Alam

Budaya

Temanggung

Recent Posts

Kedamaian, di Satoria Hotel

11/16/2017 Add Comment

Segelas Kopi menemani saya duduk ditepian kolam, santai melepas lelah memandang langit yang mulai berubah warna. Sinar matahari yang mulai nyaman dipandang memberikan kenyamanan dan kedamaian di hati. saat memejamkan mata, hati ini berdesir lantaran angin sore yang menyapu keringat di kulit hingga terasa masuk membawa kedamaian dihati. Pantulan cahaya jingga di atas air kolam renang membuat pemandangan semakin indah dikala pergantian hari. Rasa lelah perjalan hari ini langsung pupus waktu itu juga. Langit mulai gelap, lapar yang mulai terasa setelah ada aroma daging bakar yang semerbak, terlihat seorang koki mulai mengoleskan bumbu bakar di daging yang sedang dipanggangnya. Mendekat untuk merasakan kenikmatan barbeque ini istilah terkenalnya. Rasa enak bumbu meresap dan terasa sekali sehingga lidah ini tak berhenti mengecap. Sore yang luar biasa kala itu.

Senja Di Rooftop Hotel Satoria
barbeque di Hotel Satoria

Perasaan damai dan tenang serta nyaman itu adalah secuil rasa saya saat berada di rooftop Hotel Satoria Yogyakarta. Hotel ini mempunyai rooftop yang menyuguhkan pemandangan yang sangat indah dikala senja. Rooftop Berada di lantai sembilan membuat kita bisa memandang kota Jogja dari atas yang ujungnya adalah langit yang dipulas dengan warna jingga saat senja. Terdapat pula kolam renang dengan semburat warna biru lampu yang indah dari dalam kolam dan dibagian ujungnya memantulkan warna langit sore, menjadikan kolam renang ini sangat indah, dengan duduk dipinggir kolam rooftop hotel ini kita sudah bisa menikmati berbagai keindahan.
Menikmati Keindahan belum lengkap bila kita tidak ditemani dengan makan dan minuman, di Hotel Satoria ini setiap hari sabtu (malam minggu) menyediakan paket barbeque yang enak dan bisa bikin puas menikmatinya. Dimasak langsung oleh chef hotel dengan berbagai macam saos yang dapat kita pilih. Sangat cocok untuk dinikmati bersama keluarga, sahabat, teman kantor ataupun teman komonitas seperti saya saat mengunjungi Hotel Satoria ini bersama blogger Jogja. Hanya dengan Rp. 70.000,- per orang, kita bisa sepuasnya makan di barbeque disini.
Hotel Satoria Sendiri letaknya sangat setrategis, yaitu disebelah barat Bandara Adi Sucipto Yogyaarata, tepatnya di Jl. Laksda Adi Sucipto Km. 8 Sleman Yogyakarta. Tempat ini sangat setrategis bagi para wisatawan, sangat dekat dengan bandara serta mudah untuk pergi kemana saja seperti ke Candi Prambanan misalnya. Jadi bagi wisatawan dari luar Jogja Hotel ini sangat cocok. Selain berada di tempat yang strategis Hotel ini menyuguhkan kenyaman tempat tidur sekelas bintang lima walaupun Hotel ini masih di level bintang empat.

Tempat Tidur tipe Deluxe

Tempat Tidur Tipe Superior Twin

Kamar dengan tempat tidur yang mewah merk hypnos, selimut berkualitas tinggi bantal yang lembut serta perlengkapan kamar yang maximal membuat anda lebih nyaman beristirahat di hotel ini. Ada dua macam tipe kamar yang bisa di pesan yaitu, kamar Deluxe dan Kamar Superior. Kamar Deluxe sendiri dapat mengakomodir maximum 4 karena ada tempat tidur king size didalamnya. Kamar mandi mewah dengan pilihan shower yang menyegarkan dan wastafel ganda sangat memanjakan anda dikala mandi. Dilengkapi pula dengan tempat tidur tarik dan tempat tidur sofa.
Untuk kamar bertipe Superior ada dua pilihan yang pertama adalah Kamar Superior King dan Superior Twin. Untuk Superior King terdapat tempat tidur yang besar mewah serta sofa meja, luasnya 24 m2 lebih kecil 8 m2 dari tipe Deluxe. Adapun kamar Superior Twin terdapat tempat tidur kembar yang mewah, kamar mandi dengan rainshower dan handshower . dan semua kamar di fasilitasi dengan Wi-fi Gratis, pengering rambut, Ac, TV, Safe deposit box, Kulkas, area meja kerja, laoudry, dan air mineral serta kopi gratis.




Chicken Steak yang Enak dari HokBen

11/09/2017 2 Comments

“Irrashai masai “ ada yang tahu itu bahasa apa??? Atau ada yang ingat kalian akan selalu dengar kata-kata itu dimana???  bagi kalaian yang suka masakan Jepang pasti tidak asing dengan kata-kata ini, apalagi kalian yang sering ke HokBen pasti akan selalu dengar kata sambutan ini. Sambutan dan senyum selalu menghiasi kedatangan kita kala masuk ke tempat makan cepat saji ala Jepang ini.
Beberapa hari yang lalu saya beserta teman-teman dari Blogger Jogja mencicipi menu baru dari Hokben yaitu menu Tokyo Bowl. Sore dengan cuaca sedikit mendung saya datang ke HokBen Jl. Kaliurang. Nuansa semringah setelah masuk disambut oleh senyuman dan sapaan khas Jepang “Irrashai Masai” . Saya ditanya akan mencoba menu apa, langsung saja dari gambar menu saya tertarik dengan Chicken Steak Original, dari foto itu terlihat seperti daging pagang yang mantab dan warna yang mencitrakan kelegitan daging, dengan taburan warna hijau di atasnya membuat saya mantab untuk memesan menu itu. Selain Chicken Steak sebenarnya ada beberapa menu baru yang bisa saya coba disini yaitu ada Chicken Katsu Tare dan Chicken Karaage Mayo. Tapi Chicken Steak lah yang benar-benar menggoda saya.


Sebelum kita mencoba Menu Baru HokBen mungki kalian penasaran apa sih Menu Tokyo Bowl itu?. HokBen atau dulu yang bernama Hoka-Hoka Bento mengeluarkan Varian menu yang namanya Tokyo Bowl awalnya diperkenalkan sekitar bulan Juni dengan varian menu ada Tori Don dan Gyu DonTokyo Bowl merupakan sajian praktis satu mangkok yang lengkap dengan lauk beserta Seaweed (rumput laut) dan daun bawang yang ditaburkan diatasnya. Jadi menu Tokyo Bowl itu berisikan semangkok Nasi dan juga lauk yang lengkap, jadi menu ini sangat praktis untuk dipesan.
Untuk menjadikan Menu Tokyo Bowl ini lebih bervariatif maka HokBen mengeluarkan kembali Varian dari Tokyo Bowl yaitu ada Tori Saboro, Gyu Soboro, Chicken Steak, Chicken Katsu Tare, Chicken Karaage Mayo. Menu-munu variatif yang akan memanjakanmu saat datang ke HokBen. Tapi sayang saya waktu ke HokBen hanya baru merasakan satu varian saja yaitu Chicken Steak, semoga besok-besok bisa merasakan varian yang lain. Oh ya mau tau rasanya Chiceken steak??
Chicken Steak ini seperti yang tadi saya katakan bahwa dari gambarnya saja sudah terlihat enak dan aslinyapun memang benar-benar enak. Daging tanpa tulang yang dipanggang sangat pas dengan dilumuri saus Teriyaki khas HokBen menjadikan rasa Chicken Steak manis dan gurih, rasa yang sangat cocok dengan lidah saya, paling suka dengan masakan seperti ini. Tekstur daging yang juga lembut dan bumbu yang sangat berasa menjadikan saya sangat lahap menghabiskan menu ini. Bagi kalian yang tidak suka dengan yang manis maka bisa juga pesan varian Chicken Steak yang dibumbui Saus Miso khas Jepang (Hot Chicken Steak) yang rasanya pedas. Menu ini juga lengkap dengan taburan rumput laut dan daun bawang yang menambah kenikmatan.


Selain Chicken Steak menu Tokyo Bowl yang lain adalah Tori Soboro yang berisikan daging ayam cincang dengan dilumuri saus teriyaki khas HokBen, disajikan di mangkok dengan nasi dan kremesan yang ditopping dengan rumput laut dan daun bawang. Sejenis dengan Tori Soboro ada juga Gyu Soboro, akan tetapi  varian Tokyo Bowl yang satu ini merupakan sajian daging sapi yang dicincang dengan saus teriyaki khas HokBen dan juga topping dengan rumput laut dan daun bawang.


Untuk menu Tokyo Bowl dari daging ayam selain Chicken Steak ada juga Chicken Katsu Tare yang terdiri dari semangkuk Nasi dengan Ayam Katsu yang dilumuri saus tare khas HokBen serta diberi taburan rumput laut dan daun bawang. Adapula Chicken Karaage Mayo yang terdiri dari daging ayam karaage yang empuk, gurih dan renyah dengan lumuran mayones khas HokBen yang disajikan dengan Nasi dan rumputlaut serta daun bawang.

Menu-menu tadi bener-benar mengoda. Jangan takut untuk mencoba karena semua makanan yang ada di HokBen ini terjamin kehalalannya. Semua menu ini juga sudah bisa kita nikmati disemua store Hokben yang terbagi di seluruh pulau jawa dan Bali. Storenya pun nyaman untuk keluarga sahabat bahkan untuk anak-anak, karena distore HokBen ada area bermainnya untuk anak-anak, jadi sangat cocok untuk merayakan ulang tahun anak-anak disini. Bagiamana tertarik untuk mencoba menu Tokyo Bowl Hokben? Segera ya.


Berawal dari Curug Titang, Kita Jadikan Temanggung Lebih Bersenyum

10/30/2017 6 Comments
Keindahan Curug Titang

Saat yang lain masih asyik memeluk guling  serta didekap selimut yang menghangatkan, orang-orang yang tergabung dalam Laskar Bersenyum terlihat sangat bersemangat sekali.  Senyum yang memancarkan semangat sekejap menghilangkan dinginnya udara Temanggung, apalagi saya barusan berkendara pagi-pagi dari Jogja, dingin yang aku rasakan saat diperjalan tak lagi merasuk dalam tubuhku, dingin itu sekejap tak berasa sesaat sapaan dari dua orang wanita paruh baya menghapiri. “dari mana mas???” tanya seseorang dengan baju putih berkerudungkan warna hitam, “dari Ngadirejo bu” jawab saya sambil meletakkan helm dan membuka masker yang saya pakai, ya saya memang sering menggaku sebagai orang ngadirejo karena tempat ini lebih terkenal dari kecamatan saya sebenarnya dan desa saya lebih dekat dengan kecamatan ini.
Pagi itu saya datang dari Jogja dengan niat untuk bergabung dengan Laskar Bersenyum yang akan mengadakan kegiatan Bersih-bersih di Curug Titang Temanggung. Tepat pukul 07.00 WIB saya sampai di titik kumpul yaitu di bekas Terminal Pikatan. Bersyukur saya tidak datang terlambat kala itu, dari hari-hari sebelumnya saya sudah was-was, bisa saja datang terlambat karena harus berangkat dari Jogja, bukan dari rumah saya di Temanggung, sampai-sampai beberapa kali saya mengirim pesan kepada mbak Dini dan juga Mbak Nela, saat itu adalah orang yang saya tahu dalam Laskar ini. “maaf mbak kalau saya telat, karena datang dari Jogja”

Semua Bergotong royong membersihkan sampah

 Sambutan hangat sesaat sampai di titik kumpul membuat saya tidak merasa sebagai orang asing padahal wajah-wajah ini belum pernah saya lihat. Dengan memasang wajah yang semringah saya menyapa satu-satu sambil memperkenalkan diri “Saya Charis....” dari situ saya kenal beberapa ada mbak Selsa, mbak Wint dan juga mbak Jekwis. Setelah perkenalan itu semua kembali ngobrol dengan asyiknya, sebagai orang baru saya hanya mendengarkan apa yang mereka obrolkan. Sedikit saya ingat obloran dari Mbak Selsa dan Mbak Win saat itu, mereka sepertinya sangat geram dengang perkembangan dunia pariwisata di Temanggung, dengan membadingkan Wisata-wisata di Kabupaten tetangga seperti Wonosobo dan Banjarnegara, Temanggung terlihat ketingggalan jauh. Disinilah awal saya mulai mengerti bahwa orang yang berada disini adalah orang yang benar-benar peduli tentang perkembangan Kabupaten Temanggung dalam Bidang Pariwisata, dalam hati saya berkata “tak salah saya bergabung dengan mereka, karena apa yang sedang mereka bicarakan itu sudah menjadi unek-unek saya sejak lama sesaat saya mulai menulis beberapa destinasi wisata di Kabupaten Temanggung.
Beberapa anggota yang lain mulai berdatangan, pun kita saling menyapa, dan inilah kelemahan saya yang sering lupa dengan nama orang, apalagi saat kenalan langsung banyak. Karena terlihat sudah banyak yang berkumpul, kita langsung berangkat menuju Curug Titang. Curug ini berada di desa Nampirejo Kecamatan Temanggung. Dari titik kumpul, perjalannan hanya memakan waktu sekitar 15 menit saja. Saya yang baru pertama kali datang ke curug ini mencoba untuk selalu berada ditengah-tengah rombongan walaupun curug ini berada di desa kelahiran ayah saya yang sangat sering saya kunjungi akan tetapi, saya baru tahu akhir-akhir ini kalau di desa ini ada curug atau air terjun.
Sesampai di Parkiran yang sudah disiapkan oleh panitia bersih-bersih Curug Titang, kita langsung siap-siap dengan peralatan dan juga pakaian siap tempur. Sesudah saya siap, ternyata ada perserta yang baru datang, jumlahnya malah lebih banyak dari rombongan yang saya ikuti dari titik kumpul. Rombongan ini ternyata terdiri dari para siswa pecinta alam yang berasal dari beberapa sekolah di Temanggung, wah ramai sekali jadinya.
Dikomandoi oleh mas Taftazani selaku ketua panitia acara, kita berkumpul dan berdoa sebelum memulai acara bersih-bersih, selain itu kita diberi arahan dan juga bekal berupa kantong kresek untuk mengumpulkan sampah. Bersama-sama kita berjalan menuju Curug Tutang, jalan yang lebarnya sekitar 2 meter seperti tak mampu menampung peserta Bersih-bersih Curug Titang Laskar Bersenyum untuk berjalan bersama-sama, terlihat rombongan seperti ular putih yang panjang, untung saya berada di barisan depan jadi bisa melihat ke arah belakang betapa banyaknya yang ikut di acara ini “keren banget ini” gumam saya dalam hati.

saat semua sibuk dengan sampah-sampah
para pecinta alam yang ikut membersihkan sampah

Terdengar teriakan “Ayo...sambil sampah-sampahnya di ambil, kita mulai dari jalan ini” semua pesertapun terlihat langsung mempersiapkan peralatannya yaitu sapu lidi dan juga kantong sampah. Tak segan para peserta langsung memunguti sampah, semua sampah plastik dan botol langsung mereka pungut dan dimasukkan ke kantong sampah, jalan menuju Curug Titang pun menjadi terlihat bersih tanpa sampah plastik. Sesampainya di Curug saya sedikit termenung melihat indahnya curug ini, ternyata ada curug cantik yang lepas dari radar saya, padahal tempat ini masih sangat terjangkau. Sebenarnya saya ingin mengabadikan curug ini dengan kamera HP saya , akan tetapi saya merasa tidak enak kalau saya malah foto-foto, padahal yang lain sudah langsung memunguti sampah disekitar curug.
Semua peserta terlihat sibuk memunguti sampah, sampah di area curug ini banyak sekali, sepertinya curug ini belum dikelola secara maksimal, padahal curug ini sangat berpotensi sekali menjadi sebuah obyek wisata yang menarik, dengan letak yang tidak jauh dari kota, aksesnya pun tergolong mudah curug ini punya potensi yang luar biasa. Bisa saja curug ini akan mengangkat perekonomian warga sekita bila benar-benar dikelola. Alasan inilah yang menjadi landasan para Laskar Bersenyum mengadakan acara bersih-bersih Curug Titang yang tujuannya mengangkat potensi Curug Titang Lebh dikenal Masyarakat luas.
Sebentar saya istirahat dari kegiatan itu, punggung yang mulai pegal karena tubuh merunduk mengambil sampah, saya duduk diatas batu besar yang berada tepat di depan curug. Dari situ saya bisa melihat para Laskar Bersenyum bahu-membahu memindahkan sampah, tanpa rasa letih semua sampah mereka angkut dan mereka kumpulkan di tepian. Beberapa sambil bergurau dengan mencipratkan air ke wajah temannya agar rasa lelah itu menjadi sebuah bahagia. Terlihat Curug Titang yang tadinya banyak sampah sekarang bersih, beberapa tumbuhan liar yang kurang sedap dipandang juga hilang, menjadikan Curug Titang tambah mempesonya. Curug Titang kembali menampakkan senyumnya.

sedikit meregangkan otot saat pinggu mulai capek memunguti sampah
para peserta aksi bersih-bersih Curug Titang
Sumber mata air yang segar di dekat curug Titang

Selesai bersih-bersih tak luput para relawan Laskar Bersenyum berfoto di depan Curug, sambil berharap Curug ini akan selalu bersenyum dan juga bisa bermanfaat untuk warga sekitar. Sembari melepas lelah kita menyantap buah semangka yang sudah disediakan oleh ibu-ibu Laskar Bersenyum, tenggorokan kembali segar setelah dilewati kunyahan buah semangka.

Oh ya mungkin kalian penasaran apa atau siapa sih Laskar Bersenyum itu?? Mungkin dari cerita saya yang pertama kali bergabung dengan kegiatan mereka ini sedikit memberi gambaran bahwa Laskar Bersenyum ini adalah sekelompok relawan yang sangat peduli dengan Wisata dan Potensi desa di daerah Temanggung. Muncul dari sebuah keprihatinan bahwa Potensi dari Temanggung yang luar biasa belum semua di kelola dan di publikasikan dengan baik, maka relawan Laskar Bersenyum inilah yang nantinya akan membantu desa-desa ataupun tempat wisata untuk mengelola potensinya dan juga mempublikasikannya. Jadi bagi kalian khususnya orang Temanggung yang peduli tentang Potensi desa dan wisata, bergabunglah bersama kami “Laskar Bersenyum” dan mari kita buat Temanggung Lebih menampakkan senyumnya.