Hikmah tidak mempersulit yang terdapat pada agama Islam

4/13/2016



Allah telah menurunkan aturan syari’at Islam sesuai dengan apa yang dibutuhkann manusia, semua yang diperintahkan dan dilarang Allah itu adalah sesuatu yang menjadikan kita menjadi makhluk yang benar-benar berbeda dari makhluk lainnya. Serta hukum Allahpun bisa sangat fleksibel dan tidak mempersulit bagi manusia, kalaupun hukum Allah itu dilanggar malah yang melanggarlah yang akan mempersulit diri sendiri.
Dalam Alqur’an surat Al Haj Allah Berfirman :
“ Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kalitidak menjadikan untuk kamu dalam suatu kesempitan”
Salah satu contoh ibadah Haji yang  kelihatanya berat tetapi semua itu akan menjadi mudah dikerjakan oleh orang-orang yang memang berniat untuk melaksankannya. Dimana Haji memang sangat menuntut ibdah kita dari segi fisik, finansial dan hati kita sendiri. Allah akan selalu melapangkan jalan hambanya kedalam sebuah kebaikan.
Dan kita juga dituntut janganlah berlebihan dalam menjalankan ibadah, kita selalu  menjadi orang yang profosional baik dalam bentuk ibadah. Sebaiknya amal adalah yang selalu dilaksanakan dengan berkesinambungan dan tidak berlebihan, seperti apa yang telah disabdakan rosullulah
“amal perbuatan yang lebih diacintai Allah adalah lestari (kontinu) dan sederhana”
Kita juga tidak diperbolehkan terlalu ekstrim dalam melakukan ibadah, semua kita lakukan semampu kita sehingga kita dapat ikhlas dan khusuk dalam melakukan ibadah
Seperti hadis rosull
“Wahai manusia! Lakukanlah perbuatan yang kalian mampu lakukanlah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengalihkan pahalanya hingga kalian mengalihkan perbuatannya. Sesungguhnya sebaik-baiknya perbuatan adalah yang dijalankan dengan konsisten (berkesinambungan).
Tidak diragukan lagi kita diturunkan ke dunia ini adlah untuk beribadah kepada Allah dan balasannya nanti di akhirat. Namun demikian Allahpun mengamanahi kita untuk membangun dunia dan menegakkan pondasi kehidupan, apabila manusia hanya fokus ke akheratnya saja maka kehidupan dunianya akan terbengkelai dan terjadilah ketimpangan kehidupan sehingga dapat mengganggu amal dan perbuatan oranglain di untuk dunia maupun akhirat.
Sikap proposional pada masa Nabi terlihat dalam kisah yang terjadi dimna beberapa sahabat nabi kembali dari perjalanan dan menemui Rosulullah mereka berkata “ kami tidak pernah menemukan seseorangpun yang lebih baik darimu selain si A, ia berpuasa di siang hari disaat kami beristirahat ia lebih memilih melakukan shalat hingga kami selesai. Lalu Rosul bertanya “ siapakah yang memberinya nafkah?” merekapun menjawab “kami semua” Rosul berkata “Kalian lebih baik darinya”

Disini terlihat bahwa kita sebaiknya bersikap proposional dalam beragama, dimana kita seimbangkan dunia dan akhirat dengan beribadah da bekerja semampu kita.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »