Desa Wisata Pentingsari (Dewi Peri): Nyaman, Sejuk dan Inspiratif

12/28/2016


Di akhir-akhir ini kehidupan di pedesaan sangat diidam-idamkan, suasana yang jauh berbeda dengan perkotaan yang bising, padat, macet dan serba instan membuat orang yang bergelut di perkotaan jenuh dan bosan. Suasana desa yang nyaman , tenang, udara yang masih sangat segar membuat betah tinggal di desa. Keadaan alam yang masih sangat alami dengan tumbuhan dan pohon yang rindang tumbuh subur di pedesaan sehingga terlihat indah pemandangannya dan suasananya. Sawah yang membentang luas, kebun yang hijau di tubuhi pohon-pohon perkebunan terasa segar sekali. Orang-orang desa yang sangat ramah dengan tenggang rasa tinggi juga sangat jarang dijumpai di kota. Hal-hal ini mempengaruhi wisatawan yang akhir-akhir ini ingin kembali lagi ke pedesaan dan cenderung ingin melihat alam yang masih segar. Alternatif wisata yang paling bisa dinikmati adalah kita berwisata ke Desa Wisata.
Banyaknya wisatawan yang ingin menikmati desa turut juga menjadi pemicu perkembangan desa wisata, berbagai desa wisata bermunculan dan berlomba-lomba dalam membangun keindahan desa masing-masing. Salah satu daerah paling banyak mempunyai desa wisata adalah Kabupaten Sleman dimana di kabupaten ini terdapat puluhan Desa wisata. Berbagai pilihan desa wisata dengan ciri khas dan kearifan lokal masing-masing bisa kita nikmati.
Pada hari sabtu (17/23/2016) saya sangat beruntung menjadi salah satu blogger yang diajak oleh Dinas Pariwisata Kab. Sleman untuk mengunjungi Desa Wisata yang sangat luar biasa. Desa Wisata itu adalah Desa Wisata Pentingsari atau biasa disingkat DEWIPERI. Desa wisata ini terletak di daerah lereng gunung Merapi tepatnya di wilayah Umbulharjo, Kec. Cangkringan, Kab. Sleman. Sebelumnya saya memang kurang begitu tahu tentang desa ini, terbiasa kalau berwisata ke gunung Merapi  yang dinikmati hanya lava tour maupun Kaliurang. Setiba di Desa Wisata Pentingsari saya langsung mengupload sebuah foto di Instagram yaitu foto keadaan desa, tak lama ada komen dari salah satu teman saya yang berada di Jakarta “weh lagi di Pentingsari ya??bagus banget Desa itu, aku pingin kesana lagi”   langsung weh temenku yang di Jakarta aja dah tahu, keren lagi katanya, saat itu juga saya jadi sangat antusias untuk mengetahui lebih dalam lagi desa wisata ini.
Sekitar pukul 09.00 WIB rombongan dari blogger-blogger disambut oleh Dinas Pariwisata Sleman dan juga disambut oleh koordinator Desa Wisata Pentingsari yaitu Pak Dato. Dalam sambutannya pak Dato bercerita banyak tentang Desa Wisata ini, Desa ini pernah menyabet beberapa penghargaan Intenational, seperti penghargaan Asean Homestay Award. Tak kurang dari 3000 wisatawan datang ke Desa Wisata Pentingsari setiap bulannya. Berbagai wisatawan baik manca negara maupun lokal silih berganti datang, bahkan apabila mau kesini harus pesan 1-2 bulan sebelumnya. Dalam pemaparannya pak Dato juga menerangkan bahwa kearifan lokal tetap selalu dijunjung tinggi, jadi Wisatawan yang datang ke desa ini harus menyesuaikan dengan adat dan budaya yang sudah berjalan di desa ini, “meraka membayar tinggal disini bukan berarti semaunya sendiri disini, mereka harus menghormati dan menjalankan semua aturan dan kearifan disini, kita tidak mau dijajah oleh para wisatawan yang datang”. Sunggu luar biasa, hal ini sangatlah positif karena dari desa wisata bisa menyalurkan sebuah kearifan kepada para pengunjung, karena tata krama dan juga hubungan antar manusia di desa itu lebih arif dari pada di kota atau di negara lain.

salah satu homstay yang disewakan, sederhana tapi nyaman
interior homestay yang nyaman

Desa Wisata Pentingsari juga mempunyai Homestay, ada 55 homestay yang semuanya adalah milik warga desa. Jadi homestay ini punya pribadi masing-masing warga akan tetapi konsep keadilan dilaksanakan disini, semua yang punya homestay pasti akan digilir mendapatkan wisatawan, jadi pemerataan penghasilan bisa dilakukan. Dalam pemerataan ini nantinya akan di lakukan oleh koordinator Desa Wisata. Dari penghasilan-penghasilan yang didapat ini membuat warga desa lebih terbantu dari segi ekonomi.
Setelah mendengarkan pemaparan dari Pak Dato tentang Desa Wisata Pentingsari rombongan blogger dipandu menuju sebuah pendopo milik Pak Rahman yaitu seorang pensiunan pegawai bank dan sekarang mengembangkan berbagai tanaman herbal. Di pendopo dengan nama Joglo Herbal ini kita diajari oleh Pak Rahman berbagai cara memanfaatkan tumbuh-tumbuhan menjadi obat. Mulai dari cara menanam hingga cara memanfaatkan. Bapak Rahman ini sangatlah inspiratif menurut saya, beliau bisa memanfaatkan alam sekitar menjadi sebuah manfaat yang luar biasa, dia juga mampu berbagi kesesama dan tak canggung-canggung mengajari semua yang datang ke rumahnya. Pak Rahman menjadi sebuah aset bagi Desa Wisata Pentingsari sebagai seorang penolong dengan kemampuan memanfaatkan tumbuhan herbal untuk bisa membantu orang-orang disekitarnya.

Joglo Herbal, biasa untuk sosialisasi bermacam tumbuhan Herbal oleh pak Rahman
Pak Rahman yang sedang menjelaskan tumbuhan herbal cara menanam dan manfaatnya

Masih di Joglo Herbal setelah kita diajari memanfaatkan tumbuhan herbal selanjutnya kita diajari untuk membuat kerajinan dari Janur (daun pohon kelapa) dan juga dari sebuah daun kering untuk membuat Belalang dan juga Wayang. kita di bagi menjadi dua kelompok, satu kelompok membuat wayang dan yang lain membuat Belalang dari Janur. Saat itu saya terbagi di kelompok yang membuat belalang dari janur. Karena jiwa seni saya yang sangat minimalis saya menyerah dan tidak ikut membuat, saya hanya melihat dan mengabadiakan teman-teman yang sedang mulai bisa membuat kerajinan dari janur itu. Perlahan-lahan mulai terbentuk, ada yang jengkel-jengkel sendiri karena tidak bisa-bisa ada pula yang bisa dengan sendirinya. Di akhir ada sebuah penilaian hasil yang paling bagus punya siapa. Kerajian ini yang sangat jarang dilakukan oleh anak-anak jaman sekarang, padahal membuat kerajian yang seperti ini sangatlah asyik dan hasilnya bisa untuk menjadi hiasan bahkan bisa juga dijual.

belajar membuat kerajinan dari janur

belajar membuat wayang-wayangan

Belakang Joglo Herbal terdapat sebuah homestay, setelah membuat kerajianan selesai kita diperbolehkan utuk menengok kedalam homestay, bangunan sederhana dengan interior yang menurut saya sangat nyaman untuk ditinggali. Lengkap dengan kasur, dapur dan meja makan. Suasana homestay membuat saya hanya duduk di meja makan untuk beberapa saat dan merasakan susana homestay ini, enak dan tentram rasanya.
Setelah selesai melihat-lihat homestay kita diajak ke sebuah ikon Desa Wisata Pentingsari. Sebuah banguanan yang fotoeble banget, yaitu bangunan dari bambu-bambu yang dibentuk melingkar sehingga membentuk seperti sarang burung yang tidak rapat. Hampir semua anggota blogger mengabadikan foto mereka disini. Di sebalah selatan dari ikon ini terdapat tanah lapang yaitu camp area. Tempat ini sedang di gunakan oleh salah satu sekolahan untuk melakukan kegiatan Pramuka, sangat asyik pastinya bisa ngecamp di Desa Wisata Pentingsari.
salah satu blogger, mas bagus sedang berfoto di bangunan ikon desa

keindahan Kali kuning
Selanjutnya kita diajak melihat indahnya kali Kuning, perbatasan desa sebelah barat langsung berbatasan dengan Kali Kuning. Jembatan yang menghubungkan desa ini dengan desa tetangga dapat kita gunakan sebagai spot menikmati indahnya Kali Kuning, sungai yang selalu menjadi tempat lewat lava muntahan gunung merapi. Sungai ini dimanfaatkan oleh warga dengan diambil pasirnya. Kualitas pasir merapi sudah pada tahu pastinya, paling bagus pastinya.
Hal yang menarik berikutnya adalah kita diajak belajar karawitan, alat-alat musik tradisional khas jawa dengan mudah kita mainkan karena dibimbing oleh seorang kakek. Di sebuah rumah joglo di tengah desa terdapat sebuah studio musik karawitan dengan nama Pos Kreasi seni Janur. Kita memposisikan ke alat-alat yang sudah tersedia, tak perlu lama kita belajar, dengan nada yang sudah dituliskan didepan kita langsung bisa memainkan sebuah lagu, weh ternyata mudah loh kalau kita mau belajar seperti ini. Mungkin kalau kita belajar sehari seperti ini kita bisa memainkan beberapa lagu pastinya. Ini adalah tantangan kita sebenarnya, alat yang mudah untuk kita mainkan ini harus kita lestarikan dan kita bumingkan, sayangnya sebagian generasi bangsa sekarang pada enggan untuk memainkan alat musik ini. Padahal asyik loh bermain karawitan.
saat para blogger bermain karawitan

seorang kakek yang sedang mengajari salah satu dari rombongan untuk memainkan alat musik jawa

salah satu Proses pengolahan kopi di Desa Wisata Pentingsari

Hasil olahan Kopi Robusta yang di jual untuk oleh-oleh dari Desa Wisata Pentingsari

Hal yang tak kalah menarik adalah proses pembuatan kopi robusta “Tunggaksemi” di Desa Wisata Pentingsari, kita dipersilahkan melihat proses pengolahan dan menikmati hasil kopi khas merapi. Ibu-ibu dari desa ini sangat cekatan dan mahir dalam mengolah kopi, terlihat ibu-ibu yang sudah tua atau seorang nenek yang sedang menggoreng kopi dan juga sedang menghaluskan kopi. Rasa kopi olehan ibu-ibu ini juga mantab, kita dipersilahkan untuk menikmatinya.
Tak terasa kita berkeliling desa ini sudah hampir 3 jam lebih, suasana desa yang nyaman membuat waktu tak terasa. Desa ini sungguh rindang dan sejuk. Jalan yang halus kanan-kiri ditumbuhi oleh bunga dan pepohonan membuat berjalan mengeliligi desa wisata ini sangat nyaman. Mungkin suatu hari nanti saya harus mencoba tinggal lebih lama disini. Sepertinya akan mendapatkan pelajaran hidup yanglebih nantinya. Dengan kenyamanan yang tersedia, kita hanya merogoh kocek Rp. 100.000 saja bisa menempati sebuah homestay dan menikmati suasana desa yang nyaman. Bagi kalian yang ingin merasakan desa yang penuh dengan inspirasi datanglah ke Desa Wista Pentingsari.
 
Suasana salah satu jalan desa yang sejuk, bersih dan nyaman

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »