Taman Gua Sigrowong, Potensi Wisata alam, Sejarah dan Ekowisata di Temanggung

5/10/2017

suasana di area Taman Gua Sigrowong
Hutan Pinus yang masih sangat rimbun dengan ditumbuhi semak belukar membuat hati takut dan kadang enggan untuk melewatinya, walaupun hutan tersebut adalah jalan utama untuk menuju suatu tempat yang wajib kita datangi. Hal ini pernah saya rasakan saat melewati hutan Pinus di daerah Kandangan Temanggung tiga tahun silam, tepatnya Hutan Pinus Sigrowong (Segrowong) yang berada di desa Gesing, Kecamatan Kandangan Kabupaten Temanggung. Kala itu saya akan menuju ke desa Tlogopucang untuk menghadiri acara pernikahan teman saya, jalan menuju kesana harus melewati hutan Pinus tersebut. Banyak cerita yang berhembus kalau sudah malam daerah ini tidak aman, dikatakan ada begal ataupun makluk astral yang bersemayam, karena menghadiri pernikahan teman hukumnya wajib bagaimanapun itu saya harus melewatinya. Benar saja saat memasuki area hutan Pinus ini di kanan dan kiri terlihat pohon Pinus tinggi menjulang membuat kesan gelap jalanan sehingga membuat bulu kuduk merinding, apalagi saya melewati daerah ini sudah lumayan sore yaitu jam lima sore.
Kesan yang saya rasakan tiga tahun silam sekarang semua sudah berubah sesaat satu minggu kemarin saya melewatinya, dengan sedikit terheran jalan disini terlihat ramai, banyak motor dan mobil berlalu lalang jadi, banyak teman berkendara disini. Terdapat Jalan masuk ke Hutan Pinus di kiri jalan yang mengundang perhatian saya, dimana jalan masuk ke hutan tersebut dihiasi dengan berbagai aksesoris berwarna-warni yang membuat hutan Pinus ini sangat menarik. Seketika itu saya melambatkan motor saya dan brehenti untuk melihatnya.

pintu masuk Taman Gua Sigriwong
Jalan yang penuh aksesoris yang bagus untuk di foto

Tidak banyak orang disini hanya ada beberapa pemuda yang terlihat sedang menaikan potongan-potongan kayu kedalam mobil dan juga ada beberapa yang sedang merapikan aksesoris sebagai penghisan hutan pinus ini. Selain para pemuda tadi terlihat ada dua orang pengunjung yang sedang asyik berfoto-foto di bawah payung warna-warni yang terlihat eksotis. Berjalan lebih kedalam sambil melihat-lihat apa yang disajikan disini, karena saya yakin ini akan jadi tempat hits baru yang akan diburu para pencari foto instagrameble di daerah Temanggung. Terdapat beberapa gazebo dan juga tempat duduk dari kayu yang siap untuk digunakan. Hiasan-hiasan yang sudah menggantung di antrara pohon-pohon Pinus sudah begitu menarik dan sangat bagus sekali andaikan di foto. Akan tetapi sayang sekali saya kala itu tidak membawa kamera dan Hp saya kurang begitu mendukung untuk mengambil foto disini, hari yang sudah mulai gelap membuat HP saya tak mampu menghadirkkan keindahan tempat ini, sebenarnya pingin kembali lagi kesini tapi untuk dua minggu kedepan saya harus berada di Jogja.
Sesudah melihat-lihat pemandangan ini saya menemui salah satu pemuda yang sedang beristirahat sambil membarsihkan cangkulnya yang tadi digunakan untuk membuat jalan. Sedikit sapa basa-basi dan perkenalan, nama pemuda ini adalah mas Heri. Mas heri menceritakan tempat ini yang akan dibuat sebagai tempat wisata yang menyajikan spot foto, dengan hiasan yang sudah hampir rampung dipasang serta pembenahan akses serta fasilitas yang akan dibangun sedikit-demi sedikit, serta akan diperluas dengan membangun gazebo-gazebo yang nantinya dapat digunakan untuk menikmati suasana asri dari tempat ini. flaying fox juga akan disediakan disini akan tetapi masih terkendala lokasi dimana lokasi yang akan dibangun flying fox masih di tumbuhi pohon kopi yang sedang berbunga, sehingga menunggu pohon kopi sampai berbuah dan akan ditebang nantinya.

Jalan menuju Gua Sigrowong
Mulut Gua Sigrowong

Paling menajubkan dari cerita mas Heri adalah tentang adanya Gua ditempat ini, saya ditujukan dimana letak Gua tersebut. Gua ini dinamakan Gua Sigrowong inilah yang menjadi alasan nama tempat ini dengan di tambahi Taman karena akan menjadi sebuah taman yang menarik ujar mas Heri. Gua ini penuh dengan sejarah sebenarnya dimana Gua ini menjadi salah satu saksi perjuangan dari para pemuda Temanggung dalam melawan Penjajah dari Belanda pada masa agresi militer Belanda sekitar tahun 1955. Gua ini menjadi tempat persembunyian para tentara pelajar Temanggung dari serangan Belanda yang berasal dari Yogyakarta dan Ambarawa. Memang aksi para Tentara Pelajar Temanggung dikala agresi militer Belanda yang menyokong kekuatan untuk menduduki kembali Jogjakarta dan juga Ambarawa menjadikan Temanggung tak lepas dari perjuangan merebut kembali Indonesia, selain itu juga sebagai tempat penampungan atau pelarian dari tentara-tentara Jogjakarta dan Ambarawa, inilah cerita dari mas Heri dimana Gua ini juga menjadi saksi persembunyian para Tentara Pelajar untuk menghindari serangan tentara Belanda.
Gua Sigrowong ini tidak luas memang, pintu masuk hanya muat untuk satu orang saja itu saja harus dengan merangkak, kedalamannya pun tidak terlalu dalam hanya 7 meter, lebar Gua di dalam sekitar 7 meter pula, jadi di dalam hanya bisa menampung 4-5 orang saja.
Potensi wisata selain adanya Gua Sigrowong hutan Pinus ini ternyata sudah terbiasa menjadi ajang para atlit offroad Nasional berlaga. Dibalik bukit taman Gua Sigrowong ini terdapat pemandangan indah yang menarik perhatian para offroader dari berbagai daerah untuk dateng kesini. Beberapa kali sudah dihelat ivent offroad berkelas nasional. Keadaan yang masih alami dengan lebatnya hutan menjadi sajian para offroader saat melibas lintasan yang terjal.
Selain ada track untuk offroad terdapat pula camp area yang sangat aman dan nyaman. Sumber air yang melimpah menjadi camp area ini bisa dinikmati oleh semua kalangan. Terdapat di puncak bukit yang lapang kita bisa leluasa mendirikan tenda, tempat ini pun tidak jauh dari pemukiman warga. Saangat cocok sekali untuk melatih anak-anak lebih dekat dengan alam dan menghadirkan pemandangan alam yang hijau enak untuk dipandang. Potensi dari Taman Gua SiGrowong ini memang sangat luar biasa, terdapat unsur sejarah dan juga menghadirkan indahnya pemandangan alam yang luarbiasa. 
Selain menyajikan alam yang indah Taman Gua Sigrowong ini terletak di desa ekowisata yaitu desa Gesing yang terkernal dengan produk Pisang Aroma khas Temanggung. Jadi apabila kesini bisa juga membeli oleh-oleh Pisang Aroma Khas Temanggung lamngsung dari pabriknya.

salah satu foto instagramable foto dari Rahayu lina
sepanjang jalan Taman Gua Sigrowong yang di beri aksesoris yang eksotis

biaya masuk masih seikhlasnya


Peta Menuju Taman Gua Sigrowong

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

28 komentar

Write komentar
10 Mei 2017 12.59 delete

Jarang-jarang hutan pinus areanya bisa sekalian buat offroad... kalau ke sana ga akan takut kehujanan soalnya banyak payungnya :p

Tuliss terus tentang potensi Temanggung mas, biar kalau ke sana udah ada gambaran mau ke mana

Reply
avatar
10 Mei 2017 13.20 delete

iya ada yang bisa untuk offroad di belakang bukit, payungnya masih sedikit jadi kalau rame tetep basah..

siap tulis Temanggung dah banyak sekali menumpuk ini, belum esekusi semua

Reply
avatar
12 Mei 2017 07.37 delete

Doh semakin banyak wishlist tempat2 di temanggunh yang pengen dikunjungi nih. Selain air terjunnya juga banyak.
Oiya pasar papringan ada lagi ya mas?

Reply
avatar
12 Mei 2017 07.37 delete

Doh semakin banyak wishlist tempat2 di temanggunh yang pengen dikunjungi nih. Selain air terjunnya juga banyak.
Oiya pasar papringan ada lagi ya mas?

Reply
avatar
12 Mei 2017 07.47 delete

iya ini aja masih numpuk tulisan list Temanggung..semakin banyak sekarang,
eh iya besok minggu loh tgl 14 pasar papringan yang baru buka lagi, kalau mau kesana, mungkin saya mau mampir kesana minggu pagi.

Reply
avatar
12 Mei 2017 14.28 delete

wa itu guanya pintu masuknya kecil banget, jadi bayangin pas jaman perang gerilya dulu
lengkap banget, ada ekowisata juga, payungnya aduhai juga
sayangm jauh, hiks

Reply
avatar
13 Mei 2017 07.10 delete

iya..jadi biar gak dikira tempat persembunyian kali ya guanya jad lubangnya kecil gt,
bener lengkap ini, cuma masih dalam pengembangan dan blm tersandar akan itu warga setempatnya

Reply
avatar
14 Mei 2017 11.35 delete

Ohh goanya kecil ya mas,,
btw kemarin habis dari Sedengkeng mau ke Watu Layah lewat sini cuma nggak mampir :D mungkin lain waktu. Hehehe

Reply
avatar
14 Mei 2017 18.01 delete

Owh iya...mampir dulubseharusnya, he he weh dr sedengkeng ke watu layah, wah niat abener ini dr ujung barat ke ujung timur temangggung

Reply
avatar
15 Mei 2017 21.28 delete

wew, tempatnya instagramable banget... kalo punya kamera bagus, gak kan pulang sebelum memory card penuh.. bener banget deh

Reply
avatar
16 Mei 2017 20.38 delete

iya e, pas kemarin mampir kesana gak senaja, gak bawa kamera juga..pingin kesana lagi aku aja.

Reply
avatar
18 Mei 2017 09.51 delete

mulai banyak yang beginian ya.
di jogja aja yg dulunya hutan tiba2 diubah jadi tempat wisata.

Reply
avatar
21 Mei 2017 14.07 delete

Bener banget, semenjak sosial meda jadi wadah pamer foto mendadqk banyak banget tempat wisata dadakan.

Tapi karena itulah tempat2 indah yg tersembunyi jadi terekspose dqn mendapat perhatian wisata dan mampu menambah uang saku masyarakat sekitar. Hehe

Reply
avatar
21 Mei 2017 14.16 delete

ya seperti itulah adanya, semakin banyak orang cari foto untuk eksis semakin banyak pula tempat yang bermunculan untuk dijadikan spot foto yang instagrameble

Reply
avatar
4 Juni 2017 14.55 delete

Olala akhirnya kalo ke temanggung gak galau lagi haha,

mas kamu kalo rajin2 nulis temanggung enak mas, blognya bisa jadi refrensi buat ke temanggung.

Reply
avatar
4 Juni 2017 22.53 delete

Salut mbe Njenengan Mas, wong temanggung tapi juga nulis temanggung hingga ke tempat-tempat yang belum nge-hits,,
ketimbang aku, KTP ndi, sing ditulis ndi...awawkkaw

Reply
avatar
6 Juni 2017 05.36 delete

Wah, bagus banget ya dihias-hias gitu. Jadi keingetan zaman waktu saya kecil deh. Sering banget jalan-jalan ke Gua kayak gitu. Sekarang mah gal pernah lagi.

Reply
avatar
8 Juni 2017 11.12 delete

weh seing ke Temanggung to..kabar-kabar dong, tak anter ke tempat teriistimewa di Temanggung nanti...
iya insyaAllah masih memendam tulisan tentang temanggung banyak bgt

Reply
avatar
8 Juni 2017 11.14 delete

semoga saja mas istiqomah biar bisa memperkenalkan Temanggung ke kancah internasional.. ha ha ha dan masih banyak tulisan tentang temanggung yang saya pendam

Reply
avatar
8 Juni 2017 11.15 delete

wah..sekarang biar anaknya mbak aja yg main ke gou, kita main sambil ngawasi he he he, iya makin banyk tempat gini sekarang

Reply
avatar
8 Juni 2017 22.32 delete

Kok horror gt yah keliatannya. Trs bayangin gua itu langsung sesak napas, jd ingat pas di Gua Gelatik GK harus merangkak gt jg. Sampe di dalam aku langsung keringat dingin lemes susah napas. Kayanya aku bermasalah sm ruang sempit. :(

Reply
avatar
9 Juni 2017 13.44 delete

Kan bener..
Setiap ada hutan pinus, di sana ada potensi untuk dijadikan sebuah destinasi wisata alternatif.

Reply
avatar
11 Juni 2017 23.29 delete

sedikit horor guanya emang, saksi perjuangan tentara pelajar Temanggung

Reply
avatar
11 Juni 2017 23.36 delete

lha iki hutan pinus sing go foto-foto kita kae

Reply
avatar
15 Juni 2017 07.47 delete

Baru tau kalau di Temanggung ada seperti ini. Keren, dan itu payungnya sepertinya sangat cocok digunakan ketika sedang bermain turun hujan..hehe

Reply
avatar
17 Juni 2017 11.36 delete

iya, ini emang baru, baru 2 bulan ini... payung payung yang indah ini..

Reply
avatar
9 Juli 2017 09.12 delete

lubang gua nya kecil banget. dalemnya kecil jadi memang sebatas itu ya mas? apa ada jalur keluar lain? gak kebayang itu gua nya :|

gimana waktu kawah sileri meletus? muah2an gak kena ya..

Reply
avatar
9 Juli 2017 20.14 delete

memang kecil jalan masuknya, tp dalamnya lebarnya sekitar 7 meteran, bisa muat orang 5-8 orang untuk sembunyi gitu,
alhamdulillah gak papa kalau punya saya jauh dr dieng, malah dekat sama heli yg jatuh itu

Reply
avatar