Ini loh Sate Pak Pong yang Terkenal Itu

4/28/2016 1 Comment


Daerah Jogja terutama didaerah Jejeran terkenal sekali dengan kuliner satenya, di daerah ini banyak sekali warung sate terutama sate klatak. Dulu pernah sih merasakan sate klatak, menurutku sih biasa ya karena saya lebih suka sate biasa. Sate klatak adalah sate kambing yang tusuknya menggunakan jeruji besi dan tidak di bumbui kayaknya jadi menurut saya biasa sih beda dengan sate biasayang kebanyakan manis. Untuk kali ini saya mumpung melewati daerah Jejeran berkiinginan untuyk merasakan sate dan saya tanya-tanya dan berselancar di internet yang paling banyak disarankan yaitu sate pak pong.

Sate Pak Pong ini tempatnya didaerah jejeran kalu lewat jalan imogiri timur setelah sampai lampu merah perempatan kalau kekanan ke arah setadion Sultan Agung Pacar Bantul ambillah jalan itu, tidak jauh dari perempatan itu kira-kira 2 km nanti kanan dan kiri jalan akan ada tempat makan sate yang besar, itu dia rumahmakan sate Pak Pong. Rumah makan Sate pak Pong  yang menyediakan berbagai olahan masakan daging kambing terutama sate ada sate klatak, sate biasa, tengkleng, tongseng dan nasi gereng kambing. Baru pertama kali saya datang kesini, lumayan agak tajub sih yang biasanya kalau warung sate itu ya Cuma sederhana kecil gitu, kalau ini dah berkelas lestoran sepertinya, dimana pengujungnya banyak dan tempatnya yang besar. Ya panteslah kalau warung sate ini terkenal jadi bingung mau menyebut warung sate atau rumah makan atau lestoran ya?? He.he.

Kali ini saya memesan sate biasa, ya seperti yang saya katakan tadi saya lebih suka dengan sate biasa karena manis sih, saya memesan sate biasa dengan nasi dan es jeruk. Tidak lama pesananpun datang dan saya coba memang lumayan sih rasanya tapi juga tidak jauh beda dengan yang lain yang pernah saya cobain, akantetapi kurang tahu kalau menu yang lain mungkin bisa lebih istimewa, ya habis lah sate yang saya pesan, lapar juga pas datang kesitu. Untuk harga dengan menu yang saya pesan tadi saya cukup membayar Rp. 25.000,-. Coba saya besok kesini dengan menu yang berbeda biar tahu inilah sate Pak Pong yang terkenal itu.

Saat Aku Tak Sehebat Dia

4/27/2016 Add Comment


Pernahkah kamu melihat seseorang disekitarmu lebih hebat darimu??pasti banyak kan ya?? dan itu terkadang membuatmu menjadi kurang Percaya diri bila berhadapan dengan orang tersebut, apalagi kalau orang itu adalah sainganmu, baik saingan dalam pekerjaan ataupun dalam percintaan. Kita sangatlah mudah menilai orang lain apakah baik atau buruk, apabila orang lain terlihat lebih baik dari kita, pasti kita akan merasa tidak pantas untuk bersaing dengan dia, kadang kita menyerah begitu saja dan merelakan apa yang kita kejar didapat oleh orang lain yang menurut kita lebih hebat dari dirikita. Dan dengan segala kelapangan dada mengucapkan “dia lebih baik dariku, dan itu pantas dimilikinya”.
Pada hakekatnya manusia memang diciptakan dengan beragam kemampuan dan keunikan yang dimiliki masing-masing. Jadi pasti semua orang memiliki kehebatan-kehebatan tersendiri dalam bidangnya, kita hanya perlu mengetahui dimana letak kehebatan kita dan selanjutnya kita kembangkan sesuai dengan kesenangan hati kita masing-masing. Seperti contoh pada sebuah film India dengan Judul Taare Zameen Par dimana di film itu dikisahkan seorang anak yang mempunyai keterbelakangan mental akan tetapi anak tersebut sangat pandai melukis dan memadukan warna yang tidak disadari oleh orang tuanya bahwa ini adalah kehebatan anak tersebut. Pada film ini juga dikatakan bahwa Setiap orang itu adalah bintang yang bersinar dengan cahaya masing-masing yang artinya bahwa orang mempunyai kehebatan tersendiri dan akan terlihat bagus dengan dirinya sendiri.
Sekarang bagaimanakah cara melihat kehebatan diri kita sendiri agar kita bisa mengembangkannya?? Hal yang satu ini memang gampang-gampang susah apalagi bagi orang yang sudah kurang percaya diri dengan kemampuannya karena telah melihat kehebatan dari orang lain disekitarnya yang menjadi saingannya. Kita sangatlah perlu sekali mengetahui siapakah kita sebenarnya. Hal ini bisa kita lakukan dengan cara berintropeksi diri, kita harus sadari siapakah diri kita. Susah memang untuk menyadari siapakah kita itu. Seperti dalam film Kungfu Panda 3 yang mana sifu menceritakan kepada Po bahwa Master Oguway harus bertapa selama 1000 tahun hanya untuk menjawab pertanyaan “who am I?” (siapakah diriku?), apakah kita harus meniru master Oguway? Atau kita harus meniru Po yang mana dia bisa menjawab pertanyaan “Who am I?” dengan kisah yang menyakitkan terlebih dahulu? Ya tapi itu hanyalah film animasi yang mungkin kita bisa ambil hikmahnya bahwa sulit memang untuk bisa tahu diri ini siapa atau hebatnya kita itu apa?? Tapi setelah kita tahu diri kita siapa  dan kehebatannya itu apa mereka bisa mengusai semua jurus-jurus dunia persilatan dan bisa menaklukan musuh-musuhnya yang tadinya lebih hebat darinya. Megetahui diri kita sendiri juga bisa dengan bertanya kepada orang lain atau kita juga bisa berkonsultasi pada teman kita karena orang lain kadang lebih tahu dengan potensi yang dimiliki oleh kita.
Tidak hanya kelebihan saja yang kita ketahui, kekurangan kita juga wajib untuk diketahui dan kita terima dengan lapang dada. Secara tidak langsung kalau kita sudah menyadari atas kelebihan dan kekurangan kita, kita akan senantiasa menjadi diri kita sendiri dan tidak akan terpengaruh oleh kehebatan orang lain. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan kekurangan kita, percayalah Tuhan menciptakan setiap orang itu unik dengan kekurangan dan kelebihan yang dimiliki. Maka dari itu kita juga butuh orang lain untuk melengkapi kita.
Setelah kalian tahu bahwa kehebatan kamu dimana maka mulailah untuk berubah, ya berubah dari yang biasa saja menjadi yang hebat dengan kemampuanmu. Selalu mengasah potensi diri kita dan lebih percaya diri dengan potensi kita. Janganlah takut berbeda dengan orang disekitarmu karena orang lain juga nantinya akan melihat kamu sebagai sosok yang hebat pula. Selalu mencoba menemukan kehebatanmu dan jangan pernah takut gagal, kalau kamu tidak berani merubah diri kamu tidak akan pernah menjadi hebat. Karena apabila kamu terus begitu (tidak percaya diri) kamu tidak akan pernah bisa melangkah lebih jauh. Mungkin terakhir ada sebuah ayat yang bisa menjadikan kamu menjadi lebih yakin dengan  kehebatanmu yaitu :

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (Ali Imran: 139)

Pagi Asyik di Gunung Bantal

4/26/2016 Add Comment


Sudah lama sekali ini saya gak campping, terakhir ya pas saya naik gunung Merbabu tahun kemarin, sangat kangen sih dengan indahnya malam di alam bebas, udara dingin yang menyuntuh kehangatan keakraban cerita malam bersama teman-teman, pagi yang mempesona dengan sinar kemerahan matahari menerpa embun pagi yang membasahi dedaunan. Sungguh asyik sekali.
Camp kali ini tidak terlalu terencana sebenarnya berawal dari saya ngobrol santai sama teman saya sebelum main bola namanya Ayob, saat itu dia ada rencana ikut campping bersama anak-anak kampungnya di Gunung Bantal sebelah gunung Api Burba atau tepatnya di atas Embung ngelangeran, sifatnya open trip sih camp ini dan pesertanya ternyata lumayan banyak ada sekitar 15 orang. Aku daftar saja tapi ternyata pesertanya sudah pas karena dihitung dari isi tendanya, tapi saat itu aku berinisiatif untuk bawa tenda dan peralatan sendiri saja dan asyiknya diperbolehkan.
Sabtu sore saya janjian bersama Ayob dan temannya bertemu di depan Alfam*rt jalan Wonosari untuk meeting point pemberangkatan kita, tepat pukul 16.30 WIB kami berangakat menuju lokasi, melewati jalan Wonosari-Bukit bintang–Perempatan Pathuk ambilkanan-pertigaan ke arah Gunung Api purba kita masih Lurus sekitar 300 m kita masuk jalan kampung. Perjalan hanya memakan waktu 30 menit tapi saya dan Ayob harus nunggu jemputan dulu di sebuah angkringan karena lokasinya tempat camp saya kurang tahu, setelah menunggu 30 menitan akhirnya jemputan itu datang dan kita mulai perjalannan lagi, kita melewati desa-desa di pinggiran gunung itu dan jalan-jalan yang lumayan naik dan ternyata basecamp untuk camp di Gunung Bantal ini adalah Kampung Pitu. Kampung Pitu ini sangat terkenal dengan keunikannya yaitu dimana kampung ini hanya terdiri dari tujuh Kepala Keluarga saja setiap tahunnya tidak lebih dan tidak kurang dan itu sudah berlangsung dari jaman dulu.
Setibanya di tempat penitipan sepeda motor waktu sudah menujukan waktu Mahrib, sebelum naik ke Gunung Bantal saya dan temen-temen saya shalat Mahrib dulu. Setelah semua siap kita mulai untuk jalan kaki menuju puncak Gunung Bantal. Gunung Bantal ini tidak tinggi kok hanya butuh waktu 20-30 menit berjalan kaki untuk sampai di puncak. Tidak perlu takut kecapekkan kalau naik Gunung Bantal ini.
Setelah sampai puncak ternyata sudah banyak tenda yang berdiri dan juga sudah banyak temen-temen yang sedang asyik ngobrol dan nyanyi-nyanyi. Tapi saya belum mendirikan tenda ini, saya secepat mungkin mendirikan tenda dan gak lama semua persiapan tidur dan masak dah siap untuk digunakan, dan tibalah saatnya untuk asyik gabung bareng temen yang lain.

pemandangan pagi hari di Gunung Bantal

Malam itu kita kumpul bersama dengan semua peserta dan saling berkenalan ternyata banyak anak-anak yang kuliah di UMY ada yang dari Kepri 3 anak, ada yang dari weleri dan masih banyak lagi gak usah saya sebbutkan satu-satu ya maslahnya lupa yang jelas mbak-mbaknya cantik-cantik dan mas-masnya ganteng-ganteng he..he. tapi malam itu saya bertemu dengan mas Weswi dia berasal dari Temanggung sama dengan saya, dia seorang Grafic desainer dan Juga Photographer treveller, wah ini dunianya hapir mirip saya jadi, kita ngobrol panjang lebar sampai gak kerasa sudah pagi saja. Jam 3 aku sempatkan untuk tidul sebenatar agar keesokan harinya bisa menikmati Paginya Gunung Bantal.
Jam 05.00 WIB saya bangun pas sekali dengan alaram HP saya, dan saya tayamum dulu untuk shalat Subuh tp pas keluar tenda terasa dingi sekali dan basah, ternnyata pagi itu kabut begitu tebal. Setelah selesai shalat saya langsung mencari spot untuk menikmati indahnya pemandangan. Sangat menakjubkan pemandangan pagi itu dimana aliran kabut yang membelah sela-sela pegunungan Gunung Api Purba bergerak begiti indahnya, hamparan kabut pun menutupi pemandangan kota Jogja dibawah sana, tapi ini pemandangan yang luar biasa kita seperti diatas awan. Bagus sekali pagi ini.

Tak berselang lama ternyata ada beberapa orang datang dan saya tanya mereka adalah komonitas instanusantara kumpulan fotografer gitu, semakin ramai pagi itu dengan bererapa fotografer tapi saya hanya bisa melamun melihat mereka asyik membidik keindahan pagi itu, hikz saya gak bawa kamera dan tidak bisa banyak mengabadikan keindahan ini, untung ada mas weswi yang mau mengabadikan momen ini jadi saya lumayan dapet foto kece. Tereimakasih untuk fotonya, bagus Pingin kesini lagi rasanya dan semoga bisa mengabadikan keindahan pagi hari Gunung Bantal yang keren abis ini.


Ingkungan di Desa Wisata Emas

4/23/2016 Add Comment
foto diambil dari nasirullahsitam.com


Merasakan suana desa sambil menikmati makan siang di gubuk tengah sawah dan berbincang ria melepas rasa kangen ngobrol dengan teman sangatlah nikmat sekali. Inilah yang saya dan temen-teman saya lakukan beberapa bulan yang lalu. Dimana kita memilih menikmati susana di Desa Wisata Emas Desa Putat kecamatan Pathuk kabupaten Gunungkidul.
Teman-teman saya pingin main bareng yang tidak jauh dan bisa sambil makan-makan, sayapun mengusulkan desa emas sebahagai tujuannya. Saya mengetahui tempat ini sebenarnya gak sengaja, sewaktu saya jalan-jalan mencari air terjun di daerah pathuk ternyata saya melihat daerah ini, yang mana banyak gubuk ditengah sawah dengan padinya sudah menguning dan sedang rame orang-orang pada makan, setelah saya tanya-tanya kewarga setempat, disini bisa pesan ingkung (ayam utuh dimasak) dan dimakan di gubuk tengah sawah itu.
Sebelum ke tempat ini bersama temen-temen saya yang banyak, saya kesini untuk surve dan pesan makanan seminggu sebelumnya,  bersama Rullah  kita memesan ikung yang besar yang cukup untuk 7 orang dengan harga Rp. 200.000., dengan harga segitu ternyata kita sudah dapet semuanya baik ikung (ayam kampung), nasi gurih, wedang sere, es teh, kudapan.

suasana gubuk yang kita tempati

Tibalah dihari eksekusi ingkung, ternyata kita gak hanya ber tujuh ternyata kita ber 10 dimana  2 temen saya nina juga mau ikut, hampir was-was juga apakah nanti bakal cukup gak ya ingkungnya untuk bersepuluh. Sesampainya di sana kita langsung memilih tempat atau gubuk yang akan kita jadikan tempat makan, karena kita banyak orang kita memilih yang gubuk yang besar. Kitapun tidak lama menunggu karena semua pesanan kita sudah matang, sambil menikmati angin yang sepoi-sepoi pesanan kita berdatangan dengan diantar oleh ibu-ibu warga setempat, dan ternyata yang mengelola ini adalah karang taruna desa setempat.

bercengkrama dan menikmati hidangan (foto diambil dari ardiankusuma.com)

Dengan melihat besarnya ayam yang ada kita lumaya tertegun ternyata ayamnya besar dan terlihat sangat menggoda. Setelah semua pesanan datang mulailah kita menyatap. Dengan piring yang terbuat dari janur hijau yang dianyam dan diatasnya dikasih daun pisang menambah susana alami pedesaan sangat terasa, bahkan menurut saya makanan yang piringnya menggunakan daun pisang itu enaknya nambah 30% paling gak. Semua teman saya sudah mengambil dan ternyata nasi sama ayam masih sisa juga, wah pokoknya kenyang sekali dan sangat lahap menikmatinya, rasa ingkungnyapun enak, bumbunya meresap sampai daging dalemnya, enak bgt lah pokoknya

Setelah itu kita juga disuguhi wedang sere, ini kali kedua saya minum wedang sere sebelumnya sanya minum  minuman ini di desa edukasi watu lumbung, enak sekali pokoknya. Kalian harus nyobain suasana ini, semoga ini bisa menjadi referensi berlibur bersama keluarga atau temen-teman ya.

menikmati wedang sere (foto diambil dari ardiankusuma.com)

Maaf yang Tak Kunjung Berbalas

4/22/2016 4 Comments


Bebrapa hari yang lalu saya secara tidak senaja melakukan sebuah kesalahan dan perbuatan saya itu sangat menyakiti seseorang, memang rasa salah itu tidak mengenakan hati, membuat  diri kita tidak tenang dan kadang enggan untuk bertemu dengan oranglain lagi, tepai saya beranikan diri untuk meminta maaf dan mengakui semua kesalahan saya, akan tetapi meminta maaf itu memang tidak mudah, kita harus sabar karena orang yang kita mintai maaf tidak sertamerta langsung bisa memberikan maaf. Dalam satu hari satu malam saya menunggu maafku ini berbalas. Dengan gelisah dengan risau selalu kunanti jawaban maaf ini darinya. Bingung harus dengan apa saya harus meminta maaf; sms, chat yang kukirim tidak berbalas apa lagi dengan telpon dah pasti tidak diangkat. Waktu seperti ini ada yang memutar lagunya Adele “Hello” yang liriknya
“Hello From the other side
I Must Have called a tahusand time
To tell you I’m Sorry for everything that I’ve done
But when I Call you never seen to be home”

Tambah gaualu deh saya, ternyata sebuah kesalahan membuat hati ini tidak tenang dan saya harus menyadari sebuah kesalahan yang bisa menyakiti orang lain itu memang harus jadi  cerita yang panjang.
Semua orang pasti pernah berbuat salah, melakukan sebuah kesalahan yang bisa melukai hati orang lain. Seperti itulah kodrat manusia tempat salah dan pasti akan ada salah yang dilakukan. Tapi apakah cukup dengan menyadari bahwa orang itu tempat salah maka kita tidak perlu berhati-hati bertindak, bertutur kata ataupun bergaul dengan orang lain?tidak kan. Kita juga harus bisa juga membatasi diri kita dengan sebuah pengertian bahwa hal-hal yang kita lakukan atau yang kita ucapkan ini tidak menyakiti orang lain, sebuah kesalahan bertidak yang berujung kebencian orang lain terhadap kita. Mungkin ada juga yang berfikir ini kan terserah aku, saya juga yang melakukan atau saya juga yang mengucapkan kalau ada orang lain sakit hati ya orang itu yang seharusnya mengerti bahwa saya seperti ini, ya gak harus seperti itu juga, lebih baik kita lebih berhati-hati karena menyakiti sesorang itu bisa saja orang itu mendoakan yang jelek-jelek pada kita, apa lagi kepada orang-orang yang teraniaya bisa makbul kan do’anya, tp yang paling penting adalah hati kita menjadi tidak tenang, memang kita harus berhati-hati dalam bertindak dan bertuturkata.
Kembali lagi kepada kodrat manusia yang memang tempat salah, sebenarnya Allah menciptakan manusia seperti itu agar kita selalu belajar dari kesalahan-kesalan agar kita selalu bijaksana dalam melakukan tidakan ataupu bertutur kata. Dan jangan juga dengan hal ini manusia menjadi takut untuk melakukan sesuatu. Dengan sebuah pengertian dan proses perbaikan diri maka kita juga termasuk berhati-hati untuk melakukan kesalahan, baik belajar dari kesalahan orang lain ataupun mengerti orang lain tidak senang dengan hal-hal yang berhubungan dengan kita.
Terus bagaimana kalau kita sudah terlanjur melakukan salah bahkan sampai menyakiti orang lain??. Ya kadang memang suatu saat kita tidak sadar bahwa apa yang dilakukan atau yang diucapkan terkadang menyakiti hati orang lain. Pertama kali yang harus kamu lakukan adalah Intropeksi diri dengan mencari kelemahan kita disisi mana kita sering menlakukan salah dan menyakiti orang lain. Setelah itu kita meminta maaf kepada orang yang kita sakiti atau yang merasa tersakiti dengan tindakan kita, walaupun dalil meminta maaf kesesama orang itu belum saya temukan tapi hal ini sangat penting karena akan menjaga hubungan kita sesama manusia dan juga mengharapkan ridho Allah untuk mengampuni kesalahan kita. Dan yang ketiga adalah kita harus belajar dengan kesalahan yang kita lakukan, kita siasati, kita rubah, kita ganti dengan perlakuan atau ucapan yang lebih baik dan tidak mengulangi kesalahan yang dilakukan sebelumnya.
Sekarang bagaimana kalau kita sebagai orang yang tersakiti atau terdholimi dengan kelakuan atau ucapan orang lain?apakah kita harus membalasnya atau kita harus membiarkannya ataupun kita memaafkannya?. Menurut saya tidakan yang paling baik adalah memaafkannya, ya walaupun memaafkan itu kadang berat bahkan sulit untuk kita lakukan, sudah terlanjur hati kita sakit kan tapi, kita harus mengerti bahwa dengan memaafkan itu membuat diri kita lebih tenang, seperti penggalan kata di Novel Sunset Bersama Rosie karangan Tere Liye :
“Mengerti bahwa memaafkan itu proses yang menyakitkan. Mengerti, walau menyakitkan itu harus dilalui agar langkah kita menjadi jauh lebih ringan. Ketahuilah, memaafkan orang lain sebenarnya jauh lebih mudah dibandingkan memaafkan diri sendiri.”

Dalam proses berfikir untuk memaafkan memang menyakitkan disitu kita akan mengingat lagi kesalan orang lain terhadap kita yang jelas akan membangkitkan rasa sakit hati kita lagi tapi itu memang sebuah proses dimana kita harus menata hati kita agar hati kita bisa tenang, langkah kita ringan dan dalam hidup sebagai makhluk sosial kita nyaman. Sebenarnya dari proses memaafkan orang lain yang kita tuju adalah untuk kebaikan dirikita sendiri bukan semata-mata memberikan keleluasan orang lain untuk dimaafkan begitu saja tapi diri kita akan menjadi lebih tenang selalu belajar selalu menjadi contoh agar besok orang lain lebih berhati hati juga. Seperti penggalan kata di Novel Rindu karangan Tere Liye :
“Saat kita memutuskan untuk memaafkan orang lain, bukan semata2 karena orang tersebut layak untuk dimaafkan. Melainkan kita selalu layak untuk memiliki kedamaian/ketenangan di dalam hati. Memaafkan itu dekat sekali dengan damai.”

Semoga kita selalu berhati-hati dalam bertidak dan bertuturkata agar tidak mudah menyakiti orang lain, dan semoga kita juga dijadikan sebagai orang yang selalu di luaskan hati kita untuk memberikan maaf kepada sesama. Amin...


Main Ke Luweng Sampang, Tersesat Berakhir Ketawa

4/21/2016 Add Comment


Perjalanan ini kalau diinget-inget lumayan menjadikan gelak tawa tapi terbayar dengan bagusnya pemandangan di Luweng Sampang.
Luweng sampang adalah sebuah air terjun dengan tinggi 4-5 meter saja tetapi sampingnya di apit oleh bebatuan besar dengan ornamen mirip sekali dengan Green Coyoun yang terkenal itu, bedanya kalau di Luweng Sampang hanya ada satu bagian kecil ini saja tapi menarik untuk kita nikmati dan asyik juga untuk bermain air.
Luweg Sampang ini berada di desa Sammpang Kec. Gedangsari Kab. Gunungkidul, disebut degan Luweng sampang mungkin karena bentuk dari tempat ini yang kaya luweng (lubang berputar) dan terdapat didesa sampang. Untuk menuju kesini bisa dengang dua jalur yaitu bisa melalui Gunungkidul atau melalui Klaten, paling mudah itu melalui Klaten arah Bayat yang menuju ke Gedangsari. Dulu saat saya menuju kesini karena belum tahu jalannya saya hanya mengikuti JPS saja eh malah banyak tersesat dan blasuknya, saya juga kaya hampir tidak percaya ini mau sampai apa tidak.
Dari jogja saya melewati jalan jogja-klaten setelah lampu merah kedua dari canci prambanan saya belok kekanan dan terus mengikuti jalan akan tetapi saya dibawa oleh JPS melewati jalan-jalan kecil melalui tepian-tepian sawah dan sungai, yang menurut saya ini adalah jalan kesawah. Karena sudah terlanjur tersesat, saya terus saja sekalian ikuti dan setelah melewati jalanan sawah dan pinggir sungai sehingga sampailah ke jalan beraspal yang bagus lagi. Setelah mengikuti jalan kayaknya kok semakin nyasar dan sialnya lagi sinyal dah tidak ada dan JPS berhenti bergerak. Saya berinisiatif untuk bertanya ke warga (jurus paling ampuh saat tersesat). Dan diberitahu ada dua jalan, yang pertama dengan jalan bagus yang megitari bukit jelas akan lumayan lama dan yang kedua yaitu membelah bukit, kita menuju melewati desa sampang. Pilihan saya jatuhkan ke pilihan kedua kita ambil jalan yang membelah bukit yang menurut perkiraan saya ini pasti akan lebih cepat. Setelah masuk gang untuk mebelah bukit ternyata jalannya masih batu-batu dan naik, ya sudah dinikmati saja, ternyata di atas bukit itu ada desa dan ada sebuah gua juga tp agak serem sih, jadi saya tidak mampir-mapir. Tak lama kita di hadpakan denga jalan yang semakin sempit dan naik-turun serta kanan-kiri hutan semakin gak karuan pokoknya dan untung ada orang yang sedang mencari rumput dan saya bertanya kebapak tersebut “pak luweng sampang niku lewat pundi nggeh??” malah bapaknya bertanya kesaya “mau apa mas kelueng sampang??” kayaknya Luweng sampang ini aneh dan biasa saja menurut orang sekitar sini, saya hanya menjawab “bade dolan mawon pak” setelah itu bapaknya menujukan arah ke sana, dan tak lama sampai lah ke luweng sampang itu.

naik ditas bebatuan luweng sampang


Pertama kali melihat dari atas sebelum melihat air terjunnya memang keliatan biasa saja sih karena itu memang hanya sungai biasa. Seperti sia-sia perjalanan yang tersesat tadi, yah karena sudah terlanjur sampai ya kita nikmati saja sehingga kita turun kesungai itu. Ternyata setelah turun pemandangannya berubah menjadi sangat menarik, air terjun yang diapit dua bebatuan itu terlihat sangat bagus dan asyik untuk kita datangi dan bermain air di bawahnya, foto-foto disitu dan jadikan momenmu menjadi asyik. Disitu saya naik keatas batu besar itu dan sambil mengingat-ingat perjalanan menuju kesini tadi bikin ketawa saja. Yah mari ketawalah dengan segala kejadian tadi yang akan membuatmu tambah asyik menikmati keindahan Luweng sampang kata hati saya.

aliran sungai luweng sampang

Pantai Jungwok di Tengah Pekan

4/19/2016 2 Comments

Jarang-jarang kan menikmati pantai di waktu tengah pekan, kalau kalian yang pernah merasakannya pasti kangen banget deh, karena di tengah pekan pergi kepantai, pantai yang kita kunjungi seakan milik kita sendiri, hanya ada pasir putih dan deburan ombak yang mempesona.
Hampir setahun yang lalu suasana itu yang saya rasakan di hari rabu tepatnya saya bolos dri kerja saya untuk menyusuri pantai-pantai yang berada di Gunungkidul. Jam 07.00 WIB saya berangkat ke rumah teman saya yaitu mas Oki di Kota Gede, eh ternyata orangnya baru bangun tidur sesampainya aku disana jadi, waktu berangkat kita molor sampai jam 8.15 WIB baru berangkat. Kita berangkat tidak melalui jalan Jogja-Wonosari akan tetapi kita melalui Imogiri arah kebun Buah Mangunan-Dlingo-Playen disini yang jelas jalannya lebih sejuk, lebih indah karena kanan-kiri jalan masih banyak hutan yang lebat tetapi ya jalannya naik-turun lumayan curam juga tanjakannya. Sesampai playen kita melalui kota wonosari karena kitapingn sarapan Tiwul Gatot yang berbagai rasa.
Setelah sarapan selesai kita lanjut perjalanan menuju kepantai yang pertama kita kunjungi adalah pantai Jungwok, pantai ini tergolong pantai yang masih baru dan belum banyak yang kesini. Pantai Jungwok terletak di sebelah timur pantai wediombo  desa Jepitu Kec. Girisubo Gunungkidul. Dari sebelum pintu masuk Wediombo yang jalanannya menurun kita ambil arah ke kiri ke jalan yang tidak beraspal. Memang jalan menuju pantai ini masih belum beraspal hanya tanah, kalau kesini pas musim hujan siap-siap aja untuk berlumpur-lumpuran motor atau mobil kamu, saat saya kesini jalannya masih banyak lumpur dibeberapa bagian jalan, kita juga hampir saja terperosok. Setelah hampir sampai pantai sudah bisa kelihatan dari jalan yang kita lewati, nah pas waktu melihat pertama pantai ini saya dan mas Oki takjub dengan keindahannya akan tetapi ketajupan ini membuat celaka kita berdua dimana kita menjdadi tidak berkonsetrasi dalam bermotor, ban depan motor kita masuk ke lubang dan jatuhlah kita, karena tidak ada orang sama sekali kita berusaha untuk bangun karena tubuh kita tertimpa motor lumayan berat juga.

pasir putih pantai jungwok yang panjang dan indah

Setelah itu kita memasuki kawasan pantai dan ternyata di pantai tidak ada orang sama sekali, hanya ada beberapa petani yang sedang berladang di persawahan sebelum pantai. Keindahan pantai Jungwok ini kita nikmati hanya berdua mesra banget kita berdua ya.

Pantai ini bagus sekalai menurt saya dengan pasir putih yang  panjang dan air laut yang jernih, kita bisa bermain-main sepuanya, di sisi barat  pantai ini ada sebuah karang sehingga kita juga bisa mendekat dan berfoto-foto dengan deburan ombak yang menghantam karang dan juga ada karang yang berada agak ke tengah, tetapi hati-hati ya karena ini pantai berhadapan dengan Samudera Hindia jadi dah pasti ombaknya besar dan sangat berbahaya kalau main air. Disini nikmati aja pasir putihnya dan deburan ombaknya yang keren abis. Kita bisa narsis foto tanpa harus terganggu oleh banyak orang di belakan kita yang menghalangi pemandangan luar biasa, jadi coba saja ke pantai ini pas tengah pekan.

karang disisi barat pantai Jungwok

Sate Kuda, Doyan Gak??

4/16/2016 4 Comments

seporsi sate kuda

Malam-malam sekitar jam 22.00 WIB saya dan 3 temen saya pada lapar dan beinisiatif untuk mencari kuliner malam,  dan saya ada ide agak ektrim nih karena jarang dan tidak terlalu umum di kalangan masyarakat yaitu pingin mencoba sate kuda, untuk saya ini pertamakalinya saya makan sate kuda.
Dari ide itu saya mulai tanya ke temen-temen saya, ada salah satu temen saya yang biasa menyantab sate kuda dan menujukan tempat makan sate kuda Pak Ali didaerah banguntapan, tapi kurang beruntung sesampainya disana tutup warungnya sehingga saya mulai mencari lagi tempat lain dengan bantuan Mbah Google dan akhirnya ada petunjuk ada sate kuda di daerah Umbulharjo yaitu di depan XT-Squer, langsung saja cuss dan syukurlah warungnya masih buka karena kita nyampe warung ini sudah jam 23.00 WIB takut kalau dah tutup maklum warung ini buka dari jam 18.00 sampai jam 23.00 WIB.
warung sate kuda nampak dari depan

Diwarung ini menyediakan berbagai olahan daging kuda mulai dari sate, tongseng dan nasi goreng kuda. Saya memesan tongseng kuda dan temen saya memesan sate kuda kita berbeda memesannya karena biar tahu rasanya danging kuda dengan olahan sate dan tongseng, jadi kita bisa berbagi saling mencicipi agar tahu rasanya, maklum baru pertama kalinya menyantap danging kuda. Lumayan agak lama jadilah menu yang kita pesan yang pertama adalah sate, saya mencicipi sate terlebih dahulu, daging kuda yang disate ini tekturnya sangat mirip dengan daging kambing lumayan agak keras diluar tapi empuk didalam dan berserat, dan enak lah.
tongseng daging kuda


Untuk menu yang kedua yaitu tongseng daging kuda, dan kalau saya lihat dan rasakan daging kuda yang ditongseng malah sangat mirip sekali dengan daging sapi, kenyal dan enak pokoknya. Walaupun pertama kali mencicipinya masih agak canggung, ini gmana rasanya ya? ternyata hampir mirip dengan daging kambing dan sapi, tapi memang kalau belum diolah saya lihat sepintas daging kuda ini berwarna sangat merah beda dengab daging-daging yang lain. Kalu yang suka dengan kuliner yang lain dari yang lainnya boleh ini dicoba karena katanya kasiat dari daging kuda ini banyak sekali, seperti menyembuhkan penyakuit Asma dan untuk kekuatan (vitalitas).

Wow...!! Besarnya Sate Buntel Khas Solo

4/13/2016 8 Comments
Seporsi sate buntel bu Hj. Bejo Solo

Pernahkah mendengar atau melihat seperti apa sate buntel khas Solo??kalau belum cepetlah main ke Solo dan nikmatilah Sate Buntel.
Solo memang terkenal dengan masakan daging kambingnya selain Tengkleng, gule ada yang paling istimewa adalah sate buntel. Sate buntel berbeda dari sate-sate yang lain yang mana biasanya sate dibuat dari daging yang di potong kecil-kecil dan di tusuk berjejer-jerjer tetapi sate buntel ini dagingnya dihaluskan terlebih dahulu, gak kebayangkan bagai mana daging yang dihaluskan ini ditusukkan ke tusuk sate?? Ternyata daging yang sudah dihalusakan itu direkatkan ketusuk sate dan dibungkus dengan lemak daging itu yang menghasilkan sate yang sangat lunak tidak seperti sate biasa yang kadang dagingnya terlalu kenyal.
Sangking penasarannya saya dengan sate ini saya pun main ke Solo dan mencari tempat makan yang menyediakan menu Sate buntel. Dan pilihan saya ternyata jatuh ke warung sate bu Hj. Bejo yang sudah tersohor dengan olahan daging kambingnya, dan gak tanggung-tangung tempat ini sering di kunjungi oleh bapak presiden kita pak Jokowi. Tempat makan ini berada 1 km dari PGS (pusat grosir solo) kalau bingung tanya saja sama orang-orang disekitar situ, sudah pada tau koq.

Disini saya memesan sate buntel 1 porsi, setelah pesenan datang satu porsi sate buntel itu ada dua tusuk yang gede-gede dan sebaiknya ini dimakan berdua biar gak kekenyangan karena memang bener-berner gede. Rasanya memang lezat, daging cincang bakar sate ini lezat sekali, bumbunyapun meresap sekali beda dengan sate biasa pokoknya. Bagi yang main ke Solo jangan lupa untuk menikmati Kuliner khas Solo ini “sate Buntel”
mari menikmatinya

Hikmah tidak mempersulit yang terdapat pada agama Islam

4/13/2016 Add Comment



Allah telah menurunkan aturan syari’at Islam sesuai dengan apa yang dibutuhkann manusia, semua yang diperintahkan dan dilarang Allah itu adalah sesuatu yang menjadikan kita menjadi makhluk yang benar-benar berbeda dari makhluk lainnya. Serta hukum Allahpun bisa sangat fleksibel dan tidak mempersulit bagi manusia, kalaupun hukum Allah itu dilanggar malah yang melanggarlah yang akan mempersulit diri sendiri.
Dalam Alqur’an surat Al Haj Allah Berfirman :
“ Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kalitidak menjadikan untuk kamu dalam suatu kesempitan”
Salah satu contoh ibadah Haji yang  kelihatanya berat tetapi semua itu akan menjadi mudah dikerjakan oleh orang-orang yang memang berniat untuk melaksankannya. Dimana Haji memang sangat menuntut ibdah kita dari segi fisik, finansial dan hati kita sendiri. Allah akan selalu melapangkan jalan hambanya kedalam sebuah kebaikan.
Dan kita juga dituntut janganlah berlebihan dalam menjalankan ibadah, kita selalu  menjadi orang yang profosional baik dalam bentuk ibadah. Sebaiknya amal adalah yang selalu dilaksanakan dengan berkesinambungan dan tidak berlebihan, seperti apa yang telah disabdakan rosullulah
“amal perbuatan yang lebih diacintai Allah adalah lestari (kontinu) dan sederhana”
Kita juga tidak diperbolehkan terlalu ekstrim dalam melakukan ibadah, semua kita lakukan semampu kita sehingga kita dapat ikhlas dan khusuk dalam melakukan ibadah
Seperti hadis rosull
“Wahai manusia! Lakukanlah perbuatan yang kalian mampu lakukanlah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengalihkan pahalanya hingga kalian mengalihkan perbuatannya. Sesungguhnya sebaik-baiknya perbuatan adalah yang dijalankan dengan konsisten (berkesinambungan).
Tidak diragukan lagi kita diturunkan ke dunia ini adlah untuk beribadah kepada Allah dan balasannya nanti di akhirat. Namun demikian Allahpun mengamanahi kita untuk membangun dunia dan menegakkan pondasi kehidupan, apabila manusia hanya fokus ke akheratnya saja maka kehidupan dunianya akan terbengkelai dan terjadilah ketimpangan kehidupan sehingga dapat mengganggu amal dan perbuatan oranglain di untuk dunia maupun akhirat.
Sikap proposional pada masa Nabi terlihat dalam kisah yang terjadi dimna beberapa sahabat nabi kembali dari perjalanan dan menemui Rosulullah mereka berkata “ kami tidak pernah menemukan seseorangpun yang lebih baik darimu selain si A, ia berpuasa di siang hari disaat kami beristirahat ia lebih memilih melakukan shalat hingga kami selesai. Lalu Rosul bertanya “ siapakah yang memberinya nafkah?” merekapun menjawab “kami semua” Rosul berkata “Kalian lebih baik darinya”

Disini terlihat bahwa kita sebaiknya bersikap proposional dalam beragama, dimana kita seimbangkan dunia dan akhirat dengan beribadah da bekerja semampu kita.

Air terjun Lepo, Sungai Tengah Hutan yang Memukau

4/13/2016 2 Comments
Jernihnya air sungai diatas air terjun lepo

Siapa sih yang gak suka main di sungai yang airnya jernih dan masih alami?? Pasti semuanya suka kan, termasuk aku ini suka banget kalau main di sungai apa lagi airnya yang jernih, gak mau pulang kalau dah liat yang jernih-jernaih gitu.
Salah satu tempat yang asyik untuk main air dan masih alami kesegarannya adalah Air terjun Lepo yang berda di kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul. Kalau kalian menuju kesini bisa lewat dua jalur yang pertama lewat imogiri ke arah mangunan dlingo, atau jalur kedua dari perempatan pathuk kearah dlingo, sesampainya di dlingo sudah banyak papan petunjuk arah ke air terjun Lepo ini.
Air terjun ini tidak terlalu tinggi kalau menurut saya ini hanyalah sebuah sungai yang terletak tengah-tengah perkebunan. Kalau kalian menelusuri sungai ini pasti akan bersa kalian sedang menelusuri sungai ditengah hutan.
air terjun lepo

Dari tempat parkir motor kita berjalan sekitar 500 meter menuju pinggir sungai, oh ya masuknya ketempat ini masih seikhlasnya loh... setelah sampai di bibir sungai kita akan disuguhi pemandangan cekungan sungai yang terisi air berwarna hijau toska dengan air yang sangat jernih sekali, disitu kita bisa mandi-mandi dan berenang kedalaman sekitar 2-4 meter. Lanjut perjalanan kebawahnya adalah air terjun lepo, dimana terdapat air terjun dengan tinggi sekitar 5 meter yang menyguhkan pemandangan yang sangat indah, kita bisa mandi-mandi di bawah ai terjun itu. Disini juga terdapat kolam yang lumayan panjang sekitar 10 meter dengan kedalaman 20-100 cm jadi sangat cocok untuk bermain anak-anak.
salah satu air terjun lepo


Lanjut berjalan ke bawah lagi, ada satu air terjun lagi yang juga bagus, dimana menyguhkan tumpahan air keatas batu persegi yang besar, sangatlah menarik untuk dikunjungi selain murah, indah dan juga asyik untuk bermain air.

Beruntung, masih merasakan Sepinya Gua Pindul

4/12/2016 4 Comments
berfoto didepan area gua


Mungkin sekarang nama Gua Pindul sudah tidak asing lagi, tempat wisata yang berada di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul yang dibuka pada tahun 2010 sekarang sangat lah mendunia, banyak wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri berdatangan ke tempat wisata ini, bahkan sekarang harus antri dan berdesak-desakan untuk bisa menikmati pesona tempat ini. Luar biasa memang, akan tetapi dalam berwisata kesana jadi kurang nyaman, kalian harus jeli melihat waktu kapan kesana, mungkin saat waktu bukan liburan.
Saya termasuk sangat beruntung bisa menikmati Gua Pindul yang masih sepi dan bisa bermain sepuasnya disana. Saya ke objek wisata ini sekitar 6 bulan setelah objek wisata ini dibuka dan belum banyak yang tahu. Saya aja kesini  dijak oleh teman saya yang dia juga mengajak anak-anak backpaker dari jakarta jadi disana kita rame-rame hampir 15 orang.
mulai menelusuri aliran gua

Saya pertama kurang tahu sebenaranya apa sih Gua Pindul ini, sesampainya disana kita daftar dan per orangnya dikenakan biaya Rp. 30.00 (itu dulu) setelah itu kita dikasih pelampung dan ban karet besar, ternyata disini kita menelusuri gua yang ada airnya, dimana kita naik ban, inilah yang dinamakan cave tubbing, bayangnku bakal seru mainan air. Setelah perlengkapan semua terpakai mulai kita berjalan menuju mulut gua, di depannya terdapat Tulisan GUA PINDUL, mulailah kita nyeplung atau masuk air dengan berbaribng diatas ban dan kita bergandengan sambil di tarik oleh pemandu  sambil juga di fotokan pemandu satunya, setelah semua siap  kita mulai memasuki gua.
Dalam area pertama pemandu mulai menjelaskan dimana sekarang kita memasukin zona remang-remang dimana cahaya sudah mulai redup dan juga sudah terlihat bentukan batu-batu alami yang bagus terbuat karena tetesan air yang jatuh. Sampai ditengah gua, cahaya sudah tidak ada lagi, disini sangatlah gelap, hanya dari senter pemandu kita bisa melihat isi gua. Sesampainya di tengah gua terdapat batu besar yang tinggi dan kalau di pukul suaranya seperti bunyi gong.
loncat-loncat didalam gua yang seru sekali


Hampir 30 menit menerusuri gua tak terasa sudah sampai ke area terang lagi, disini kita diperbolehkan turun dari ban dan berenang-renang dengan senangnya, bahkan bisa loncat-loncat dari ketinggian 2-3 meter, asyik sekali. Hal ini mungkin jarang sekarang diperbolehkan karena sesaknya penggujung di gua ini. Setelah puas main air di pintu keluar gua kita diarahkan oleh pemandu untuk keluar gua dan di luar gua kita ternyata bisa melakukan loncat-loncat lagi dan lebih tinggi sekitar 4-6 meter. Sayapun mencoba untuk loncat dari ketinggian sekitar 5 meter dan inilah sensinya luar biasa. Betapa beruntungnya saya bisa menikmati Gua Pindul dengan segala keseruannya.
loncat di depan pintu keluar gua, ketinggian 4-5 meter

Serunya Bermain Air di Kali Oyo Imogiri

4/11/2016 Add Comment
Segarnya sungai Oyo Imogiri

Kali Oyo sudah terkenal keindahannya di area jogja, dimana sungai ini mengalir mulai dari Gunung kidul hingga ke bantul dan yang paling sering kita nikmati adalah kali oyo yang ada di Air terjun Sri Gethuk dan liku kali yang bisa kita lihat dari gardu pandang kebun buah mangunan. Untuk kali ini saya mencoba menikmati kali Oyo dari tempat berbeda dan menurut saya tempat yang saya datangi ini bagus sekali dan masih jarang sekali orang yang kesini.




Tempat ini saya ketahui dari teman saya yaitu namanya mas Topan betajaya dari foto yang dishare di grup BBM tim sepak bola saya, aku lihat kayaknya menarik sekali. Beberapa minggu setelah itu saya mengajak temen-teman asrama saya untuk berkunjung kesitu. Kali oyo yang saya kunjungi ini letaknya di sebelah selatan jembatan kuning imogiri, semuanya pasti sudah pernah-kan kesini, dari jembatan kuning itu terus saja lurus keselatan melewati perkampungan dan jalan yang hanya bisa dilewati satu motor aja dan sesampainya rumah paling pojok selatan sendiri disitu kita menitipkan motor dan berjalan kaki ke tempat yang asyik sekali untuk mainan air.
Sekitar 10 menit berjalan kaki sampailah ketempat yang luar biasa ini, dimana air yang begitu jernih hingga kelihatan hijau dan diapit bukit yang menjulang tinggi. Inilah secuil keindahan kali oyo yang luar biasa. Tidak menunggu lama kita langsung saja mandi dan berenang disitu. Air yang segar dan jernih membuat saya sangat betah sekali berlama-lama di kali oyo ini didukung dengan suasana yang sepi dan tenang kita bisa menikmati pemandangan yang luar biasa ini.
Bermain Rakit di sungai Oyo


Terdapat rakit bambu milik masyarakat sekitar yang terikat di pinggiran kali, dan tanpa saya bilang ke yang punya (karena tidak tahu punya siapa) saya pakai aja itu rakit bambu, yang penting dikembalikan lagi dalam bentuh utuh dan sama seperti sediakala ya (jangan ditiru looh).  Dengan rakit bambu itu saya mencoba menyelusuri aliran kali itu tapi tidak jauh-jauh hanya untuk menyeberang dari arah barat ketimur aja, pokoknya seru sekai mainan air kali oyo, apalagi susana jogja yang akhir-akhir ini sangat panas, cocok sekali bermain air disini, puas banget lah pokoknya.

Cave Tubing Kali Suci yang Seruuuu Abiss...

4/09/2016 Add Comment

Kegiatan caving atau menelusuri goa merupakan kegiatan yang lumayan ekstrim dan harus dengan penuh persiapan dan keahlian untuk melakukannya. Dengan berbekal sekil dan kekuatan serta kesehatan caving akan menjadi sebuah kegiatan sangat menyenangkan karena kita bisa mengetahui isi goa yang gelap dimana terdapat berbagai jenis batuan yang terbentuk dari proses yang memakan waktu berjuta-juta tahun. Ada dua jenis gua yaitu gua yang tidak ada airnya dan gua yang ada airnya, gua yang ada airnya ini biasanya terdapat di jajaran perbukitan kras atau batu gamping, didunia hanya ada 3 yang saya ketahui yaitu di chili, portugal dan Indonesia. Untuk sekarang ini kegiatan caving sudah sangat populer dan menyenangkan, di Indonesia sendiri khususnya di Yogyakarta ada yang namanya Cave tubing dimana menelusuri goa air dengan menggunakan ban dalam untuk menopang tubuh kita agar tidak tenggelam. Ada dua tempat cave tubing di Yogyakarta yang terkenal yaitu di Gua pindul dan di Kali Suci. Untuk kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya cave tubing di Kali Suci yang beberapa minggu kemarin saya lakukan bersama-sama rombomngan guru dan staf dari MTs N 1 Kedu Temanggung. Pernah juga di Goa Pindul tapi sudah beberapa tahu yang lalu saya lakukan dan sekarang katanya pasti sesak kalau kesan.
Kali Suci terletak di Kabupaten Gunungkidul tepatnya padukuhan Jetis Wetan, desa Pancarejo kecamatan Semanu, Jaraknya kira-kira 12 km dari pusat kota Gunungkidul. Arahnya melewati jalan Wonosari-Semanu, setelah keluar kota Wonosari di kiri jalan ada gardu listrik nanti sekitar 1 km ada papan petunjuk Kali Suci belok kekanan, dah ikuti saja jalan itu nanti akan sampai, satu jalur kearah Goa Jomblang. Kalau pingin datang kesini asyiknya rombongan dan sebaiknya pesan dulu karena pengujung disini hanya dibatasi 200 orang saja setiap harinya, demi kenyamanan pengujung juga agar bisa menikmati.
Sesampainya dibasecamp Kali Suci kita mulai persiapan peralatan mulai memakai pelampung, helm, pelingdung betis dan pelindiung tangan, pokoknya sudah standar keselamatan banget lah, dan kita juga dipandu oleh 3 orang pemandu yang profesional dari depan dan belakang. Sebelum mulai menelusuri goa Kali Suci kita harus berjalan turun dulu ke mulut gua kira-kira 500 m, setelah sampai di mulut goa kita di beri pengarahan dulu agar semuanya bisa berjalan sesuai prosedur yang berlaku. Setelah semua siap maka mulailah menelusuri goa kali suci. Dari mulut goa kita sudah meniki ban yang disediakan, kita naik dengan cara berbaring, pokoknya dibuat senyaman mungkin.


Mulai memasuki goa yang masih banyak cahaya, oh iya air di yang mengalir melalui goa ini sangat lah jernih, malah sampai terlihat kebiruan, biru toska gitu dan begitu segar. Kita sudah disajikan bentuk dinding mulut goa yang berornamen bagus sekali, didin dinding goa yang membentuk bentuk yang indah, inilah lukisan alam yang luar biasa. Mulai masuk kedalam gua yang gelap disini sudah ada hewan gua yaitu kelelawar dan juga bebatuan yang runcing dimana itu yang namanya stalakmit dan setalaktit yang bagus sekali. Setelah keluar dari gua pertamadisitu kita disajikan yang namanya batu gajah, batu gajah ini terletak ditengah-tengah mulut goa saat kita keluar, sangat bagus dan sangat cocok sekali untuk spot foto-foto. Setelah keluar kita bermain-main ari dulu disini, seger bagt pokoknya.
Setelah puas bermain air kita lanjut untuk menelusuri goa yang kedua, goa yang kedua ini lebih menantang karena ada beberapa jeram yang harus kita lewati, tapi disinilah keseruannya kita kaya berarung jeram tapi dengan menggunakan ban dalam bukan perahu. Di goa yang kedua ini hampir sama dengan goa yang pertama dimana dinding-dinding nya menyajikan oranamen yang terdiri dari stalakmit dan stalaktit. Setelah keluar dari goa yang kedua kita sedikit menelusuri sungai yang gemricik airnya sterdengar sangat syahdu dan bikin hari kita tentram. Selesailah keseruan menelusuri goa Kali Suci, oh ya untuk kembali ke basecamp kita harus tracking dulu aga tinggi sih tapi jalanya sudah enak kok. Dan diatas juga sudah ditunggu oleh mobil penemputan.
Lama untuk menelusuri goa kali suci ini sekitar 1,5 jam dengan biaya sebesar Rp. 70.000,-/orang, pokoknya tebayar dengan keseruannya. Semua sudah termasuk biaya pemandu dan peralatan. Oh ya kalau kesana minimal 5 orang ya, jadi gak bisa berduaan saja, kalau kesana Cuma berdua harus rela bergabung dengan rombongan lain yang kita belum kenal. Selamat mencoba dan harus mencoba ya seru abis pokoknya.


Sarapan Soto Tengkleng Pak Marno

4/08/2016 2 Comments


Banyak jenis soto yang kita ketahui, ada soto lamongan, soto kudus, soto madura dan masih banyak soto-soto yang lain. Biasanya soto kan khas dengan suiran daging ayam atau potongan daging sapi dengan kuah soto yang segar akan tetapi, Kali ini saya menemukan soto yang lumayan berbeda yaitu soto tengkleng. Tahukan tengkleng alias balungan yang besar, dan yang khas enak adalah tengkleng sapi.
Soto tengkleng Pak Marno, inilah warung yang menyediakan menu itu, sesuai dengan nama warungnya yaitu Soto tengkleng. Warung ini terletak didesa Mrican, kalu kalian tahu SMK N 2 Depok (STM Pembangunan) warung ini ada tepat disebelah utara sekolahan ini. Soto tengkleng yang disediakan warung ini menurutku enak dan segar dan berbeda dengan yang lain karena jarang-jarang ada warung yang menyediakan menu ini. Ada dua pilihan tengkleng disini yaitu tengkleng sapi dan tengkleng kambing, tp kalau saya kesana sering memesan tengkleng sapi yang menurut saya biasanya daging yang menempel ditulang itu masih banyak. Memang ada kekhasan tersendiri dalam menikmati tengkleng karena kita harus berusaha dulu menggigit-gigit demi mendapatkan daging yang lezat. Dengan kuah soto yang sedap tengkleng ini jadi lumayan berbeda dengan olahan masakan lainnya.

Diwarung ini juga di sediakan beberapa menu soto yaitu soto ayam dam soto sapi. Untuk harga dari soto tengkleng hanya Rp. 11.000,- saja, lumayan miring pas untuk mahasiswa, warung ini buka dari pagi jam 06.00 WIB sampai habis, biasanya siang jam sebelasan gitu sudah habis. Kalau tertarik boleh ini untuk sarapan pagi yang seger.

Watu Lumbung Membentuk Karakter Pengunjung

4/08/2016 Add Comment

Di Akhir Pekan kemarin saya diajak teman saya ke sebuah tempat yang namanya Kampung Edukasi Watu Lumbung, karena teman saya memperlihatkan ke saya hanya sebuah foto dan arah tempatnya saja maka saya kurang begitu tahu sebenarnya ini tempat apa, sepengetahuan saya ya ini adalah semacam tempat makan atau nongkrong yang terleletak di sebuah bukit dengan pemandangan disekitarnya begitu bagus dan sangat luas. Dan benar saja waktu saya kesana kemarin tempat ini memang menyuguhkan pemandangan yang sangat bagus, disisi selatan kita bisa melihat laut selatan (parangtritis) dan sebelah barat kita bisa melihat pemandangan sungai dan jembatan “kretek” arah Parangtritis serta aliran sungainya.
Kampung Edukasi Watu Lumbung ini terletak di sebuh bukit didereta utara perbukitan Parangtritis desa Watu Lumbung (terlihat dari Jalan Parangtritis) Kretek, Bantul,DI Yogyakarta. Sangatlah mudah kesini lewat jalan parangtritis dan sesudah jembatan panjang Kretek (sebelum TPR pantai parangtritis) belok kekiri, setelah itu sekitar 500 m ada gang kecil di kanan jalan, masuk gang itu yang menuju ke bukit, dan setelah mulai menanjak kita sudah bisa melihat beberapa deretan tempat makan atau kafe disitulah Kampung Edukasi Watu Lumbung.


Pada waktu kesini saya belum tahu tentang konsep tempat ini maka, saya menyusuri deretan tempat makan/caffe ini dari bawah hingga atas dan saya berhenti di deretan paling atas dan disana sudah disambut sama mas-mas yang ramah dan mempersilahkan saya untuk memesan menu, ternyata tempat itu namanya Lembayung Surya disini disediakan beberapa menu paketan untuk 2-3 orang, dan saya memilih paket satu disitu ada Wedang sere (untuk 2 orang) dan Kopi hitam satu serta ada jajanan desa (gedang goreng, persikan, ketela rambat rebus) dan harganya 25 rb, lumayan murah untuk tempat yang bagus seperti itu. Setelah itu saya memilih tempat duduk diatas dan karena saya kesana itu pukul 12 siang yang lumayan panas maka saya duduk di bawah pohon dan dipojok alhasil saya bisa melihat pemandangan yang luas tp tidak bisa melihat pemandangan laut parangtritis karena tertutup pepohonan.

Lumayan menunggu lama pesanan saya belum datang, sambil menengok ke arah dapur saya melihat mas-masnya tadi baru berjalan dari arah persawahan sambil membawa beberapa daun sere, ternyata serenya yang mau di bikin minum itu baru aja memetik, masih seger berarti ini (kata hati saya) dan tak lama datang sepaket menu tadi yang saya pesen. Saya belum pernah minum yang namanya wedang sere makanya pertama kali aku mencoba wedang (minuman) ini, dan rasanya manis, dan seger bgt aroma serenya kerasa sekali ditenggorokan  dipadu dengan jajanan desa yang lumayan bikin kenyang perut.
Tidak terasa disana sana sudah menikmati pemandangan dan angin yang segar selama 1 jam lebih, waktunya untuk pulang sebelum itu saya ingin membayar, tp gak ngerti kasirnya dimana??ada mas-masnya yang tadi dan saya bilang ke masnya itu saya mau bayar, dan kata masnya “uangnya silahkan diletakkan di “kepis” aja mas disitu, kalau nanti butuh kembalian silahkan ambil sendiri saja disitu. Agak bertanya-tanya dalam hati, loh koq gt ya?? Dan saya tanya ke mas-masnya td, semua tempat yang disini seperti itu ya mas?? Dijawab sama masnya “beda mas, disini ada 4 tempat dengan konsep-konsep yang berbeda, ada alas kuliner di paling bawah, kedai susu, Kedai wedangan dan disini lembayung Surya” owh, baru nggeh aku ternyata tempat ini mengapa dinamakan sebagai kampung edukasi ternyata kita disini didik untuk menjadi orang yang mempunyai sifat dan karakter di tiap-tiap tempat. Setelah tau konsepnya seperti ini maka saya tertarik untuk mengunjungi satu-persatu kedai-kedai yang disebutkan tadi ya walaupun cuma ingin tahu konsep dari setiap kedai dan pingin foto-foto aja didepannya he..he.. .
Untuk kedai dari paling atas ini adalah kedai yang saya masuki yaitu Lembayung Surya, disini kita diajarkan agar kita menjadi seseorang yang Jujur konsepnya kita harus membayar sendiri uang kita dimasukkan kedalam tempat uang, dan apa bila ada kembaliaannya kita harus jujur mengambil kembaliaannya sejumlah yang seharusnya. Sesuatu yang unik dan kita jadi terlatih untuk jujur inilah Lembayung Surya kejujuran.

Dibawahnya lagi ada yang namanya Kedai Wedangan, disini saya hanya berfoto-foto dan tanya-tanya aja karena tidak membawa syarat untuk bisa pesan menu disini, adapun  konsepnya yaitu kita harus menyumbang 3 buah buku untuk di tukarkan dengan paket menu yang sudah disediakan, dan nantinya buku itu diletakkan di perpustakaan yang ada disitu. Disitu kita bisa menikmati pemandangan indah sambil membaca buku dan juga menikmati hidangan menu kedai wedangan. Disini kita dididik agar kita peduli dan menjadi orang yang gemar membaca.
Untuk dibawahnya lagi disini ada kedai susu, akan tetapi di kedai susu ini belum jadi, masih dalam proses pembangunan dan konsep tempat ini masih belum matang atau atau belum pasti, tapi dari informasi yang saya dapat dari penjaga yang ada di kedai alas kuliner (tempat dibawah kedai susu) konsepnya kalau kita mau pesan menu disitu kita harus bikin puisi dan membaca puisi dulu. Keren kan kita jadi puitis disini, besok-besok kalau kesini sambil ngajak gebetanmu aja biar feelnya dapet biar pesen menunya gak kelamaan ha..ha..
Untuk yang terakhir ada alas kuliner, disini saya bertemu dengan penjaganya yang ramah, lucu dan asyik kita ngobrol-ngobrol lumayan sambil menikmati buah melon yang lgratis lagi, ternyata kalau disini kalau pesan menu makanan disini kita harus menanam benih/pohon dulu, tenang saja kita tidak harus bawa benih atau pohon dari rumah kok, tp kalau ada boleh juga bawa dari rumah, disini sudah disediakan policback dan benihnya tinggal kita menanam benih/pohon dan menyirami saja. Setelah itu kita boleh masuk dan pesan menu makanan. Disini juga terdapat perpustakaan dimana kita boleh minjem buku untuk kita baca sambil menikmati keindahan panorama laut parangtritis yang keren abis.
Oh ya saran aja ya, datanglah kesini waktu senja karena kamu juga dapat menikmati sunset yang mempesona dari Kampung Edukasi Watu Lumbung. Mungkin lain kali saya juga pingin datang kesini lagi waktu sore hari agar bisa menikmati sunset dari sini, yang jelas datang lebih awal ya karena tempat ini lagi ngehitz abis, dan sore hari bisa gak kebagian tempat loh...




Peta Menuju Desa Edukasi




Dengarkan kata hatimu berkata

4/08/2016 Add Comment



Inilah aku, aku g’ seperti kalian mau, aku ya aku, kalian mau liat dari sisi mana pun ya inilah aku, Farhal Aisy’ , yang kalain kenal. Anak laki-laki yang lahir di desa yang terletak di kaki gunung Sindoro 21 tahun silam, dari seorang keluarga yang sederhana dengan gubug yang umurnya lebih tua dari kakaknya yang pertama. Anak terakhir dari empat bersaudara ini memang lain dari kakak-kakaknya, tapi apakah karena dia anak terakhir??, dia kekanank-kanankan, g’ pernah serius, lamban, santai, dan dia melakukan semua itu semaunya sendiri.
Inilah seorang laki-laki yang aneh dan suka g’ sama dengan orang yang lainnya panggil aja dia Farhal. Kelahirannya pu sungguh membuat orang tertawa, karena dia keluar begitu saja dari perut ibunya, mengapa seperti itu ya??kita tanya deh ma neneknya. Kata neneknya pagi-pagi menjalang subuh, ibunya terasa sakit perutnya, dan setelah dikasih balsem eh ternyata langsung terasa mau keluar si cabang bayi, tanpa bantuan dari dukun bayi ataupun dokter bayi itu hanya waktu berapa menit langsung keluar, kelahiran yang g’ bisa di terka.
Mulai berumur dan berjalan dia memasuki masa balitanya tetapi, semasa kecil dia adalah anak yang cacat, dia sudah berumur 3 tahun lebih tetapi belum bisa ngomong sama sekali, orang tua dan tetangganya sudah memprediksi dia akan bisu, tidak hanya itu dia juga  mempunyai penyakit yang banyak di tubuhnya, dari penyakit kulit sampai jantung dan paru-paru, kata dokter sih jatung lemah dan paru-paru basah gt. Kembali ke tidak bisa ngomong ya, eh ternyata umur 3,5 thn kurang lebih ada kejadian yang lucu yang mana memicu anak ini bisa ngomong, pada sore hari tetangganya yang benama mbah Oong mempunyai kuda yang dia cencang(ditali) di depan rumah, anak kecil ini lewat di depan kuda itu eh ternyata kuda itu lepas talinya dan mengeluarkan suara khasnya samil lari, anak ini kaget banget ma kejadian itu sontak si anak itu menjerit dengan sekeras-kerasnya
“ mbah OOOOONGG.........jarane mlayu”
Semua orang yang rumahnya dekat dengan TKP sontak pada keluar karena suara itu asing bagi mereka, merekapun langsung menghampiri anak itu dan langsung pada memeluknya, dan membiarkan kuda itu lari kemanapun. Sungguh keagungan TUHAN yang KEREN ABIZZ
          Eh iya anak ini juga lain yaitu dia berherhenti mium ASI umur 6 thn, Lama bgt kan??masuk TK pun dia juga masih minum ASI, he...yah anak kecil sih belum punya malu padahal dah suka di ejekin lo ma temen-temen mereka di sekolahan. Lucu juga sih law liat tingkahnya waktu kecil, beranjak ke SD eh ternyata dia anak yg penakut, pendiem sih jadinya, g’ sperti sama temen-temennya yang deket.