Menikmati Sunrise di Sindhumoyo Temanggung

6/20/2016 2 Comments
Sunrise dari Gardu Pandang Sindhumoyo Bakalan Katekan Temanggung

Selain Posong, temanggung juga mempunyai sebuah gardu pandang yang menarik dan bagus yaitu Sindhumoyo, terletak di Pos 1 jalur pendakian gunung Sindoro melalui desa Bakalan, Katekan Kecamatan Ngadirejo Kabupaten Temanggung. Menikmati mata hari terbit dan pemandangan yang bagus adalah salah satu kenikmatan yang luar biasa. Pagi yang cerah dengan semangat mengawali hari yang diiringi sunrise yang mempesona, hari kita dimulai dengan Indah.

jalan menuju Gardu Pandang Sindhumoyo

Di hari pertama puasa Ramadhan ini saya senaja dirumah karena libur awal puasa, setelah sahur dan shalat subuh saya berfikir pagi ini mau apa ya??saat itu juga saya teringet tepat ini yaitu Gardu pandang Sindumoyo yang sebelumnya dikasih tahu oleh temen saya, saat itu juga saya putuskan untuk berangakat kesini sendiri. Barangkat dari rumah Pukul 05.00 WIB menembus udara dinginnya Temanggung saya menelusuri jalan Ngadirejo-Parakan dengan sepeda motor. Setelah sampai di pertigaan Klimbungan saya ambil arah kanan ke arah Medari dan lanjut sampai desa Katekan. Melaluil jalan yang tepat disamping SD Katekan saya mulai menanjaki jalan yang cukup miring dan naik, begitulah jalannya karena ini adalah desa tertinggi di Gunung sindoro dari arah timur. Menyusuri desa sampai tidak ada rumah lagi. Memasuki area persawahan di lereng gunung sindoro membuat saya agak was-was karena saya bener-benar sendiri masih lumayan gelap dan pastinya dingin. Terus saja saya pacu motor saya, sekitar 3 km sampailah saya di ujung jalan ini karena setelahnya sudah memasuki hutan Gunung Sindoro, ini lah Pos 1 jalur pendakian Gunung Sindoro.

tulisan Sindhumoyo di tempat parkir

Di atas area parkir terpampang jelas tulisan “SINDHUMOYO” tetapi tidak ada tepat gardu pandang yang dikabarkan oleh temen saya. Setelah memarkirkan motor, saya foto sebentar diarea itu dan saya melihat ada bendera yang berkibar di arah selatan, apakah itu ya gardupandangnya?karena masih lumayan gelap jadi kurang begitu jelas. Saya beranikan saja menelusuri jalan yang menuju ke bendera yang berkibar itu. Setelah berjalan kira-kira 300 meter saya mulai melihat ternyata benar ini tempat Gardu pandang Sindhumoyo itu.

Gardu Pandang Sindhumoyo
Gazebo/Gubuk yang ada di gardu Pandang Sindhumoyo
Jembatan sasak yang menjorok
pemandangan yang di sajikan gardu Pandang Sindhumoyo

Disini terdapat dua gazeno yang bisa kita nikmati untuk bersantai dan ada juga gazebo bertigkat yang bisa kita nikmati untuk melihat pemandangan yang bagus dan sunrise. Saya dapat foto sunrise yang bagus disini walaupun pagi itu sedikit tertutup awan mataharinya. Saya mencari beberapa spot untuk memfoto sunrise dan bekeliling-keliling tempat ini. Terdapat pula jembatan yang menjorok sehingga kita bisa menikmati pemandangan yang langsung berhadapan dengan kita.

Tempat ini bersih, bagus dan indah pastinya, sudah terdapat beberapa tempat sampah sehingga kebersihanya sudah terjaga.

Peta menuju Sindhumoyo

Pemandangan Menajubkan Air terjun Surodipo

6/20/2016 2 Comments
pemandangan Air Terjun Surodipo

Tidak hanya gunung Sindoro-Sumbing saja yang bagus pemanndangannya di Temanggung tetapi ada beberapa wisata baru yang sekarang sedang berkembang pesat alias ngehits. Udara yang cenderung dingin dengan dataran tingginya, Temanggung mempunyai potensi wisata yang besar. Mulai bermunculan gardu pandang-gardu pandang semisal Posong, Sindumoyo, Alam Sewu serta tak kalah juga wisata minat khusus yang menantang seperti river tubbing di kali Progo. Bermunculan juga beberapa air terjun yang sekarang banyak di kunjungi, salah satunya adalah air terjun Surodipo sebuah tempat yang membuat saya sangat terkesan setelah mengunjunginya. Air terjun yang mempunyai ketinggian sekitar 120 meter ini menyajikan pemandangan yang sangat indah.
Air Terjun Surodipo atau disebut juga Curuk Trocoh terletak di dataran tinggi yang menghubungkan antara temangung dengan Wonosobo/Kejajar, letaknya berada di Desa Tawangsari, Kecamatan Wonoboyo, Kabupaten Temanggung. Cukup lumayan terpencil memang tempat ini tapi mudah kita cari karena jalannya sudah bagus dan terkenal.
Saya kesini bersama dua teman saya sewaktu SMA yaitu Danag dan Ipud, saya mengajak mereka karena saya belum tahu jalan menuju ketempat ini sehingga merekalah yang menjadi guide saya ketempat ini. Berangkat dari rumah saya pukul 09.30 dengan menyusuri jalan Ngadirejo-Muntung dan di pertigaan Muntung kita ambil kekiri arah SMA 1 Candiroto sesampainya kita di pertigaan arah ke Wonoboyo kita ambil kanan, jalan sudah mulai naik turun sehingga motor lumayan mengeluarkan kemampuannya untuk mebawa saya dan teman saya sampai di air terjun Surodipo ini. Apabila kita bingung kita bisa tanya ke warga arah jala ke desa Cemoro, Air terjun itu terletak disisi kanan jalan ke desa Cemoro tersebut.
Gerbang memasuki wisata Air terjun Surodipo
Pemandangan yang ada di pemberhentian pertama
Jalan ke atas yang masih ditumbuhi ilalang

Sesampainya di pintu gerbang masuk ke air terjun kita dikenakan retribusi untuk parkir yaitu Rp. 4000 ,-. Dari gerbang masuk kita masih melanjutkan perjalanan sampai ketempat parkir dengan jalan masih dari batu. Setelah sampai di tempat parkir kita lanjutkan dengan berjalan kaki, kira-kira 800 meter dengan jalan setapak yang kiri-kanannya kebun kopi milik warga dan jalannya naik. Setelah sampai atas atau pemberhentian pertama kita disuguhi pemandangan yang bagus sekali lembah persawahan dan kebun yang luas sejauh mata memandang. Dari tempat ini kita lanjut berjalan lagi untuk sempai ke Air terjun, oh ya ada dua pilihan jalan yaitu kita ingin melihat air terjun dari atas atau melihat dari bawah. Saya memutuskan untuk melihat air terjun dari atas sepertinya, melihat dari atas bisa memandang luas indahnya air terjun ini. Benar saja setelah sapai spot untuk melihat air terjun ini pemandangan begitu menajubkan.
spot melihat indahnya Air terjun Surodipo
menikmati pemandangan indah Air terjun Surodipo

Air terjun Sorodipo terlihat gagah dengan sumber air yang jatuh dari sela-sela bukit yang tinggi dan hijau. Langsung saja saya mengabadikan pemandangan ini dan menikmatinya. Terdapat sebuah pohon yang lumayan rindang di sepot ini sehingga bisa untuk berteduh sambil menikmati pemandangan Air terjun Surodipo ini.

Tempat ini memang belum dikelola secara baik memang, terlihat dari fasilitas-fasilitas yang belum memadai seperti parkiran yang masih seadanya dan belum adanya toilet serta tempat-tempat sampah jadi saya sedikit menemukan beberapa sampah di sekitar sini. Bagi yang ingin kesini tolong ya jaga kebersihan tempat yang Indah ini. Karena tempat ini adalah sebuah aset wisata yang menarik di kota Temanggung.

Kolam Renang Alam Cinta di Kaki Gunung Sindoro

6/19/2016 3 Comments
Kolam Alam berbentuk hati "cinta" di Dusun Liyangan

Setelah melihat-lihat dan menikmati pemandangan di Situs Liyangan kita bisa mampir ke subuah pemandian atau kolam renang yang unik yaitu kolam renang Alam. Kolam renang ini terletak tepat sebelum jalan masuk ke Situs Liyangan, kira-kira 100 meter saja.

pintu masuk ke Kolam Renang Alam "Cinta"
view Kolam Renang Alam "cinta" di dengan Baground G. Sindoro

Kolam ini adalah kolam renang buatan yang dimiliki oleh seorang warga Dusun Liyangan. Terdapat 3 kolam kecil yang salah satunya berbentuk hati dengan mata air yang sangat segar menjurus kedingin karena berada di kaki gunung, kedalaman kolam hanya 0,5-1 meter saja jadi,  asyik sekali untuk bermandian anak-anak kecil. Sayangnya saya tidak membawa baju ganti waktu kesini karena saya hayna berniat untuk sepedaan saja ke situs liyangan sehingga saya hanya merasakan air kolam yang jenih untuk cuci muka.

sumber air yang mengalir berkitu segar dan jernih.
Tempat duduk di penggiran kolam dan pemandangan persawahan di sampingnya yang hijau


Fasilitas kolam ini juga sudah lengkap ada kamar ganti, kamar mandi untuk bilas, tempat duduk ditepi kolam yang terbuat dari bambu jadi terlihat alami  dan ada warung juga apabila kita lapar bisa langsung jajan. Oh ya disini juga bisa sewa motor ATV dengan trek yang tidak begitu sulit tapi berapa harga sewanya saya kurang tahu karena sewaktu kesini belum ada penjaganya. Untuk masuk kekolam ini dikenakan biaya sebesar Rp. 3000,- untuk hari biasa dan Rp. 4000 untuk hari libur. Ajak buah hati beserta keluarga anda untuk menikmati kolam renang ini, pasti buah hati anda akan sangat senang bermain disini

Bersepeda ke Situs Liyanan

6/19/2016 4 Comments
Komplek Situs liyangan

Satu Hari sebelum Puasa saya sempatkan untuk bersepeda di sekitaran daerah saya, yah itung-itung mumpung masih dirumah dan seumur-umur belum  pernah main ketempat ini, padahal tempat ini sudah terkenal sekali. Situs Liyangan terletak di kaki gunung sindoro tepatnya di Desa Liyangan Purbosari kecamatan Ngadirejo dari rumahku ya kira-kira 5 Km dengan jalan yang naik ke arah gunung sindoro.

jalan menuju situs Liyangan
gapura masuk desa Liyangan

Saya berangakat pukul 05.30 WIB melalui desa saya terus melewati kantor Kecamatan Ngadirejo dan ke Jalan Ngadirejo-Jumprit, lumayan berat bersepeda disini selain jalannya naik dan oksigen yang tipis ala pegunungan membuat saya beberapa kali istirahat, maklum sudah lama gak berolahraga di area pegunungan. Sambil melepas lelah saya berhenti di pinggir jalan yang mempunyai view yang bagus terutama view yang bisa melihat indahnya Gunung Sindoro dan kota Ngadirejo dari atas.
Pukul 06.30 sampailah saya di gerbang masuk Desa Liyangan sempat foto-foto sebentar dan melanjutkan ke perjalannan, dengan jalan masih dari batu-batu lumayan memberatkan untuk mengayuh sepeda, bebrapa kali saya menuntun sepeda sampai ke situs Liyangan. Setelah meletakan sepeda dan berfoto-foto di bagian bawah saya bertemu dengan mas-mas yang menjaga situs ini, saya sedikit ngobrol-ngobrol tentang penggalian yang masih mau dilanjutkan tapi terkendala oleh pembebasan tanah.

Area parkir situs liyangan dengan baground G. Sindoro
Candi-candi yang berhasil di temukan
berderet candi yang ditemukan di Situs Liyangan


Situs ini terdapat beberapa bangunan candi yang sudah tidak utuh lagi dan beberapa bebatuan candi yang terpisah. Terdapat pula mirip sebuah pagar dari bebatuan yang mengelilingi komplek candi yang sudah ditemukan, mungkin disni dulunya adalah sebuah komplek candi Hindu yang luas karena benteng ini terpotong di ujungnya yang mengisyaratkan masih ada bangunan ini di sebelahnya. Pemandangan di Situs Liyangan ini juga bagus dengan baground gunung Sindoro yang gagah.

Peta menuju Situs Liyangan

papan penunjuk arah


Melihat Pemandangan Indah Posong Temanggung

6/18/2016 2 Comments
berfoto dengan puzzel Posong

Kota temanggung yang terkenal dengan tembakaunya dan dua gunungnya yaitu Sindoro-Sumbing ternyata menyimpan beberapa potensi wisata yang memukau, salah satunya adalah Wisata Alam Posong. Sebagai anak Temanggung sebenarnya telat banget, saya baru tahu tempat ini ataupun baru kemarin menyambangi tempat ini, ya maklumlah dari semasa SMA samapai sekarang jarang hidup dirumah jadi gak bisa mengexplore kota kelahiranku ini. Kesempatan kemarin pas ada teman-teman saya dari Jogja maka saya ajak untuk berkunjung ke Posong yang sudah terlanjur ngehitz ini.
Posong sebenarnya adalah sebuah gardu pandang yang menyajikan pemandangan luar biasa yaitu sunrise, pemandangan kota temanggung dan gunung Sindoro-Sumbing. Kata temen saya yang kemarin saya ajak kesini, pemandangannya lebih bagus sini dari pada Umbul Sidomukti di Ungaran, aku mah iyain aja tanah kelahiranku sendiri gitu he..he...

gerbang menuju wisata Posong
para petani yang sedang bercocok tanam di wilayah posong

Wisata Alam Posong ini berada di Desa Tlahab Kecamatan Kledung. Rute menuju tempat ini yaitu melalui jalan Parakan-Wonosobo Km. 9 sesampainya Desa Tlahab nanti sudah ada papan petunjuk arah masuk ke wisata Alam Posong. Sebenarnya tempat ini adalah lembah antara dua gunung yaitu Sumbing-Sindoro. Dengan membayar uang retribusi sebesar Rp. 6000,- sudah termasuk dengan parkir kita memasuki wilayah wisata ini, jalan yang masih dari batu dan naik cukup menyulitkan juga, apalagi bagi yang jarang melewati jalan sulit. Pemandangan kanan-kiri adalah pesawahan dan kebun milik warga jadi kita akan disuguhi kegiatan para petani disawah. Sekitar 3 km dari pintu gerbang kita sudah sampai ke tempat wisata ini.

pemandangan Indah dari gardu pandang Posong

berfoto dengan baground gunung Sumbing

bunga dan pemandangan indah Posong


Sayang waktu saya kesini sudah kesinganngan jadi  kabut sudah mulai turun sehingga pemandangan sedikit tertutupi kabut, akan tetapi kita masih bisa melihat pemandangan yang luas dan bagus. Disisi barat membelakangi Gunung Sindoro, disisi selatan terdapat Gunung Sumbing dan disisi timur dan utara terdapat pemandangan sawah dan Kota Temanggung yang indah. Disini juga terdapat sebuah kedai kopi dan gasebo yang bisa digunakan untuk bersantai dan menikmati pemandangan. Terdapat juga flaying Fox apabila ingin mencoba. Oh ya disediakan pula camping ground bagi yang ingin bermalam disini sehingga tidak ketinggalan sunrise dengan biaya Rp. 35.000,- per orang. Wisata baru yang sedang di kembangkan adalah river tubing atau jelajah sungai, ini juga asyik untuk dicoba saat kesini.  

peta menuju Wisata Alam Posong

Menikmati Senja di Tebing Breksi

6/17/2016 2 Comments
Tempat Pertujukan yang dilihat dari atas

Seharian mengeluti pekerjaan, tugas-tugas dan suasana yang memeras seleruh kemampuan jiwa dan raga serta pikiran membuat diri kita kurang bersemangat dan mungkin males-malesan. Maka dari itu di sore hari setelah kita menjalani hari yang berat agar bisa mengembalikan semangat lagi dan me refress lagi pikiran mungkin kita bisa jalan-jalan sejenak. Salah satu tempat ini boleh loh di kunjungi di sore hari, tempat yang tidak jauh dari kota dan juga mempunyai view yang bagus. Apa lagi sore hari setelah kita pulang kerja atau pun pulang kuliah. Tempat ini adalah wisata baru di sleman yaitu Tebing Breksi yang menyajikan sebuah pemandangan senja yang bagus dan suasana sore yang asyik.
Lokasi Tebing Breksi sendiri berada di dusun Groyokan Kelurahan Sambirejo Kecamatan Prambanan, Kabupaten  Sleman, letaknya yaitu sebelum Candi Ijo. Saya kesini di hari kamis satu bulan kemarin bersama teman-teman saya berenam berangkat pukul 16.00 WIB dan sempat mampir untuk isi bensin dulu. Kita melalui jalan Jogja-Solo, sesampainya di pertigan ke prambanan-pinyungan kita ambil jalan itu, sekitar 4 Km ke arah piyungan sampai di petunjuk arah ke candi Ijo dan masuk ke desa-desa dengan jalan yang naik dan ada beberapa jalan yang berlubang. Tak lama kita sampai, setelah membayar parkir sebesar Rp. 2.000,- dan uang pengelolaan seikhlasnya kita masuk ke tempat wisata ini. Sebenarnya Tebing Breksi ini adalah sebuah bekas tempat penggalian Batu Alami dari para penduduk sekitar yang dimanfaatkan sebagai tempat wisata, tempat ini juga belum semua tertata rapi karena masih banyak bekas galian dan pecahan batu yang masih dikerjakan oleh para seniman batu yang di buat untuk tangga dan bentuk-bentuk lainnya.

bangku-bangku penonton di tebing breksi 

Saat masuk kita akan langsung melihat sesuatu yang khas dari tempat ini yaitu sebuah tempat pertujukan yang terdapat bangku-bangku (tempat duduk) yang melingkar dan ditengahnya terdapat tempat pertujukan atau biasanya tempat untuk mendirikan panggung, tempat ini menjadi daya tarik tersendiri banyak yang berfoto-foto di tempat ini. Di samping utara tempat ini masih ada tebing tinggi yang bisa kita naiki dari sebelah timur dengan tangga dari bagian tebing batu yang sudah dibentuk rapi.

aktivitas para penambang batu
Pahatan tokoh pewayangan di dinding tebing

Sebelum menaiki tebing ini saya masih melihat beberapa tukang/seniman batu yang sedang memahat batu untuk di buat sesuatu, sempat pula saya foto, dan setelah itu sebelum menaiki tangga di samping selatannya terdapat tebing yang berukiran tokoh pewayagan, tak luput dari para pemburu foto selfie banyak sekali yang berfoto disini.

tangga menaiki tebing

Seblum menaiki tebing ditangga naik ini juga banyak sekali yang sedang berfoto, tangga ini memang menarik karena terbuat dari bagian tebing yang dibentuk sebagai tangga yang rapi dan halus. Setelah naik ketas kita akan disajikan view yang sungguh menawan yaitu melihat kota yogyakarta dari ketinggian dan yang paling menarik adalah kita bisa melihat lintasan pesawat Bandara Adi Sucipto sehingga kita juga bisa melihat pesawat yang sedang teke off ataupun landing.
sunset dari tebing breksi
sunset dari tempat pertujukan


Disisi selatan kita bisa melihat tempat pertunjukan tadi, ternyata dari atas bagus sekali, apa lagi kalau pas ada pertujukannya pasti akan kelihatan lebih bagus. Setelah puas melihat-lihat pemandangan, matahari mulai turun saatnya kita menyaksikan sunset, syukurlah waktu saya kesini cuaca cukup cerah dan sangat mendukung untuk menikmati sunset. Sambil duduk-diduk dan membidik sunset dan ngobrol-ngobrol asyik kita bisa melihat akhir hari ini yang begitu indah yang membuat kita semangat lagi untuk menyongsong hari esoknya lagi. 

peta menuju Tebing Breksi

Berjalan-jalan di Desa Wisata Batik Kauman Solo

6/11/2016 Add Comment
Patung Orang membatik di salah satu gang di desa wisasata batik kauman solo

Berjalan-jalan di gang-gang yang mempunyai bangunan yang khas dan bersejarah di Solo terdapat kesan yang berbeda. Tepatnya di desa wisata Batik Kauman, Letak desa ini berada di sisi barat Alun-alun Kraton atau belakang Masjid Agung Kraton Solo. Gang-gang yang lumayan sempit yang di apit oleh tembok rumah jaman dulu menjadikan desa ini khas sekali, sekilas memang gang-gang di dewa wisata batik kauman ini mirip seperti desa wisata di Kota Gede Yogyakarta.

salahsatu pintu masuk gang
salah satu gang di desa wisata batik kauman

Di desa ini terdapat banyak sekali pengrajin batik, mulai dari batik tulis, batik cap, dan juga campuran dengan khas batik solo kauman. Berderet-deret Butik dan toko batik yang menyediakan berbagai macam bentuk pakaian, mulai dari hem, kaos, kebaya, dan model-model lainya yang tentunya dari batik.

papan penujuk arah ke berbagai galleri batik
tempat duduk di salah satu sudut gang


Saat saya jalan-jalan ditempat ini bersama teman saya yang memang ingin beli batik, senaja kami masuk ke beberapa toko batik. Beberapa toko kita masuki dan melihat-lihat berbagai jenis batik jadi maupun yang kain, dari yang harga Rp. 35.000 sampai yang satu juta lebih juga ada. Tempat ini cocok sekali buat kalian yang ingin belanja batik dengan berbagai jenis dan berbagai harga, dapet bonus juga jalan-jalan di desa wisata yang bersejarah ini.

Taman Sungai Mudal yang Segar dan Indah

6/10/2016 Add Comment


Potensi wisata yang terdapat di Kulon Progo semakin bertambah, salah satunya adalah Taman Sungai Mudal. Tempat ini merupakan sebuah sungai yang aliranya dari mata air yang sangat jernih dan segar, bahkan kita juga bisa melihat dari mana sumber mata air sungai ini.
Taman sungai mudal ini baru di buka di awal tahun ini, masih baru memang dan sekarang lagi ramai-ramainnya. Saya kesini 2 bulan yang lalu sebanyak dua kali, pertama saya kesini hanya  foto-foto saja karena saya sudah kelelahan bermain air di Air Terjun Kembang Soka. Setelah dari air terjun Kebang Soka saya tertarik untuk mampir kesini dan ternyta tempat ini bagus sekalai. Terdapat beberapa air terjun dan taman buatan yang indah. Kali pertama kesini saya belum banyak main air hanya Cuma lewat dan foto-foto saja. Masih penasaran dengan tempat ini saya mengajak teman-teman saya mengunjungi tempat ini lagi, kali ini memang berniat menghabiskan waktu di tempat ini dengan bermain air.
sungai yang dibendung untuk berenang dan bermain air

Saya kesini memang senaja lewat pintu masuk yang di bawah, karena pemandangan dari bawah itu lebih asyik dari pada dari pintu masuk yang atas. Setelah kita parkir dan membayar retribusi sebesar Rp. 5000 kita berjalan ke aliran Sungai Mudal ini. Pertama kali kita akan melihat sebuah tempat pemandian yang tidak terlalu luas akan tetapi mempunyai air yang sangat jernih dan tentunya segar. Tempat ini memang senaja dibuat, aliran ini senaja dibendung agar bisa untuk berenang. Dengan perpaduan aliran air terjun yang indah dan kolam renang pemandangan pertama dilokasi ini sangatlah menarik.
Setelah dari lokasi berenang kita bisa menelusuri aliran sungai ini keatas, ya karena aliran sungai ini di pernukitan yang memang mempunyai kemiringan yang cukup curam. Terdapat jembatan dari bambu yang membentang menghubungkan bibir sungai, dari sini kita bisa melihat aliran sungai yang terdiri dari bebatuan kapur yang khas.

Air terjun yang indah terdapat di aliran Taman Sungai Mudal

Setelah melewati jembatan bambu dan berjalan lagi kita akan di suguhi penmandangan air terjun yang indah, walaupun air terjun ini tidak tinggi tapi cukup mempesona untuk foto-foto dan bermain air. Air terjun ini ditumbuhi lumut-lumut hijau sehingga menambah keeksotisannya, oh ya disini juga bisa melakukan reppling loh, itu loh yang menuruni air terjun dengan tali.

pemandian khusus anak-anak

Di atas air terjun terdapat pemandian lagi tapi kalau yang ini khusus untuk anak-anak, karena memang kedalam airnya hanya setengah meter, tapi cukup untuk membuat si buah hati puas untuk bermain air. disini juga terdapat jembatan bambu yang bagus menghubungkan dari bibir sungai ke taman.

jembatan yang menuju ke taman
taman yang dengan berbagai bunga dan  terdapat gazebo untuk duduk-duduk
tulisan besar Taman Sungai Mudal

Selanjutnya dibagian paling atas terdapat sebuah taman buatan yang ditanami berbagai bunga dan tumbuhan. Terdapat pula beberapa gazebo untuk duduk-duduk dan bercengkrama serta beristirahat. Disediakan pula flaying fox dengan membayar Rp. 15.000 saja. Di taman ini pula Kita bisa berfoto dengan tulisan Taman Sungai Mudal yang besar.
Di pojokan paling atas kita bisa melihat Gua sumber mata air yang jernih sekali, airnya yang dingin dan segar. Yang pingin bermain air di tempat yang indah, tempat ini patut untuk dikunjungi bersama teman-teman biar seru. Untuk menuju ketempat ini bagi yang dari arah jogja bisa melalui jalan Godean lurus saja sampai menaiki perbukitan menoreh ke arah Jatimulyo, Girimulyo, Kulon progo.


 peta menuju taman sungai mudal