Ingkungan di Desa Wisata Emas

4/23/2016
foto diambil dari nasirullahsitam.com


Merasakan suana desa sambil menikmati makan siang di gubuk tengah sawah dan berbincang ria melepas rasa kangen ngobrol dengan teman sangatlah nikmat sekali. Inilah yang saya dan temen-teman saya lakukan beberapa bulan yang lalu. Dimana kita memilih menikmati susana di Desa Wisata Emas Desa Putat kecamatan Pathuk kabupaten Gunungkidul.
Teman-teman saya pingin main bareng yang tidak jauh dan bisa sambil makan-makan, sayapun mengusulkan desa emas sebahagai tujuannya. Saya mengetahui tempat ini sebenarnya gak sengaja, sewaktu saya jalan-jalan mencari air terjun di daerah pathuk ternyata saya melihat daerah ini, yang mana banyak gubuk ditengah sawah dengan padinya sudah menguning dan sedang rame orang-orang pada makan, setelah saya tanya-tanya kewarga setempat, disini bisa pesan ingkung (ayam utuh dimasak) dan dimakan di gubuk tengah sawah itu.
Sebelum ke tempat ini bersama temen-temen saya yang banyak, saya kesini untuk surve dan pesan makanan seminggu sebelumnya,  bersama Rullah  kita memesan ikung yang besar yang cukup untuk 7 orang dengan harga Rp. 200.000., dengan harga segitu ternyata kita sudah dapet semuanya baik ikung (ayam kampung), nasi gurih, wedang sere, es teh, kudapan.

suasana gubuk yang kita tempati

Tibalah dihari eksekusi ingkung, ternyata kita gak hanya ber tujuh ternyata kita ber 10 dimana  2 temen saya nina juga mau ikut, hampir was-was juga apakah nanti bakal cukup gak ya ingkungnya untuk bersepuluh. Sesampainya di sana kita langsung memilih tempat atau gubuk yang akan kita jadikan tempat makan, karena kita banyak orang kita memilih yang gubuk yang besar. Kitapun tidak lama menunggu karena semua pesanan kita sudah matang, sambil menikmati angin yang sepoi-sepoi pesanan kita berdatangan dengan diantar oleh ibu-ibu warga setempat, dan ternyata yang mengelola ini adalah karang taruna desa setempat.

bercengkrama dan menikmati hidangan (foto diambil dari ardiankusuma.com)

Dengan melihat besarnya ayam yang ada kita lumaya tertegun ternyata ayamnya besar dan terlihat sangat menggoda. Setelah semua pesanan datang mulailah kita menyatap. Dengan piring yang terbuat dari janur hijau yang dianyam dan diatasnya dikasih daun pisang menambah susana alami pedesaan sangat terasa, bahkan menurut saya makanan yang piringnya menggunakan daun pisang itu enaknya nambah 30% paling gak. Semua teman saya sudah mengambil dan ternyata nasi sama ayam masih sisa juga, wah pokoknya kenyang sekali dan sangat lahap menikmatinya, rasa ingkungnyapun enak, bumbunya meresap sampai daging dalemnya, enak bgt lah pokoknya

Setelah itu kita juga disuguhi wedang sere, ini kali kedua saya minum wedang sere sebelumnya sanya minum  minuman ini di desa edukasi watu lumbung, enak sekali pokoknya. Kalian harus nyobain suasana ini, semoga ini bisa menjadi referensi berlibur bersama keluarga atau temen-teman ya.

menikmati wedang sere (foto diambil dari ardiankusuma.com)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »