Main Ke Luweng Sampang, Tersesat Berakhir Ketawa

4/21/2016


Perjalanan ini kalau diinget-inget lumayan menjadikan gelak tawa tapi terbayar dengan bagusnya pemandangan di Luweng Sampang.
Luweng sampang adalah sebuah air terjun dengan tinggi 4-5 meter saja tetapi sampingnya di apit oleh bebatuan besar dengan ornamen mirip sekali dengan Green Coyoun yang terkenal itu, bedanya kalau di Luweng Sampang hanya ada satu bagian kecil ini saja tapi menarik untuk kita nikmati dan asyik juga untuk bermain air.
Luweg Sampang ini berada di desa Sammpang Kec. Gedangsari Kab. Gunungkidul, disebut degan Luweng sampang mungkin karena bentuk dari tempat ini yang kaya luweng (lubang berputar) dan terdapat didesa sampang. Untuk menuju kesini bisa dengang dua jalur yaitu bisa melalui Gunungkidul atau melalui Klaten, paling mudah itu melalui Klaten arah Bayat yang menuju ke Gedangsari. Dulu saat saya menuju kesini karena belum tahu jalannya saya hanya mengikuti JPS saja eh malah banyak tersesat dan blasuknya, saya juga kaya hampir tidak percaya ini mau sampai apa tidak.
Dari jogja saya melewati jalan jogja-klaten setelah lampu merah kedua dari canci prambanan saya belok kekanan dan terus mengikuti jalan akan tetapi saya dibawa oleh JPS melewati jalan-jalan kecil melalui tepian-tepian sawah dan sungai, yang menurut saya ini adalah jalan kesawah. Karena sudah terlanjur tersesat, saya terus saja sekalian ikuti dan setelah melewati jalanan sawah dan pinggir sungai sehingga sampailah ke jalan beraspal yang bagus lagi. Setelah mengikuti jalan kayaknya kok semakin nyasar dan sialnya lagi sinyal dah tidak ada dan JPS berhenti bergerak. Saya berinisiatif untuk bertanya ke warga (jurus paling ampuh saat tersesat). Dan diberitahu ada dua jalan, yang pertama dengan jalan bagus yang megitari bukit jelas akan lumayan lama dan yang kedua yaitu membelah bukit, kita menuju melewati desa sampang. Pilihan saya jatuhkan ke pilihan kedua kita ambil jalan yang membelah bukit yang menurut perkiraan saya ini pasti akan lebih cepat. Setelah masuk gang untuk mebelah bukit ternyata jalannya masih batu-batu dan naik, ya sudah dinikmati saja, ternyata di atas bukit itu ada desa dan ada sebuah gua juga tp agak serem sih, jadi saya tidak mampir-mapir. Tak lama kita di hadpakan denga jalan yang semakin sempit dan naik-turun serta kanan-kiri hutan semakin gak karuan pokoknya dan untung ada orang yang sedang mencari rumput dan saya bertanya kebapak tersebut “pak luweng sampang niku lewat pundi nggeh??” malah bapaknya bertanya kesaya “mau apa mas kelueng sampang??” kayaknya Luweng sampang ini aneh dan biasa saja menurut orang sekitar sini, saya hanya menjawab “bade dolan mawon pak” setelah itu bapaknya menujukan arah ke sana, dan tak lama sampai lah ke luweng sampang itu.

naik ditas bebatuan luweng sampang


Pertama kali melihat dari atas sebelum melihat air terjunnya memang keliatan biasa saja sih karena itu memang hanya sungai biasa. Seperti sia-sia perjalanan yang tersesat tadi, yah karena sudah terlanjur sampai ya kita nikmati saja sehingga kita turun kesungai itu. Ternyata setelah turun pemandangannya berubah menjadi sangat menarik, air terjun yang diapit dua bebatuan itu terlihat sangat bagus dan asyik untuk kita datangi dan bermain air di bawahnya, foto-foto disitu dan jadikan momenmu menjadi asyik. Disitu saya naik keatas batu besar itu dan sambil mengingat-ingat perjalanan menuju kesini tadi bikin ketawa saja. Yah mari ketawalah dengan segala kejadian tadi yang akan membuatmu tambah asyik menikmati keindahan Luweng sampang kata hati saya.

aliran sungai luweng sampang

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »