Warung Jadul yang Eksis di Tengah Kota Temanggung

10/09/2017

Tak banyak orang menyangka bahwa warung makan kecil yang berada di belakang salah satu halte bus kota Temanggung,  baru saja mendapatkan penghargaan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten  Temanggung atas dedikasinya pada bidang kebudayaan sebagai pelaku kuliner. Warung makan yang tak nampak seperti layaknya warung makan apabila dilihat dari luar, hanya terlihat tulisan berwarna merah “Warung Jadul” di sebuah bener berwarna biru , hal ini membuat banyak orang tak tahu bahwa di dalamnya menjajakan makanan yang beraneka macam . Hal ini juga yang sempat membuat saya ragu untuk sekedar mengobati rasa penasaran yang sejak lama sudah mendapat kabar keberadaan warung ini.

Warung Jadul Tampak dari depan
Rasa pernasaran saya pun terobati ketika saya mantab untuk masuk kedalam warung ini, dengan langkah sedikit ragu dan mata mondar-mandir berkeliling melihat-lihat isi warung serta hati yang lumayan tertegun. Terlihat bapak-bapak paruh baya duduk berderet sambil menikmati makanan yang ada di piring pesanannya. Terlihat pula seorang perempuan dibalik toples-toples jadul sedang sibuk memnyiapkan pesanan. Saya pun mulai duduk di ujung yang lebih dekat dengan perempuan tadi yang terlihat sedang menyajikan minuman teh untuk pengunjung “ramai bapak-bapak ya disini” gumam saya dalam hati.
 “arep pesen apa mas??” Sapa perempuan penyaji tadi kepada saya setelah selesai menyajikan pesanan, “maem mbak”, jawab saya, langsung saja peremuan itu mengambilkan seporsi nasi sambil bertanya kepada saya, “sayurnya mau apa saja?? Ada sop, gori (nangka muda), tempe”. Saya pun  memilih sayur gori dan tempe, tak ketinggalan perempuan penjaga warung ini menawarkan lauk yang saya inginkan ada Tongkol, telur, Brongkos dll, saya pun memilih lauk telur. Tak ketinggalan, saya juga memesan minuman yang khas dari warung ini, karena saya juga mendapat kabar bahwa minuman khas dari warung ini adalah Teh Gula Jawa.

seorang pelanggan yang sedang menikmati makanan di Warung Jadul
Toples Jadul yang Ikonik dari Warung Jaduk

Saya mulai menikmati pesanan saya, dengan lahap saya menghabiskan makanan yang sudah saya pesan, sangking lahapnya saya tak berfikir biasanya layaknya saya sedang menikmati kuliner baru, saya akan menikmati makanan sedikit demi sedikit agar saya bisa memberi gambaran rasa apabila saya ingin menuliskan di blog, akan tetapi kali ini saya terlalu lahap untuk makan karena rasanya enak, masakan dengan bumbu yang merersap mirip sama masakan nenek saya, masakan-masakan orang dulu.
Setelah selesai makan saya menikmati Teh Hangat dengan gula jawa. Ternyata rasanya enak, walaupun rasaya aneh, mungkin karena saya baru kali ini merasakannya akan tetapi, saya tidak berhenti meminum teh gula jawa ini bahkan sampai habis,sepertinya kurang kalau satu gelas saja ini. Setelah semua makanan dan minuman saya habis barulah saya melihat-lihat lagi isi warung ini.
Warung ini khas sekali, dengan satu meja besar dengan berbagai makanan yang disajikan di piring dan toples jaman dulu yaitu toples berbentuk bulat dan tutup toples yang ada bulatannya diatas sehingga membuat toples ini sangat unik dan ikonik sekali di warung ini. Jajanan yang di sediakan juga barmacam-macam seperti gorengan, tahu dan tempe bacem, kacang, pisang godog, onde-onde dll. Makanan-makanan disini memang tak sementereng warung-warung jaman sekarang yang akan tetapi, warung ini benar-benar menyajikan masakan yang nantinya akan membuat kita merasakan masakan dan jajanan di rumah nenek kita.

Onde-onde, makanan favorit di Warung Jadul
Usut punya usut warung ini ternyta sudah berdiri sejak Indonesia belum merdeka sehingga  mempunyai pelanggan yang setia sejak dulu maka dari itu, pengunjung warung ini kebanyakan bapak-bapak paruh baya dan warung ini juga selalu ramai walaupun dari luar tidak terlihat seperti warung yang wah. warung inilah menjadi warung yang selalu melestarikan resep makanannya dari generasi ke generasi, untuk yang sekarang ini sudah ke generasi yang ke tiga. Oleh karena itu juga warung ini mendapatkan Penghargaan dari Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Temanggung sebagai warung yang berdedikasi dengan kuliner di Temanggung. Serta uniknya lagi warung ini sebenarnya tidak punya nama, oleh pelanggan diberi nama Warung Jadul agar  mereka mudah menyebut warung ini maka, warung ini dikenal sebagai warung Jadul. Warung ini dibuka 24 jam, jadi bagi yang kelaparan tengah malam di Temanggung jangan khawatir karena ada Warung Jadul yang akan mengobati laparmu.

Piagam Penghargaan untuk Warung Jadul dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Temanggung
Inilah Warung Jadul, dengan makanan yang Enak, legendaris dan juga unik, silahkan berkunjung kesini alamatnya di belakang Halte Bus Telkom Temanggung Jl. Jendral Sudirman  No. 102 Jampirejo Kabupaten Temanggung. Hanya dengan uang Rp. 15.000,00 saya pastikan perut pasti kenyang.
         

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

16 komentar

Write komentar
9 Oktober 2017 13.26 delete

Walah, jebul nang derah kota, besok-besok pas lewat coba mampir, penasaran juga,,,ahaha

Reply
avatar
9 Oktober 2017 16.42 delete

Asik nih, onde2 favorit aku banget :D

Reply
avatar
9 Oktober 2017 22.43 delete

Ya ampuuuunnn masakan begini ini yg aku jg sukaaa :D. Khas kampung, simple, tapi dengan rasa yg bikin kangen rumah, truatama mama :) . Kalo deket udah aku samperin mas :(

Reply
avatar
9 Oktober 2017 23.19 delete

Sebagai wong manggung-wonosobo saya merasa gagal, belum pernah kesini huks. Besok aahhh...

Reply
avatar
10 Oktober 2017 10.49 delete

iya mas, di tengah kota, saya pun sering lewat tapi malah baru tahu...

Reply
avatar
10 Oktober 2017 10.50 delete

onde-onde, pisang godog dan juga tahu bacem, favorit bgt disini

Reply
avatar
10 Oktober 2017 10.53 delete

iya enak....masakan yang khas gini aku juga suka banget, ayo main ke temanggung

Reply
avatar
10 Oktober 2017 10.55 delete

wah jangan nyindir aku gitu lah mbak, aku kesini juga baru pertama kali ini..hehehe padahal kota sendiri, baru pingin entong slenget mbak daerah wonosobo yang enak mana ya?

Reply
avatar
10 Oktober 2017 14.42 delete

Sesuai namanya "jadul" tapi di situlah ciri khasnya ya, bisa ketemu makanan asli warga lokal :D
Naksir onde2nya eui :D

Reply
avatar
12 Oktober 2017 14.53 delete

gyaaa... aku belum pernah mampir situ, padahal sering lewat loh. :(

Reply
avatar
14 Oktober 2017 01.39 delete

Olala kalau dilihat2 pas makan di sini hawanya kayak lebaran di rumah nenek yo mas hahah, aku tergiur dg emping wkwkw

Nyenengno ati kalo makan di tempat gini, muurah meriah

Reply
avatar
14 Oktober 2017 13.05 delete

paling jadul toplesnya ini, ada juga yang buatan jerman...mantab masakannya juga, ayo kesini

Reply
avatar
14 Oktober 2017 13.05 delete

ayo mbak dicobain...aku aja baru-baru ini mengenalnya

Reply
avatar
14 Oktober 2017 13.06 delete

hahah toples-toplesnya yang seperti itu hanya nenek2 kita yang punya memang, ayo mauin ke temanggung

Reply
avatar
21 Oktober 2017 12.30 delete

Onde-ondene menggoda euy.
Warung ngene2 iki biasanya enak.
kalau di Parakan aku suka makan di Warung Bu Carik. Itu enak juga euy.

Reply
avatar
26 Oktober 2017 09.56 delete

iya onde-onde ki emang kadang ngangenin juga,
masakannya emang enak banget mbak, kalau yang di Bu Carik aku malah belum pernah nyoba

Reply
avatar