Watu Lumbung Membentuk Karakter Pengunjung

4/08/2016

Di Akhir Pekan kemarin saya diajak teman saya ke sebuah tempat yang namanya Kampung Edukasi Watu Lumbung, karena teman saya memperlihatkan ke saya hanya sebuah foto dan arah tempatnya saja maka saya kurang begitu tahu sebenarnya ini tempat apa, sepengetahuan saya ya ini adalah semacam tempat makan atau nongkrong yang terleletak di sebuah bukit dengan pemandangan disekitarnya begitu bagus dan sangat luas. Dan benar saja waktu saya kesana kemarin tempat ini memang menyuguhkan pemandangan yang sangat bagus, disisi selatan kita bisa melihat laut selatan (parangtritis) dan sebelah barat kita bisa melihat pemandangan sungai dan jembatan “kretek” arah Parangtritis serta aliran sungainya.
Kampung Edukasi Watu Lumbung ini terletak di sebuh bukit didereta utara perbukitan Parangtritis desa Watu Lumbung (terlihat dari Jalan Parangtritis) Kretek, Bantul,DI Yogyakarta. Sangatlah mudah kesini lewat jalan parangtritis dan sesudah jembatan panjang Kretek (sebelum TPR pantai parangtritis) belok kekiri, setelah itu sekitar 500 m ada gang kecil di kanan jalan, masuk gang itu yang menuju ke bukit, dan setelah mulai menanjak kita sudah bisa melihat beberapa deretan tempat makan atau kafe disitulah Kampung Edukasi Watu Lumbung.


Pada waktu kesini saya belum tahu tentang konsep tempat ini maka, saya menyusuri deretan tempat makan/caffe ini dari bawah hingga atas dan saya berhenti di deretan paling atas dan disana sudah disambut sama mas-mas yang ramah dan mempersilahkan saya untuk memesan menu, ternyata tempat itu namanya Lembayung Surya disini disediakan beberapa menu paketan untuk 2-3 orang, dan saya memilih paket satu disitu ada Wedang sere (untuk 2 orang) dan Kopi hitam satu serta ada jajanan desa (gedang goreng, persikan, ketela rambat rebus) dan harganya 25 rb, lumayan murah untuk tempat yang bagus seperti itu. Setelah itu saya memilih tempat duduk diatas dan karena saya kesana itu pukul 12 siang yang lumayan panas maka saya duduk di bawah pohon dan dipojok alhasil saya bisa melihat pemandangan yang luas tp tidak bisa melihat pemandangan laut parangtritis karena tertutup pepohonan.

Lumayan menunggu lama pesanan saya belum datang, sambil menengok ke arah dapur saya melihat mas-masnya tadi baru berjalan dari arah persawahan sambil membawa beberapa daun sere, ternyata serenya yang mau di bikin minum itu baru aja memetik, masih seger berarti ini (kata hati saya) dan tak lama datang sepaket menu tadi yang saya pesen. Saya belum pernah minum yang namanya wedang sere makanya pertama kali aku mencoba wedang (minuman) ini, dan rasanya manis, dan seger bgt aroma serenya kerasa sekali ditenggorokan  dipadu dengan jajanan desa yang lumayan bikin kenyang perut.
Tidak terasa disana sana sudah menikmati pemandangan dan angin yang segar selama 1 jam lebih, waktunya untuk pulang sebelum itu saya ingin membayar, tp gak ngerti kasirnya dimana??ada mas-masnya yang tadi dan saya bilang ke masnya itu saya mau bayar, dan kata masnya “uangnya silahkan diletakkan di “kepis” aja mas disitu, kalau nanti butuh kembalian silahkan ambil sendiri saja disitu. Agak bertanya-tanya dalam hati, loh koq gt ya?? Dan saya tanya ke mas-masnya td, semua tempat yang disini seperti itu ya mas?? Dijawab sama masnya “beda mas, disini ada 4 tempat dengan konsep-konsep yang berbeda, ada alas kuliner di paling bawah, kedai susu, Kedai wedangan dan disini lembayung Surya” owh, baru nggeh aku ternyata tempat ini mengapa dinamakan sebagai kampung edukasi ternyata kita disini didik untuk menjadi orang yang mempunyai sifat dan karakter di tiap-tiap tempat. Setelah tau konsepnya seperti ini maka saya tertarik untuk mengunjungi satu-persatu kedai-kedai yang disebutkan tadi ya walaupun cuma ingin tahu konsep dari setiap kedai dan pingin foto-foto aja didepannya he..he.. .
Untuk kedai dari paling atas ini adalah kedai yang saya masuki yaitu Lembayung Surya, disini kita diajarkan agar kita menjadi seseorang yang Jujur konsepnya kita harus membayar sendiri uang kita dimasukkan kedalam tempat uang, dan apa bila ada kembaliaannya kita harus jujur mengambil kembaliaannya sejumlah yang seharusnya. Sesuatu yang unik dan kita jadi terlatih untuk jujur inilah Lembayung Surya kejujuran.

Dibawahnya lagi ada yang namanya Kedai Wedangan, disini saya hanya berfoto-foto dan tanya-tanya aja karena tidak membawa syarat untuk bisa pesan menu disini, adapun  konsepnya yaitu kita harus menyumbang 3 buah buku untuk di tukarkan dengan paket menu yang sudah disediakan, dan nantinya buku itu diletakkan di perpustakaan yang ada disitu. Disitu kita bisa menikmati pemandangan indah sambil membaca buku dan juga menikmati hidangan menu kedai wedangan. Disini kita dididik agar kita peduli dan menjadi orang yang gemar membaca.
Untuk dibawahnya lagi disini ada kedai susu, akan tetapi di kedai susu ini belum jadi, masih dalam proses pembangunan dan konsep tempat ini masih belum matang atau atau belum pasti, tapi dari informasi yang saya dapat dari penjaga yang ada di kedai alas kuliner (tempat dibawah kedai susu) konsepnya kalau kita mau pesan menu disitu kita harus bikin puisi dan membaca puisi dulu. Keren kan kita jadi puitis disini, besok-besok kalau kesini sambil ngajak gebetanmu aja biar feelnya dapet biar pesen menunya gak kelamaan ha..ha..
Untuk yang terakhir ada alas kuliner, disini saya bertemu dengan penjaganya yang ramah, lucu dan asyik kita ngobrol-ngobrol lumayan sambil menikmati buah melon yang lgratis lagi, ternyata kalau disini kalau pesan menu makanan disini kita harus menanam benih/pohon dulu, tenang saja kita tidak harus bawa benih atau pohon dari rumah kok, tp kalau ada boleh juga bawa dari rumah, disini sudah disediakan policback dan benihnya tinggal kita menanam benih/pohon dan menyirami saja. Setelah itu kita boleh masuk dan pesan menu makanan. Disini juga terdapat perpustakaan dimana kita boleh minjem buku untuk kita baca sambil menikmati keindahan panorama laut parangtritis yang keren abis.
Oh ya saran aja ya, datanglah kesini waktu senja karena kamu juga dapat menikmati sunset yang mempesona dari Kampung Edukasi Watu Lumbung. Mungkin lain kali saya juga pingin datang kesini lagi waktu sore hari agar bisa menikmati sunset dari sini, yang jelas datang lebih awal ya karena tempat ini lagi ngehitz abis, dan sore hari bisa gak kebagian tempat loh...




Peta Menuju Desa Edukasi




Share this

Related Posts

Previous
Next Post »