlakuan dan hak sosial yang sama. Mungkin melalui programpeduli.org kita bisa mencontoh agar kita bisa selalu berbagi dan bersama menyelesaikan masalah-masalah in. Atau kita bisa langsung selalumendukung program-progam mereka terwujud. Mari kita ikut mempromosikan kesetaraan dan martabat, berbagi kesempatan, meruntuhkan prasangka dan mengembalikan martabat untuk indonesia yang lebih baik.


 Tentang Program peduli
Sebuah gerakan yang mendorong terwujudnya inklusi sosial 
bagi warga negara Indonesia yang minoritas karena stigma dan perbedaan 

Website : www.programpeduli.org
Fb : Program Peduli
Instagram : @programpeduli
Youtube : Program Peduli

Sebuah Perayaan Makan di Warung Lik Cil

8/02/2018 6 Comments
Warung Lik Cil Temanggung



Keraguan langsung menyelimuti pikiran saya. Jalan yang ditunjukkan seorang ibu yang sedang membersihkan halaman mengarah ke jalan persawahan. “ajeng ke Warung Lik Cil Mas??” tanya ibu itu ketika saya dan mbak Dini terlihat bingung. “nggih bu, lewat pundi nggih?” jawab saya. Ibu itu pun langsung mengarahkan saya “parkir mriku mawon mas, nanti lewat dalan niku ”. Sedikit ragu memang, bener ada warung makan gak disitu?. Setelah melihat ada tulisan petunjuk arah dengan tulisan Warung Lik Cil keraguan itu pun sirna. Saya bersama mbak Dini langsung berjalan melewati jalan setapak menuju persawahan. Baru sepuluh langkah kami berjalan terlihat ada sebuah bangunan yang unik, rumah kayu dengan dinding yang terbuat dari ayaman bambu dan atap yang ditutupi dengan jerami. Kesan tradisional langsung terasa. Dikelilingi oleh pagar yang ditumbuhi tumbuhan hijau, terlihat segar sekali rumah itu. Yang tak kalah keren adalah rumah ini berada di ujung desa dan seterusnya sudah persawahan.
Langsung saja kami masuk ke rumah ini. dinding depan rumah ini langsung menyapa kita dengan Tulisan “Omah Tani, Warung Lik Cil”. Berarti bernar inilah tempat yang sedang saya tuju. Setelah masuk kita langsung disambut oleh seorang pria muda ganteng dengan senyum yang semringah. Mas Luhur namanya. Mas Luhur langsung mempersilahkan saya dan mbak Dini untuk melihat-lihat dulu warung ini. Oh ya mbak Dini lah yang mengjak kesini sebenarnya. Dia sudah janjian sama mas luhur untuk datang ke Warung Lik Cil.

Jalan Menuju Warung Lik Cil

Warung Lik Cil nampak dari depan

spot paling hits untuk foto karena ada tulisannya "mangan ora mangan sing penting kumpul karo wong mangan"

Keliling-keliling di Warung makan ini saya sedikit tertegun dengan suasannya. Tenang, segar dan nyaman sekali. Mencoba duduk di sebuah kursi lawas yang terbuat dari ayaman rotan. Semilir angin sangat terasa di kulit wajah. Segar sekali angin disini. Angin dari persawahan padi yang indah. Tak ingin berlarut dalam kenyamanan bisa saja saya tidur disini “enak banget ya, suasanane mbak Din, marai pingin turu” ucap saya kepada mbak Dini yang juga sedang duduk di meja makan. “kalau mau lihat ke bagian atas boleh loh mas, bisa menginap di sini juga” sahut mas Luhur. Melihat ke lantai dua dari warung ini. Terdapat tempat luas untuk menginap bersama-sama. Fasilitasnya juga lengkap. Ada kasur dan tikarnya dan selimut.
“loh, aku kesini kan pingin makan, dari tadi kok aku gak lihat ada makanan ya??” gumam saya yang sedikit heran, namanya juga warung, biasanya makanan sudah ada dan tersedia berbagai macam menu masakan.  Disini saya tidak melihat samasekali makanan apa yang disajikan. Terlihat juga tempat reservasinya pun kosong, hanya ada satu kendi yang berisi air putih. Tak ada daftar menu yang menempel juga.

Mbak dini dan Bu Selsa sedang menanti hidangan yang akan disajikan. suasana warung juga nyaman
Bunga telang dan gelas lemon yang akan di sajikan dengan Teh telang 
Teh Telang warna hijau berwarna ungu setelah bercampur dengan lemon

“Ayo mbak kalau sudah siap kita mulai saja” sapa seorang pria dengan kaos hitam dan ikat kepala putih dari handuk. Mas Yudo Nugroho namanya. Dia adalah Chef di warung ini. Sesaat bu Selsa yaitu teman nulis saya dan mbak dini datang. Kita langsung menempati tempat makan yang berada di tengah. Meja makan dengan taplak meja coklat yang artistik dan juga hiasan bunga segar membuat kesan yang indah meja makan. Sembari penasaran menumakanan apa menu yang bisa saya pesan.
Chef Yudo keluar dari balik pintu sebelah tempat reservasi dengan membawa sebuah teko. Tak lupa juga tiga gelas besar dibawanya. “ini adalah minuman pembuka, sebulumnya untuk menetralkan mulut, saya anjurkan untuk minum air putih hangat dulu” tutur Chef Yudo. Lasung saja saya minum, sesuai anjuran. Setelah beberapa saat Chef Yudo membawakan kita sebuah teko lagi. Ini adalah minuman selamat datang yang sebenarnya. Yaitu Teh Telang. Ada yang tahu apa itu tumbuhan atau bunga telang??. chef Yudo pun menjelaskan. Bunga atau tumbuhan ini sering tumbuh liar sebenarnya, dipinggir-pinggi kali. Bunganya berwarna ungu.  Disini dibuat teh. Warna miuman teh telang ini hijau, dan tidak ada arasanya. Teh ini sangat bermanfaat bagi mereka dengan keluhan asam lambung. Setelah dicampur dengan lemon, daun min, sereh dan gula. Warnanya berubah menjadi ungu penampilanya pun menjadi lebih menarik. rasanya juga menjadi lebih enak. Asam, manis dan segar bercampur dalam mulut. Begitu terasa sekali di tenggorokan aliran minuman ini.

sajian pertama, Kimpul Vulcano
sajian ketiga, Gedhek Klompong

Setelah menikmati teh Telang, Chef Yudo menyajikan buah-buhan untuk kita santab selanjutnya. Potongan pepaya dan mangga di lengkapi dengan pasta atau semacam saos. Saya coba saosnya, karena ini yang menarik bagi saya. Ternyata saosnya masih original banget rasa ubi rambat. Lumer dimulut dan manis. Tak butuh lama untuk menghabiskan sajian ini.  “Sudah cukup untuk sajian yang pertama ini??” tanya chef Yudo sambil mengacungkan tangang agar piring-piring bisa di ambil. “loh ini berarti kita makan dengan makanan yang sudah dimasakan? Dan tidak ada menu-menu masakan warung ini? tak kira semua ini baru pembukaan dan nanti kita mau pesan apa” gumam saya dalam hati. Benar saja konsep dari Warung Lik Cil ini berbeda dengan warung-warung pada umumnya. Malah disini lebih seperti restoran di hotel-hotel yang terserah shefnya mahu masakin apa. Kita tinggal santap saja, dan kita coba. Sajian yang pertama?? Berarti akan ada sajian-sajian berikutnya?? Menjadi sangat penasaran saya. Makanan apa saja yang akan kita santab.
 Terlihat chef Yudo muncul lagi dari balik pintu sebelah reservasi. Mungkin itu adalah pintu menuju dapur. Membawakan kita sajian berikutnya sambil berkata “untuk tema merayakan makan kali ini adalah Varian Karbohidrat. Makan itu patut untuk kita rayakan, karena proses menuju makan sangatlah panjang,mulai dari menanam, memanen, mengolah hingga sampai di meja makan, maka patutlah makan itu harus kita rayakan. Dan yang akan saya sajikan adalah makanan dengan kandungan karbohidrat tinggi”. Disambung dengan sajian kedua yaitu “Kimpul Vulcano”.
Kimpul Vulcano adalah makan yang terbuat dari Kimpul (talas) yang direbus dan dibentuk seperti gunungan kecil. Tengahnya terdapat lubang seperti kawah gunung yang isinya saus berwarna coklat yang terbuat dari kopi arabika. Dilihat dari tampilannya sangat unik. Bikin air liur membanjiri mulut. Rasanyapun pecah. Rasa asin talas dicampur asemnya kopi arabika beradu dalam mulut. Makanan ini tidak bikin seret. Padahal ini adalah talas yang biasanya seret dimakan. Kimpul Vulcano ini teksturnya lembut dan unik rasanya. Lasung dibabat habis sajian ini.
Lanjut ke sajian yang ketiga, chef Yudo kali ini menyajikan “Gedhek Klompong”. Kalau orang-orang desa pasti tidak asing dengan istilah Klompong. Yaitu batang dari daun talas yang biasanya berwarna ungu. Disni batang daun talas dimasak dengan bumbu yang sangat meresap dan dijadikan topping untuk ketang rebus yang dihaluskan dan dibentuk kotak. “iki klompong mas??” kata bu selsa setelah dengar penjelasan Chef Yudo bahwa yang dimakannya adalah Klompong. “dulu saya tidak doyan loh, kok ini beda banget ya, enak” sambung bu selsa. Secara tampilan klompongnya menipu saya, saya kira ini adalah terong yang di iris. Rasanyapun mirip dengan terong. Tapi ternyata ini adalah klompong batang daun talas. Bumbu-bumbunya mantab, menjadikan makan ketang yang hanya manis rasanya menjadi punya fariasi rasa.

sajian ke empat, Mishmash yang pecah di mulut
Tempe Udang Kecombrang
Nasi Balun dan lauk Jantung pisang

Sajian yang ke empat adalah “Mishmash”. Makanan ini Tampilanya tidak sebegitu membuat saya penasaran. Hanya bulat biasa dan diatasnya sedikit ada saus serta dikasih hiasan bunga. Karena ini kecil langsung saja saya makan sekali. Rasanya bikin kaget ternyata. Rasa tomat segar dengan bumbu yang pecah keseluruh mulut mengalahkan rasa semua bahan dari Mishmash ini. Padahal cangkangnya terbuat dari ubi rambat yang biasanya bikin seret kalau dimakan, tapi kali inibener-bener beda. Makanan ini menjadi favorit saya kali ini.
Beranjak ke sajian ke lima. “banyak ya mas yang dimakan” cletuk saya. “masih ada tiga masakan lagi loh dengan yang ini” jawab Chef Yudo. “What?? Mari kita nikmati saja” gumam saya dalam hati. Sajian yang ke lima adalah “Tempe Udang Kecombrang”. Makanan kali ini sudah jelas dari namanya saja sudah terlihat bahanya yaitu Tempe, udang dan daun kecombrang. Mungkin yang jarang saya makan adalah kecombrang. Tumbuhan liar yang biasanya ditepi sawah ini menjadi sangat nikmat dengan bumbu yang sangat pas. Udangnya juga ikut andil rasa memecah getir daun kecombrang. Perpaduan yang pas. Tempenya juga lembut sekali dirasa dalam mulut.  Belum ada celah lagi dari masakan chef Yudo ini. Sejauh ini rasanya bikin kaget lidah saya.
Berlanjut ke masakah yang selanjutnya atau yang ke Enam. Kali ini makan berat karena saya lihat ada Nasinya. Nasi Balun namanya. Diberi nama Nasi Balun karena nasi atau berasnya ini berasal dari daerah Balun, atau kampung warung ini berada. Yang meranik dari sajian ini adalah lauknya. Jatung pisang dengan bumbu yang melimpah. Nampak seperti pepes. Rasa getir jantung sama sekali tidak ada. Semuanya kalah dengan bumbu yang sangat meresap. Makan masakan ini seperti makan daging pepes saja. bener-bener cocok untuk pengganti daging. Jelas lebih sehat. Dan penampakannya sungguh menggiyurkan. Mirip masakan nenek kala dulu. Jarang sekarang yang pintar masak jantung pisang. karena untuk menghilangkan rasa getirnya tidak mudah.

sajian Penutup, yang terbuat dari pisang tonto

nyamnya suasana sore Warung Lik Cil
Menikmati suasana yang nyaman di Warung Lik CIl
suasana yang syahdu di pinggir sawah

Tiba saatnya sampai ke sajian penutup, walau perut sudah kenyang rasa penasaran makan makanan penutup ini tidak boleh terlewatkan. Sebuah sajian pisang tonto rebus yang dihaluskan dan diberi taburan kayu manis dan hiasan daun min membuat sajian ini menarik. Rasanya manis dan lembut. Pisang tonto yang biasanya ada rasa getahnya disini hilang dan nikmat.
Ternyata makan disini mantab sekali. Suasananya juga enak, nyaman dengan masakan yang juga luarbiasa. Tampilan menarik, rasa yang mantab dan bahan-bahan biasa yang tak terduga. Patut untuk saya coba kembali agar bisa merasakan makannan lainnya yang di sajikan chef Yudo dan kawan-kawan. Oh ya untuk harga semua sajian yang saya nikmati itu hanya Rp. 35.000,- / net. Murah kan. Kalau disini rombingan seru pasti.


Sambil menikmati sore yang semakin tenang dan nyaman saya ngobrol dengan chef Yudo. Warung ini dinamakan Warung Lik Cil karena warung ini diambil dari sebutan Chef Yudo, Pak lik, dia sudah menjadi paman. Makanya disebut pak lik. Tapi disisi lain Chef Yudo itu masih kecil, atau masih muda makanya disebutnya Lik Cil atau singkatan dari Pak lik Cilik. Silahkan coba kesini untuk menikmati makanan-makanan dengan bahan olahan pasar dan sawah sekitar atau bisa disebut bahan olahan Lokal yang akan disajikan secara menarik dan lezat dan bernutrisi pastinya. Oh ya jangan lupa reservasi dulu ya kalau mau kesini.


Warung Lek Cil
alamat: 
Balun, Caruban, Kandangan Kab. Temanggung.
Reservasi:
WA. 081210978331

     
 
Foto bersama para penelola Warung Lik Cil