Alam

Budaya

Temanggung

Recent Posts

Warung Jadul yang Eksis di Tengah Kota Temanggung

10/09/2017 14 Comments

Tak banyak orang menyangka bahwa warung makan kecil yang berada di belakang salah satu halte bus kota Temanggung,  baru saja mendapatkan penghargaan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten  Temanggung atas dedikasinya pada bidang kebudayaan sebagai pelaku kuliner. Warung makan yang tak nampak seperti layaknya warung makan apabila dilihat dari luar, hanya terlihat tulisan berwarna merah “Warung Jadul” di sebuah bener berwarna biru , hal ini membuat banyak orang tak tahu bahwa di dalamnya menjajakan makanan yang beraneka macam . Hal ini juga yang sempat membuat saya ragu untuk sekedar mengobati rasa penasaran yang sejak lama sudah mendapat kabar keberadaan warung ini.

Warung Jadul Tampak dari depan
Rasa pernasaran saya pun terobati ketika saya mantab untuk masuk kedalam warung ini, dengan langkah sedikit ragu dan mata mondar-mandir berkeliling melihat-lihat isi warung serta hati yang lumayan tertegun. Terlihat bapak-bapak paruh baya duduk berderet sambil menikmati makanan yang ada di piring pesanannya. Terlihat pula seorang perempuan dibalik toples-toples jadul sedang sibuk memnyiapkan pesanan. Saya pun mulai duduk di ujung yang lebih dekat dengan perempuan tadi yang terlihat sedang menyajikan minuman teh untuk pengunjung “ramai bapak-bapak ya disini” gumam saya dalam hati.
 “arep pesen apa mas??” Sapa perempuan penyaji tadi kepada saya setelah selesai menyajikan pesanan, “maem mbak”, jawab saya, langsung saja peremuan itu mengambilkan seporsi nasi sambil bertanya kepada saya, “sayurnya mau apa saja?? Ada sop, gori (nangka muda), tempe”. Saya pun  memilih sayur gori dan tempe, tak ketinggalan perempuan penjaga warung ini menawarkan lauk yang saya inginkan ada Tongkol, telur, Brongkos dll, saya pun memilih lauk telur. Tak ketinggalan, saya juga memesan minuman yang khas dari warung ini, karena saya juga mendapat kabar bahwa minuman khas dari warung ini adalah Teh Gula Jawa.

seorang pelanggan yang sedang menikmati makanan di Warung Jadul
Toples Jadul yang Ikonik dari Warung Jaduk

Saya mulai menikmati pesanan saya, dengan lahap saya menghabiskan makanan yang sudah saya pesan, sangking lahapnya saya tak berfikir biasanya layaknya saya sedang menikmati kuliner baru, saya akan menikmati makanan sedikit demi sedikit agar saya bisa memberi gambaran rasa apabila saya ingin menuliskan di blog, akan tetapi kali ini saya terlalu lahap untuk makan karena rasanya enak, masakan dengan bumbu yang merersap mirip sama masakan nenek saya, masakan-masakan orang dulu.
Setelah selesai makan saya menikmati Teh Hangat dengan gula jawa. Ternyata rasanya enak, walaupun rasaya aneh, mungkin karena saya baru kali ini merasakannya akan tetapi, saya tidak berhenti meminum teh gula jawa ini bahkan sampai habis,sepertinya kurang kalau satu gelas saja ini. Setelah semua makanan dan minuman saya habis barulah saya melihat-lihat lagi isi warung ini.
Warung ini khas sekali, dengan satu meja besar dengan berbagai makanan yang disajikan di piring dan toples jaman dulu yaitu toples berbentuk bulat dan tutup toples yang ada bulatannya diatas sehingga membuat toples ini sangat unik dan ikonik sekali di warung ini. Jajanan yang di sediakan juga barmacam-macam seperti gorengan, tahu dan tempe bacem, kacang, pisang godog, onde-onde dll. Makanan-makanan disini memang tak sementereng warung-warung jaman sekarang yang akan tetapi, warung ini benar-benar menyajikan masakan yang nantinya akan membuat kita merasakan masakan dan jajanan di rumah nenek kita.

Onde-onde, makanan favorit di Warung Jadul
Usut punya usut warung ini ternyta sudah berdiri sejak Indonesia belum merdeka sehingga  mempunyai pelanggan yang setia sejak dulu maka dari itu, pengunjung warung ini kebanyakan bapak-bapak paruh baya dan warung ini juga selalu ramai walaupun dari luar tidak terlihat seperti warung yang wah. warung inilah menjadi warung yang selalu melestarikan resep makanannya dari generasi ke generasi, untuk yang sekarang ini sudah ke generasi yang ke tiga. Oleh karena itu juga warung ini mendapatkan Penghargaan dari Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Temanggung sebagai warung yang berdedikasi dengan kuliner di Temanggung. Serta uniknya lagi warung ini sebenarnya tidak punya nama, oleh pelanggan diberi nama Warung Jadul agar  mereka mudah menyebut warung ini maka, warung ini dikenal sebagai warung Jadul. Warung ini dibuka 24 jam, jadi bagi yang kelaparan tengah malam di Temanggung jangan khawatir karena ada Warung Jadul yang akan mengobati laparmu.

Piagam Penghargaan untuk Warung Jadul dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Temanggung
Inilah Warung Jadul, dengan makanan yang Enak, legendaris dan juga unik, silahkan berkunjung kesini alamatnya di belakang Halte Bus Telkom Temanggung Jl. Jendral Sudirman  No. 102 Jampirejo Kabupaten Temanggung. Hanya dengan uang Rp. 15.000,00 saya pastikan perut pasti kenyang.
         

Menikmati Kopi di bawah Sejuknya Wanawisata Jumprit

8/27/2017 8 Comments
Suasana Sejuk menikmati Kopi di Wanawisata Jumprit

Mata saya tiba-tiba melebar ketika melihat jalan menuju Hutan Pinus Jumprit yang terlihat berbeda, jalan masuk yang sudah rapi dan halus seperti mengundang orang untuk melewatinya, keadaan ini sangat berbeda dengan apa yang saya lihat sebulan sebelumnya, dimana jalan ini masih bergelombang dan juga banyak tumbuh rumput ilalalang. Seketika itu saya menghentikan motor dan berbelok untuk melihat lebih jauh masuk ke hutan Pinus Jumprit ini. Saya begitu penasaran dan ingin sekali melihat lebih jauh, tempat yang dari dulu saya nilai mempunyai potensi besar untuk dikembangkan menjadi tempat wisata yang diminati banyak orang. Niat saya untuk menelusuri spot mengabadikan sunrise pun tiba-tiba sirna karena ingin sekali melihat tempat ini.
Setelah melewati gerbang masuk dan berjalan sekitar 50 meter, terlihat beberapa orang sedang membuat bangku-bangku dari bambu dan kayu untuk dijadikan tempat duduk bagi para pengunjuang. Tempat ini benar-benar sedang bersolek utuk jadi tempat wisata. Sedikit berbincang dengan beberapa orang yang sedang sibuk menggergaji dan memaku bambu untuk di buat bangku, saya bisa tahu bahwa tempat ini memang akan di jadikan tempat yang asyik untuk santai dan bermain bagi keluarga. Karena tidak ingin menggangu orang-orang yang sedang menyiapkan tempat ini saya menyudahi perbincangan dan berjanji akan kesini lagi untuk melihat seperti apa hasilnya.

Jalan Masuk Wanawisata Jumprit
beberapa orang yang sedang membuat bangku 
Gerbang masuk Wanawisata Jumprit

Selang beberapa mingggu kemudian saya melihat sebuah foto dari instagram yaitu orang yang sedang ngopi dan duduk-duduk santai di bawah rindangnya pepohonan pinus, “loh ini hutan pinus Jumprit dah jadi” bisik saya dalam hati, di hari itu juga saya langsung bergegas untuk mengunjunginya. Jarak yang tidak terlalu jauh dari rumah saya sekitar sepuluh sampai lima belas menit perjalanan menjadikan  saya berani mengajak keponakan saya yang bernama Reza yang umurnya baru sepuluh tahun, “ayo Za...melu Om, tak foto karo dolan-dolan”. Ajak saya, dan langsung saja dia mengiyakan ajakan saya, karena dia juga gemar untuk berfoto.
Motor saya mengeluarkan semua tenaganya untuk mengantarkan kami ke Wanawisata Jumprit, jalan yang naik khas pegunungan dengan pemandangan indah tanpa batas  membuat perjalanan ke tempat ini tidak pernah mebosankan, walaupun saya sudah berpuluh kali melewatinya dan tak terasa saya sudah sampai ke gerbang masuk hutan Pinus Jumprit. Berdiri seorang laki-laki dengan jaket kulit sambil memegang karcis, saya diberhentikan olehnya karena ternyata harus bayar terlebih dahulu untuk bisa masuk, saya kira tidak ada retrbusi masuk, karena saat kesini sebelumnya biasanya bebas. Ternyata biaya untuk masuknya hanya Rp. 5000,- masih cukup terjangkau. Setelah membayar saya langsung memarkirkan motor saya, dengan parkir yang lumayan luas saya nyaman meletakkan motor, terlihat juga beberapa mobil parkir dengan rapi. Berjalan dari tempat parkir  sambil melihat-lihat sekitar, terlihat banyak pengunjung yang sedang asyik ngobrol dengan pasangan ataupun teman-temannya dan di depan mereka terlihat bermacam sajian kopi.

terlihat anak-anak kecil sedang duduk-duduk santai sanbil ngobrol di lokasi Wanawisata Jumprit
menu yang disajikan Warung kopi
foto dengan mas Dwi barista dari warung kopi ini

Setelah berjalan-jalan sebentar dan melihat-lihat, saya menuju warung kopinya. Ternyata disini menyediakan berbagai kopi khas Temanggung baik robusta maupun arabika. Sedikit ngobrol dengan barista untuk pesan kopi , saya disarankan untuk mencoba kopi Robusta dari Titang yaitu salah satu daerah di Temanggung yang terletak di kecamatan Jumo. Saya ikuti saja saran dari barista tersebut, tapi untuk penyajiannya saya memesan untuk pake V60.  Oh ya ponakan saya yang masih kecil, saya suruh pesan kopi juga tapi dia tidak mahu, ternyata dia malah memesan mie instan saja. Letak hutan Pinus Jumprit yang berada di lereng Gunung Sindoro membuat udara sangat sejuk di siang hari, dan suasana yang sangat nyaman. Saya memilih tempat duduk yang paling dekat dengan warung kopi, karena saya ingin ngobrol banyak dengan barista yang ada disini.
Tidak lama kemudian kopi pesanan saya datang diantar oleh mas Dwi barista dari warung kopi ini. Saya kira mas Dwi asli orang Jumprit ternyata dia berasal dari Jakarta dan sudah menetap di Temanggung selama 3 tahun. Ketertarikannya dengan kopi membawa dia sampai disini sampai sekrang dan belum pulang selama 3 lebaran. Sedikit bercerita awal mula dia sampai ke Temanggung, awalnya dia menjelajahi kebun kopi di daerah Sukorejo Kendal, disana hampir satu tahun melihat geliat petani dan produksi kopi setempat akan tetapi daerah yang yang sempit untuk menghasilkan kopi berkualitas dinilainya masih kurang, mas Dwi mulai berpindah ke daerah Temanggung. Temanggung begitu menarik menurutnya terkait kopi, berbagai kopi dan banyaknya daerah yang menanam kopi membuatnya bisa langsung membandingkan dan menemukan biji-biji terbaik, seluruh daerah Temanggung yang ada kopinya pernah ia singgahi, mulai dari lereng Gunung Prau sampai lereng Gunung Sumbing. Dia juga salah satu orang yang mengawali berdirinya WLC yaitu sebuah cafe kopi khas Temanggung (ceriata selanjutnta), sampai dia bertemu dengan Pak Irawan yaitu Wakil Bupati Kabupaten Temanggung yang memprakarsai dirombaknya hutan Pinus ini.
Karena bayaknya pengunjung waktu itu saya tidak sempat panjang lebar lagi untuk ngobrol tentang kopi dengan mas Dwi, yasudah saya menikmati setiap sruputan kopi pesanan saya. Saya berpindah ke sebuah bangku yang terbuat dari kayu, mungkin ini adalah bekas tong yang dimanfaatkan menjadi sebuah bangku, cukup nyaman dan asyik untuk ngobrol apalagi suasana yang yangat sejuk dan nyaman dibawah pohon pinus. Teriknya matahari di siang itu pun tak terasa. Saya dan keponakan saya sedikit bercanda saat melihat ada cewek-cowok yang sedang ngopi berdua, tapi dari tadi saya datang kopi mereka sungguh tidak berkurang. saat itu pula ponakan saya aku suruh menggoda mereka “mbak kopine arep di entekke ora??nek ora tak minum aku wae” kata keponakkan ku, tapi dua orang itu hanya tersenyum saja. Mungkin mereka benar-benar mau menikmati tempat ini dengan berlama-lama menghabiskan kopinya. Memang benar tempat ini membuat betah untuk berlama-lama.
Sedikit mengengerjai ponakan saya si Reza saat dia kepedesan setelah menghabisakan mie instan pesanannya. Saya suruh dia minum kopi saya yang memang belum sama sekali saya kasih gula dan saaat itu masih setengah, ketika dia minum sedikit langsung saja dia muntahkan bahkan sampai dia mengeluarkan lidahnya sambil ngomong “opo sih iki om, pahit bgt....” sambil ketawa saya saya kasih dia gula yang td disediakan untuk kopi ini untuk menghilangkan rasa pahitnya, setelah itu dia balas dendam kesaya, kopi yang masih separo itu diam-diam dia tumpahkan dan ngomong “iki om wis entek kopi ne..., wis ra pahit kopine”, wooooooo (gerurutu dalam hati) langsung saja saya kejar dia, ini kopi masih delapan ribu malah dibuang aja. Saya kejar terus keponakan yang dia selalu menghidar dari saya dengan memanfaatkan pohon-pohon pinus, sotak banyak orang yang melihat kelakuan kita. Setelah kena, aku poles kepala dia..ha ha ha.

kopi pesanan Robusta dengan V60
Reza berfoto di gardu pandang yang menjadi spot foto
bangku-bangku yang asyik untuk kita jadikan tempat ngopi dan menikmati suasana Wanawisata Jumprit

Karena kopi saya sudah bahis dengan cara kejam, saya memutuskan untuk mengelilingi lagi tempat ini. Yang sedikit menarik tempat ini sudah ada gardu pandang sebagai spot berfoto. Dan beberapa permainan seperti egrang. Saya sunguh masih penasaran dengan tempat ini, seharusnya masih bisa untuk dikembangkan lagi, sehingga saya bertanya-tanya kembali ke salah satu pengelola. Hal yang paling saya tangkap dari dia adalah mereka ingin mengubah citra dari hutan pinus Jumprit dengan megusung nama Wanawisata Jumprit. Mengubah citra?? Memang citra dari hutan pinus ini dulu hanya dimanfaatkan oleh segelintir oknum menjadi sebuah tempat pacaran bahkan kadang mesum ditempat ini, dan sekarang mereka akan mengubah tempat ini menjadi sebuah tempat wisata yang asyik dan ramah untuk anak-anak bahkan akan ada wisata edukasi kopi juga karena di sebelah barat tempat ini ada kebun kopi yang luas. Mendapat suntikan dana dari bapak Irawan yaitu Wakil Bupati Temanggung dan mengantongi ijin dari pihak perhutani masyarakat sangat antusias untuk ikut mengembangkan tempat ini. Natinya masih akan di sediakan fasilitas-fasilitas pendukung seperti tempat Outbond anak-anak, flaying fox dan juga area panahan.

Warung Kopi baru yang bangunannya bagus dan menarik
pengunjung yang sedang mencoba egrang
Kopi yang ada di Kebun kopi Wanawisata Jumprit
Asyik menikmastu suasana Wanawisata Jumprit
Tempat ini memang pantas menjadi tempat wisata andalan di Temanggung nantinya, yang sebelumnya Jumprit sudah terkenal denga sendang “kolam” air suci bagi agama Budha yang sangat serat dengan budaya dan sejarah dan sekarang akan bertambah menjadi tempat wisata yang ramah dan menyenangkan. Ketertarikan saya dengan tempat ini membuat saya datang berkali-kali walau yang terakhir datang saya hanya menikmati kopi tubruk sendirian saja, tempat ini sungguh menenangkan. Setiap kali saya datang sudah ada hal baru lagi, seperti warung kopi yang dulunya hanya sebuah tenda sekarang menjadi warung dengan bangunan yang menarik sekali. Kalian harus mencoba untuk menikmati kopi yang mantab disini dengan tempat yang nyaman, sejuk dan asyik.

Untuk menuju ke Wanawisata Jumprit dari Kota Temanggung ambil jalan menuju Ngadirejo, setelah sampai di Tugu gosong (hitam) Ngadirejo belok ke kiri arah jumprit atau naik ke Gunung Sindoro, tempat ini buka dari pukul sepuluh pagi sampau pukul enam sore. Bisa juga bagi yang mau campping ditempat ini dengan ijin terlebih dahulu ke pengelola.


  

Bayangan Keindahan yang Nyata, Inilah Batoer Hill Resort & Resto

8/11/2017 24 Comments
kolam renang dengan view yang sangat indah

Akhir-akhir ini saya sering di ajak ngobrol dengan beberapa orang mengenai mereka yang sangat mendambakan sebuah kenyamanan dan keindahan bisa tersaji langsung di depan mata. Salah satunya bisa mempunyai rumah yang berada dipingir sawah, hamparan tanaman padi yang hijau menjadi pemandangan nyata di depan mata. Siapa coba yang tidak mahu bila kita pulang kerja bisa istirahat di depan rumah sambil ngopi di teras dengan sajian tambahan berupa pemandangan yang menyejukkan hati dan pikiran. Seperti salah satu teman saya yang sangat mendambakan sekali bisa membangun rumah di kawasan pedesaan yang masih asri. Dalam benaknya, membangun rumah dengan jendela lebar terbuka sehingga bisa langsung melihat indahnya pemandangan pedesaan. Pinggir rumah tak luput juga akan akan poles dengan taman yang di tanami berbagai macam tumbuhan yang enak dipandang dan bermanfaat bagi kehidupan. Akantetapi semua ini masih harus dia pendam dalam angan yang masih teramat dalam, kadang muncul seperti bayangan yang terlihat mata saat dia berdiri di pinggir sawah, bayangan rumahnya yang nyaman dan indah.
Lambat laun bayangan itu juga hadir dalam benak saya, saya fikir mempunyai rumah seperti itu sangat nyaman dan indah, walaupun sebenarnya di depan rumah saya sudah terhampar sawah yang luas tapi, saya masih harus membangun lagi rumah saya agar bisa lebih mendukung untuk lebih nyaman menikmati pemandangan. Angan dan keinginanku ini  kembali menghantam keras keluar dari pikiran yang tertimbun kalutnya pekerjaan kantor yang lama tak usai-usai yaitu ketika saya melihat sebuah foto dari grup whatsapp Blogger Jogja Jalan-jalan, terpampang seorang yang sedang berdiri di pinggir kolam renang sambil memandang kabut tipis di bawah yang menyelimuti persawahan. Saat itu juga hatiku meriuh tak sabar ingin mempercepat waktu sampai tiba waktu berkunjung kesana. Karena inilah tempat tujuan Blogger Jogja Jalan-jalan yang mana saya sangat beruntung bisa mengikutinya.

suasana sore hari di Batoer Hill Resort & Resto dengan secangkir kopi

Jumat pagi, 4 Agustus 2017, pikiran sudah penerawang jauh, membayangkan apa yang akan saya lakukan kala tiba di tujuan. Memilih daftar berangkat yang pertama bertujuan agar saya bisa sejenak menikmati pemandangan. Antusias yang menyerebak dalam hati dan pikiran membuat hari itu dipenuhi dengan angan dan ingin mempercepat hari. Antusias ini pun tidak menyerang kepada saya saja, teman blogger seperti Disma dan mbak Manda yang ternyata sudah berangkat lebih awal untuk segera sampai ditempat pemberangkatan, terlihat binar wajahnya yang sangat antusias tidak sabar pingin berselfie di sana, dengan tas merah besarnya yang saya perhatikan seperti mau pergi keluar kota dengan segudang bawaan yang ternyata isinya hanya cemilan, saya kira saya yang pertama datang di Pesona Jogja tempat pemberangkatan kami, ternyta mereka sudah ngeteh disana.
Pukul 15.00 WIB mobil yang kami tumpangi mulai jalan perlahan melewati padatnya kampung kota Jogja, sedikit menikmati cemilan yang bawa mbak Manda, kami satu mobil sambil menyimak keterangan dari bapak supir, Batoer Hill Resort dan Resto ini tidak jauh, masih sangat terjangkau dari Jogja, “perjalan nanti paling 30 menit” ujar bapak sopir yang ternyata salah satu pengelola dari Batoer Hill Resort dan Resto. Letak dari Batoer Hill Resort dan Resto ini di Desa Putat, Kecamatan Pathuk, Gunungkidul yang juga masih termasuk Desa Wisata Batur. Teringat jalan masuk ke resort dan resto baru ini, ternyata saya sudah pernah menelusuri kampung ini yaitu saat saya sedang mengantar teman untuk mengunjungi salah satu rumah kreatif topeng kayu di desa wisata Bobung. Batoer Hill Resort dan resto ini berada tepat di ujung desa.
Memasuki area Batoer Hill Resort dan Resto, semua kepala yang ada di dalam mobil menoleh ke kanan, semua terlihat terpana dan berucap “bagus banget ya....”, di Hati saya  tak luput juga berkata “ini bener-bener keren...”. Setalah mobil terhenti kami semua bergegas untuk keluar, sambutan hangat dari Pak Win yang mengucapkan selamat datang sedikit kami abaikan karena mata masih terpana dengan pemandangan yang tersaji. Semua orang bergegas mencari spot foto yang mereka dambakan, kebanyakan mereka langsung berjalan ke tepian kolam renang yang letaknya sedikit di bawah. Saya sedikit heran, kaki saya sedikit bergetar dan sedikit enggan untuk diajak melangkah, di tepian saya terpaku, kaki yang bersandar dengan pembatas setinggi lutut seperti menahanku untuk tetap disitu, mata tak terpejam dan hati yang sedikit terenyuh melihat pemandangan indah yang tak berunjung, semua terlihat hijau. Kulit pun mulai merinding merasakan sentuhan angin yang lumayan membuat rambut saya bergoyang. Ini bayangan yang selama ini saya lihat, ketika bercerita Rumah Nyaman dan Indah kelak.


kamar Tidur Bungalow Batoer Hill Resort dan Resto

ruang santai di dalam bungalow

pemandangan yang indah dari dalam kamar bungalow

Terkaget adanya suara yang menyapa dari belakang “di bawah sana mas, penginapannya tapi masih dalam masa penyempurnaan”secepatnya saya menoleh, ternyata itu adalah pak Win, suaranya  membuyarkan pandangan saya. Oh iya, Pak Win ini adalah salah satu yang mempunyai gagasan untuk membangun Batoer Hill Resort dan Resto. Sambil tersenyum saya menyambut sapaan Pak Win “iya pak, nanti saya keliling kesana”. Di saat itu kaki saya mulai bisa bergerak kembali, hal yang paling pertama saya tuju adalah kolam renang yang di bawah.
Dengan langkah perlahan sambil melihat teman-teman yang sudah ada di dekat kolam sedang asyik mengambil foto, dengan berbagai gaya dan teknik fotografi yang sedikit lucu kalau di perhatikan tapi itu semua dilakukan untuk bisa mengabadikan momet yang luar biasa. Kolam renang di Batoer Hill Resort dan Resto memang tidak terlalu luas, akantetapi terlihat sangat nyaman untuk berendam dan menyegarkan badan, air kolam ini juga bisa menjadi hangat, enak banget kan??, terbayang berendam di malam hari sambil menikmati pemandangan yang indah. Kolam ini bila dilihat dari sudut yang rendah terlihat menyatu dengan pemandaan yang sangat luas.
Setelah puas memfoto kolam, saya beranjak menuju bungalow yang berada di sebelah barat kolam renang. Terdapat setidaknya 12 bungalow dengan dinding dari kayu serta terdapat jendela kaca yang besarnya hampir setengah dinding bagian depan. Mencoba memasuki  bungalow, saya terkesan langsung dengan ruang tidur dimana jedela kaca itu menyajikan pemandangan persawahan terasiring yang ditanami padi yang menghijau. Teringat kembali apa yang menjadi bayangan dan keinginanku untuk membuat rumah dengan pemandangan yang bisa langsung saya saksikan dari dalam rumah, dan inilah Bayangan yang selama ini saya dambakan, sekarang menjadi nyata dan bisa saya rasakan. Saya menikmati sejenak bungalow ini, duduk di ruang tamunya dengan santai sambil menikmati empuknya kursi, sebenarnya sedikit gak enak sih sama teman yang lain yang sedang mengabadikan fasilitas-fasilitas bungalow, biarin lah, ini lagi enak banget duduk disini, “jadi seperti ini ya bila punya rumah dipinggir sawah, kita bisa menikmati pemandangan indah di setiap saat”. Fasilitas dari bungalow pun tergolong lengkap terdapat satu tempat tidur ukuran besar, cukup untuk keluarga, Tv kabel, kamar mandi yang menyediakan air panas.

sunset dari Joglo utama
Jembatan buntu tempat foto yang keren
pemandangan malam batoer hill

Kala senja mulai hadir, matahari sore mulai menguning diujung barat, semua orang lantas berderi setelah acara bincang-bincang di salah satu joglo tempat ini. Semua mengeluarkan senjata mereka untuk mengabadikan tenggelamnya sang surya di ujung barat. Terlihat begitu indah, pemandangan ini akan selalu kamu nikmati setiap sore apabila kesini. Batoer Hill Resort dan resto ini memang tempatnya hampir di puncak bukit. Setelah mengabadikan satu-dua foto saya malah terpana dengan adanya jembatan putus yang sudah lengkap dengan pengamannya. Disitu kita bisa menyeberanginya sampai ujung jembatan sehingga membuat kita terlihat semakin dekat dengan persawahan yang di bawah, pas banget untuk mengoleksi foto disini. Akan tetapi saya malah tidak langsung menyeberangi jembatan ini, saya menuju ke bagian timur tangga ini, saya ambil foto siluet dari jembatan yang sedang membuat bahagia orang diatasnya. Semua terlihat berbinar dan seru sekali dengan berbagai gaya fotonya. Baru setelah lumayan gelap saya menyeberanginya.
Angin mulai berhembus lumayan kencang sampai bulu-bulu kulit saya berdiri merasakan dinginnya. Langkah demi langkah saya nikmati dan saat saya berbalik badan hatiku sedikit berbisik, “Resort ini keren dilihat dari sini”, lampu-lampu kekuningan yang sudah menerangi semua sudut resort ini pemperlihatkan indahnya dua yang menjadi bangunan utama. Coba saja ini di foto dengan drone, pasti keren baget.

sajian inkung dari resto
suirran ingkung ayam yang legit

Selain Resort, sesuai nama tempat ini terdapat juga restonya, menu andalan yang disajikan kala itu adalah Ingkung Ayam. Ingkung ayam yang lengkap dengan ubo rampainya yaitu lalapan, gudangan, sambal dan juga tempe. Mungkin makanan ini sudah jarang kita nikmati, kalau dirumah saya membuat ingkung ini hanya saat-saat tertentu saja. Disini kita bisa pesan tiap hari, tapi kalian harus pesan dulu satu atau dua hari sebelumnya dikarenakan membuat ingkung itu bisa menghabiskan waktu satu hari. Selain menu andalannya ini terdapat juga makanan-makanan yang bisa kita nikmati seperti nasi goreng dengan berbagai varian, dan juga mie goreng dengan berbagai vairan juga. Minumnya juga sangat lengkap, mulai dari kopi sampai minuman-minuman tradisional seperti secang, wedang jahe dll. Kala itu memang sudah disiapkan untuk kami menu ingkung yang sudah di suir-suir lengkap dengan lalapannya,  ingkungnya bener-bener enak, bumbu-bumunya meresap dan tekstur dagingnya juga lembut dan mudah kita kuyah, bener-benar sajian malah yang mantab. 

penerbangan Lampion yang romantis pisan

Setelah makan malam dan berbincang-bincang sebentar, ada suara ajakan “ayo-ayo ngeburke lampion”. Berbagai warna lampion sudah disediakan oleh pengelola, tak acap kita langsung pegang satu-satu lampion. Saya sangat antusias sekali dalam menerbangkannya, saya coba menerbangkan sendiri ternyata sulit juga kalau lampion ini dipegang sendiri, tetep saja saya berusaha dengan berbagai cara. Akhirnya lampion punya saya mengembang dan sudah tak butuh dipegangi lagi bagian atas. Saya yakin sebentar lagi lampion ini akan terbang. Sedikit-demi sedikit saya lepaskan dan juga saya dorong keatas, dalam hati saya juga berucap “semoga dengan terbangya lampion ini saya bisa berjodoh dengan tempat ini, saya bisa kesini lagi untuk menikmati indahnya pagi tempat ini”. Namun sayang lampionku terbangnya tak terlalu tinggi, hanya beberapa meter saja sudah terbakar dan jatuh tak jaug dari tempat saya melepasnya. Positif tingking saja semoga harapan ku itu akan cepat terkabul. Bagai mana lagi ini lah dambaaan saya untuk bisa punya rumah dengan pemandangan yang indah, dan ini sudah nyata di depan saya walaupun bukan milik saya dan harus bayar untuk masuk kesini.
Untuk masuk kesini hanya dikenakan biaya beli vocer saja, yang mana ada berbagai macam vocer seperti vocer makan, vocer berenang dan juga vocer menginap. gimana kapan kita kesini lagi???


 suasana di Batoer Hill Resort dan Resto