Kopi Posong Yang Berkualitas, Terbukti Nikmatnya

11/25/2017 9 Comments


Sebuah daerah yang terkenal dengan penghasil tembakau kelas dunia yang sekarang mulai dikenal juga sebagai penghasil Kopi kelas dunia, Temanggung sebuah Kabupaten yang terletak di tengah-tengah pulau Jawa. Daerah ini terkenal mempunyai tanah yang subur. Terdapat tiga gunung yang masih menjadi wilayahnya yaitu gunung Sumbing, gunung Sindoro dan gunung Prahu. Semua lerengnya sangat subur untuk perkebunan, baik tembakau, Kopi ataupun sayur-mayur. Mungkin Tembakau lah yang masih menjadi komoditi utama di kota ini, padahal kota ini sebenarnya  penyuplai Kopi di Jawa Tengah, hampir 60% kopi di Jawa Tengah berasal dari Kota ini.
Kualitas kopi Temanggung sendiri sekarang sudah mulai dikenal dunia. Pada tahun 2016 kopi Temanggung mendapat apresiasi yang bagus di ajang Speciality Coffe Association of America. Selain itu kopi Temanggung juga tampil di ajang pameran Seul Coffe Expo 2017 dan World of coffe Budapest 2017. Dari beberapa ajang itu kopi Temanggung sekarang banjir orderan terutama dari Korea,  menurut pak Tuhar, seorang petani dan pengelola UKM yang mengolah kopi di Temanggung tepatnya didesa Tlahap sebuah desa diantara gunung Sumbing dan Sindoro,  pesanan Kopi dari Korea sangat banyak sebenaranya, tapi masih belum dilayani karena terbatasnya biaya dan fasilitas.


Pengolahan kopi menjadi sebuah minuman yang nikmat untuk disajikan sangatlah panjang, mulai dari penanaman kopi yang dipola hingga proses penyeduhan yang mulai berkembang dengan berbagai cara. Menurut pak Tuhar Pengelolaan Kopi terbagi menjadi tiga hal yang paling penting yaitu proses pemetikan 60%, Proses Rosting 30%, dan penyajian atau penyeduhan 10%. Tiga hal itu adalah penerapan pengelolaan kopi di daerah Tlahap yang sudah mempunyai Pola penanaman paten agar bisa menghasilka biji kopi yang berkualitas. Pola Tanam di Desa Tlahap ini adalah mengatur jarak antar tanaman kopi sekitar 4-5 meter yang nanti diselangi dengan tanaman Tembakau. Hasilnya pun Kopi mempunyai aroma tembakau yang menambah kenikmatan kopi. Jenis Kopi di Desa Tlahap ini adalah Java Arabika. Perkebunan yang berada di lereng gunung Sindoro dan Sumbing mempunyai ketinggian lebih dari 1500 meter diatas permukaan air laut sehingga kopi Arabika di daerah ini tumbuh surbur dan berkualitas.
Demi menjaga kualitas kopi, mulai pemetikan biji kopi sudah harus diperhatikan. Tegas Pak Tuhar bahwa Kopi yang bagus adalah Kopi yang dipetik merah dengan kata lain kopi yang di petik adalah kopi yang sudah masak dan masaknya adalah masak pohon. Pak Tuhar kala itu mencontohkan bahawa semua buah kalau masak di Pohon pasti rasanya akan lebih nikmat, sama halnya dengan kopi bila dipetiknya sudah masak maka kopi juga akan menghasilkan biji yang berkualitas. Dari darsar inilah Pak Tuhar sebagai ketua Petani menginstrusikan kepada anggota petaninya untuk memetik Kopi yang sudah masak saja. Dengan kualitas Kopi yang sudah dijaga seperti ini, siapa yang tidak ingin segera mencicipi betapa nikmatnya kopi asli desa Tlahap ini.
Kopi Tlahap atau yang dikenal dengan Kopi Posong yaitu nama sebuah tempat wisata di wilayah Tlahap menjadi lebih populer lagi setelah film Filosofi Kopi mengambil latar lokasi shooting di area perkebunan kopi desa ini. Pemandangan yang indah dan juga kebun kopi yang berpola terlihat indah saat film filosofi kopi diputar.

Alat Rosting yang sedang diatur suhunya
Green Beand dari Kopi Posong
Kopi posong yang sudah dirosting

Dengan melimpahnya kopi di desa ini maka Pak Tuhar mulai memasarkan kopi sudah siap saji agar lebih menghasilkan dari segi ekonomi. Mulai dari Green beand, rosted dan kopi bubuk disajikan di sini. Beberapa macam rostingan pun dibikinnya agar sesuai dengan penikmatnya, ada tiga kelas rostingan yaitu light, Medium dan Dark. Uniknya lagi kopi disini dikembangkan dengan beberapa metode seperti Full wash ataupun dengan fermentasi yang menghasilkan rasa kopi wine atupun peaberry. Sungguh unik bukan kopinya.

berbagai macam varian kopi posong

Saat saya berkunjung ke rumah produksi Kopi Posong bersama dinas Koperasi dan Usaha Menengah Kecil Mikro Pemprov Jateng kami diperlihatkan cara merosting dan juga penyajian kopi. Alat rosting yang baru saya lihat ini sudah lumayan canggih, pengaturan suhu alat rosting bisa diatur agar kopi di masak dengan pas yang nantinya akan menghasilkan kopi yang nikmat. Benar saja, sajian kopi Arabika yang dihidangkan untuk saya dan rombongan sangat nikmat, kopi Arabika yang khas dengan asamnya sangat terasa nendang rasanya. Bagi penikmat kopi seperti saya kopi Arabika Posong sangat pas untuk sajian minum kopi setiap hari. jadi kalian para penikmat Kopi harus coba Kopi Asli Temanggung terutama Kopi Posong Temanggung yang memang sudah diolah dengan baik sehingga menghasilkan kopi yang berkualitas.

Kopi Posong yang siap Medunia

      



Kedamaian, di Satoria Hotel

11/16/2017 1 Comment

Segelas Kopi menemani saya duduk ditepian kolam, santai melepas lelah memandang langit yang mulai berubah warna. Sinar matahari yang mulai nyaman dipandang memberikan kenyamanan dan kedamaian di hati. saat memejamkan mata, hati ini berdesir lantaran angin sore yang menyapu keringat di kulit hingga terasa masuk membawa kedamaian dihati. Pantulan cahaya jingga di atas air kolam renang membuat pemandangan semakin indah dikala pergantian hari. Rasa lelah perjalan hari ini langsung pupus waktu itu juga. Langit mulai gelap, lapar yang mulai terasa setelah ada aroma daging bakar yang semerbak, terlihat seorang koki mulai mengoleskan bumbu bakar di daging yang sedang dipanggangnya. Mendekat untuk merasakan kenikmatan barbeque ini istilah terkenalnya. Rasa enak bumbu meresap dan terasa sekali sehingga lidah ini tak berhenti mengecap. Sore yang luar biasa kala itu.

Senja Di Rooftop Hotel Satoria
barbeque di Hotel Satoria

Perasaan damai dan tenang serta nyaman itu adalah secuil rasa saya saat berada di rooftop Hotel Satoria Yogyakarta. Hotel ini mempunyai rooftop yang menyuguhkan pemandangan yang sangat indah dikala senja. Rooftop Berada di lantai sembilan membuat kita bisa memandang kota Jogja dari atas yang ujungnya adalah langit yang dipulas dengan warna jingga saat senja. Terdapat pula kolam renang dengan semburat warna biru lampu yang indah dari dalam kolam dan dibagian ujungnya memantulkan warna langit sore, menjadikan kolam renang ini sangat indah, dengan duduk dipinggir kolam rooftop hotel ini kita sudah bisa menikmati berbagai keindahan.
Menikmati Keindahan belum lengkap bila kita tidak ditemani dengan makan dan minuman, di Hotel Satoria ini setiap hari sabtu (malam minggu) menyediakan paket barbeque yang enak dan bisa bikin puas menikmatinya. Dimasak langsung oleh chef hotel dengan berbagai macam saos yang dapat kita pilih. Sangat cocok untuk dinikmati bersama keluarga, sahabat, teman kantor ataupun teman komonitas seperti saya saat mengunjungi Hotel Satoria ini bersama blogger Jogja. Hanya dengan Rp. 70.000,- per orang, kita bisa sepuasnya makan di barbeque disini.
Hotel Satoria Sendiri letaknya sangat setrategis, yaitu disebelah barat Bandara Adi Sucipto Yogyaarata, tepatnya di Jl. Laksda Adi Sucipto Km. 8 Sleman Yogyakarta. Tempat ini sangat setrategis bagi para wisatawan, sangat dekat dengan bandara serta mudah untuk pergi kemana saja seperti ke Candi Prambanan misalnya. Jadi bagi wisatawan dari luar Jogja Hotel ini sangat cocok. Selain berada di tempat yang strategis Hotel ini menyuguhkan kenyaman tempat tidur sekelas bintang lima walaupun Hotel ini masih di level bintang empat.

Tempat Tidur tipe Deluxe

Tempat Tidur Tipe Superior Twin

Kamar dengan tempat tidur yang mewah merk hypnos, selimut berkualitas tinggi bantal yang lembut serta perlengkapan kamar yang maximal membuat anda lebih nyaman beristirahat di hotel ini. Ada dua macam tipe kamar yang bisa di pesan yaitu, kamar Deluxe dan Kamar Superior. Kamar Deluxe sendiri dapat mengakomodir maximum 4 karena ada tempat tidur king size didalamnya. Kamar mandi mewah dengan pilihan shower yang menyegarkan dan wastafel ganda sangat memanjakan anda dikala mandi. Dilengkapi pula dengan tempat tidur tarik dan tempat tidur sofa.
Untuk kamar bertipe Superior ada dua pilihan yang pertama adalah Kamar Superior King dan Superior Twin. Untuk Superior King terdapat tempat tidur yang besar mewah serta sofa meja, luasnya 24 m2 lebih kecil 8 m2 dari tipe Deluxe. Adapun kamar Superior Twin terdapat tempat tidur kembar yang mewah, kamar mandi dengan rainshower dan handshower . dan semua kamar di fasilitasi dengan Wi-fi Gratis, pengering rambut, Ac, TV, Safe deposit box, Kulkas, area meja kerja, laoudry, dan air mineral serta kopi gratis.




Chicken Steak yang Enak dari HokBen

11/09/2017 5 Comments

“Irrashai masai “ ada yang tahu itu bahasa apa??? Atau ada yang ingat kalian akan selalu dengar kata-kata itu dimana???  bagi kalaian yang suka masakan Jepang pasti tidak asing dengan kata-kata ini, apalagi kalian yang sering ke HokBen pasti akan selalu dengar kata sambutan ini. Sambutan dan senyum selalu menghiasi kedatangan kita kala masuk ke tempat makan cepat saji ala Jepang ini.
Beberapa hari yang lalu saya beserta teman-teman dari Blogger Jogja mencicipi menu baru dari Hokben yaitu menu Tokyo Bowl. Sore dengan cuaca sedikit mendung saya datang ke HokBen Jl. Kaliurang. Nuansa semringah setelah masuk disambut oleh senyuman dan sapaan khas Jepang “Irrashai Masai” . Saya ditanya akan mencoba menu apa, langsung saja dari gambar menu saya tertarik dengan Chicken Steak Original, dari foto itu terlihat seperti daging pagang yang mantab dan warna yang mencitrakan kelegitan daging, dengan taburan warna hijau di atasnya membuat saya mantab untuk memesan menu itu. Selain Chicken Steak sebenarnya ada beberapa menu baru yang bisa saya coba disini yaitu ada Chicken Katsu Tare dan Chicken Karaage Mayo. Tapi Chicken Steak lah yang benar-benar menggoda saya.


Sebelum kita mencoba Menu Baru HokBen mungki kalian penasaran apa sih Menu Tokyo Bowl itu?. HokBen atau dulu yang bernama Hoka-Hoka Bento mengeluarkan Varian menu yang namanya Tokyo Bowl awalnya diperkenalkan sekitar bulan Juni dengan varian menu ada Tori Don dan Gyu DonTokyo Bowl merupakan sajian praktis satu mangkok yang lengkap dengan lauk beserta Seaweed (rumput laut) dan daun bawang yang ditaburkan diatasnya. Jadi menu Tokyo Bowl itu berisikan semangkok Nasi dan juga lauk yang lengkap, jadi menu ini sangat praktis untuk dipesan.
Untuk menjadikan Menu Tokyo Bowl ini lebih bervariatif maka HokBen mengeluarkan kembali Varian dari Tokyo Bowl yaitu ada Tori Saboro, Gyu Soboro, Chicken Steak, Chicken Katsu Tare, Chicken Karaage Mayo. Menu-munu variatif yang akan memanjakanmu saat datang ke HokBen. Tapi sayang saya waktu ke HokBen hanya baru merasakan satu varian saja yaitu Chicken Steak, semoga besok-besok bisa merasakan varian yang lain. Oh ya mau tau rasanya Chiceken steak??
Chicken Steak ini seperti yang tadi saya katakan bahwa dari gambarnya saja sudah terlihat enak dan aslinyapun memang benar-benar enak. Daging tanpa tulang yang dipanggang sangat pas dengan dilumuri saus Teriyaki khas HokBen menjadikan rasa Chicken Steak manis dan gurih, rasa yang sangat cocok dengan lidah saya, paling suka dengan masakan seperti ini. Tekstur daging yang juga lembut dan bumbu yang sangat berasa menjadikan saya sangat lahap menghabiskan menu ini. Bagi kalian yang tidak suka dengan yang manis maka bisa juga pesan varian Chicken Steak yang dibumbui Saus Miso khas Jepang (Hot Chicken Steak) yang rasanya pedas. Menu ini juga lengkap dengan taburan rumput laut dan daun bawang yang menambah kenikmatan.


Selain Chicken Steak menu Tokyo Bowl yang lain adalah Tori Soboro yang berisikan daging ayam cincang dengan dilumuri saus teriyaki khas HokBen, disajikan di mangkok dengan nasi dan kremesan yang ditopping dengan rumput laut dan daun bawang. Sejenis dengan Tori Soboro ada juga Gyu Soboro, akan tetapi  varian Tokyo Bowl yang satu ini merupakan sajian daging sapi yang dicincang dengan saus teriyaki khas HokBen dan juga topping dengan rumput laut dan daun bawang.


Untuk menu Tokyo Bowl dari daging ayam selain Chicken Steak ada juga Chicken Katsu Tare yang terdiri dari semangkuk Nasi dengan Ayam Katsu yang dilumuri saus tare khas HokBen serta diberi taburan rumput laut dan daun bawang. Adapula Chicken Karaage Mayo yang terdiri dari daging ayam karaage yang empuk, gurih dan renyah dengan lumuran mayones khas HokBen yang disajikan dengan Nasi dan rumputlaut serta daun bawang.

Menu-menu tadi bener-benar mengoda. Jangan takut untuk mencoba karena semua makanan yang ada di HokBen ini terjamin kehalalannya. Semua menu ini juga sudah bisa kita nikmati disemua store Hokben yang terbagi di seluruh pulau jawa dan Bali. Storenya pun nyaman untuk keluarga sahabat bahkan untuk anak-anak, karena distore HokBen ada area bermainnya untuk anak-anak, jadi sangat cocok untuk merayakan ulang tahun anak-anak disini. Bagiamana tertarik untuk mencoba menu Tokyo Bowl Hokben? Segera ya.


Berawal dari Curug Titang, Kita Jadikan Temanggung Lebih Bersenyum

10/30/2017 8 Comments
Keindahan Curug Titang

Saat yang lain masih asyik memeluk guling  serta didekap selimut yang menghangatkan, orang-orang yang tergabung dalam Laskar Bersenyum terlihat sangat bersemangat sekali.  Senyum yang memancarkan semangat sekejap menghilangkan dinginnya udara Temanggung, apalagi saya barusan berkendara pagi-pagi dari Jogja, dingin yang aku rasakan saat diperjalan tak lagi merasuk dalam tubuhku, dingin itu sekejap tak berasa sesaat sapaan dari dua orang wanita paruh baya menghapiri. “dari mana mas???” tanya seseorang dengan baju putih berkerudungkan warna hitam, “dari Ngadirejo bu” jawab saya sambil meletakkan helm dan membuka masker yang saya pakai, ya saya memang sering menggaku sebagai orang ngadirejo karena tempat ini lebih terkenal dari kecamatan saya sebenarnya dan desa saya lebih dekat dengan kecamatan ini.
Pagi itu saya datang dari Jogja dengan niat untuk bergabung dengan Laskar Bersenyum yang akan mengadakan kegiatan Bersih-bersih di Curug Titang Temanggung. Tepat pukul 07.00 WIB saya sampai di titik kumpul yaitu di bekas Terminal Pikatan. Bersyukur saya tidak datang terlambat kala itu, dari hari-hari sebelumnya saya sudah was-was, bisa saja datang terlambat karena harus berangkat dari Jogja, bukan dari rumah saya di Temanggung, sampai-sampai beberapa kali saya mengirim pesan kepada mbak Dini dan juga Mbak Nela, saat itu adalah orang yang saya tahu dalam Laskar ini. “maaf mbak kalau saya telat, karena datang dari Jogja”

Semua Bergotong royong membersihkan sampah

 Sambutan hangat sesaat sampai di titik kumpul membuat saya tidak merasa sebagai orang asing padahal wajah-wajah ini belum pernah saya lihat. Dengan memasang wajah yang semringah saya menyapa satu-satu sambil memperkenalkan diri “Saya Charis....” dari situ saya kenal beberapa ada mbak Selsa, mbak Wint dan juga mbak Jekwis. Setelah perkenalan itu semua kembali ngobrol dengan asyiknya, sebagai orang baru saya hanya mendengarkan apa yang mereka obrolkan. Sedikit saya ingat obloran dari Mbak Selsa dan Mbak Win saat itu, mereka sepertinya sangat geram dengang perkembangan dunia pariwisata di Temanggung, dengan membadingkan Wisata-wisata di Kabupaten tetangga seperti Wonosobo dan Banjarnegara, Temanggung terlihat ketingggalan jauh. Disinilah awal saya mulai mengerti bahwa orang yang berada disini adalah orang yang benar-benar peduli tentang perkembangan Kabupaten Temanggung dalam Bidang Pariwisata, dalam hati saya berkata “tak salah saya bergabung dengan mereka, karena apa yang sedang mereka bicarakan itu sudah menjadi unek-unek saya sejak lama sesaat saya mulai menulis beberapa destinasi wisata di Kabupaten Temanggung.
Beberapa anggota yang lain mulai berdatangan, pun kita saling menyapa, dan inilah kelemahan saya yang sering lupa dengan nama orang, apalagi saat kenalan langsung banyak. Karena terlihat sudah banyak yang berkumpul, kita langsung berangkat menuju Curug Titang. Curug ini berada di desa Nampirejo Kecamatan Temanggung. Dari titik kumpul, perjalannan hanya memakan waktu sekitar 15 menit saja. Saya yang baru pertama kali datang ke curug ini mencoba untuk selalu berada ditengah-tengah rombongan walaupun curug ini berada di desa kelahiran ayah saya yang sangat sering saya kunjungi akan tetapi, saya baru tahu akhir-akhir ini kalau di desa ini ada curug atau air terjun.
Sesampai di Parkiran yang sudah disiapkan oleh panitia bersih-bersih Curug Titang, kita langsung siap-siap dengan peralatan dan juga pakaian siap tempur. Sesudah saya siap, ternyata ada perserta yang baru datang, jumlahnya malah lebih banyak dari rombongan yang saya ikuti dari titik kumpul. Rombongan ini ternyata terdiri dari para siswa pecinta alam yang berasal dari beberapa sekolah di Temanggung, wah ramai sekali jadinya.
Dikomandoi oleh mas Taftazani selaku ketua panitia acara, kita berkumpul dan berdoa sebelum memulai acara bersih-bersih, selain itu kita diberi arahan dan juga bekal berupa kantong kresek untuk mengumpulkan sampah. Bersama-sama kita berjalan menuju Curug Tutang, jalan yang lebarnya sekitar 2 meter seperti tak mampu menampung peserta Bersih-bersih Curug Titang Laskar Bersenyum untuk berjalan bersama-sama, terlihat rombongan seperti ular putih yang panjang, untung saya berada di barisan depan jadi bisa melihat ke arah belakang betapa banyaknya yang ikut di acara ini “keren banget ini” gumam saya dalam hati.

saat semua sibuk dengan sampah-sampah
para pecinta alam yang ikut membersihkan sampah

Terdengar teriakan “Ayo...sambil sampah-sampahnya di ambil, kita mulai dari jalan ini” semua pesertapun terlihat langsung mempersiapkan peralatannya yaitu sapu lidi dan juga kantong sampah. Tak segan para peserta langsung memunguti sampah, semua sampah plastik dan botol langsung mereka pungut dan dimasukkan ke kantong sampah, jalan menuju Curug Titang pun menjadi terlihat bersih tanpa sampah plastik. Sesampainya di Curug saya sedikit termenung melihat indahnya curug ini, ternyata ada curug cantik yang lepas dari radar saya, padahal tempat ini masih sangat terjangkau. Sebenarnya saya ingin mengabadikan curug ini dengan kamera HP saya , akan tetapi saya merasa tidak enak kalau saya malah foto-foto, padahal yang lain sudah langsung memunguti sampah disekitar curug.
Semua peserta terlihat sibuk memunguti sampah, sampah di area curug ini banyak sekali, sepertinya curug ini belum dikelola secara maksimal, padahal curug ini sangat berpotensi sekali menjadi sebuah obyek wisata yang menarik, dengan letak yang tidak jauh dari kota, aksesnya pun tergolong mudah curug ini punya potensi yang luar biasa. Bisa saja curug ini akan mengangkat perekonomian warga sekita bila benar-benar dikelola. Alasan inilah yang menjadi landasan para Laskar Bersenyum mengadakan acara bersih-bersih Curug Titang yang tujuannya mengangkat potensi Curug Titang Lebh dikenal Masyarakat luas.
Sebentar saya istirahat dari kegiatan itu, punggung yang mulai pegal karena tubuh merunduk mengambil sampah, saya duduk diatas batu besar yang berada tepat di depan curug. Dari situ saya bisa melihat para Laskar Bersenyum bahu-membahu memindahkan sampah, tanpa rasa letih semua sampah mereka angkut dan mereka kumpulkan di tepian. Beberapa sambil bergurau dengan mencipratkan air ke wajah temannya agar rasa lelah itu menjadi sebuah bahagia. Terlihat Curug Titang yang tadinya banyak sampah sekarang bersih, beberapa tumbuhan liar yang kurang sedap dipandang juga hilang, menjadikan Curug Titang tambah mempesonya. Curug Titang kembali menampakkan senyumnya.

sedikit meregangkan otot saat pinggu mulai capek memunguti sampah
para peserta aksi bersih-bersih Curug Titang
Sumber mata air yang segar di dekat curug Titang

Selesai bersih-bersih tak luput para relawan Laskar Bersenyum berfoto di depan Curug, sambil berharap Curug ini akan selalu bersenyum dan juga bisa bermanfaat untuk warga sekitar. Sembari melepas lelah kita menyantap buah semangka yang sudah disediakan oleh ibu-ibu Laskar Bersenyum, tenggorokan kembali segar setelah dilewati kunyahan buah semangka.

Oh ya mungkin kalian penasaran apa atau siapa sih Laskar Bersenyum itu?? Mungkin dari cerita saya yang pertama kali bergabung dengan kegiatan mereka ini sedikit memberi gambaran bahwa Laskar Bersenyum ini adalah sekelompok relawan yang sangat peduli dengan Wisata dan Potensi desa di daerah Temanggung. Muncul dari sebuah keprihatinan bahwa Potensi dari Temanggung yang luar biasa belum semua di kelola dan di publikasikan dengan baik, maka relawan Laskar Bersenyum inilah yang nantinya akan membantu desa-desa ataupun tempat wisata untuk mengelola potensinya dan juga mempublikasikannya. Jadi bagi kalian khususnya orang Temanggung yang peduli tentang Potensi desa dan wisata, bergabunglah bersama kami “Laskar Bersenyum” dan mari kita buat Temanggung Lebih menampakkan senyumnya.

ADA Store Bikin kita Trendi, Sekarang Ada di Jogja City Mall

10/26/2017 2 Comments

Semakin Keren dengan busana Ada Store

Sebenarnya saya itu paling jarang memperhatikan penampilan,  biasanya saya hanya mekai kaos dan celana jin  yang memang sudah siap dialmari atau baju yang bersih kala itu. Koleksi baju saya pun tergolong sedikit, hampir setiap acara pakaiannya hanya itu-itu saja. Hingga pada suatu ketika saat  mengupload foto traveling saya ternyata ada yang berkomentar “mas jaketnya gak pernah ganti ya atau hanya punya itu ya, kalau foto dimanapun pasti pakai jaket itu”, jawab saya sedikit ngeles sih “iya biar jadi ciri khas” padahal saya memang punya jaket itu saja, wah parah juga sebenarnya. Mulai dari itu saya berfikir wah bahaya ini kalau saya upload foto dengan baju-baju itu lagi.
Ternyata bagi seorang traveler juga wajib menjaga penampilannya agar tetap hitz dan juga tetap enak dipandang karena banyak mata yang akan melihatmu. Menjadi seorang travel blogger yang wajib memasang foto diri sebagai bukti keabsahan kamu memang benar-benar traveling sampai destinasi yang kamu tulis wajib hukumnya menjaga penampilan dengan pakaian yang trendi dan juga kekinian. Saya yang lumayan kuper dengan masalah pakaian, sangat berungtung saat saya mendapatkan undangan untuk menghadiri acara lounching Ada Store baru di Jogja City Mall. Acara yang dibuka dengan belanja gratis dan Fashion Shows ini memberi saya inspirasi berpakaian yang trendi dan nyaman untuk traveling, saya pun ikut larut memilih-milih baju yang pas untuk saya.

Desain Store yang Homey
Desain Store yang keren sehingga betah berlama-lama di Ada Store
Berbagai Aksesoris dan pilihan baju

Ada Store merupakan retail fashion brand asli indonesia yang sudah membuka store sebanyak 75 yang tersebar diseluruh Indonesia, untuk yang ada di Jogja City Mall ini merupakan store yang ke-3 di Jogja yaitu setelah di Hartono Mall dan Lippo Plaza Jogja. Ada store menyediakan pengalaman berbelanja yang tidak biasa bagi saya, Store yang nyaman dengan desain yang apik membuat betah berlama-lama dan asyik dalam memilih-milih baju. Kesan Homey, confortable, cazy sangat saya rasakan disini dan pastinya menyediakan koleksi fashion yang keren dan kekinian.
Walaupun dalam perkembangan akhir-akhir ini berbelanja marak di dunia online, Ada store akan membuat kita lebih dekat dengan kepuasan dalam berbelanja dengan pelayanan yang terbaik berbeda dengan toko online. Koleksi yang bermacam-macam sehingga kita bisa langsung memilih dan mencoba akan membuat kita lebih puas dalam belanja yang pasti tidak akan mengecewakan gara-gara ukuran yang tidak pas ataupun model yang tidak cocok. Ada store menyediakan pakaian perempuan dan laki-laki mulai dari jumpsuit, knitwear, shrit, t`shirt, blouse, short, trousers, tank top,cardigan dan lainnya dengan harga yang relatif terjangkau yaitu mulai dari Rp. 69.000 – Rp 350.000,.

Berbagai diskon yang ditawarkan
Belanja di Ada Store memang menyenangkan dan puas
Tampil lebih kekinian dan trendi


Dalam acara grand opening Ada Store di Jogja City Mall diadakan sebuah acara yang menarik yaitu berbelanja gratis dalam waktu 30 menit, seru bukan?. Selain acara belanja gratis terdapat pula Fashion Show yang memperlihatkan produk Ada yang Trendi dan Kekinian serta Anak muda banget. Inilah Ada Store Produk Anak Bangsa yang kualitasnya tidak kalah dengan fashion yang ada di Market lainya. Jadi kapan belanja ke Ada Store Jogja City Mall Upper Graund, Unit 31. Akan ada diskon yang menarik untuk kalian.   

Masakan Bebek yang Istimewa di Bale Bebek

10/26/2017 2 Comments


Beberapa tahun belakangan ini daging bebek menjadi makan favorit di rumah saya, beberapa lebaran yang terlewat daging bebek menggusur daging ayam yang biasanya disajikan di lebaran sebelum-sebelumnya. Rasa daging bebek yang lebih gurih dan juga kolestrol yang tidak sejahat ayam pedaging menjadi alasan mengapa daging bebek selalu tersaji dikala lebaran. Tahun ke tahun olahan bebek di rumah saya hanya dimasak opor atau hanya digoreng. Mengolah daging bebek memang tidak semudah mengolah daging ayam, bau amis yang ditimbulkan kadang sulit untuk dihilangkan. Tekstur  daging yang alot juga menjadi masalah tersendiri dalam mengolah daging bebek. Maka dari itu masih jarang sekali variasi olahan makanan daging bebek, mungkin hanya opor atau digoreng saja.
 Sebenarnya mudah sekali dalam mengolah daging bebek, menurut chef Willy yaitu salah satu chef andalan dari Bale Ayu Group dalam acara rebrending Roemah Boemboe menjadi Bale Bebek memberikan tips cara mengolah daging Bebek agar tidak amis dan teksturenya lembut. Untuk membuat daging bebek tidak amis menurut chef Willy kita harus benar-benar membersihkan semua bulu yg melekat selain itu yang paling penting adalah kita harus membuang brutu atau ujung ekor dengan anusnya karena disitulah letak sumber amis berasal, setelah itu direndam dengan air jeruk nipis kurang lebih selama satu jam. Untuk membuat tekstur daging bebek menjadi lembut daging bebek harus dipresto dengan mencampur rempah-rempah khas agar daging mempunyai citarasa yang lebih.

Gerbang depan Bale Bebek yang Instagramable
Bebek Masak Woku dengan kuah yang sedap 

Bagi kalian yang malas mengolah daging bebek dan langsung bisa menyantapnya  ada satu resto baru yang mengolah berbagai masakan dari daging bebek yaitu  Bale Bebek yang berada di  Jalan Tagalturi No. 56 Giwangan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Bale Bebek ini adalah resto baru dibawah Bale Ayu Group yang konsen mengolah dan menyajikan berbagai masakan dari daging bebek. Setidaknya disini ada sembilan olahan daging bebek yang bisa kalian nikmati; Bebek Pedas Spesial, Bebek Bakar Madu, Bebek Masak Woku, Bebek Rica-rica, Bebek Sambal Terasi, Bebek Bakar Kecap, Bebek Bakar Pedas, Bebek Barbeque, Bebek Goreng.
Menu spesial di resto ini adalah Bebek Masak Woku, yaitu sajian masakan khas Manado. Sudah tidak asing lagi maskan khas Pulau Sulawesi terutama Manado selalu menyajikan masakan dengan rempah-rempah yang memanjakan lidah. Rempah-rempah yang meresap dan mencair di kuah ini bersatu dengan lembutnya daging bebek olahan Bale Bebek yang standar masaknya selalu dikontrol. Dalam pengolahan daging bebek di resto ini yaitu langsung dari rumah produksi Bale Ayu Group agar sajiannya benar-benar berkualitas dan sesuai setandar. Sedikit saya mencoba kuah Bebek Masak Woku, rempah-rempahnya sungguh terasa, kuah kekuningan seperti sop ikan membuat lidah tak berhenti mengecap, rasa rempah seperti masih tertinggal di lidah walupun kuah sudah sampai perut serta daging bebek yang lembut sangat enak disantap.

bebek bakar madu yang rasanya gurih dan manis
Bebek Sabal Trasi

Selain Bebek Masak Woku saya juga mencoba Bebek Bakar Madu. Daging bebek yang gurih bersatu dengan manisnya madu, perpaduan yang sangat lezat dirasakan oleh lidah. Selain masakan Bebek yang bermacam-macam ini di Bale Bebek juga menyajikan bermacam sambal yang sesuai selera, ada sambal trasi, bawang dll. Rentan harganyapun masih sangat pas di kantong, satu porsi masakan bebek yang lengkap dengan nasi dan sambal hanya Rp. 24.500,- saja. Tak kalah dengan makanan, Bale Bebek juga menyajikan bermacam-macam minuman; Es jeruk, Jus, Es Campur, aneka Shake serta ada disert Ice Cream Sundae.

Resto ini sangat cocok untuk makan bersama keluarga, teman ataupun robongan bersekala besar seperti merayakan ulang tahun ataupun syukuran. Tempat yang nyaman berupa lesehan dan tempat makan duduk dengan kursi dan meja bisa kalian pilih sesuai selera. Jadi silahkan coba masakan Bebek yang Istimewa dengan Berbagai hidangan Istimewa di Bale Bebek.     

Warung Jadul yang Eksis di Tengah Kota Temanggung

10/09/2017 18 Comments

Tak banyak orang menyangka bahwa warung makan kecil yang berada di belakang salah satu halte bus kota Temanggung,  baru saja mendapatkan penghargaan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten  Temanggung atas dedikasinya pada bidang kebudayaan sebagai pelaku kuliner. Warung makan yang tak nampak seperti layaknya warung makan apabila dilihat dari luar, hanya terlihat tulisan berwarna merah “Warung Jadul” di sebuah bener berwarna biru , hal ini membuat banyak orang tak tahu bahwa di dalamnya menjajakan makanan yang beraneka macam . Hal ini juga yang sempat membuat saya ragu untuk sekedar mengobati rasa penasaran yang sejak lama sudah mendapat kabar keberadaan warung ini.

Warung Jadul Tampak dari depan
Rasa pernasaran saya pun terobati ketika saya mantab untuk masuk kedalam warung, dengan langkah sedikit ragu dan mata mondar-mandir berkeliling melihat-lihat isi warung, hati lumayan tertegun. Terlihat bapak-bapak paruh baya duduk berderet sambil menikmati makanan yang ada di piring pesanannya. Terlihat pula seorang perempuan dibalik toples-toples jadul sedang sibuk memnyiapkan pesanan. Saya pun mulai duduk di ujung dekat dengan perempuan tadi yang sedang menyajikan minuman teh untuk pengunjung. “ramai bapak-bapak ya disini” gumam saya dalam hati.
 “arep pesen apa mas??” Sapa perempuan penyaji kepada saya, “maem mbak”, jawab saya, langsung saja peremuan itu mengambilkan seporsi nasi sambil bertanya kepada saya, “sayurnya mau apa saja?? Ada sop, gori (nangka muda), tempe”. Saya pun  memilih sayur gori dan tempe, tak ketinggalan perempuan penjaga warung ini menawarkan lauk yang saya inginkan ada Tongkol, telur, Brongkos dll, saya pun memilih lauk telur. Tak ketinggalan, saya juga memesan minuman yang khas dari warung ini, saya mendapat kabar minuman khas dari warung ini adalah Teh Gula Jawa.

seorang pelanggan yang sedang menikmati makanan di Warung Jadul
Toples Jadul yang Ikonik dari Warung Jaduk

Saya mulai menikmati pesanan saya, dengan lahap saya menghabiskanya, sangking lahapnya, saya tak melakukan ritual foodblogger seperti biasanya. biasanya bila saya sedang menikmati kuliner baru, saya akan menikmati makanan sedikit demi sedikit agar saya bisa memberi gambaran rasa apabila saya ingin menuliskan di blog, akan tetapi kali ini saya terlalu lahap untuk makan.  rasanya enak, masakan dengan bumbu yang merersap mirip sama masakan nenek saya, masakan-masakan orang dulu.
Setelah selesai makan saya menikmati Teh Hangat dengan gula jawa. Ternyata rasanya enak, walaupun rasaya aneh, mungkin karena saya baru kali ini merasakannya akan tetapi saya tidak berhenti meminum teh gula jawa ini bahkan sampai habis, sepertinya kurang kalau satu gelas saja. Setelah semua makanan dan minuman habis barulah saya melihat-lihat lagi isi warung ini.
Warung ini khas sekali. satu meja besar dengan berbagai makanan yang disajikan di piring dan toples jaman dulu. toples berbentuk bulat dan tutup toples yang ada bulatannya diatas terlihat toples ini sangat unik dan ikonik sekali di warung ini. Jajanan yang di sediakan juga barmacam-macam seperti gorengan, tahu dan tempe bacem, kacang, pisang godog, onde-onde dll. Makanan-makanan disini memang tak sementereng warung-warung jaman sekarang akan tetapi, warung ini benar-benar menyajikan masakan yang membuat kita merasakan masakan dan jajanan di rumah nenek kita.

Onde-onde, makanan favorit di Warung Jadul
Usut punya usut warung ini ternyta sudah berdiri sejak Indonesia belum merdeka sehingga  mempunyai pelanggan yang setia sejak dulu. pengunjung warung ini kebanyakan bapak-bapak paruh baya.  warung ini juga selalu ramai walaupun dari luar tidak terlihat seperti warung yang wah. warung ini menjadi warung yang selalu melestarikan resep makana dari generasi ke generasi, untuk yang sekarang sudah ke generasi yang ke tiga. Oleh karena itu juga warung ini mendapatkan Penghargaan dari Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Temanggung sebagai warung yang berdedikasi dengan kuliner di Temanggung. uniknya lagi warung ini sebenarnya tidak punya nama, oleh pelanggan diberi nama Warung Jadul agar mereka mudah menyebut warung ini. warung ini samapi sekarang dikenal sebagai warung Jadul. yang lebih sadab lagi warung ini buka 24 jam, jadi bagi yang kelaparan tengah malam di Temanggung jangan khawatir karena ada Warung Jadul yang akan mengobati laparmu.

Piagam Penghargaan untuk Warung Jadul dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Temanggung
Inilah Warung Jadul, dengan makanan yang Enak, legendaris dan juga toples yang unik, silahkan berkunjung kesini alamatnya di belakang Halte Bus Telkom Temanggung Jl. Jendral Sudirman  No. 102 Jampirejo Kabupaten Temanggung. Hanya dengan uang Rp. 15.000,00 saya pastikan perut pasti kenyang.
         

Menikmati Kopi di bawah Sejuknya Wanawisata Jumprit (Wapitt)

8/27/2017 15 Comments
Suasana Sejuk menikmati Kopi di Wanawisata Jumprit

Mata saya tiba-tiba melebar ketika melihat jalan menuju Hutan Pinus Jumprit yang terlihat berbeda, jalan masuk yang sudah rapi dan halus seperti mengundang orang untuk melewatinya, keadaan ini sangat berbeda dengan apa yang saya lihat sebulan sebelumnya, dimana jalan ini masih bergelombang dan juga banyak tumbuh rumput ilalalang. Seketika itu saya menghentikan motor dan berbelok untuk melihat lebih jauh masuk ke hutan Pinus Jumprit ini. Saya begitu penasaran dan ingin sekali melihat lebih jauh, tempat yang dari dulu saya nilai mempunyai potensi besar untuk dikembangkan menjadi tempat wisata yang diminati banyak orang. Niat saya untuk menelusuri spot mengabadikan sunrise pun tiba-tiba sirna karena ingin sekali melihat tempat ini.
Setelah melewati gerbang masuk dan berjalan sekitar 50 meter, terlihat beberapa orang sedang membuat bangku-bangku dari bambu dan kayu untuk dijadikan tempat duduk bagi para pengunjuang. Tempat ini benar-benar sedang bersolek utuk jadi tempat wisata. Sedikit berbincang dengan beberapa orang yang sedang sibuk menggergaji dan memaku bambu untuk di buat bangku, saya bisa tahu bahwa tempat ini memang akan di jadikan tempat yang asyik untuk santai dan bermain bagi keluarga. Karena tidak ingin menggangu orang-orang yang sedang menyiapkan tempat ini saya menyudahi perbincangan dan berjanji akan kesini lagi untuk melihat seperti apa hasilnya.

Jalan Masuk Wanawisata Jumprit
beberapa orang yang sedang membuat bangku 
Gerbang masuk Wanawisata Jumprit

Selang beberapa mingggu kemudian saya melihat sebuah foto dari instagram yaitu orang yang sedang ngopi dan duduk-duduk santai di bawah rindangnya pepohonan pinus, “loh ini hutan pinus Jumprit dah jadi” bisik saya dalam hati, di hari itu juga saya langsung bergegas untuk mengunjunginya. Jarak yang tidak terlalu jauh dari rumah saya sekitar sepuluh sampai lima belas menit perjalanan menjadikan  saya berani mengajak keponakan saya yang bernama Reza yang umurnya baru sepuluh tahun, “ayo Za...melu Om, tak foto karo dolan-dolan”. Ajak saya, dan langsung saja dia mengiyakan ajakan saya, karena dia juga gemar untuk berfoto.
Motor saya mengeluarkan semua tenaganya untuk mengantarkan kami ke Wanawisata Jumprit, jalan yang naik khas pegunungan dengan pemandangan indah tanpa batas  membuat perjalanan ke tempat ini tidak pernah mebosankan, walaupun saya sudah berpuluh kali melewatinya dan tak terasa saya sudah sampai ke gerbang masuk hutan Pinus Jumprit. Berdiri seorang laki-laki dengan jaket kulit sambil memegang karcis, saya diberhentikan olehnya karena ternyata harus bayar terlebih dahulu untuk bisa masuk, saya kira tidak ada retrbusi masuk, karena saat kesini sebelumnya biasanya bebas. Ternyata biaya untuk masuknya hanya Rp. 5000,- masih cukup terjangkau. Setelah membayar saya langsung memarkirkan motor saya, dengan parkir yang lumayan luas saya nyaman meletakkan motor, terlihat juga beberapa mobil parkir dengan rapi. Berjalan dari tempat parkir  sambil melihat-lihat sekitar, terlihat banyak pengunjung yang sedang asyik ngobrol dengan pasangan ataupun teman-temannya dan di depan mereka terlihat bermacam sajian kopi.

terlihat anak-anak kecil sedang duduk-duduk santai sanbil ngobrol di lokasi Wanawisata Jumprit
menu yang disajikan Warung kopi
foto dengan mas Dwi barista dari warung kopi ini

Setelah berjalan-jalan sebentar dan melihat-lihat, saya menuju warung kopinya. Ternyata disini menyediakan berbagai kopi khas Temanggung baik robusta maupun arabika. Sedikit ngobrol dengan barista untuk pesan kopi , saya disarankan untuk mencoba kopi Robusta dari Titang yaitu salah satu daerah di Temanggung yang terletak di kecamatan Jumo. Saya ikuti saja saran dari barista tersebut, tapi untuk penyajiannya saya memesan untuk pake V60.  Oh ya ponakan saya yang masih kecil, saya suruh pesan kopi juga tapi dia tidak mahu, ternyata dia malah memesan mie instan saja. Letak hutan Pinus Jumprit yang berada di lereng Gunung Sindoro membuat udara sangat sejuk di siang hari, dan suasana yang sangat nyaman. Saya memilih tempat duduk yang paling dekat dengan warung kopi, karena saya ingin ngobrol banyak dengan barista yang ada disini.
Tidak lama kemudian kopi pesanan saya datang diantar oleh mas Dwi barista dari warung kopi ini. Saya kira mas Dwi asli orang Jumprit ternyata dia berasal dari Jakarta dan sudah menetap di Temanggung selama 3 tahun. Ketertarikannya dengan kopi membawa dia sampai disini sampai sekrang dan belum pulang selama 3 lebaran. Sedikit bercerita awal mula dia sampai ke Temanggung, awalnya dia menjelajahi kebun kopi di daerah Sukorejo Kendal, disana hampir satu tahun melihat geliat petani dan produksi kopi setempat akan tetapi daerah yang yang sempit untuk menghasilkan kopi berkualitas dinilainya masih kurang, mas Dwi mulai berpindah ke daerah Temanggung. Temanggung begitu menarik menurutnya terkait kopi, berbagai kopi dan banyaknya daerah yang menanam kopi membuatnya bisa langsung membandingkan dan menemukan biji-biji terbaik, seluruh daerah Temanggung yang ada kopinya pernah ia singgahi, mulai dari lereng Gunung Prau sampai lereng Gunung Sumbing. Dia juga salah satu orang yang mengawali berdirinya WLC yaitu sebuah cafe kopi khas Temanggung (ceriata selanjutnta), sampai dia bertemu dengan Pak Irawan yaitu Wakil Bupati Kabupaten Temanggung yang memprakarsai dirombaknya hutan Pinus ini.
Karena bayaknya pengunjung waktu itu saya tidak sempat panjang lebar lagi untuk ngobrol tentang kopi dengan mas Dwi, yasudah saya menikmati setiap sruputan kopi pesanan saya. Saya berpindah ke sebuah bangku yang terbuat dari kayu, mungkin ini adalah bekas tong yang dimanfaatkan menjadi sebuah bangku, cukup nyaman dan asyik untuk ngobrol apalagi suasana yang yangat sejuk dan nyaman dibawah pohon pinus. Teriknya matahari di siang itu pun tak terasa. Saya dan keponakan saya sedikit bercanda saat melihat ada cewek-cowok yang sedang ngopi berdua, tapi dari tadi saya datang kopi mereka sungguh tidak berkurang. saat itu pula ponakan saya aku suruh menggoda mereka “mbak kopine arep di entekke ora??nek ora tak minum aku wae” kata keponakkan ku, tapi dua orang itu hanya tersenyum saja. Mungkin mereka benar-benar mau menikmati tempat ini dengan berlama-lama menghabiskan kopinya. Memang benar tempat ini membuat betah untuk berlama-lama.
Sedikit mengengerjai ponakan saya si Reza saat dia kepedesan setelah menghabisakan mie instan pesanannya. Saya suruh dia minum kopi saya yang memang belum sama sekali saya kasih gula dan saaat itu masih setengah, ketika dia minum sedikit langsung saja dia muntahkan bahkan sampai dia mengeluarkan lidahnya sambil ngomong “opo sih iki om, pahit bgt....” sambil ketawa saya saya kasih dia gula yang td disediakan untuk kopi ini untuk menghilangkan rasa pahitnya, setelah itu dia balas dendam kesaya, kopi yang masih separo itu diam-diam dia tumpahkan dan ngomong “iki om wis entek kopi ne..., wis ra pahit kopine”, wooooooo (gerurutu dalam hati) langsung saja saya kejar dia, ini kopi masih delapan ribu malah dibuang aja. Saya kejar terus keponakan yang dia selalu menghidar dari saya dengan memanfaatkan pohon-pohon pinus, sotak banyak orang yang melihat kelakuan kita. Setelah kena, aku poles kepala dia..ha ha ha.

kopi pesanan Robusta dengan V60
Reza berfoto di gardu pandang yang menjadi spot foto
bangku-bangku yang asyik untuk kita jadikan tempat ngopi dan menikmati suasana Wanawisata Jumprit

Karena kopi saya sudah bahis dengan cara kejam, saya memutuskan untuk mengelilingi lagi tempat ini. Yang sedikit menarik tempat ini sudah ada gardu pandang sebagai spot berfoto. Dan beberapa permainan seperti egrang. Saya sunguh masih penasaran dengan tempat ini, seharusnya masih bisa untuk dikembangkan lagi, sehingga saya bertanya-tanya kembali ke salah satu pengelola. Hal yang paling saya tangkap dari dia adalah mereka ingin mengubah citra dari hutan pinus Jumprit dengan megusung nama Wanawisata Jumprit. Mengubah citra?? Memang citra dari hutan pinus ini dulu hanya dimanfaatkan oleh segelintir oknum menjadi sebuah tempat pacaran bahkan kadang mesum ditempat ini, dan sekarang mereka akan mengubah tempat ini menjadi sebuah tempat wisata yang asyik dan ramah untuk anak-anak bahkan akan ada wisata edukasi kopi juga karena di sebelah barat tempat ini ada kebun kopi yang luas. Mendapat suntikan dana dari bapak Irawan yaitu Wakil Bupati Temanggung dan mengantongi ijin dari pihak perhutani masyarakat sangat antusias untuk ikut mengembangkan tempat ini. Natinya masih akan di sediakan fasilitas-fasilitas pendukung seperti tempat Outbond anak-anak, flaying fox dan juga area panahan.

Warung Kopi baru yang bangunannya bagus dan menarik
pengunjung yang sedang mencoba egrang
Kopi yang ada di Kebun kopi Wanawisata Jumprit
Asyik menikmastu suasana Wanawisata Jumprit
Tempat ini memang pantas menjadi tempat wisata andalan di Temanggung nantinya, yang sebelumnya Jumprit sudah terkenal denga sendang “kolam” air suci bagi agama Budha yang sangat serat dengan budaya dan sejarah dan sekarang akan bertambah menjadi tempat wisata yang ramah dan menyenangkan. Ketertarikan saya dengan tempat ini membuat saya datang berkali-kali walau yang terakhir datang saya hanya menikmati kopi tubruk sendirian saja, tempat ini sungguh menenangkan. Setiap kali saya datang sudah ada hal baru lagi, seperti warung kopi yang dulunya hanya sebuah tenda sekarang menjadi warung dengan bangunan yang menarik sekali. Kalian harus mencoba untuk menikmati kopi yang mantab disini dengan tempat yang nyaman, sejuk dan asyik.

Untuk menuju ke Wanawisata Jumprit dari Kota Temanggung ambil jalan menuju Ngadirejo, setelah sampai di Tugu gosong (hitam) Ngadirejo belok ke kiri arah jumprit atau naik ke Gunung Sindoro, tempat ini buka dari pukul sepuluh pagi sampau pukul enam sore. Bisa juga bagi yang mau campping ditempat ini dengan ijin terlebih dahulu ke pengelola.