Rica-rica Ceker yang mantab ala Ceker Nendyang di Wonosari

5/03/2017


Ceker merupakan bagian dari ayam yang mungkin jarang diminati untuk disantap karena hanya sedikit dagingnya dan harus bersusah payah mengambil daging yang menempel ditulang untuk dimakan. Tapi di Jogja ceker banyak kita temui dengan berbagai olahan yang bervariasi, mulai yang sederhana dibacem seperti diangkringan-angkringan atau disajikan sebagai pelengkap hidangan seperti mie ayam, banyak pula yang mengeolah ceker menjdi krispy atau dimasak pedas. Salah satu olahan ceker yang menarik untuk kita coba adalah rica-rica ceker yang ada di warung  Ceker Nendyang di Gunung Kidul.
Beberapa minggu yang lalu saya berkesempatan mencicipi rica-rica ceker ala Ceker Nendyang, berawal dari sparing futsal antara teman kantor saya dengan persatuan guru di Wonosari Gunung kidul yang bertempat di salahsatu lapangan di pusat kota Wonosari. Selesai futsal yang melelahkan karena kita hanya ber enam dan lawan lebih dari dua tim dengan durasi main dua jam, lapar dan haus sangat terasa sore itu. Selesai mandi dan ganti baju tersirat kabar “ayo makan, mau di gratisi, ada yang syukuran ini” wah langsung saya bersemangat lagi dan kita serombongan langsung menuju ke Ceker Nendyang yang ternyata pemiliknya salah satu guru di MAN 1 Wonosari yang berasal dari Temanggung, “pantas ini menunya rica-rica” pikir saya, memang orang Temangung sukanya yang pedas-pedas.

Papan Nama Ceker Nendyang

porsi dari rica-rica ceker dan rica-rica sayap dengan nasinya

Ceker Nendyang ini bertempat di proliman, Kepek, Wonosari, Gunung Kidul, atau sekitar 500 m dari MAN 1 Wonosari. Sasampainya di tempat ini kita sudah dipesankan rica-rica ceker dengan level pedas yang tengah-tengah alias tidak terlalu pedas. Tak lama rica-rica ceker pun datang, dengan tampilan ceker kecoklatan diguyur kuah ketal yang kemerahan dengan taburan lembut cabe merah terlihat sungguh menggoda. karena sudah merasa lapar langsung saja saya santap dengan seporsi nasi disajikan di piring rotan yang artistik. Karena ceker ini adalah salah satu favorid saya, saya mengawali makan dengan mencoba rica-rica ceker ini tanpa pake nasi terlebih dahulu dan hasilnya lebb.. rasa manis tersa begitu pas, saya gigit cekernya ternyata mudah juga mengambil daging cekernya, lembut dan mudah lepas dari tulangnya sehingga kita bisa mudah menikmati daging ceker. Dalam hati saya berkata “enak ya tidak terlalu pedas” setelah saya mengeluarkan sebagian ceker di dalam mulut saya dan dyarr... baru pedasnya terasa, aneh sekali rasanya tadi waktu ngunyah tidak terasa pedasnya akan tetapi setelah selesai mengunyah pedasnya baru terasa dan pedasnya nendyang banget benar saja kalau warung ini dinamakan Ceker Nendyang, ternyata pedasnya bisa diakhir dan nendyang banget.
Setelah terasa pedasnya baru saya makan bersama nasi. Nasi yang hangat saya siram dengan kuah rica-rica ceker yang kental manis pedas itu. Menikmati makan sore dikala lapar setelah main bola membuat saya cepat mengahbiskan satu porsi nasi nasi dan 5 ceker  yang ukurannya lumayan besar. Setelah habis, pedas dari rica-rica masih terasa dan kuah cekerpun masih ada, langsung saja saya nambah nasi biar semuanya bisa habis ha ha ha. Rica-rica ceker di Ceker Nendyang ini enak bgt manis dan pedas sesuai dengan selera.

Warung Ceker Nendyang Tampak Depan

Meja Makan Ceker Nendyang
Rica-rica sayap ayam dan ceker

Warung ceker nendyang ini mudah untuk ditemukan akan tetapi tempatnya memang agak kecil tapi nyaman utuk makan. Apabila kalian kesini di waktu-waktu ramai atau jam pulang sekolah sampai sore kalian harus rela sedikit antri untuk mendapatkan tempat duduk karena memang warung ini ramai dan banyak peminatnya kalau belum beruntung bahkan bisa kehabisan. Selain menu rica-rica ceker ada juga rica-rica sayap, kepala atau daging ayam sesuai dengan pesanan tapi warung ini tidak menyediakan banyak selain ceker. Ada juga menu baru yaitu rica-rica bakso yang mungkin di kesempatan lainnya akan saya coba. Satu porsi rica-rica ceker harganya Rp. 10.000,- dengan isi 5 ceker dan satu porsi nasi. Tingkat kepedasanpun bisa kita pesan, jadi kalau kalian bisa tahan pedas yang sangat pedas silahkan pesan yang super pedas karena seberapa pedas pun harganya tetap sama walaupun harga cabe naik.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

12 komentar

Write komentar
4 Mei 2017 08.51 delete

Doh durung sarapn moco ngenean😕
Anu ceker itu butuh kesabaran memang untuk menikmatinya. Seni mbrakoti balungan ceker itu sensasinya lain drpd yg lain. Apalagi daging2 tok hehehe :3

Reply
avatar
4 Mei 2017 10.47 delete

enak tenan nek sing iki mas..asli, masis pedasnya itu leb bgt, ceker favorid ku ha ha

Reply
avatar
4 Mei 2017 11.59 delete

Sebagai pecinta kecer saya harus coba neh. jarang ceker yang tingkat kepedasannya bisa di atur

Reply
avatar
4 Mei 2017 14.23 delete

iya bisa dipesen pedasnya, aku yang terakhir kesana di kerjai sama yg punya dikasih yg lebih meledak

Reply
avatar
4 Mei 2017 15.19 delete

Tak kiro neng Jogja, tiwas rep golek hahahaha. Suwi rak kulineran bareng iki..

Reply
avatar
4 Mei 2017 15.38 delete

ngiler uy.. idenya kreatif memadukan rica-rica dari kawasan timur untuk rasa sekitaran jawa.

Saya sendiri baru ngerasain sop ceker sama soto ceker belum pernah nyoba rica2nya :)

Reply
avatar
5 Mei 2017 00.15 delete

Ntaaaaap kak! marai ngiler, syemmm! mbrakoti ceker itu adl seni. xixixi

Reply
avatar
5 Mei 2017 01.03 delete

Aku nggak terlalu doyan pedes mas, ahaha nggak kuat perut.
Tapi melihat dari potongan foto dan ceritamu itu pingin juga nyobain kapan-kapan kalau lewat sana mas :)

Reply
avatar
5 Mei 2017 08.44 delete

ho o pak rodok adoh, tapi nek karo dolan pas bgt

Reply
avatar
5 Mei 2017 08.44 delete

iya, enak ini harus di coba...jarang-jarang loh

Reply
avatar
5 Mei 2017 08.45 delete

ha ha ha sebagian orang memang bilang begitu, seni makan ceker..enaknya tiada habis

Reply
avatar
5 Mei 2017 08.46 delete

bisa pesen pedesnya yang tdak terlalu pedas..level bawah lah..kalau gak pedes itu kuahnya juga enak koq, apalagi pedes..ada manis pedes enak bgt

Reply
avatar