Berawal dari Curug Titang, Kita Jadikan Temanggung Lebih Bersenyum

10/30/2017
Keindahan Curug Titang

Saat yang lain masih asyik memeluk guling  serta didekap selimut yang menghangatkan, orang-orang yang tergabung dalam Laskar Bersenyum terlihat sangat bersemangat sekali.  Senyum yang memancarkan semangat sekejap menghilangkan dinginnya udara Temanggung, apalagi saya barusan berkendara pagi-pagi dari Jogja, dingin yang aku rasakan saat diperjalan tak lagi merasuk dalam tubuhku, dingin itu sekejap tak berasa sesaat sapaan dari dua orang wanita paruh baya menghapiri. “dari mana mas???” tanya seseorang dengan baju putih berkerudungkan warna hitam, “dari Ngadirejo bu” jawab saya sambil meletakkan helm dan membuka masker yang saya pakai, ya saya memang sering menggaku sebagai orang ngadirejo karena tempat ini lebih terkenal dari kecamatan saya sebenarnya dan desa saya lebih dekat dengan kecamatan ini.
Pagi itu saya datang dari Jogja dengan niat untuk bergabung dengan Laskar Bersenyum yang akan mengadakan kegiatan Bersih-bersih di Curug Titang Temanggung. Tepat pukul 07.00 WIB saya sampai di titik kumpul yaitu di bekas Terminal Pikatan. Bersyukur saya tidak datang terlambat kala itu, dari hari-hari sebelumnya saya sudah was-was, bisa saja datang terlambat karena harus berangkat dari Jogja, bukan dari rumah saya di Temanggung, sampai-sampai beberapa kali saya mengirim pesan kepada mbak Dini dan juga Mbak Nela, saat itu adalah orang yang saya tahu dalam Laskar ini. “maaf mbak kalau saya telat, karena datang dari Jogja”

Semua Bergotong royong membersihkan sampah

 Sambutan hangat sesaat sampai di titik kumpul membuat saya tidak merasa sebagai orang asing padahal wajah-wajah ini belum pernah saya lihat. Dengan memasang wajah yang semringah saya menyapa satu-satu sambil memperkenalkan diri “Saya Charis....” dari situ saya kenal beberapa ada mbak Selsa, mbak Wint dan juga mbak Jekwis. Setelah perkenalan itu semua kembali ngobrol dengan asyiknya, sebagai orang baru saya hanya mendengarkan apa yang mereka obrolkan. Sedikit saya ingat obloran dari Mbak Selsa dan Mbak Win saat itu, mereka sepertinya sangat geram dengang perkembangan dunia pariwisata di Temanggung, dengan membadingkan Wisata-wisata di Kabupaten tetangga seperti Wonosobo dan Banjarnegara, Temanggung terlihat ketingggalan jauh. Disinilah awal saya mulai mengerti bahwa orang yang berada disini adalah orang yang benar-benar peduli tentang perkembangan Kabupaten Temanggung dalam Bidang Pariwisata, dalam hati saya berkata “tak salah saya bergabung dengan mereka, karena apa yang sedang mereka bicarakan itu sudah menjadi unek-unek saya sejak lama sesaat saya mulai menulis beberapa destinasi wisata di Kabupaten Temanggung.
Beberapa anggota yang lain mulai berdatangan, pun kita saling menyapa, dan inilah kelemahan saya yang sering lupa dengan nama orang, apalagi saat kenalan langsung banyak. Karena terlihat sudah banyak yang berkumpul, kita langsung berangkat menuju Curug Titang. Curug ini berada di desa Nampirejo Kecamatan Temanggung. Dari titik kumpul, perjalannan hanya memakan waktu sekitar 15 menit saja. Saya yang baru pertama kali datang ke curug ini mencoba untuk selalu berada ditengah-tengah rombongan walaupun curug ini berada di desa kelahiran ayah saya yang sangat sering saya kunjungi akan tetapi, saya baru tahu akhir-akhir ini kalau di desa ini ada curug atau air terjun.
Sesampai di Parkiran yang sudah disiapkan oleh panitia bersih-bersih Curug Titang, kita langsung siap-siap dengan peralatan dan juga pakaian siap tempur. Sesudah saya siap, ternyata ada perserta yang baru datang, jumlahnya malah lebih banyak dari rombongan yang saya ikuti dari titik kumpul. Rombongan ini ternyata terdiri dari para siswa pecinta alam yang berasal dari beberapa sekolah di Temanggung, wah ramai sekali jadinya.
Dikomandoi oleh mas Taftazani selaku ketua panitia acara, kita berkumpul dan berdoa sebelum memulai acara bersih-bersih, selain itu kita diberi arahan dan juga bekal berupa kantong kresek untuk mengumpulkan sampah. Bersama-sama kita berjalan menuju Curug Tutang, jalan yang lebarnya sekitar 2 meter seperti tak mampu menampung peserta Bersih-bersih Curug Titang Laskar Bersenyum untuk berjalan bersama-sama, terlihat rombongan seperti ular putih yang panjang, untung saya berada di barisan depan jadi bisa melihat ke arah belakang betapa banyaknya yang ikut di acara ini “keren banget ini” gumam saya dalam hati.

saat semua sibuk dengan sampah-sampah
para pecinta alam yang ikut membersihkan sampah

Terdengar teriakan “Ayo...sambil sampah-sampahnya di ambil, kita mulai dari jalan ini” semua pesertapun terlihat langsung mempersiapkan peralatannya yaitu sapu lidi dan juga kantong sampah. Tak segan para peserta langsung memunguti sampah, semua sampah plastik dan botol langsung mereka pungut dan dimasukkan ke kantong sampah, jalan menuju Curug Titang pun menjadi terlihat bersih tanpa sampah plastik. Sesampainya di Curug saya sedikit termenung melihat indahnya curug ini, ternyata ada curug cantik yang lepas dari radar saya, padahal tempat ini masih sangat terjangkau. Sebenarnya saya ingin mengabadikan curug ini dengan kamera HP saya , akan tetapi saya merasa tidak enak kalau saya malah foto-foto, padahal yang lain sudah langsung memunguti sampah disekitar curug.
Semua peserta terlihat sibuk memunguti sampah, sampah di area curug ini banyak sekali, sepertinya curug ini belum dikelola secara maksimal, padahal curug ini sangat berpotensi sekali menjadi sebuah obyek wisata yang menarik, dengan letak yang tidak jauh dari kota, aksesnya pun tergolong mudah curug ini punya potensi yang luar biasa. Bisa saja curug ini akan mengangkat perekonomian warga sekita bila benar-benar dikelola. Alasan inilah yang menjadi landasan para Laskar Bersenyum mengadakan acara bersih-bersih Curug Titang yang tujuannya mengangkat potensi Curug Titang Lebh dikenal Masyarakat luas.
Sebentar saya istirahat dari kegiatan itu, punggung yang mulai pegal karena tubuh merunduk mengambil sampah, saya duduk diatas batu besar yang berada tepat di depan curug. Dari situ saya bisa melihat para Laskar Bersenyum bahu-membahu memindahkan sampah, tanpa rasa letih semua sampah mereka angkut dan mereka kumpulkan di tepian. Beberapa sambil bergurau dengan mencipratkan air ke wajah temannya agar rasa lelah itu menjadi sebuah bahagia. Terlihat Curug Titang yang tadinya banyak sampah sekarang bersih, beberapa tumbuhan liar yang kurang sedap dipandang juga hilang, menjadikan Curug Titang tambah mempesonya. Curug Titang kembali menampakkan senyumnya.

sedikit meregangkan otot saat pinggu mulai capek memunguti sampah
para peserta aksi bersih-bersih Curug Titang
Sumber mata air yang segar di dekat curug Titang

Selesai bersih-bersih tak luput para relawan Laskar Bersenyum berfoto di depan Curug, sambil berharap Curug ini akan selalu bersenyum dan juga bisa bermanfaat untuk warga sekitar. Sembari melepas lelah kita menyantap buah semangka yang sudah disediakan oleh ibu-ibu Laskar Bersenyum, tenggorokan kembali segar setelah dilewati kunyahan buah semangka.

Oh ya mungkin kalian penasaran apa atau siapa sih Laskar Bersenyum itu?? Mungkin dari cerita saya yang pertama kali bergabung dengan kegiatan mereka ini sedikit memberi gambaran bahwa Laskar Bersenyum ini adalah sekelompok relawan yang sangat peduli dengan Wisata dan Potensi desa di daerah Temanggung. Muncul dari sebuah keprihatinan bahwa Potensi dari Temanggung yang luar biasa belum semua di kelola dan di publikasikan dengan baik, maka relawan Laskar Bersenyum inilah yang nantinya akan membantu desa-desa ataupun tempat wisata untuk mengelola potensinya dan juga mempublikasikannya. Jadi bagi kalian khususnya orang Temanggung yang peduli tentang Potensi desa dan wisata, bergabunglah bersama kami “Laskar Bersenyum” dan mari kita buat Temanggung Lebih menampakkan senyumnya.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

6 komentar

Write komentar
31 Oktober 2017 08.56 delete

Senang juga Charis bergabung bersama Laskar Bersenyum. Semoga wisata Temanggung makin moncer yaa

Reply
avatar
31 Oktober 2017 10.52 delete

Mbak jekwis itu Natalia bukan?

Reply
avatar
4 November 2017 08.12 delete

Aminn....semoga lebih mendunia

Reply
avatar
7 November 2017 10.40 delete

seru banget mas acaranya, aku blm pernah sih nyoba gabung relawan atau komunitas ginian. Kayaknya asik ya bersih-bersih bersama, macam bersih2 sampah di gunung

Reply
avatar
17 November 2017 03.42 delete

Seru juga kegiatan gini ya, jadi merasa berkontribusi nyata terhadap kelestarian alam dan juga wisata. Jogja gada komunitas ginian sih. Eh atau aku aja yang nggak tau?

Reply
avatar