Alam

Budaya

Temanggung

Recent Posts

Bersilaturahmi ke Rumah Hobbit di Yogyakarta

6/30/2017 22 Comments

Momen Lebaran biasanya kita habiskan untuk bersilaturahmi dan berwisata dengan keluarga, momen yang sangat ditunggu karena semua keluarga bisa berkumpul. Saudara yang jauh pun pulang untuk bisa bersilaturahmi dengan orangtua serta saudara dan kerebat dekat. Setelah silaturahmi dengan kerabat-kerabat usai maka tibalah untuk berlibur bersama-sama keluarga. Bagi yang pulang kampung di sekitaran Yogyakarta ada tempat wisata yang sedang hitz akhir-akhir ini, yaitu Rumah Hobit. Kalau berwisata ke Rumah Hobbit, kita seperti berselaturahmi mendatangi sebuah rumah kerabat kita yang dikampung halaman yang suasanyanya sangat sejuk sekali.
Rumah Hobbit sendiri terletak di kawasan Wisata Seribu Batu Songgo Langit di Mangunan, Dlingo Kab. Bantul. Kawasan ini tidak asing lagi bagi para wisatawan pastinya, area yang dekat dengan tempat wisata sebelumnya yang sudah terkenal yaitu hutan Pinus Mangunan dan juga Taman Buah Mangunan. Letak dari Wisata Seribu Batu Songgo langit ini yaitu sebelum hutan Pinus Mangunan. Kawasan ini sungguh nyaman sekali untuk kita datangi, sudah terdapat parkir mobil dan motor yang luas, serta fasilitas pendukung yang sudah lengkap. Selain Rumah Hobbit wisata ini terdapat beberapa obyek untuk foto yang bagus sekali antara lain Rumah Kayu Negeri Dongeng, taman, Jembatan Jomblo dan lain sebagainya.

Gerbang masuk ke Kawasan Wisata Seribu Batu Songgo Langit

Flying Fox yang disediakan untuk menuruni area wisata

Jembatan Jomblo yang langsung terlihat Rumah Hobbit

Saat masuk ke pintu gerbang kawasan wisata ini hawa sejuk langsung terasa, sempat saya bilang ke teman-teman saya “enak banget disini ya”. Masih satu kawasan dengan Hutan Pinus Mangunan kawasan ini memang di kelilingi pohon-pohon pinus yang menjulang tinggi sehingga suasananya sangat nyaman sekali, apalagi datanganya kesini pagi-pagi udara sangat sejuk sekali dan terasa nyaman sekali. Saya datang ketempat ini memang saat pagi hari sekitar pukul 07.30 WIB. Suasana pengunjung yang masih sepi membuat taman ini sepeti milik saya dan teman-teman saya sehingga kita bebas untuk berfoto dan bersilaturahmi (masuk) ke rumah-rumah Hobbit dan lainnya.
Dari gerbang masuk kita sudah disajikan sederet warung makan, ada juga flaying fox yang bisa mengantar kita sampai bebatuan songgo langit dan rumah Hobbit, bagi yang tidak ingin sempat samapai atau menikmati susana kawasan wisata ini lebih baik jalan saja, karena ada beberapa spot menarik untuk kita foto, ada jembatan jomblo yang berhadapan langsung dengan rumah Hobbit. Sesudah kita melewati Jembatan Jomblo kita akan memasukki kawasan rumah Hobbit, terdapat rumah hobbit yang bisa kita jadikan foto-foto walaupun agak berbeda dengan aslinya yang di New Zealand ya tapi lumayan keren untuk kita eksis. Rumah hobbit ini ternyata hanaya penampakan depannya saja, dalamnya sempit dan kosong, rumah Hobbit ini memnag disediakan untuk berfoto-foto dari depan saja.

Rumah Hobbit 

Rumah Kurcaci

Taman Seribu Batu

Disamping rumah hobbit terdapat bebatuan besar yang saling menopang agar tidak terguling, mungkin karena adanya batuan ini dinamakan kawasan Songgo Langit karena awal dari tempat wisata ini hanyalah batuan yang tersusun salaing menopang ini. Rumah hobbit dan lainyya ini baru di bangun enam bulanan ini yang bertujuan untuk menarik wisatawan yang mencari foto instagrameble. Disebelah kanan rumah Hobbit terdapat juga rumah-rumah kecil seperti komplek perumahan dibawah batu besar seperti rumah kurcaci.
Dibalik batu besar ternyata terdapat sebuah taman kecil yang sangat bagus untuk berfoto, terdapat bunga-bunga yang ditata sedemikian rupa sehingga membuat kesan kita sedang berada disebuah taman, padahal taman ini hanya kecil saja. Obyek selanjutnya yaitu Rumah Kayu Negeri dongeng, rumah kayu ini rumah berbentuk limas yang dibuat dari rantung-ranting pohon, penyusunan yang bertingkat sehingga terlihat rumah kayu ini seperti pedesaan yang dihuni oleh orang-orang adat suku. Rumah Kayu Negeri Dongen ini menjadi salah satu tempat favorid untuk berfoto, setelah siangan sedikit pengunjung akan mengantri disini, asyiknya kalau datang rame-rame kesini bisa menempati rumah kayu ini satu-satu untuk difoto jadi kita seperti penghuni rumah tersebut.


Rumah Seribu Kayu Negeri Dongen

panggung seni yang masih di kembangkan

perawatan dan penanaman bunga-bunga untuk mempercantik kawasan wisata

Kawasan Wisata Seribu Batu Songgo langit ini masih terus dikembangkan, terlihat di bagian ujung terdapat panggung pertujukan yang masih dalam pengerjaan, sempat saya bertanya kepada salah satu pengelola yaitu seorang ibu-ibu yang sedang menyiram bunga-bunga bahwa tempat wisata ini dikelola oleh masarakat dari desa Sukorame dengan anggota sekitar limapuluhan orang, dengan dana suadaya. Untuk lahan sudah mendapatkan ijin dari pihak perhutani sehingga sekarang tinggal meningkatkan daya tarik wisatawan untuk bisa datang kesini. Untuk tips saja datanglah ke tempat wisata ini pagi-pagi selagi masih sepi agar kita tidak mengantri berfoto sehingga mendapatkan foto yang bagus maksimal.

Indahnya Berbagi di Bulan Ramadan

6/23/2017 Add Comment

Ramadan adalah bulan yang sangat ditunggu banyak orang, kenapa ya??padahal ramadan itu harus berpuasa, tidak makan, tidak minum dan juga harus beribadah yang lebih banyak. Dengan serangkaian ritual bulan ramadan yang begitu berat dan padat, kita dalam menjalaninya terasa bahagia, bahkan apabila kita bisa meresapi bulan ramadan ini dengan sungguh-sungguh keberkahan akan selalu menghampiri kita, bahkan sepertinya ramadan tidak cukup hanya satu bulan saja.
Dalam bulan ramadan, kita sebagai umat muslim yang beriman diwajibkan untuk berpuasa, mengapa sih kita harus berpuasa?? Banyak sekali alasan mengapa kita diwajibkan berpuasa dalam satu bulan penuh, banyak penilitian dan pendapat bahwa puasa sangat bermanfaat bagi kesehatan, secara logika sederhana saja, kita memberi waktu istirahat bagi oragan pencernaan kita sehingga oragan kita bisa lebih baik lagi setelah setahun menggiling makanan untuk mensuplai sari makanan untuk tubuh kita. Dengan berpuasa maka oragan pencernakan kita bisa lebih setabil lagi.
Selain untuk kesehatan Puasa juga diharapkan agar kita juga bisa merasakan apa yang dirasakan orang-orang tidak mampu, dimana kita merasakan panasnya perut saat lapar dan hausnya tenggorokan saat haus. Banyak orang yang kurang mampu kelaparan dan kehausan, meraka bahkan berpuasa sepanjang hari karena tidak adanya makanan, merasakan perut yang panas karena tidak adanya makanan yang di cerna dan tenggorokan yang kering karena sulitnya mendapatkan air. Dengan berpuasa ramadan diri kita menjadi tahu betapa beratnya dan betapa pedihnya cobaan orang-orang yang kurang mampu sehingga nantinya kita lebih bisa mensyukuri nikmat yang Allah berikan dan juga menjadikan kita lebih ringan untuk berbagi kepada orang-orang yang kurang mampu.
Kesempatan kita bisa berbagi dengan orang-orang yang kurang mampu janganlah kita sia-siakan, semampu kita, sebisa kita bahkan apa yang sedikit kita punya bisa berikan, berikanlah. Sedekah yang paling besar pahalanya adalah barang yang kita cintai, maka kalau bisa sesuatu yang kita punya bisa kita sedekahkan apapun itu bentuknya. Apalagi dalam bulan ramadan ini pintu sedekah sangatllah dibuka selebar-lebarnya, pahalanya pun tak tanggung-tanggung seperti kita bersedekah memberikan makanan untuk berbuka bagi yang puasa pahalanya sama dengan orang yang berpuasa, sungguh luar biasakan. Dengan alasan ini lah mengapa kemarin saya menerima ajakan dari Yamaha Jogja untuk berbagi bersama anak-anak dari Panti Asuhan. Bersama Yamaha Jogja dan Blogger serta Vloger kita berbagi dengan Panti Asuhan Putra Islam.


Acara yang dikemas dengan buka bersama Yamaha dan Blogger serta Vlogger pada intinya adalah kita saling berbagi kepada adik-adik kita yang berada di panti asuhan. Yamaha Jogja yang berinisiatif mengumpulakan para blogger dan vlogger untuk bisa berbagi buku untuk adik-adik kita, tahu sendiri kan buku itu pastilah benda kesayangan bagi blogger, disitu kita harus rela meberikannya secara Cuma-Cuma untuk adik-adik kita di panti asuhan. Selain itu Yamaha Jogja memberikan santunnan kepada Anak-anak panti asuhan ini, diberikan langgsung pada sore itu sebelum buka bersama.
Yamaha memang sekarang benar-benar semakin di Depan, terlihat dari acara ini sangatlah bermanfaat bagi orang lain, tidak melulu mereka memikirkan masa depan teknologinya yang semakin canggih tapi mereka juga mau berbagi bersama anak-anak panti asuhan. Yamaha yang sekarang lebih dipercaya oleh orang Indonesia memang semakin meningkatkan Teknologinya terutama dalam mengubah image bahwa Yamaha itu motor yang boros, sekarang Yamaha menjadi motor yang irit. Dengan teknologi Fuel Injection Yamaha yang terbaru motor-motro Yamaha sekarang benar-benar irit. Teknologi penyemprotan bahan bakar yang sudah sempurna (berbentuk kabut) sehingga menyebakan efisiensi pembakaaran dan tetap mendukung pada kecepatan. Motor-motor Yamaha yang terbaru seperti AEROX sudah mempunyai teknologi ini, selain itu masih banyak teknologi dari Yamaha yang mendukung kita dalam berkendara.
Jadi dengan memakai Yamaha kita sudah tidak takut lagi untuk boros, bahkan kita sekarang bisa menyisihkan uang bensin kita untuk berbagi bersama anak-anak yang kurang mampu. Jadi Tertarik kan bisa berbagi bersama Yamaha.


Jangan Ajak Cewek ke Watu Layah

6/20/2017 14 Comments


Sudah tiga minggu lebih saya menunggu realisasi teman saya untuk datang ke Temanggung, setiap kali ketemu dia selalu menyapa dengan keinginannya ke Temanggung untuk mengujungi beberapa destinasi wisata di Temanggung. Dia selalu bertanya “di Temanggung pingin lihat sunrise, enaknya dimana ya?” di kesempatan lain dia merubah lagi keinginannya malah pingin sunset, “yah yang penting silahkan datang ke Temanggung dulu nanti saya antar kemanapun yang kamu mau” itu jawabku kalau ketemu sama dia lagi, mau tahu temenku siapa??
Selama tiga minggu bertanya-tanya terus, akhirnya dia menentukan tanggal kapan dia ke Temanggung. Bersama teman-temannya, dia akan mendatangi paling tidak 2 destinasi wisata yang saya rekomendasikan yaitu Wisata Alam Posong untuk hunting Sunrise dan Wisata Alam Sedengkeng Pass untuk menikmati senja. Saya pun sudah bersiap mengantarnya, eh malah nyampe Temanggung di hari berikutnya, siang lagi, katanya mau lihat sunrise datang jam 11 siang, itu aja masih di rumah temennya di daerah perbatasan Temanggung-Magelang, rencana pertama yaitu Hunting Sunrise gagal total dan saat itu cuaca mendung dan recana kedua pun terancam batal. Mulai dia bertanya-tanya lagi “enaknya kemana ini”. Bingung juga mau ngajak kemana HP aku letakkan saya tinggal santai dulu sambil mikir enaknya kemana,sekita 30 mentit saya buka HP eh malah dia ngabari kalau dia sekarang lagi perjalanan ke Watu Layah Kandangan. Yah.. ya sudah lah, saya nyusul kesana, itung-itung berwisata karena saya juga belum pernah kesana. Emang sih Watu Layah itu sedah hits di Temanggung sejak awal tahun ini tapi saya belum sempet kesana.

beberapa pengunjung Watu Layah yang didominasi wanita sedang berfoto di gardu masuk
Loket Masuk ke Watu Layah

Dengan motor kesayangan saya, saya menuju ke Watu Layah, ditengah perjalanan yang gerimis saya pacu motor saya agar cepat sampai, karena teman saya yang satu ini sudah sampai di lokasi sudah lumayan lama. Watu layah sendiri terletak di Desa Tlogopucang Kecamatan Kandangan Kabupaten Temanggung. Tempat ini termasuk wilayah Temanggung yang paling timur karena wilayah ini berbatasan dengan Kabupaten Semarang. Jarak dari kota Temanggung sendiri sekitar 20 km dengan medan jalan berkelok serta naik turun akan tetapi jalannya sudah enak dan kanan-kiri pemandangannya bagus.
Sesampainya di depan Gerbang Wisata, ternyata disini ada dua pilihan tempat wisata yaitu Watu Layah dan Watu Angkrik “baru tahu juga kalau disini ada beberapa wisata” batin saya. Karena teman saya sudah di Watu layah ya saya belok masuk gerbangnya Watu Layah terlebih dahulu. Parkiran motor lumayan penuh saat saya sampai, dan yang mengagetkan saya, plat nomor dari motor-motor yang terparkir kebanyakan berasl dari Kabupaten Semarang, ya mungkin karena wisata ini juga dekat dengan Kabupaten Semarang. Jalan dari tempat parkir menuju lokasi wisata sudah banyak berdiri warung-warung yang menjajakan oleh-oleh dan minuman. Kita harus mengeluarkan Rp 5.000,- untuk bisa masuk ke wisata ini. Teman saya didalam sudah mennunggu saya tetapi saya tinggal untuk memngambil foto di beberapa spot foto dan gerbang masuk, itung-itung balas dendam biarin dia yang menunggu.
Setelah selesai foto-foto baru saya menemui teman saya yang ternyata mereka rombongan, ada empat cewek dan dua Cowok. Setelah berkenalan dan sapa-menyapa langsung deh kita explore. Ternyata kita agak apes hari itu, baru mau melangkah untuk menuju spot foto hujan turun lumayan deras, ya sudah kita menunggu hujan reda disebuah gazebo. Hujan mulai menurunkan intensitasnya menjadi gerimis syahdu, saya dan temanku langsung menuju lokasi-lokasi yang intagramable banget, mumpung sepi dan tidak antri karena masih gerimis. Sempat saya mengajak teman-teman yang cewek tadi akantetapi mereka tidak mahu karena pake sandal yang licin. Memang Watu Layah ini tempatnya di bukit yang spot-spot fotonya harus kita datangi dengan jalan yang miring, jadi bakalan susah deh kalau ngajak cewek kesini apabila mereka persiapannya untuk foto dengan fashions yang tidak mendukung untuk berpetualang.

petunjuk Arah menuju ke tempat-tempat foto
salah satu aksesoris untuk foto yang keren
Pohon Galau dengan Pemandangan yang indah
pohon Galau dengan pose galau

Saya bersama teman saya ini, oh ya tadi belum saya kasih tahu siapa teman saya, Teman saya namanya Ayoeb dia berasal dari Jogja. Saya bersama Ayoeb langsung mencari foto hampir disemua spot foto yang benar-benar instagrameble banget. Mulai dari spot bertuliskan “LOVE” dan spot yang paling bawah bertuliskan Watu Layah. Ada juga spot foto dengan nama “Pohon Galau” lumayan laris ini karena setelah saya selesai foto dan hujan mulai  reda banyak yang langsung mengantri disini. Bagi yang biasa pose galau pohon ini keren banget deh mendukungmu saat benar-benar galau, dengan pohon pinus yang di kasih tempat duduk dan terlihat pemandangan yang luas membuat perasaan kita ikut teriuh saat duduk dipohon itu (semoga ini bukan perasaanku saja).
Setelah selesai foto-foto karena sudah lumayan capek saya dan Ayoeb kembali ke Gazebo yang tadi untuk kita berteduh, di tengah perjalanan kita bertemu teman-teman kita empat cewek tadi, yang lagi ribet pingin turun atau tidak, karena mereka melihat jalannya yang lumayan licin. Karena mereka masih pada ribet mau turun atau tidak, saya ngobrol sama Ayoeb dan liat-liat foto yang sudah kita dapat, eh ternyata salah satu cewek teman kita itu lihat dan sontak berkata “loh koq apik banget.. ayo mrono neh!!”... “What?? Dah capek kali bu....tadi diajak gak mau” kata ku dalam hati, yah karena kasian juga dari jauh-jauh kesini gak sampai yang dia inginkan kan bahaya kalau penasarannya dibawa pulang.

tempat duduk dengan aksesoris hati
salah satu sepot foto dengan papan yang berbentuk hati
foto pemandangan dengan tulisan yang nyleneh

Dengan sedikit langkah berat saya dan Ayobe mengikuti keinginan mereka, mulai lah mereka berpose dari spot foto satu ke spot foto yang lain, dan tahu sendiri kan kalau cewek foto itu tidak mungkin satu dua kali jepret langsung udah, pasti berulang kali dan hasilnya harus sesuai dengan keinginan-keinginan yang kurang masuk akal, mulai dari masih kelihatan gendut atau bajunya kurang pas, rambutnya pasnya diginiin ribet banget kan ya, ya gitulah cewek, sebenarnya sih gak papa kalau ini hanya foto di satu tempat saja tapi ini di Watu Layah yang spot fotonya banyak banget dan semua intagrameble banget. Sudah saya duga cewek-cewek bakal  histeris deh kalau foto disini. Bahkan cewek yang katanya itu penuh perasaan tidak kepakai perasaannya kalau di tempat ini, sudah ada yang antri banyak eh dianya gak mau berhenti foto, gantian foto-fotonya “perasaannya dimana”???.

Jadi kalau ke Watu Layah jangan ajak Cewek, kalau gak mau ribet, kalau gak mau di omongin orang karena gak mau gantian tempat foto, dan Jangan ajak Cewek yang itu mantan kamu karena disini ada spot foto yang tulisannya khusus untuk mantan.

kunjungan ke Watu Layah Tlogopucang, Kandangan Temanggung pada tanggal 15 Mei 2017