Museum Gunung Merapi, Melihat Potensi dan Bahaya Gunung Merapi

11/23/2016
Gedung Museum Gunung Merapi yang Megah
Gunung Merapi adalah salah satu gunung teraktif di dunia. Sejak tahun 1768 merapi sudah meletus lebih dari seratus kali dan yang terakhir adalah tahun 2010 yang meluluhlantahkan beberapa desa di kaki gunung dan menewaskan 39 jiwa. Aktifitas Gunung Merapi ini menjadikannya salah satu gunung yang paling banyak diminati orang untuk dikunjungi. Bahkan orang-orang dari berbagai negara seperti Rusia, Korea rela datang untuk mengetahui banyak hal tentang Gunung Merapi. Selain dari karakter Gunung merapi yang khas dengan aktifitas letusannya, Gunung ini juga mempunyai sejarah yang kental dengan adat dan budaya tanah Jawa. Legenda-legenda tanah jawa banyak sekali yang berkaitan dengan Gunung Merapi. Untuk mendapatkan Informasi dengan mudah yang berkaitan dengan Gunung Merapi bisa kita dapat dengan mengunjungi Museum Gunung Merapi (MGM).
Museum Gunung Merapi adalah Museum yang di bangun oleh Pemerintah Daerah Sleman dengan tujuan memberikan edukasi tentang Gunung Api yang ada di Indonesia terutama Gunung Merapi. Museum yang diresmikan dan dibuka secara umum sejak tahun 2010 ini menyajikan berbagai koleksi yang menujukan potensi Gunung Merapi dan juga bahayanya Gunung merapi. Koleksi seperti tiruan Gunung Merapi yang megah dan indah di ruang utama sampai barang-barang yang rusak karena diterjang awan panas Gunung Merapi.



Di Akhir perkan kemarin tepatnya di hari Sabtu 17 Novermber 2016 saya berkesempatan untuk mengunjungi Museum Gunung Merapi ini. Berawal dari undangan Kopdar Blogger Yogyakarta bersama Dinas Pariwisata yang bertempat di Halaman belakang museum ini. Acara Kopdar ini bersifat santai dan asyik dimana Pak Wasita dari dinas Pariwisata Sleman mulai membuka acara dan membacakan susunan acara yang begitu menarik yaitu langsung bermain dan berlajar ke Museum Merapi.
Memasuki Museum Merapi kita disambut oleh petugas yang akan memandu robongan untuk berkeliling-keliling Museum. Saat pertama masuk kita langsung disajikan oleh koleksi tiruan Gunung Merapi yang megah,  terlihat disana betapa bagusnya gunung merapi, terlihat hijau di kaki gunungnya dan mulai memerah kecoklatan di pucuk gunung, yang mana menujukan bahwa Gunung Merapi ini sangatlah subur di bagian kaki gunung dan sangat gersang di pucuk dimana terselimuti oleh pasir vulkanik dari letusan gunung.

Gunung Merapi yang ada di Museum Merapi
Para Pengunjung yang sedang melihat Gunung Merapi sambil mendengarkan pemandu

Setelah melihat tiruan atau replika Gunung Merapi kita dipandu menuju ke subuah gambar-gambar yang berisikan pengetahuan gunung-gunung api yang ada di Indonesia, selanjutnya kita diajak untuk memasuki ruangan tempat menonton film. Di ruangan film ini terdapat kursi-kursi yang sangat nyaman berjumlah sekitar 100 dengan laryar yang lumayan memanjakan mata. Film yang diputar yaitu film “Mahaguru Merapi”, film ini berisikan pengetahuan tentang Gunung Merapi lebih khusus membahas tentang letusan gunung merapi di tahun 2010, dimana letusan di tahun ini adalah letusan yang tergolong besar. Diceritakan dalam film ini pula dasar pengambilan keputusan oleh BPPTK untuk menaikan status Gunung merapi dari level 1 sampai level 5 (awas), mulai dari aktifitas magma dalam perut Gunung Merapi yang mulai meningkat mencari jalan keluar yang menimbulkan gempa-gempa kecil yang terbaca oleh alat deteksi gempa BPPTK Yogyakarta, hingga BPPTK menemukan kandungan gas CO2 yang keluar dari puncak Merapi begitu banyak yang menandakan bahwa merapi akan segera meletus, dengan dasar ini BPPTK meningkatkan status merapi menjadi awas pada tanggal 25 Oktober 2010.
Setelah menonton film kita juga dapat melihat koleksi-koleksi jenis batuan yang ada di Gunung merapi serta ada juga bekas-bekas properti, peralatan rumah, komputer, sepeda motor yang di lalap Wedus Gembel atau Awan Panas. Barang-barang tersebut benar-benar mengingatkan saya pada tahun 2010 saat letusan Gunung Merapi terjadi, suasana sangat mencekam gemuruh magma yang akan keluar begitu keras terdengan, hujan abu dimana-mana, pengungsi yang terus berdatangan ke Stadion Maguwo memperlihatkan begitu bahayanya Gunung Merapi.

Gambar suasana Pasca Erupsi gunung merapi dan Motor rusak yang diterjang Awan panas gunung Merapi
Seorang Pengunjung yang sedang beralajar langkah-langkah apa saja yang di lakukan bila terjadi letusan Gunung Merapi
gambar filosofi Bangunan Museum Merapi

Setelah melihat barang-barang rusak akibat terjangan awan panas Gunung merapi kita dipertemukan oleh kepala Museum Gunung Merapi dan beliau menceritakan awal mula dibangunnya museum ini, dibangun di tanah kosong yang tadinya hanyalah sebuah lahan untuk memelihara ayam, museum ini mempunyai bangunan yang sangat megah, dengan halaman yang luas sebagai tempat parkir serta bentuk bangunan yang artistik damana ada tangga yang lumanyan landai terinspirasi dari Candi Ratu Boko, atap terlihat mempunyai puncak-puncak seperti gunung menjadikan bangunan ini eksotis sangat cocok menjadi latar foto. Diceritakan juga bahwa potenssi Gunung Merapi setelah letusan di Tahun 2010 sangatlah banyak dan sangat membantu penduduk sekitar diman berjuta-juta kubik pasir yang bisa meraka dapatkan dan dijual sebagai mata pencaharian atau potensi wisata dari lava tour yang sekarang sangat banyak digemari oleh wisatawa.
Museum Gunung Merapi ini sangat membantu apabila kalian ingin mengetahui lebih dalam tentang Gunung Merapi dengan informasi yang dikemas secara asyik rekreatif membuat kita tidak bosan mengunjungi museum ini. Biaya masukpun begitu murah hanya Rp. 5.000,- dengan tambahan parkir untuk motor Rp. 2.000,- mobil Rp. 5.000,- kita sudah bisa mendapatkan informasi berbagai potensi dan bahaya merapi. Museum ini sangat cocok dikunjungi para pelajar yang mana museum ini akan membarikan pengetahuaan kepada mereka, terlihat saat saya disini para pelajar yang mengunjungi museum ini sangat menikmati dan serius mendengarkan penjelasan para pemandu. Jadi bagi kalian yang ingin mengetahui lebih dalam tentang Gunung Merapi silahkan berkunjung ke tempat ini.

vidio saat berada di Museum Gunung Merapi

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

4 komentar

Write komentar
28 November 2016 00.20 delete

wah. ikut acara ini juga ya? Asik sekali. sayang saya kemarin gak dapet undangan TT

Reply
avatar
28 November 2016 15.18 delete

Artikel menarik, jadi ingat dulu pasca letusan 2010 masih di jogja. Semoga kedepannya proses evakuasi dimerapi bisa lebih perbaiki supaya korban jiwa bs ditekan seminimal mungkin.

Reply
avatar
29 November 2016 19.27 delete

Iya, lumaynb seru, bisa mengenal lebih dalam lagi kalau pas acara gini malah

Reply
avatar
29 November 2016 19.28 delete

Iya memang, 2010 itu jan sungguh memilukan, buat pembelajaran dan selalu waspada serta selalu belajar dekat dengan alam

Reply
avatar