Pagi Asyik di Gunung Bantal

4/26/2016


Sudah lama sekali ini saya gak campping, terakhir ya pas saya naik gunung Merbabu tahun kemarin, sangat kangen sih dengan indahnya malam di alam bebas, udara dingin yang menyuntuh kehangatan keakraban cerita malam bersama teman-teman, pagi yang mempesona dengan sinar kemerahan matahari menerpa embun pagi yang membasahi dedaunan. Sungguh asyik sekali.
Camp kali ini tidak terlalu terencana sebenarnya berawal dari saya ngobrol santai sama teman saya sebelum main bola namanya Ayob, saat itu dia ada rencana ikut campping bersama anak-anak kampungnya di Gunung Bantal sebelah gunung Api Burba atau tepatnya di atas Embung ngelangeran, sifatnya open trip sih camp ini dan pesertanya ternyata lumayan banyak ada sekitar 15 orang. Aku daftar saja tapi ternyata pesertanya sudah pas karena dihitung dari isi tendanya, tapi saat itu aku berinisiatif untuk bawa tenda dan peralatan sendiri saja dan asyiknya diperbolehkan.
Sabtu sore saya janjian bersama Ayob dan temannya bertemu di depan Alfam*rt jalan Wonosari untuk meeting point pemberangkatan kita, tepat pukul 16.30 WIB kami berangakat menuju lokasi, melewati jalan Wonosari-Bukit bintang–Perempatan Pathuk ambilkanan-pertigaan ke arah Gunung Api purba kita masih Lurus sekitar 300 m kita masuk jalan kampung. Perjalan hanya memakan waktu 30 menit tapi saya dan Ayob harus nunggu jemputan dulu di sebuah angkringan karena lokasinya tempat camp saya kurang tahu, setelah menunggu 30 menitan akhirnya jemputan itu datang dan kita mulai perjalannan lagi, kita melewati desa-desa di pinggiran gunung itu dan jalan-jalan yang lumayan naik dan ternyata basecamp untuk camp di Gunung Bantal ini adalah Kampung Pitu. Kampung Pitu ini sangat terkenal dengan keunikannya yaitu dimana kampung ini hanya terdiri dari tujuh Kepala Keluarga saja setiap tahunnya tidak lebih dan tidak kurang dan itu sudah berlangsung dari jaman dulu.
Setibanya di tempat penitipan sepeda motor waktu sudah menujukan waktu Mahrib, sebelum naik ke Gunung Bantal saya dan temen-temen saya shalat Mahrib dulu. Setelah semua siap kita mulai untuk jalan kaki menuju puncak Gunung Bantal. Gunung Bantal ini tidak tinggi kok hanya butuh waktu 20-30 menit berjalan kaki untuk sampai di puncak. Tidak perlu takut kecapekkan kalau naik Gunung Bantal ini.
Setelah sampai puncak ternyata sudah banyak tenda yang berdiri dan juga sudah banyak temen-temen yang sedang asyik ngobrol dan nyanyi-nyanyi. Tapi saya belum mendirikan tenda ini, saya secepat mungkin mendirikan tenda dan gak lama semua persiapan tidur dan masak dah siap untuk digunakan, dan tibalah saatnya untuk asyik gabung bareng temen yang lain.

pemandangan pagi hari di Gunung Bantal

Malam itu kita kumpul bersama dengan semua peserta dan saling berkenalan ternyata banyak anak-anak yang kuliah di UMY ada yang dari Kepri 3 anak, ada yang dari weleri dan masih banyak lagi gak usah saya sebbutkan satu-satu ya maslahnya lupa yang jelas mbak-mbaknya cantik-cantik dan mas-masnya ganteng-ganteng he..he. tapi malam itu saya bertemu dengan mas Weswi dia berasal dari Temanggung sama dengan saya, dia seorang Grafic desainer dan Juga Photographer treveller, wah ini dunianya hapir mirip saya jadi, kita ngobrol panjang lebar sampai gak kerasa sudah pagi saja. Jam 3 aku sempatkan untuk tidul sebenatar agar keesokan harinya bisa menikmati Paginya Gunung Bantal.
Jam 05.00 WIB saya bangun pas sekali dengan alaram HP saya, dan saya tayamum dulu untuk shalat Subuh tp pas keluar tenda terasa dingi sekali dan basah, ternnyata pagi itu kabut begitu tebal. Setelah selesai shalat saya langsung mencari spot untuk menikmati indahnya pemandangan. Sangat menakjubkan pemandangan pagi itu dimana aliran kabut yang membelah sela-sela pegunungan Gunung Api Purba bergerak begiti indahnya, hamparan kabut pun menutupi pemandangan kota Jogja dibawah sana, tapi ini pemandangan yang luar biasa kita seperti diatas awan. Bagus sekali pagi ini.

Tak berselang lama ternyata ada beberapa orang datang dan saya tanya mereka adalah komonitas instanusantara kumpulan fotografer gitu, semakin ramai pagi itu dengan bererapa fotografer tapi saya hanya bisa melamun melihat mereka asyik membidik keindahan pagi itu, hikz saya gak bawa kamera dan tidak bisa banyak mengabadikan keindahan ini, untung ada mas weswi yang mau mengabadikan momen ini jadi saya lumayan dapet foto kece. Tereimakasih untuk fotonya, bagus Pingin kesini lagi rasanya dan semoga bisa mengabadikan keindahan pagi hari Gunung Bantal yang keren abis ini.


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »