Hutan Mangrove Pantai Ayah Kebumen yang Adem

9/28/2016


Pengikisan pantai oleh air laut yang sering kita dengar saat kita belajar di bangku sekolah yang dinamakan abrasi dimana gelombang air laut dapat merusak pantai, semua ini bisa dicegah dengan menanam pohon mangrove di sepanjang bibir pantai. Sekarang banyak pohon mangrove yang sudah ditanam dengan jumlah yang besar dan menjadikan sebuah hutan mangrove yang ribun. Tujuan utamanya adalah mencegah adanya abrasi, akan tetapi dalam beberapa waktu belakangan ini hutan mangrove mempunyai fungsi ganda yaitu juga sebagai tempat pariwisata.
Beberapa wisata hutan mangrove mulai berkembang pesat seperti di Karimunjawa, di Jogja dan Hutan mangrove di Pantai Ayah Kebumen yang sempat saya kunjungi di minggu kemarin. Mangrove di pantai Ayah Kebumen ini tergolong masih baru sebagai tempat wisata, dibuka sebagai wisata mulai bulan Juli namun pengunjungnya sudah sangat ramai. Pantai Ayah sendiri terletak di perbatasan antara Kebumen dan Cilacap dari arah Jogja bisa melalui jalur selatan yaitu jalan daendels yang sudah terkenal itu. Melalui jalan ini kita akan menjumpai tempat wisata yang banyak semisal pantai Suwuk, pantai Menganti dll.
Sebernarnya saya berkunjung kepantai ini sudah dua kali, yang pertama saya berkunjung bersama teman-teman sekelas saya waktu masih masa kuliah, disana kita menginap dirumah teman yang rumahnya hanya berjarak 200 m dari pantai tetapi, hutan mangrove waktu itu belum menjadi objek wisata, kita hanya bisa melihat dari jauh ataupun bisa menyewa perahu dan melihat dari dekat dan tidak bisa masuk.


Jembatan khas pantai Ayah Kebumen

Yang kedua kalinya saya kepantai ini dua minggu kemarin saat saya kondangan ke tempat teman saya dan sekalian mampir kesini karena saya tertarik dengan foto teman saya sedang berada di tengah Hutan Mangrove pantai Ayah ini. Sesampainya di pantai Ayah yaitu pukul 14.00 WIB yang dimana matahari sedang panas-panasnya. Saya kesini bersama teman saya kondangan, pertama kami hanya berjalan-jalan di jembatan yang khas dari pantai ayah tersebut. Disitu saya bercerita kepada teman saya dimana pantai ini mempunyai hutan mangrove yang bisa kita kunjungi tapi saat itu saya kurang begitu tahu letaknya disebelahmana. Karena kita penasaran maka saya dan teman saya mulai mencari tahu dan bertanya-tanya.

Setelah berjalan kearah keramaian orang yang turun perahu saya dihadang oleh bapak-bapak yang menawarkan jasa prahu, dari situ saya sekalian bertanya kepada bapaknya dimana letak hutan mangrove berada. Dijawab oleh bapaknya “kalau mau kesan saya bisa antar mas, karena kesana harus nyebrang dulu pake prahu dan bianyanya Rp. 20.000,- sudah termasuk dengan tiket masuk ke hutan mangrove, kalaupun mau bayar sendiri tiketnya kita dikenakan biaya prahu Rp. 15.000,- dan membayar tiket masuk kehutan mangrove sebesar Rp. 5.000,-.” Sebenarnya sama saja sih cuma mau kita bayar satu-satu atau sekalian. Setelah itu kita iyain bapaknya untuk mengantar kita ke Hutan Mangrove dengan membayar uang Rp.40.000,- untuk berdua. Dan langsung kita dihantar oleh bapaknya pake perahu wisata yang berkapasitas sekitar 20 orang akan tetapi perahu itu hanya disi oleh kita berdua saja. Saya sempat bertanya ke bapaknya yang punya perahu, pak apakah kita gak nunggu penumpang lain? Dijawab oleh bapaknya “tidak papa mas, kita langsung berangakat saja”. Dan jadilah perahu wisata itu seperti milik pribadi.

Perahu wisata yang bisa mengantarkan ke Hutan Mangrove Pantai Ayah Kebumen
Para Wisatawan yang baru saja turun dari perahu

Tak lama menyebrang sekitar 10 menit kita sampai di jalan masuk hutan Mangrove disana sudah disambut oleh para penjaga Hutan Mangrove yang siap dengan papan untuk jalan kita turun dari perahu. Oh ya setelah samapai kita akan ditinggal terlebih dahulu oleh perahu yang mengantar kita dan akan dijemput lagi setelah kita selesai berkeliling Hutan Mangrove dengan menelepon bapak yang punya perahu.

Jembatan sebagai jalan menuju kedalam hutan Mangrove
berfoto dengan akamsi yang sedang bermain di sekitaran hutan Mangrove

Mulai memasuki hutan mangrove dengan jembatan yang panjang yang masih terletak di pinggir hutan, kita menelusuri jembatan itu sekitar 300 m, setelah itu kita belok untuk masuk ke hutan mangrove. Disana ternyata lumayan ramai banyak muda mudi yang sedang berfoto-foto ada juga adik-adik akamsi yang sedang main-main. Setelah berjalan 200 m terdapat rumah panggung yang menarik. Rumah ini dibangun sebagai tempat penyuluhan mangrove Dinas Kehutanan Kab. Kebumen akan tetapi saat itu digunakan oleh pengunjung berfoto-foto. Sayangnya saya gak bisa masuk keatas karena ada batasan jumlah yang masuk yaitu 20 orang. Saat itu sudah full, jadi saya hanya bisa melihat dari luar saja dan berfoto di deket tangga saja.

Rumah panggung sebagai balai penyuluhan hutan mangrove dinas Kehutanan Kebumen

bebererapa orang sedang naik ke lantai dua rumah panggung 

Setelah dari rumah itu saya menelusuri lebih dalam lagi dimana disana pohon mulai rimbun dikanan kiri jembatan kayu. Dengan view yang sangat menarik dan suasananya sangat adem dan sejuk. Kita lumayan berlama-lama disana sambil foto-foto. Terdapat juga tempat duduk yang berupa ayunan. Teman saya mencoba tempat duduk itu dan bersantai-santai. Saat teman saya bersanatai saya masih penasaran ke dalam, disana ada area rumah panggung lagi akan tetapi lebih terbuka dan mempunyai view yang bagus sekali. Oh ya di sisi belakang hutan ternyata sudah langsung daratan yaitu belakang perumahan warga yang disitu sebagai tempat pembibitan pohon mangrove.

menikmati rimbunya hutan Mangrove dengan berjalan-jalan menelusuri kedalam hutan mangrove
para pengunjung yang sedang asik berfoto dan bercengkrama menikmati suasana hutan mangrove yang adem
ngobrol asyik bersama pengelola Hutan Mangrove Pantai Ayah Kebumen

Hutan mangrove ini bikin betah berlama-lama di dalamnya suasana yang tenang dan adem bikin kita bisa releks melepas lelah perjalanan dan panasnya kota Kebumen. Setelah saya puas saya mulai kembali keluar hutan dan menunggu jemputan perahu yang tadi mengantarkan. Sambil menunggu, saya sempat juga ngobrol-ngobrol dengan pengelola tempat ini.
Berbagai informasi saya dapatkan dari pengelola seperti dibukanya Hutan Mangrove ini untuk wisata sejak pasca lebaran dan yang mengelola adalah dari komunitas “Javanese Mangrove Education Center” dimana komonitas ini adalah komonitas pecinta lingkungan yang berfokus pada pelestarian dan pengembangan Hutan Mangrove. Dari pengelola juga saya mendapat informasi bahwa Hutan Mangrove pantai Ayah ini masih akan di kembangakan, masih akan dibangun jembatan yang lebih panjang masuk kedalam hutan, karena ternyata yang sekarang ini hanya sepertiganya saja yang baru dimanfaatkan untuk wisata. Mungkin saya harus kesini lagi setelah semua selesai dibangun. Awal bulan depan katanya sudah akan dimulai pengembangannya karena semua bahan sudah siap. Akan dibuat gardu pandang yang tinggi agar bisa melihat keseluruhan luasnya hutan mangrove.
Sautau hari kalian harus kesini untuk melihat perkembangan pemanfaatan hutan mangrove di pantai Ayah ini sebagus apa nantinya.



Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog Visit Jawa Tengah 2016 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah @VisitJawaTengah (www.twitter.com/visitjawatengah)



Peta Hutan Mangrove Pantai Ayah Kebumen

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

4 komentar

Write komentar
22 November 2016 12.37 delete

Asik banget bisa jalan-jalan di hutan mangrove.
Di daerah sumut juga keren hutan mangrove nya .

Reply
avatar
22 November 2016 14.04 delete

Iya, asyik bgt yang dipantai biasanya panas masuk dalam hutan ini langsung seger bgt...Di Sumut pasti lebih lebat deh hutannya ya

Reply
avatar
Evi
22 November 2016 21.34 delete

Apik sekali hutan manggrove-nya. Sudah bagus ini kerja pemerintah. Ketimbang dibiarkan saja secara alami, kan lebih baik dibangun beberapa prasana untuk wisatawan. Hutannya terperlihara sekaligus mendatangkan keuntungan..

Reply
avatar
22 November 2016 21.39 delete

Iya, seharusnya memang harus saling kerjasama pemerintah dan masyarakat sekitar untuk mengembangkan hutanmangrove biar sama2 menjaga, yg ini juga masih dlm pengembangan lebih keren lagi katanya besok kalau dah jadi

Reply
avatar