Perpaduan View Ciamik Embung Kledung

11/01/2016


Udara pagi di Temanggung yang dingin membuat diri ini lebih asyik bermalasa-malasan di tempat tidur dengan selimut, walaupun sudah bangun dan sudah menyentuh air untuk shalat subuh tapi kasur dan selimut lebih menarik daripada yang lain. HP saya berdering karena ada PING!!! masuk, segera saya buka ternyata itu dari mbah Matus yang menginatkan aku bahwa hari ini kita janjian untuk pergi ke Pasar Papringan, dengan lumayan malas saya mulai beranjak dari tempat tidurku dan mencoba keluar rumah ingin melihat cuaca hari ini apakah berkabut atau tidak. Setelah sampai depan rumah ternyata cuaca sangat cerah, mentaripun sudah memperlihatkan pancaran sinar paginya  yang mempesona, saat itu juga saya langsung melirik kearah gunung Sindoro dan Sumbing apakah tertutup kabut atau tidak, dan ternyata dua gunung kembar sangat gagah pagi itu, terlihat semua bagian tubuhnya tanpa tertutup setetes kabut pagi yang biasa menyapa setiap harinya. Saat itu juga saya langsung berfikir kalau ke Embung Kledung bakalan dapet view keren ini. Tanpa berfikir lama saya langsung mengambil perlengkapan yaitu kamera yang sudah saya pinjem dari teman saya kemarin dan HP saya serta tak lupa berpamitan ke Ibu kalau mau main. Pamitan itu penting bro karena saya pernah pergi pagi-pagi setelah shalat shubuh, mau pamit ke ibu tapi ibu masih di masjid jadi saya tidak pamit, eh akunya di cari-cari sama ibu dari subuh sudah kemana. Oh ya janjian bersama mbah Matus untuk pergi ke pasar papringan saya batalkan sepihak karena saya pernah kesana, maaf ya mbah Matus.
Kali ini saya pergi tidak mengendarai motor supra fit saya, karena motor kakak saya yang lebih gagah dan berotot terlihat nganggur karena hari ini hari minggu, dimana kakak saya libur. Lumayan lah bisa lebih ngebut kalau pake motor laki. Pukul 5.25 WIB saya langsung gas motor kakak saya biar lebih cepat sampai ketujuan takutnya kabut segera datang menutupi Gunung Sindoro dan Sumbing. Dengan melewati pasar Ngadirejo yang sudah rame saya tetep sedikit ngebut menuju ke arah Parakan dan dilanjut melalui jalur Parakan-Wonosobo.

Gang menuju Embung Kledung dari arah jalan Parakan-Wonosobo
Papan ucapan Selammat datang di Embung Kledungg

Embung Kledung sendiri terletak di desa Kledung Kecamatan Kledung dimana desa ini adalah perbatasan antara Wonosobo dan Temanggung. Embung ini terletak sekitar 1 Km dari jalan raya Parakan-Wonosobo, kalau dari arah Parakan masuk gang ke kanan sebelum lapangan Kledung. Akan tetapi karena saya belum pernah kesana dan saya tidak melihat tanda-tanda atau petunjuk yang mengarahkan ke Embung, saya nekat aja memilih jalan yang biasanya untuk base camp pendaki Gunung Sindoro, lurus saja baru ditengah-tengah desa ada pentunjuk jalan  kearah Embung Kledung, terus saja saya mengikuti petunjuk itu hingga sampai ujung desa dan masih ada jalan menuju kepuncak Sindoro kelihatnnya. Menelusuri jalan batu dan naik dengan pemandangan kanan- kiri persawahan dan kebun warga. Sekitar 10 menit perjalanan terlihat ada sebuah bangunan rumah kecil yang saya kira tempatnya tidak jauh lagi dari situ. Benar saja banguanan itu adalah rumah penjaga dan pengelola dari Embung Kledung akan tetapi saat saya sampai situ belum ada orang sama sekali dan gerbang masuk Embung pun terbuka, berarti saya gratis masuk kesini. Mungkin karena masih pagi sekali saya kesini.

Pepaduan pemandangan Embung Kledung dan Gunung Sindoro yang Ciamik
anak-anak akamsi yang sedang menikmati pagi di Embung Kledung

Setelah memakirkan motor di sebelah kanan tulisan Embung Kledung yang disitu sudah ada 3 motor terparkir, berarti sudah ada pengunjung disini. Saya mulai menapaki tangga yang menuju keatas, setelah sampai keatas hati ini berasa bergetar tapi bukan karena jatuh cinta ya tetapi karena lumayan takjub dan ada rasa menyesal dihati “mengapa saya orang Temanggung tapi baru kali ini bisa melihat potensi luar biasa dari daerahku ini”. Melihat luasnya embung yang penuh terisi air dengan latar belakangnya Gunung Sindoro yang terlihat sangat dekat dengan kita, hijau ke kuning-kuningan di sisi Gunung menjadi perpaduan pemandangan yang ciamik sekali untuk kita nikmati.
Setelah mengambil foto indahnya perpaduan Ciamik view Embung Kledung ini saya mulai berkeliling-keliling melihat ada apa aja disini. Disini disediakan tempat duduk yang mengelilingi Embung ini disitu juga saya melihat anak-anak kecil sedang duduk-duduk dan bergurau dengan senangnya, sayang saat mau mengajak mereka foto bersama mereka tidak mau. Terus mengelilingi tempat ini dan sampailah di sebrang dari tempat pertama saya sampai dan ternyata view di sini indah sekali, dimana Gunung Sumbing yang menjadi latar dari pemandangan embung ini, ditambah dengan view desa-desa yang ada di bawah dan juga yang paling keren terdapat bayangan Gunung Sumbing di air dalam Embung, sungguh pemandangan yang saya sesali mengapa saya kesini tidak sejak lama karena ini daerah ku sendiri.
Embung Kledung dengan Latar belakang Gunung Sumbing yang bayangannya tertangkap oleh air Embung
pengunjung yang sedang asyik foto-foto 
asyiknya mengabadikan foto berlatar gunung sindoro..keren ya


Setelah puas berkeliling saya pun kembali ketempat semula dan disitu sudah ada anak muda-anak muda yang sedang asik berfoto di tulisan Embung Kledung. Langsung saja saya abadiakan momen mereka saat disana terlihat suasana keakraban mereka yang saling bergantian memfotokan. Setelah puas saya dari tempat ini saya berlanjut menuju ke tempat lain yang sedang hitz di sekitar lembah Sindoro Sumbing. Netx story......

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

2 komentar

Write komentar
10 April 2017 09.31 delete

Besok pas mudik mampir ke sini ah.... :)
semoga saja cerah...

Reply
avatar
12 April 2017 09.04 delete

weh emange mudik kemana koq lewat sini..mampir dan semoga pas cerah

Reply
avatar