Alam

Budaya

Temanggung

Recent Posts

Serunya Berlari-larian di Bukit Kembang Arum Temanggung

2/16/2018 4 Comments

Hujan membuat pagi lumayan mebosankan, saya masih terbaring di kasur. Merasakan air wudhu yang membuat telapak tangan langsung kaku, saya lebih memilih berselimut kembali setelah shalat subuh.  Biasanya, apabila saya sedang berada di rumah, pagi-pagi langusng berjalan keluar rumah untuk menikmati udara yang segar. Tahu sendiri kan rumah saya berada di kaki gunung Sindoro. pagi adalah suatu anugrah yang luar biasa, sedikit dingin tapi udara segar sekali, sayang pagi itu tidak aku rasakkan karena hujan.

Baca Juga : Menikmati Kopi di Bawah Sejuknya Wanawisata Jumprit

Ponakan saya Reza dan Syahdan sudah menghampiri untuk mengajak pergi jalan-jalan, tapi pagi itu hanya ikut berselimut dan mainan hp. Pukul 08.00 wib hujan mulai reda, saya keluar sebentar melihat langit yang sudah mulai cerah, awan putih pun mulai terbawa angin, saat itu juga saya berfikir untuk pergi ke sebuah destinasi baru yang lagi ramai di daerah Temanggung yaitu Bukit Kembang Arum yang berada di Desa Prangkoaan kec. Bejen kab. Temanggung. Beberapa kali foto destinasi wisata ini muncul di instagram. saya sangat pingin sekali untuk pergi mengunjunginya.
Mengajak dua ponakan saya reza dan syahdan, saya senaja menyiapkan action camp yang saya pinjam untuk merekam perjalanan dan aksi meraka disana. Saya sudah terbayang akan membuat vidio perjalanan mereka berdua dan asyiknya lari-lari di Bukit Kembang Arum. Sayang sekali yang ikut hanya reza saja, syahdan lagi ngambeg dia pinginnya pergi berenang. Jadilah saya pergi berdua, mungkin kalau yang tidak tahu akan berpandangan bahwa saya sedang mengajak anak saya main.

berfoto di Jalan yang indah menuju Bukit Kembang Arum
Gang menuju Bukit Kembang Arum 

Jarak Bukit Kembang Arum apabila dari kota Temanggung cukup jauh, mungkin sekitar 30 km atau perjalanan sekitar 45 menit menuju arah Bejen, atau jalur ke Jakarta lewat Weleri. Kalau dari rumah saya hanya ditempuh dengan waktu 15 menit saja. Untuk arahnya setelah pasar Candiroto ,masih lurus sekitar 3 km sampai kantor Kepala Desa Laranganluwok. Jalan menuju wisata Bukit Kembang itu tepat disebrangnya. Lurus saja mengikuti jalan yang sudah beraspal. Jalannya halus kanan-kiri berupa ladang dan kebun kopi, bahkan sebelum sampai desa prangkoaan pemandangan di kiri dan kanan jalan pemandangannya luar biasa yaitu kebun kopi yang disela-selannya ada pohon pinus yang rindang, pemandangannya asyik bagus banget.
Setelah sampai saya langsung memarkiran motor dan mengajak reza berjalan melewati jalan yang lebarnya hanya 1,5 meter saja, ini adalah jalur utama saat ini untuk menuju Bukit Kembang Arum. saat saya tanya ke penjaga loket nantinya bukan jalan ini yang akan di buka untuk umum tapi, jalan yang lebih lebar dari sisi utara yang lumayan sedikit memutar.

Sebuah kiriman dibagikan oleh sipenyugunung.net (@charisfuadi) pada

Bukit Kembang Arum Difoto dari panggung
Hijaunya Bukit Kembang Arum

Setelah sampai di Bukit Kembang Arum, ponakan saya reza langsung bilang ‘apik banget ya om’ saya jawab ‘iya e apik banget’ langsung saja deh saya dan reza berjalan-jalan sambil mengabadikan moment kita di bukit yang bagus ini. Bukit Kembang Arum ini adalah sebuah bukit di atas desa Prangkoaan, semua permukaannya ditumbuhi oleh rumput yang asyik sekali untuk berelari-larian, bahkan saya dan reza sempet copot sendal dan merasakan rumput bukit ini di sebelah utara, asyik sekali berlari lari di sisi sebelah utara. Selai itu di ujung bukit sebelah timur dibangun sebuah panggung yang berbentuk lingkaran, tempat ini sangat pas untuk melihat seluruh desa Prangkoan yang di ujungnya seperti dikelilingi hutan yang lebat. Di panggung ini saya dan reza berlari meloncat pokoknya senang banget. Tak heran bila bukit ini sekarang punya julukan sebagai bukit Teletubbies-nya Temanggung. Pemandangan keren serta bukit yang hijau dan asyik untuk bermain.

Spot yang paling sering untuk berfoto, Panggung utama
salah satu tempat untuk bersantai

sebuah Gazebo yang nyaman dan bersih

Di Bukit Kembang Arum  juga asyik untuk bersantai-santai karena disini terdapat beberapa gazebo dan juga tempat duduk yang menghadap ke berbagai arah, sehingga kita tinggal pilih mau memandang yang sebelah mana, pokoknya keren, tapi kalau saya lebih memilih untuk duduk-duduk di rumput saja. Selain ada gazebo, disini ada juga gardu pandang utama yang tingginya sekitar 3 lantai sehingga kita bisa melihat indahnya Bukit Kembang Arum dari atas. Selain memandang masa depan eh maksutnya pemandangan yang indah kita juga bisa merasakan hembusan angin yang lumayan kencang sehingga letih setelah mengelilingin bukit ini hilang terbawa angin.
Pengembangan dari tempat ini masih berlanjut. Nantinya tempat ini akan dijadikan camp area, dan juga dibangun kolam renang. Wah gak sabar bila nanti kita akan berenang di kolam renang yang menyuguhkan pemandangan yang indah. Bagi kalaian yang pingin kesini cepet kesini biar termasuk yang awal-awal mengunjunginya, karena tempat ini baru saja dibuka dan intagrameble banget. Saya dan Reza kebali dari sini dengan cerita yang bahagia.



Indahnya Sunset di Pantai Ketawang Indah

2/14/2018 4 Comments





Sabtu Pagi Terik matahari begitu terang menghantarkan saya menuju ke Desa Wisata Ketangwangrejo di Purworejo. Kala itu saya dari Jogja mengendarai sepeda motor melalui jalan Daendels, saya memilih jalur ini karena letak dari Desa Wisata Ketawangrejo berada dipinggir Jalur ini, Tepatnya yaitu Desa Ketawangrejo, Kec. Grabag Kab. Purworejo. Tujuan saya ke Desa Wisata Ketawangrejo ini adalah untuk menyaksikan Festival Adiloka, yaitu sebuah Festival yang diadakan untuk memperingati ulang tahun Desa. Berbagai acara seperti lomba Gejog Lesung, Lomba Kecantikan Sapi, Karnaval dan hiburan-hiburan yang luar biasa. Tapi saya disini belum akan cerita tentang Festival Adiloka, mungkin kapan-kapan saya akan ceritakan.
Di Tengah-tengah keseruan acara Festival Adiloka, saya malah lebih sering melihat ke atas. Saat suhu panas sekali matahari terlihat sangat terang tanpa ada awan yang menutupinya. Sambil berdoa dan berharap bahwa cuaca ini bisa sampai sore dan menyajikan senja yang indah nantinya.  Maklum saja, karena saya sudah diiming-imingi oleh para pemuda pokdarwis bahwa sunset di pantai Ketawang Indah sangat mempesona, selain sunset yang mempesona, katanya pantai ketawang Indah asyik untuk buat santai-santai.

gerbang selamat datang yang berfungsi juga sebagai jembatan
Jembatan Tamara
Sore pun datang, tepat Pukul 16.30 Saya diajak mas Nanang yaitu salah satu penggiat Wisata Purworejo dan bersama para pemuda Pokdarwis untuk pergi ke pantai, bersyukur matahari masih sangat terang sinanrnya, langit sangat cerah bahkan terlihat tak ada awan sore itu, bersyukur sekali.
Untuk menuju kepantai Ketawang Indah, cukup mudah yaitu, dari jalan Daendels jalan masuk ke pantai tepat di sebrang Kantor Kepala desa atau alun-alun Desa ketawangrejo. biasanya banyak yang salah dengan pantai di sebelahnya yaitu pantai Jetis karena petunjuk arah yang belum dirubah, sering kali membuat salah pantai. Pokoknya pantai ini berbeda dengan yang lain pastinya karena, saat mulai memasuki area pantai saya langsung bisa melihat mercusuar. Tidak semua pantai memilikinya.
Jalan dari tanah halus dan berpasir serta kanan kiri yang ditumbuhi tanaman para petani membuat lebih sedap dipandang. Melirik disebelah kanan Mercusuar yang menghalangi sinar matahari terlihat elok. Tapi, kala itu saya tidak berniat untuk menaikinya, mungki lain kali. Dalam hati saya “pokoknya sore ini harus dapet Golden Sunset” langsung saya saja menuju kepantai.

Baca juga : berburu sunrise bersama maila

Di Pantai Ketawang indah ini ada area yang sangat nyaman sekali untuk bersantai yaitu taman Cemara. Jalan menuju ke taman Cemara ini harus melewati Jembatan Tamara yang berfungsi juga seperti gerbang selamat datang, Jembatan Tamara sebenarnyya hanya sebuah singkatan dari Jembatan Taman Cemara. Jembatan dari bambu ini menurut saya sangat asyik untuk foto-foto. Di area taman terdapat Joglo besar yang bisa digunakan untuk acara rame-rame serta beberapa gazebo dan ayunan untuk duduk-duduk santai dan syahdu menikmati angin pantai. Jadi pantai ini sangat cocok buat acara-acara kantor atau pun teman kelas. bisa juga loh  untuk merenung sambil menikmati angin pantai yang segar karena disini ada sebuah gardu pandang yang cukup tinggi untuk melihat area pantai.

salah satu pengunjung Pantai Ketawang Indah yang sedang bermain ayunan di Taman Cemara
salah satu gardu pandang yang ada di pantai Ketawang Indah
pengunjung yang sedang bersantai disalah satu gasebo sambil menikmati minuman dan menunggu sunset datang

Saya dan teman-teman memilih salah satu gazebo yang paling ujung untuk ditempati, dari sini saya bisa melihat keseluruhan taman bagian barat, banyak pengunjung yang sedang santai menikmati cemilan, minuman dan tak lupa tawa cerianya yang mengiringi ditambah matahari yang sebentar lagi enak dipandang. Sore ini sepertiinya akan menjadi sebuah suasana yang tak akan terlupan. Sambil mencari foto-foto yang keren ternyata di sisi utara taman Cemara saya bertemu dengan Rusa yang dipelihara, wah asyik ini kalau mengajak anak kecil kesini, pasti akan sangat senang melihatnya.

Sunset di salah satu sudut pantai Ketawang Indah
Golden Sunset di Pantai ketawang Indah, mengabadikan bersama Purworejo Jepret
Senja yang menawan Pantai Ketawang Indah

Cahaya sang cakrawala perlahan tidak menyilaukan mata lagi, itu tandanya saatnya saya mendekat ke Pantai agar saya bisa melihat dengan jelas sang cakrawala ditelan laut yang luas di depan. Cahaya kuning kemerahan mulai meterpancar dilangit, matahari memerah Indah sekalii sore itu, saya mendapatkan sunset yang sempurna. Sayangnya, saya saat itu sangat sibuk dengan kammera, karena moment ini harus saya bagikan. Mungkin suatu saat nanti saya bisa mampir ke pantai ini dan benar-benar menikmati senja yang luar biasa.
Setelah matahari sudah tak terlihat lagi saya kembali ke gasebo. sedikit ngoblol dengan para pemuda Pokdarwis, saya menjadi tahu bahwa di Bulan Februari Sunset Pantai Ketawang Indah adalah Sunset yang paling Indah. Ini saatnya munggkin untuk kesana lagi, tapi entahlah semoga ada waktu tersisa dibulan ini dan cuaca yang mendukung. Cuaca februari ini memang sepert kurang menyakinkan untuk menncari sunset tapi patut kalian coba, karena apabila tidak mendapatkan sunset yang indah nanti kalian bisa main-main ke Desa Wisata Ketawang Indah, karena disini banyak yang bisa kalian pelajari mulai dari pembuatan gula kelapa, dan cara budidaya Jambu kristal dan budidaya udang.




Yuk Tutup Liburanmu di Solo dengan Seru-Seruan di Pandawa Waterworld

1/26/2018 2 Comments

sumber : @rizkibrilliant

Eksplore dan temukan berbagai tempat wisata di Solo bersama www.traveloka.com. Salah satunya, tempat wisata paling kekinian bernama Pandawa Waterworld Solo.
Nama Pandawa Waterworld Solo seolah menggambarkan kegagahan yang dimiliki tempat ini. Karena, begitu masuk kita akan disambut oleh patung tokoh pewayangan ternama, Mahabrata. Konsep inilah yang membuat suasana di dalam wahana air berkelas dunia tersebut terkesan lebih mewah dan beda dari kolam renang ataupun water boom yang umum.
Wahana air ini setidaknya menyediakan 27 wahana yang siap mengajak kamu berpetualang. Beberapa diantaranya yaitu Fantastic Slide, Action River, Warm Spa, Bima Slide, Sight Tower, Gatot Kaca Bungy Tower, Raft Slide, Kresna Wave Pool, serta Black Hole Slide yang merupakan wahana paling menantang diantara semua wahana tersebut. Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan selama bermain, setiap wahana telah didamping oleh dua orang life guard serta tim medis.



Wahana Kresna Wave Pool Paling Difavoritkan

sumber: pandawa-lima.com

Diantara wahana-wahana tersebut, wahana Kresna Wave Pool merupakan wahana yang paling difavoritkan pengunjung. Di wahana ini kamu akan dibuat seolah sedang menikmati pantai beneran dengan gelombang ombaknya. Ombak tersebut dibagi ke dalam beberapa sesi, mulai dari yang tenang hingga yang ganas dengan gelombang tinggi. Sebaiknya, jika kamu tidak begitu jago berenang, siapkan pelampung.
Sedangkan untuk Black Hole Slide, wahana paling menantang di antara semua wahana ini merupakan wahana seluncuran panjang berbentuk lorong yang menyerupai tentakel gurita. Selain panjang, rute yang berkelok menjadi tantangannya. Tubuh kita bukan hanya dibuat meluncur dengan cepat tapi juga seperti diomang ambing ke berbagai arah. Jadi, jangan heran jika yang kamu dengar ketika di wahana ini kebanyakan teriakan-teriakan dari mereka yang sedang meluncur.
Untuk kamu yang baru pertama kali mencoba wahana ini dan takut pusing atau mabuk, sangat disarankan minum obat anti mabuk dulu. Soalnya, wahana ini termasuk wahana yang menantang tapi nagih. Siapa tahu kamu ingin berseluncur berkali-kali.
Perhatikan juga setiap standar keselamatan yang diberitahukan. Salah satunya, wajib hukumnya menggunakan pelampung standar. Pelampung ini pun sudah disediakan secara gratis dan tinggal kamu ambil.
Kalau takut, kamu bisa berseluncur berdua menggunakan pelampung khusus untuk sepasang. Life guard akan memandu kamu sebelum meluncur di lorong berkelok tersebut. Bahkan, mereka akan memastikan jika kondisi kamu memang sehat dan sudah cukup usia agar tidak kaget dengan keekstreman seluncuran ini.

sumber: pandawa-lima.com

Aktivitas bermain di air merupakan aktivitas yang cukup melelahkan. Selesai bermain, pasti lapar. Hal ini pun sudah diantisipasi oleh pengelola. Mereka menyediakan foodcourt untuk mempermudah pengunjung membeli makanan dan minuman tanpa harus keluar area wisata ini ataupun membawa bekal.
Bagi kamu yang memang sedang berlibur dan mengunjungi setiap tempat wisata di Solo, kamu bisa menghemat biaya akomodasi dengan memilih menginap di hotel terdekat, seperti Fave Hotel Solo Baru. Dari penginapan ini ke Pandawa Waterworld Solo bisa ditempuh dengan jalan kaki, demikian juga sebaliknya.
Untuk harga tiket, tarif masuk weekday dikenakan Rp 50 ribu per orang dan weekend Rp 100 ribu per orang. Harga yang cukup terjangkau mengingat kamu bisa bermain sepuasnya tanpa perlu bayar lagi untuk setiap wahananya. Kalau kebetulan sedang ada promo atau kamu seorang pelajar, kamu juga bisa dapat diskon, lho!
Pandawa Waterworld Solo bisa kamu pilih sebagai tempat wisata di Solo terakhir yang kamu kunjungi sebelum pulang. Menghabiskan hari terakhir di Solo dengan seru-seruan bersama keluarga.