Candi Cetho, Candi Eksotis di Kaki Gunung Lawu

5/27/2016 2 Comments


Setelah dari Air Terjun Jumog yang segar itu saya berlanjut ke tujuan yang selanjutnya yaitu Candi Cetho. Candi ini terletak di desa paling tinggi di Gunung Lawu jaraknya skitar 5 Km dari Air terjun Jumog. Setelah tanya penjaga TPR di Air terjun Jumog kemana arah Candi Cetho saya langsung cuss menuju kesana, ternyata jalan kearah Candi Cetho melewati Kebun teh Kemuning dengan jalan yang naik. Dengan pemandangan kebun teh di sisi kiri dan kanan jalan, perjalanan seperti terasa cepat walaupun jalannya naik sehingga motorpun mengeluarkan seluruh tenaganya untuk bisa membawa saya dan teman saya mencapai tujuan. Jalan sebelum sampai ke Candi Cetho adalah paling berat kemiringannya hampir 45 derajat dan panjang jadi harus hati-hati ya bila kesini.

Gerbang masuk candi Cetho

Setelah memarkir motor, saya langsung ketempat retribusi, hanya dengan Rp. 7000 per orang kita sudah bisa masuk. Sebelum masuk ke area candi kita diwajibkan memakai slendang kotak-kotak hitam-putih dan membayar seiklasnya untuk perawatan slendang biar tetep keren dan wangi kalau dipakai. Setelah saya dipakaikan slendang oleh petugas dan jadi keren lalu saya mulai memasuki area candi. Pintu masuk candi berada di atas dengan anak tangga sekitar 25an anak tangga serta berdiri kokoh sepasang candi berhadapan seperti tugu selamat datang.

area pertama candi Cetho, jalan masih berupa tanah
area kedua yang ditengah-tengahnya ada bebatuan candi

Memasuki area candi baru terlihat ternyata Komplek Candi Cetho ini luas juga terdiri dari area yang bertingkat-tingkat. Area yang pertama terdapat taman dan candi di kanan dan kiri jalan. Area kedua terdapat bebatuan candi di tengah yang di kasih garis pembatas agar tidak ada pengunjung yang melintasi. Mulai tingkat ketiga jalannya sudah tidak tanah lagi tapi sudah bebatuan candi, dengan kanan dan kiri terdapat rumah-rumah berbentuk joglo yang lumayan untuk duduk-duduk melepas lelah. Ditingkat selanjutnya ada beberapa rumah-rumah kecil yang didalamnya terdapat patung-patung arca yang keramat karena disini ada dupa-dupa. Ditinggakat selanjutnya ini yang paling keramat dan tidak semua orang bisa masuk karena area ini adalah tempat peribadahan bagi imat hindu, beruntung saya bisa masuk area sini dan bisa mengabadikan beberapa moment peziarah yang baru saja keluar dari tempat peribadahan.

area paling atas digunakan untuk tempat beribadah


Setelah selesai saya berbalik untuk turun dan ternyata saya tidak  menyadari dari tadi bahwa komplek candi ini terlihat megah dan bagus sekali bila dilihat dari atas. Semua komplek bisa kelihatan dengan garis jalan yang lurus serta bersanding candi-candi. Sebenarnya kalau waktu itu tidak berkabut pemandangan akan bisa lebih luas lagi dan akan menambah eksotisme pemandangan Candi Cetho.
gambar lain : 


Peta menuju ke Candi Cetho

Segarnya Air Terjun Jumog

5/25/2016 2 Comments

Menikmati jernihnya air pegunungan yang sangat segar adalah liburan yang asyik dan bagus untuk suasana tubuh dan hati kita, apalagi bagi yang lama sudah tidak pernah liburan. Menikmati segarnya udara pegunungan, hamparan hijau yang sangat luas dan suasana tenang pegunungan membuat diri kita rileks. Salah satu pegunungan yang asyik untuk kita kunjungi adalah di daerah lereng gunung Lawu, Karangayar. Disini terdapat beberapa destinasi menarik semisal air terjun Grojogan Sewu yang sudah terkenal,  air terjun Jumog, candi cetho dan kebun teh kemuning. Satu kali perjalanan ke daerah ini kita bisa mendapatkan beberpa obyek wisata yang bagus.
Sekitar 2 bulan yang lalu saya mengujungi tempat-tempat ini, tidak semuanya sih hanya ke air terjun Jumog, kebun teh Kemuning dan candi Cetho. Saya bersama teman saya (Cuma berdua ini)  cieh berdua... tumben, berangkat dari Jogja pukul 5.30 WIB melalui jalan Solo-Yogyakarta dan sempat beristirahat di solo untuk sarapan Nasi Liwet khas Solo, setelah selesai sarapan saya melanjutkan perjalanan melalui jalan Solo-Karangayar. Pukul 8.00 WIB sampailah saya di Air Terjun Jumog yang berada di desa Ngargoyoso kec. Karangayar Jawa tengah. Begitu pagi ternyata saya sampai disini, di tempat parkiran hanya baru ada 2 motor, dan warung-warung masih tutup tapi gak papa malah asyik bwt foto sepuasnya karena masih sepi.

Jalan Menuju Air Terjun Jumog
Sungai Aliran Air Terjun Jumog yang Sangat Jernih

Untuk menuju ke Air terjun kita harus berjalan kaki dari tempat parkir kira-kira 500 m dengan jalan yang menurun, tapi tenang jalannya sudah bagus dan asri sekali, dengan anak tangga yang sudah bagus dan tertutupi lumut-lumut hijau yang tipis sehingga menjadikan perjalanan kita tidak terasa. Hanya dengan membayar Rp. 5000 di TPR kita sudah boleh memasuki area wisata ini, mulai berjalan di anak tangga sejumlah 116, loh kok bisa tahu sih jumlahnya??he..he.. saya gak menghitung loh tapi di tempat finish anak tangga sudah ada tulisannya “Selamat anda sudah melewati 116 anak tangga” sambutan yang asyik. Setelah melewati anak tangga kita akan melewati jalan di pinggir sungai yang airnya jernih banget dan bagusnya lagi dipinggir sungai ini juga di manfaatkan menjadi tempat duduk untuk makan dari warung-warung sekitar. Tidak jauh dari situ sudah terdengar suara derasnya air terjun benar saja tidak ada 3 menit saya sudah bisa melihat kerennya Ait terjun Jumog ini.
Air Terjun Jumog dengan Jembatannya yang Khas

Air terjun Jumog ini lumayan tinggi kira-kira 50 meter dengan hiasan disamping-sampingnya terdapat rerumputan hijau yang menambah keindahan dan keasrian air terjun ini. Tapi sayang air terjun ini tidak bisa untuk mandi-mandi di bawahnya karena deras sekali airnya dan juga dibawahnya tidak ada cekungan air, tapi jangan khawatir kita masih bisa bermain air di alirannya. Yang khas dari air terjun ini adalah adanya jembatan yang menghubungkan kedua sisi sungai yang letaknya pas sekali untuk menikmati air terjun. Saya dan teman saya pun sepuasnya bisa berfoto-foto disini.
Air Terjun Jumog Dilhat dari Sisi Kiri


Selain dari jembatan ini kita juga bisa melihat air terjun dari sisi kiri, disitu sudah ada tempat yang disediakan, terlihat begitu dekat dan kita juga bisa merasakan deburan air yang jatuh sehingga terasa sekali kesegarannya, kita bisa sejenak menikmati pemandanga indah ini dan melihat kebesaran Tuhan yang menciptakan tempat-tempat indah seperti ini.
foto-foto lain :









The Power of kaum bersarung ( Santri )

5/18/2016 1 Comment



Sebutan santri dalam kalangan orang yang berlatar belakang dari non pesantren atau seseorang yang belum tahu tentang pesantren maka mereka akan meanggap bahwa santri itu katrok atau deso atau yang sebangsa lah, orang yang tidak tahu jaman dan orang yang gaptek. Tapi semua itu menurutku mereka,  salah ? menganggap rendah pada kaum bersarung alias santri itu.
Sekarang aku temukan orang-orang yang sukses dan menjadi orang ternama juga menjadi orang yang mempunyai kedudukan, mereka bersal dari pondok pesantren. Sebenarnya banyak pandangan bahwa seorang santri itu luar biasa dari segi apapun. Dari segi fisik mereka sangat kuat, banyak santri yang puasa tapi tetap bugar. Dari segi psikologi para santri ini mempunyai mental yang kuat optimis dan lebih tahan terhadap cobaan yang  menimpa. Dari segi pikiran, mereka lebih kuat dari orang biasa alias yang tidak mondok, lihat saja mereka harus menghafal pelajaran dari yang gampang ampe yang sulit ada juga yang hafal Al Quran apalagi mereka yang sambil kuliah atau sekolah mereka harus memikirkan dua hal yang sangat di banggakan dalam hidup yaitu ilmu baik dari pesantren maupun dari sekolah formal yaitu ilmu dunia dan ilmu yang membawa kita menuju surga.
Baru baru ini aku juga melihat santri yang bisa menjadikan inspirasi hidup saya. Sekarang dia hidup dengan hasil kuliah dan seninya yang didasari oleh ilmu yang dia dapat dari pesantren. Dia pandai acting, nulis dan ciptain lagu,  keren banget sih!!!!
Ternyata kaum bersarung sekarang tidak hanya jadi kiayai deso,  takmir masjid di desa tapi sekarang santri bisa jadi seorang yang lebih dari pada orang biasa (non santri ) dan hidup yang dinamakan selamat dunia dan akhirat.
Kaum besrsarung itukan sebutan tuk santri kalau tuk santriwati apa ya...........?kalau menurut aku lebih condong  menyebut cewek surga, mengapa ya?mungkin santriwati itu lebih dari cewek biasa, mereka sanggup untuk melakukan kewajiban sebagai wanita, seperti menutupi aurotnya dengan seutuhnya. Dan ada nilai plus lagi bagi santriwati yaitu meningkatkan satu peringkat diatas perempuan biasa  apa bila mereka menjadi pilihan untuk menjadi seorang istri.  Jelas seorang laki-laki yang tau agama akan memilih seorang istri yang tau agama lebih-lebih tahu tetang kewajiban seorang istri.
Tidak hanya dalam hal sebagai pilihan santriwati-pun akan dapat memilih sesosok orang yang pantas jadi pemimpin rumah tangganya kelak dengan ilmu yang di dapatkan dari pesantren. Masih malukah kamu jadi seorang santri??banggalah jadi Kaum bersarung.