Kopi Posong Yang Berkualitas, Terbukti Nikmatnya

11/25/2017


Sebuah daerah yang terkenal dengan penghasil tembakau kelas dunia yang sekarang mulai dikenal juga sebagai penghasil Kopi kelas dunia, Temanggung sebuah Kabupaten yang terletak di tengah-tengah pulau Jawa. Daerah ini terkenal mempunyai tanah yang subur. Terdapat tiga gunung yang masih menjadi wilayahnya yaitu gunung Sumbing, gunung Sindoro dan gunung Prahu. Semua lerengnya sangat subur untuk perkebunan, baik tembakau, Kopi ataupun sayur-mayur. Mungkin Tembakau lah yang masih menjadi komoditi utama di kota ini, padahal kota ini sebenarnya  penyuplai Kopi di Jawa Tengah, hampir 60% kopi di Jawa Tengah berasal dari Kota ini.
Kualitas kopi Temanggung sendiri sekarang sudah mulai dikenal dunia. Pada tahun 2016 kopi Temanggung mendapat apresiasi yang bagus di ajang Speciality Coffe Association of America. Selain itu kopi Temanggung juga tampil di ajang pameran Seul Coffe Expo 2017 dan World of coffe Budapest 2017. Dari beberapa ajang itu kopi Temanggung sekarang banjir orderan terutama dari Korea,  menurut pak Tuhar, seorang petani dan pengelola UKM yang mengolah kopi di Temanggung tepatnya didesa Tlahap sebuah desa diantara gunung Sumbing dan Sindoro,  pesanan Kopi dari Korea sangat banyak sebenaranya, tapi masih belum dilayani karena terbatasnya biaya dan fasilitas.


Pengolahan kopi menjadi sebuah minuman yang nikmat untuk disajikan sangatlah panjang, mulai dari penanaman kopi yang dipola hingga proses penyeduhan yang mulai berkembang dengan berbagai cara. Menurut pak Tuhar Pengelolaan Kopi terbagi menjadi tiga hal yang paling penting yaitu proses pemetikan 60%, Proses Rosting 30%, dan penyajian atau penyeduhan 10%. Tiga hal itu adalah penerapan pengelolaan kopi di daerah Tlahap yang sudah mempunyai Pola penanaman paten agar bisa menghasilka biji kopi yang berkualitas. Pola Tanam di Desa Tlahap ini adalah mengatur jarak antar tanaman kopi sekitar 4-5 meter yang nanti diselangi dengan tanaman Tembakau. Hasilnya pun Kopi mempunyai aroma tembakau yang menambah kenikmatan kopi. Jenis Kopi di Desa Tlahap ini adalah Java Arabika. Perkebunan yang berada di lereng gunung Sindoro dan Sumbing mempunyai ketinggian lebih dari 1500 meter diatas permukaan air laut sehingga kopi Arabika di daerah ini tumbuh surbur dan berkualitas.
Demi menjaga kualitas kopi, mulai pemetikan biji kopi sudah harus diperhatikan. Tegas Pak Tuhar bahwa Kopi yang bagus adalah Kopi yang dipetik merah dengan kata lain kopi yang di petik adalah kopi yang sudah masak dan masaknya adalah masak pohon. Pak Tuhar kala itu mencontohkan bahawa semua buah kalau masak di Pohon pasti rasanya akan lebih nikmat, sama halnya dengan kopi bila dipetiknya sudah masak maka kopi juga akan menghasilkan biji yang berkualitas. Dari darsar inilah Pak Tuhar sebagai ketua Petani menginstrusikan kepada anggota petaninya untuk memetik Kopi yang sudah masak saja. Dengan kualitas Kopi yang sudah dijaga seperti ini, siapa yang tidak ingin segera mencicipi betapa nikmatnya kopi asli desa Tlahap ini.
Kopi Tlahap atau yang dikenal dengan Kopi Posong yaitu nama sebuah tempat wisata di wilayah Tlahap menjadi lebih populer lagi setelah film Filosofi Kopi mengambil latar lokasi shooting di area perkebunan kopi desa ini. Pemandangan yang indah dan juga kebun kopi yang berpola terlihat indah saat film filosofi kopi diputar.

Alat Rosting yang sedang diatur suhunya
Green Beand dari Kopi Posong
Kopi posong yang sudah dirosting

Dengan melimpahnya kopi di desa ini maka Pak Tuhar mulai memasarkan kopi sudah siap saji agar lebih menghasilkan dari segi ekonomi. Mulai dari Green beand, rosted dan kopi bubuk disajikan di sini. Beberapa macam rostingan pun dibikinnya agar sesuai dengan penikmatnya, ada tiga kelas rostingan yaitu light, Medium dan Dark. Uniknya lagi kopi disini dikembangkan dengan beberapa metode seperti Full wash ataupun dengan fermentasi yang menghasilkan rasa kopi wine atupun peaberry. Sungguh unik bukan kopinya.

berbagai macam varian kopi posong

Saat saya berkunjung ke rumah produksi Kopi Posong bersama dinas Koperasi dan Usaha Menengah Kecil Mikro Pemprov Jateng kami diperlihatkan cara merosting dan juga penyajian kopi. Alat rosting yang baru saya lihat ini sudah lumayan canggih, pengaturan suhu alat rosting bisa diatur agar kopi di masak dengan pas yang nantinya akan menghasilkan kopi yang nikmat. Benar saja, sajian kopi Arabika yang dihidangkan untuk saya dan rombongan sangat nikmat, kopi Arabika yang khas dengan asamnya sangat terasa nendang rasanya. Bagi penikmat kopi seperti saya kopi Arabika Posong sangat pas untuk sajian minum kopi setiap hari. jadi kalian para penikmat Kopi harus coba Kopi Asli Temanggung terutama Kopi Posong Temanggung yang memang sudah diolah dengan baik sehingga menghasilkan kopi yang berkualitas.

Kopi Posong yang siap Medunia

      



Share this

Related Posts

Latest
Previous
Next Post »

3 komentar

Write komentar
25 November 2017 06.56 delete

Wah gundulku kalo dari belakang keren juga ya. Wkwkwkw

Reply
avatar
27 November 2017 04.16 delete

Aku lho, bolak balik ngrencanain mau mampir posong semua tinggal wacana. Pengen nyunrise di sini sambil ngeteh *bukan anak kopi*

Reply
avatar
6 Desember 2017 21.15 delete

Ah, beberapa kali dengar tentang kopi posong. Pernah minum kopi temanggung tapi engga tahu asalnya dari mana. Sama pernah nyoba yang kopi Mukidi. Sejak tahun lalu mau mampir ke Temanggung buat ngopi blum kesampaian

Reply
avatar